
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
10 menit berlalu, dan kini mereka hanya saling diam tanpa mengatakan kalimat apapun.
Terasa canggung di antara ke duanya karena hanya ada keheningan yang menerpa ke duanya.
"Hem, sepertinya aku akan membuat Coffe dahulu, kamu boleh mandi saja dahulu," ucap Xander memecah keheningan di antara mereka.
Dia bergegas bangkit untuk melangkah ke kitchen mini yang ada di kamar hotel mereka.
"Ehm, Xander, aku rasa tidak perlu." Sahut Ryn, sebelum Xander sampai di Kitchen.
"Kita akan breakfast di bawah saja, semalam kamu pasti capek, dan tadi kamu juga hanya tidur di sofa, jadi aku tidak akan merepotkan kamu lagi dengan membuaf Coffe untukku." Tandasnya dengan lembut.
"Baiklah, jika kamu menginginkan seperti itu," balas Xander lagi, lalu buru - buru masuk ke dalam kamar mandi.
Dia benar - benar canggung saat ini, jadi tidak mungkin dia berhadapan dengan Ryn untuk sejenak.
Sedangkan Ryn terlihat langsung bersiap saja, karwna menurutnya hanya turun ke bawah saja, jadi dia tidak memerlukan mandi.
***
Saat ini mereka berdua sedang duduk di dalam restoran hotel, tempat di mana mereka menikmati Breakfast mereka di pagi hari ini.
Lagi - lagi mereka hanya terlibat perang dingin saja, tanpa ada yang mau membuka percakapan.
Hanya ada suara cangkir berbunyi, Suara seruputan, dan juga suara Sendok dan garpu yang sedang beradu.
"Semalam ada yang membawakan obat untukku, apakah itu kamu?" Tanya Ryn, akhirnya memulai pembicaraan di antara mereka.
Xander yang mendapatkan pertanyaan itu, terlihat diam untuk sejenak, sebelum dia menganggukan kepalanya pelan sambil meneguk coffe yang ada di tangannya.
__ADS_1
'Ahh, rupanya adabyang memberikan Obat itu semalam, sudah aku duga.'
"Apakah itu orang itu Dante? Pria itu sepertinya harus aku beri peringatan,' batinnya, menyimpan rencana untuk menghancurkan Dante.
"Soal Dante semalam -" Ryn menghentikan kalimatnha ketika melihat respon Xander yang hanya diam dan menyimaknya.
"Jangan terlalu di masukan ke dalam hati ya kata - katanya semalam, aku tidak tahu mungkin kamu merasa di lukai harga dirimu olehnya atau bagaimana, hanya saja jika kamu punya banyak waktu, lebih baik kamu tidak memiliki masalah apapun dengannya."
"Bukan karena aku merasa dia lebih hebat dari kamu, hanya saja dia adalah pria yang sangat ambisius, jadi khawatirnya dia akan mencari kelemahanmu dan aku untuk menghancurkan kita." Jelas Ryn dengan panjang lebar.
Karena jujur saja dia sangat merasa tidak enak pada Xander karena masalahnya dengan Dante malah harus melibatkannya.
Xander terlihat senyum untuk sejenak, lalu dia menghela nafasnya panjang. "Ryn, apakah kamu lupa siapa aku?" Responnya dengan senyuman tipisnya.
"Kalau dia adalah pria ambisius, maka aku bisa jauh lebih ambisius dari apa yang pernah dia bayangkan sebelumnya."
Mendengar hal itu, Ryn lagi - lagi hanya diam untuk sejenak, sebelum akhirnya dia menelan salivanya kasar dan memilih untuk menoleh ke arah lain. "Ahh, aku tidak tahu tentang itu, yang jelas aku tidak ingin kamu terlibat dalam masalahku.' Balasnya lagi.
Ryn tidak bisa membayangkan bagaimana untuk ke depannya nanti. Jika di antara mereka harus sama - sama ambisius, maka yang ada hanya kehancuran saja.
"Itu aku -"
"Pengacara Ryn." Panggil seseorang yang membuat mereka berdua langsung menoleh bersamaan.
Ryn melihat jika di ujung sana ada Hans Juniornya yang sedang memanggilnya dari kejauhan.
"Siapa dia?" Tanya Xander pada Ryn, ketika melihat pria yang sedang datang berjalan ke arah mereka.
"Dia adalah Hans, Juniorku yang berada di bagian administrasi." Jawab Ryn, yang sebenanrnya menatap malas ke arah Hans.
"Hei pengacara Ryn, ternyata kamu sedang di sini juga." Sapanya lagi, membuat Ryn terpaksa senyum di depan pria itu.
"Ah, pak Hans." Sahutnya.
__ADS_1
Hans tersenyum lalu melihat Ryn dan Xander secara bergantian, "pantasan saya mencari Anda tidak ketemu, rupanya Anda sedang berbulan madu di sini." Ucapnya dengan sedikit menggoda Ryn dan juga Xander.
Ryn tidak bisa mengatakan apapun, dia mengusap lehernya yang tidak gatal lalu tersenyum.
"Ada perlu apa kamu mencadiku?" Tanya Ryn pada Juniornya itu.
Hans tersenyum lalu dia mengambilnya sikap duduk di sebelah Xander yang berhadapan langsung dengan Ryn.
"Jadi begini pengacara Ryn, ada peraturan baru di kantor, untuk memberikan sertifikat pernikahaan sebagai perlengkapan administrasi pengawai,"
"Jadi saya harap kalau, Pengacara Ryn bisa memberikannya sertifikat Nikah kalian pada saya agar bisa segera saya masukan ke data, bagaimana? Apakah bisa?" Hand menjawab Ryn dengan menjelaskan kenapa dirinya mencari Ryn kemarin.
Dan tentu saja hal itu membuat Ryn menoleh pada Xander untuk sejenak, sebelum akhirnya dia tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan.
"Tentu saja aku bisa memberikannya." Tungkas Ryn dengan yakin.
Dan itu sontak membuat pria bernama Hans itu tersenyum karena Ryn tidak mempersulitnya. "Tetapi aku ada cuti selama 3 hari, dan kamu tahukan jika selama ini aku dan dia Ldran, jadi kami membutuhkan banyak waktu untuk menikmati bulan madu kita."
"So, aku akan memberikan padamu setelah aku kembali ke kantor." Jelasnya pada Hans, dan alasan itu cukup masuk akal di kepalanya.
"Baiklah kalau begitu Pengacara Ryn, saya pamit dulu, dan selamat menikmati sarapan paginya." Pamit Hans, setelah dia mendapatkan jawaban yang bisa dia jadikan harapan.
Betapa pusingnya dengan peraturan kantor baru ini, dan itu membuatnya harus mendatangi ratusan staf kantor yang sudah menikah untuk memberikan perlengkapan administrasi mereka.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*