His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )

His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )
Xander Ryn 8


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Akhirnya Nana duduk kembali di hadapan Xander dan juga Ryn, untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh mereka berdua.


Dia tersenyum dnegan sangat manis, tapi tidak ada dari ke 4 orang itu yang membuka suara, Bahkan Ryn yang di tatap terus oleh Nana langsung reflek mengambil Gelas yang berisikan air di depannya untuk di teguk.


"Hemm, sepertinya aku akan kembali ke Kantor sekarang." Ucap Julio, merasa tidak ingin berada dalam situasi seperti ini.


Tetapi Nana lebih dulu menahannya, dengan tangannya tidak ingin suaminya pergi meninggalkan mereka untuk saat ini.


"Mah, apakah Mamah ingat kalau aku sudah akan pergi ke Kantor Papah untuk bekerja sekarang, dan setelah setahun berpacaran kami akan segera menikah." Xander membuka pembicaraan lagi agar suasan tidak setegang ini.


Nana tersenyum mendengar kalimat putranya. "Mamah ingat Nak, Mamah Tahu kalau kamu sudah mau menikah, dan mamah senang mendengarnya." Sahut Nana dengan lembut.


"Ryn, sekarang berapa usiamu?" Tanya Nana kali ini tertuju pada Ryn yang sejak tadi hanya diam saja.


"Saya Enam tahun lebih tua dari pada Xander Tante," jawab Ryn tanpa ragu.


Nana menelan salivanya dengan pelan. "Benar, sekarang memang ada istilah jika cinta tidak memandang usia." Balasnya lagi.


"Xander adalah pria yang selalu mencari kesempurna, dan jika dia sudah memilimu, berarti kamu memiliki sebuah keunggulan yang membuatnya jatuh cinta sama kamu." Tambahnya lagi.


"Oh ya, apa Latar pendidikan mu?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Saya Mengambil Jurusan Hukum untuk gelar Sarjana, mengambil Ekonomi untuk Gelar Magisterku, dan Hukum lagi untuk Gelar Doktor." Jawabnya dengan tenang.


"Ahh, berati kamu adalah seorang pengacara ya? Di firma hukum mana kamu bekerja?" Tanya Nana lagi, dia benar - benar ingin tahu tentang semua latar belakang Ryn.


"Mah, aku tadi sudah mengatakan jika aku akan menikah, dan 3 dari 10 rumah kita akan aku berikan pada Ryn." Ucap Xander memotong pertanyaan Mamahnya.


Nana menoleh pada Xander lalu tersenyum. "Xander, dalam sebuah pernikahaan sudah seharusnya pihak laki - laki memberikan rumah pada wanita sebagai mahar pernikahaan, apa lagi Ryn lebih unggul dari pada kamu, Pendidikannya bahkan sudah mencapai gelar Doktor sedangkan kamu? Magistermu saja belum selesai, dia adalah pengacara yang populer, sedangkan kamu hanya tiduran saja terus menerus di rumah." Balas Nana, sengaja berbicara buruk tentang putranya.


Dia sangat yakin, jika Ryn pasti adalah wanita yang sangat buruk, di lihat dari segi manapun dia adalah wanita yang sangat unggul dari segi Pendidikan dan tingkat kepopuleran, lalu dia kenapa mau sama putranya yang pemalas ini? Jawabannya tentu saja hanya satu, wanita ini adalah wanita matre yang menginginkan harta Xander.


Mendengar apa yang di katakan oleh Mamahnya, Xander benar - bener tertegun, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, padahal dia sudah mengatakan jika dia baru saja mengusir Mamahnya dari rumah utama untuk pindah ke rumah lainnya ketika dia menikah.


Biasanya Nana tidak suka jika dirinya di atur - atur, karena dia adalah Nyonya dari segala Nyonya, dan ini baru pertama kali Nana menuruti apa yang di inginkan olehnya.


"Tapi Mah, kita juga tidak berencana untuk melakukkan resepsi pernikahaan, apakah Mamah tidak malu nanti jika di tanya oleh Teman - teman Mamah?" Tanyanya lagi, dia berusaha untuk mengacaukan pikiran Mamahnya.


Julio mengerjapkan matanya, dia menggelengkan kepalanya pelan, lalu menoleh ke arah istrinya yang malah menahannya. "Resepsi pernikahaan ini, bagaimana -" kalimat Julio terhenti, ketika Nana meletakan tangannya di atas tangan Julio, yang mengisyaratkan dirinya untuk diam saja dan mengikuti semua keputusannya.


Membuat Julio menatap wajah istrinya dengan bingung.


"Oh yah Mah, satu lagi, kita berdua juga tidak berniat untuk memiliki seorang anak." Tambahnya lagi.


"Tidak apa - apa sayang, meskipun Mamah dan Papah ingin sekali melihat Generasi setelahmu, tapi Mamah dan Papah akan mengikuti keputusanmu, tidak apa - apa Ryn, jika memang kamu tidak ingin memiliki anak, tante akan tetap memperlakukkan kamu sebagai anak Tante sendiri, kamu ingat ini ya, kalau di dunia ini tidak akan pernah lagi ada mertua yang sebaik tante ini." Balas Nana lagi dengan tenang.


Namun, Xander mulai gelisah, bagaimana bisa Mamahnya terima - terima saja dengan keputusannya ini, dia bahkan terus meneguk air putih pada dia tidak sedang haus sambil melirik ke arah Ryn yang belum membuka suara apapun tetapi hanya bisa tersenyum saja.

__ADS_1


'Hahha lihatlah! Dasar anak kurang ajar! Berani sekali kamu memancing IQ mamahmu ini, mau membuat Mamahmu menyerah? Kamu salah menilai Mamahmu Xander, mulai sekarang Mamah akan mengikuti sampai mana kamu akan bersandiwara." ucap Nana dalam hatinya, sembari menatap Ke duanya.


Xander menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menatap Ryn yang terus saja tersenyum kepadanya.


"Mah, kami -"


"Nak, Mamah rasa sebaiknya kalian menikah dalam 6 bulan ini, karena menurut Mamah satu tahun itu terlalu lama. Atau bagaimana 3 bulan kalian berpacaran setelah itu menikahlah, Mamah sudah tidak sabar menanti kehadiran Ryn dalam keluarga kita." Ucap Nana dengan lembut membuat ke dua mata Xander terbuka lebar.


Bagaimana bisa Mamahnya menyuruhnya untuk segera menikah? Padahal jelas - jelas tadi dia menyuruhnya untuk mengusir Ryn dari rumah mereka, lalu sekarang malah ingin mempercepat hubungan pernikahan, apa yang sebenarnya sedang Mamahnya pikirkan saat ini?


"Tiga bulan?" Tanya Ryn pada Xander, yang akhirnya membuatnya membuka suara.


Nana memandang sinis ke arah Ryn dengan senyuman palsunya. 'Kan benar, dia sudah tidak tahan ingin bersuara, kita lihat apa yang akan kamu bicarakan sekarang,' batin Nana, masih bergumam dalam belenghu pikirannya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2