His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )

His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )
Xander Ryn 12


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


2 jam telah berlalu, Xander terlihat sudah siap dengan menggunakan Jas mahalnya.


Tanpa perlu di beri tahu saja, siapapun pasti bisa melihat jika jas, Jam serta sepatu yang di gunakan oleh Xander adalah keluaran dari Brand - brand ternama.


"Apakah kamu sudah siap?" Tanya Ryn, ketika wanita itu datang menghampirinya.


Xander sejak tadi hanya Fokus dengan penampilannya, sama sekali tidak melihat ke arah lain.


Namun ketika dia melihat ke arah Ryn yang ada di depannya saat ini, Xander sama sekali tidak bisa mengerjapkan matanya. Sangking terpesonanya dengan kecantikan wanita dewasa yang ada di hadapannya ini.


Wanita yang menggunakan gaun bewarna merah terang, dengan bentuk yang menutup bagian lengan, namun terbuka di bagian belakang, sangat kontras menyatu dengan kulitnya yang putih cerah, belum lagi rambutnya yang panjang di biarkan tergerai dengan terblow tipis, terlihat sangat anggun sekali.


"Xander!! Apakah kamu mendengarku?!" Panggil Ryn lagi, kali ini dengan suara sedikit menyentak.


"Eh iya, ada apa?" Tanya Xander dengan cepat, setelah dia sadar dari lamunanya.


"Aku bertanya padamu, Apakah kamu sudah siap?" Tanyanya sekali lagi, mengulang pertanyaanya di awal.


"Ahh, itu, iya, aku sudah siap." Jawabnya dengan gugup.


Ryn yang mendapatkan jawab itupun hanya menganggukan kepalanya pelan semvari membalikkan tubuhnya. "Tolongian Naikan Resleting bajuku." Pinta Ryn pada Xander; yang membuat pria itu harus menelan salivanya kasar.


Bagaimana tidak? Dia baru saja di suruh untuk mengancing resleting gaun yang di kenakan oleh Ryn. Yang otomatis dia harus melihat betapa mulusnya punggu wanita ini.


"Xander." Tegur Ryn lagi, karena Xander tak kunjung menolongnya.


Xander menghela nafasnya panjang, lalu dia mulai menatap punggung Ryn, dengan sedikit ekspresi menutup matanya.

__ADS_1


"Sudah." Ucap Xander, lalu Ryn kembali membalikkan tubuhnya.


Dia menatap Xander dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. "Apakah kamu tidak memiliki jas yang lain?" Tanya Ryn pada Xander.


Membuat Xander melihat kembali penampilannya yang menurutnya tidak ada kurang sedikitpun. "Ada apa? Ini adalah jas terbaikku, apakah ini kurang bagus?" Tanya Xander dengan raut wajahnya yang bingung.


"Kamu itu adalah suamiku, yang hanya bekerja di perusahaan Canada, dan istrimu hanyalah seorang pengacara senior, bukan pengacara Mitra, jadi apakah masuk akal jika kamu menggunakan jas dengan brand ternama seperti ini? Yang ada kamu hanya akan di pikir adalah seorang koruptor." Ryn menjelaskan jawabannya pada Xander, dan itu memang benar adanya.


"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Xander lagi, karena dia memang tidak membawa jas lain, kalaupun ada juga mereknya sama bahkan ada juga yang lebih mahal.


Ryn melihat ke arah jam, lalu dia menarik tangan Xander untuk bergegas keluar dari kamarnya.


Mereka turun ke lantai 1 di mana di sana terdapat toko baju khusus laki - laki kantoran, karena yang menginap di hotel mereka kebanyakan adalah pejabat - pejabat tinggu yang membutuhkan pakaian ganti ketika situasi urgent.


Ryn dan Xander masuk ke dalam toko, lalu Ryn mulai memilih Jas yang cocok untuk Xander. "Cobalah ini." Pintanya pada Xander, memberikan sebuah jas bewarna Navy, yang sama dengan yang di gunakan oleh Xander saat ini, hanya bedanya merek ini memang terkenal namun tidak masuk dalam brand paling mewah.


Xander menghela nafasnya lagi, dan mengambil jas yang di berikan oleh Ryn lalu pergi untuk mencobanya.


5 menit Xander kembali dengan menggunakan Jas yang baru saja dia dapatkan dari toko, "berikan jasmu yang itu." Pinta Ryn lagi, melihat jas mahal Xander yang berada di tangan pria itu.


Ucap Ryn, lalu menyerahkan Kartu Debitnya pada sang pengawai.


"Kenapa kamu yang membayarnya?" Tanya Xander, merasa segan karena Ryn yang membayar jas yang dia kenakan.


Ryn menoleh dengan senyumannya. "Kamu lupa? Kalau sekarang kamu miskin?" Ryn menjawab dengan balik memberikan pertanyaan yang sangat nyelekit.


Seketika itu juga Xander terdiam, karena hal itu memang benar. Dia pergi dari rumah tanpa membawa apapun, dia tidak punya mobil, dia tidak punya uang dan lain -


Lain.


****

__ADS_1


Karena sudah siap, Akhirnya ke duanya bersama - sama pergi masuk ke dalam ballroom party, mereka bergandengan seperti sedang memperlihatkan jika mereka berdua adalah benar - benar pasangan suami istri.


Ketika sudah berada di dalam, Ryn mencina mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Derawan dan juga istrinya yang saat ini sudah menjadi musuh untuk ya.


Karena dirinya sudah mengambil kasus kliennya yang merupakan musuh dari Derawan, maka hal seperti ini sudah seharusnya dia lakukkan.


Namun, bagusnya tidak ada yang tahunjika dia terlibat dalam kasus ini, karena awalnya Ryn sendiri sebenarnya sangat terobsesi untuk menjadi pengacara keluarga Derawan, tetapi entah karena alasan apa, pria itu malah menjatuhkannya dalam masalah.


Dia mengambil pengacara dari Firma lain, dan membuatnya kalah dalam persaingan, karena pria itu mengaku jika pengacara keluarga mereka sekarang itu adalah anak dari kerabatnya, tetapi Ryn masih percaya jika alasannya bukanlah itu.


Pasti ada sesuatu yang besar dan membuat pria itu mengambil pengacara Junior, padalah sepak terjangnya sebagai pengacara seniorpun sudah terbukti, ketika dirinya menangani kasus putra mereka yang terancam penjara seumur hidup karena menabrak mobil lain yang menyebabkan 4 kematian.


"Dia adalah nyonya Farah, istri dari pak Derawan, yang ajan menjadi tergugat dalam kasusku." Ucap Ryn, memperkenalkan sosok Farah pada Xander dari kejauhan.


Dia hanya menunjuk dengan pandangannya yang di ikuti arusnya oleh Xander.


Pria itu mengarahkan pandangannya untuk melihat arah tunjuj dari Ryn, namun arah tatapannya malah membelok pada sosok pria yang sedang berdiri di hadapan target Ryn.


Dia menatap dengan kesal ke arah pria itu, siapa lagi kalau bukan Dante yang saat ini sudah menjadi musuhnya.


Entah kenapa dia menjadikan pria itu musuh, yang jelas, sejak dia tahu pria itu adalah mantan Dari Ryn, sejak saat itulah dia tidak menyukai Dante.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2