
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
"Apakah dia yang bekerja di Firma hukum itu?" Tanya Xander menunjuk ke arah Dante dengan dagunnya.
Ryn terlihat diam untuk dehenak, lalu dia menoleh dan ikut menatap ke arah Dante, "bukan, setau aku Dante tidak masuk ke dalam Firma manapun."
"Dia selalu kerja perorangan, tetapi -" kalimat penjelasannya terhenti ketika dia kembali menatap ke arah Xander.
"Aku tidak ingin memujinya lagi, tetapi jika dia berada di sini berarti ada sesuatu hal besar ada di belakangnya, karena Dante selalu menangani kasus yang besar dan rumit." Tambahnya, namun kali ini Xander terlihat malah menampilkan senyumannya.
"Aku tahu hal besar itu, karena papah pernah berurusan dengan pria tua ini, jadi sebagian besar aku tahu siapa dia." Ucapnya sombong.
"Benarkah?" Tanya Ryn, sedikit menantang pernyataan yang di berikan oleh Xander.
"Kalau kamu tidak percaya denganku, ya sudah, tidak mengapa, tapi yang aku tahu, ada masalah dalam catatan keungan mereka. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa mencari bukti itu sendiri." Jawab Xander dengan raut wajahnya yang begitu yakin.
Ryn menatap Xander cukup lama, dan tentu saja wanuta itu percaya, apa
Lagi Xander adalah pria yang bermain dalam saham, jadi padti dia sangat paham soal catatan keuangan.
****
Setelah mengobrol panjang, akhirnya mereka memilih untuk mencari tempat duduk yang ada di tengah - tengah Ballroom.
__ADS_1
Mereka duduk untuk menikmati makan malam mereka. "Kamu duduklah terlebih dahulu, aku akan mengambilkan makan malammu." Ucap Xander, sambil menarikkan kursi untuk Ryn duduk.
"Baiklah, Xander aku -" kalimatnya terputus karena Xander sudah lebih dulu pergi tanpa mendengar kalimatnya sampai selesai.
"Kamu apa kabar Ryn?" Tanya seorang pria yang tiba - tiba saja duduk di sebelahnya.
Namun Ryn hanya diam dan merasa enggan untuk menjawabnya.
"Pria tadi itu siapa? Apakah kekasihmu?" Tanyanya lagi, karena belum menadapatkan respon sama sekali dari wanita di depannya.
Ryn menoleh lalu tersenyum dengan sinis. "Bukan urusanmu." Jawabnya tegas, karena tidak ingin berurusan lagi dengan pria di sebelahnya ini.
"Aku hanya bertanya Ryn, 4 tahun kamu meninggalkan aku, rasanya asing sekali ketika melihat kamu berdiri dan bergandengan tangan dengan pria lain,"
"Pria itu adalah suamiku." Jawabnya segera, sebelum Dante menyambung kalimatnya yang lain.
Karena di sebelah Ryn terlihat ada kursi kosong dan itu juga tepat di sebelah Dante.
"Mohon maaf, bukankah terlihat sangat tidak pantas jika kamu duduk dengan istri orang lain di sini dan berdua saja." Tegur Xander dengan sinis.
Mendengar hal itu, Dante terlihat langsung tertawa. Apa lagi ketika dia melihat piring yang berisikan makanan untuk Ryn, dia semakin menatap lucu pada Xander.
"Benarkah kamu suaminya?" Tanya Dante masih dengan senyumannya.
Karena pertanyaan Dante itu terdengar seperti tidak yakin dengan hubungan mereka, Xander mengangkat tangannya dan juga tangan Ryn secara bersamaan.
__ADS_1
"Aku rasa kamu tidak buta, untuk melihat ada cincin yang melingkar di jari kita."
"Dan oh ya, sebagai informasi saja, saya dan Ryn sudah menikah selama 3 tahun, dan juga sudah memiliki anak berusia 3,5, apakah kamu masih ingin mengangguny?"
Xander benar - benar membuat Ryn menatapnya lekat, pria ini sejak kemarin hanya berbicara jika perlu saja, namun sekarang dia memiliki percaya diri dengan mengatakan hubungan mereka serta tidak ragu mengatakan jika mereka sudah memiliki anak.
Lagi - lagi Dante hanya meresponnya dengan anggukan kepalanya singkat. "3,tahun bersama dan menikahnya baru 3 tahun, jadi setidaknya kalau di hitung - hitung kalian sudah bersama lebih dari 4 tahun ya? Kok sama dengan usia perpisahan kita Ryn? Apakah kamu meninggalkanku karena berselingkuh dengan pria ini?" Tanya Dante lagi, namun kali ini pertanyanya tertuju untuk Ryn.
Ryn enggan untuk nenjawab, dia hanya diam saja dan malah mengambil garpu yang ada di atas meja.
"Dan satu lagi, sepertinya waktu itu juga gak cukup untuk kamu mengetahui, jika Ryn itu alergi dengan Daging sapi." Tambahnya lagi, dan seketika itu pula Xander menoleh ke arah Ryn.
Merasa di tatap oleh dua pria di sebelahnya, Ryn hanya menghelas nafasnya, dan bahkan mengambil sepotong daging sapi untuk memakannya. "Bukankah semua itu bisa berubah." Responnya, lalu dia bergegas untuk beranjak dari duduknya dan menarik tangan Xander untuk menjauh dari mentannya itu.
Dante terus menatap Ryn yang sudah melangkah jauh, bersamaan dengan pria yang berstatus suaminya. Rasa kekhawatirannya muncul, dia langsung buru - buru mencarikan obat untuk Ryn, karena dia tahu jika dia pasti akan timbul alergi, dan itu akan membuatnya masuk ke rumah sakit.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*