
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
"Aku adalah seorang pengacara yang baik!" Tegasnya pada Xander.
"Hem, Nona Ryn -"
"Diam!" Sentak Ryn pada Alan ketika pria itu mau memotong kalimatnya.
"Aku bilang aku adalah seorang pengacara yang baik! Tidak hanya memenangkan gugatan, aku juga perlu melindungi keadilan hukum dan juga kebenaran. Yang aku hadapi bukan hanya satu orang seperti kamu menghadapi Mamahmu! Melainkan sekelompok atau satu intitusi, sebuah sistem atau bahkan sekelompok masyarakat."
"Keberanianku yang membabbi buta, itu cendrung membuatku gagal! Dan keadilan yang gagal itu menjadi tidak berarti!"
"Nona Ryn, sebaiknya -"
"Aku bilang diam!!" Sentaknya lagi pada Alan, karena terus ingin memotong kalimatnya.
Alanpun hanya bisa menganggukan kepalanya pelan, karena dia juga merasa segan dengan Ryn.
"Seorang pengacara sepertiku! Hanya karena sistem personalis yang tidak masuk akal, harus berhenti di titik ini saja."
"Aku tidak bisa masuk ke dalam firma hukum yang bagus, sekelas internasional, tidak bisa nenerima kasus sedikit yang lebih menguntungkan, pernahkah kamu berpikir ini kerugian siapa? Aku bukan tidak mau bertanggung jawab atas kesalahanku, tetapi menurutku, bukan waktunya untuk aju berhenti di sini!"
"Aku minta maaf karena aku sudah berbohong, dan menggunakan identitasmu untuk kepentingan pribadi, dan kebohonganku mungkin menyakiti serta merugikanmu, tapi aku hanya bisa bilang jika aku tidak memiliki cara yang lain lagi." Ungkap, lalu kembali bangkit dan buru - buru pergi dari rumah Alan.
Meninggalkan dua pria yang sedang sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.
Xander merasa pusing sendiri, dia juga langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mengistirahatkan otaknya.
Dia begitu lelah untuk berpikir, hingga tidak bisa memasukan mana yang bisa di cerna dan mana yang tidak bisa di cerna.
Namun satu hal yang sangat membuatnya pusing adalah Mamahhya. Wanita tua itu benar - benar tidak bisa membuatnya hidup dengan baik. Selalu saja dia memberikan arahan dan tindakan yang ada di luar kendalinya.
__ADS_1
Tetapi, untuk memikirkan apa yang barusan di katakan oleh Ryn, mungkin memang ada benarnya, ke dua orang yang memiliki kesepakatan masing - masing sudah jelas tidak akan pernah melanggar kontrak dalam pernikahaan.
Tidak mengharapkan cinta atau apapun, di tambah dia juga memiliki karir yang begitu bagus pasti dia tidak akan sibuk meminta harta gono gini.
Xander yang pusing, akhirnya mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Ryn untuk bisa bertemu besok.
Dia ingin masalahnya dengan Mamahnya cepat selesai, baru dia akan mengurus masalah dengan Ryn.
^^^
Ke esokan harinya, seperti apa yang di janjikan oleh mereka. Kini ke duanya telah bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari kantor Firma hukum Ryn,
"Jadi kamu ingin mencari wanita yang mau bertunangan atau menikah denganmu, agar Mamahmu bisa berhenti mengatur kencan buta untukmu dan menerima kamu kembali di rumah?"
"Mungkin sebenarnya Mamahmu, tidak terlalu ingin kamu menikah, tetapi dia ingin kamu bekerja. Bukankah seharusnya seperti itu?"
Xander memutar matanya malas. "Aku sedang berdiskusi denganmu untuk masalah perjanjian baru yang kamu tawarkan, bukan ingin berbicara dengan seorang pengacara yang akan mengurus kasusku!" Ujarnya merasa Ryn terlalu formal berbucara dengannya.
Mendengar itu, Ryn tersenyum dengan sinis. "Tadi malam kamu memarahiku, dan mengatakan aku tidak tahu malu, lalu sekarang kamu memintaku untuk menjadi istri kontrakmu."
"Aku sama sekali tidak berniat seperti itu, aku hanya merasa jika yang kamu katakan semalam itu mungkin benar, kebohonganmu memiliki alasan yang cukup masuk akal, jadi aku rasa hal ini masih bisa kita bicarakan lagi." Sahut Xander, merasa tidak enak dengan Ryn karena kata - katanya semalam.
"Tapi sepertinya aku menolak!" Balas Ryn secara tegas.
"Mungkin aku bisa menambahkan waktu tiga bulan untuk batas perceraian kita." Xander membujuk Ryn, karena hanya wanita inilah yang bisa membantunya.
"Kakak, tapi sepertinya tawaranmu itu terdengar sangat tidak tulus." Tungkas Ryn, dengan wajahnya yang sok imut.
"Jadi sepertinya kamu pikiran dulu semuanya baik - baik, baru datang lagi padaku untuk berbicara." Tegasnya, menolak usul yang di berikan oleh Xander.
"Auryn, sepertinya kamu tidak lagi mementingkan karirmu." Ucap Xander dengan memandang ke arah lain.
"Aku memikirkannya, namun aku menyadari jika situasimu ini lebih rumit dari padaku."
__ADS_1
"Duduk satu meja dengan orang yang paling kamu benci, apa lagi melakukkan penawaran, itu sudah sangat membuktikan jika kehadiranku jauh lebih berguna dari pada kamu."
"Jadi dengan kondisimu yang lebih buruk dariku, perjanjian kontrak ini lebih berharga untukmu di Bandingkan aku, jadi kamu tidak memiliki kuasa apapun untuk melakukkan penawaran denganku." Jelasnya dengan detail, lalu dia mengeluarkan sebuah berkas dari dalam tasnya.
"Perjanjian 6 bulan baru bercerai! Kalau setuju tanda tangan, kalau tidak maka cari saja wanita lain." Tantangnya, dengan meletakan pena di atas kertas di hadapannya Xander.
'Wanita ini, benar - benar mampu membaca situasi, Xanderrrrrr sadarkah kamu wanita seperti apa yang akan kamu nikahi?! Sepertinya harga dirimu akan jauh di injak - injak olehnya.' Xander berucap dalam hati, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menandatangi surat perjanjian itu.
Dia benar - benar tidak memiliki pilihan lain, karena tinggal di rumah Alan yang kotor, fia bisa - bisa mati berdiri, apa lagi tanpa fasilitas apapun, itu membuatnya terpuruk dalam lubang nestapa.
"Baiklah, selamat bekerja sama Tuan Xander, hari ini bisakah kamu ikut pergi denganku?"
"Hari ini bisakah kamu pergi ke rumahku?"
Mereka bertanya dalam satu waktu, "baiklah, aku akan ikut denganmu untuk bertemu orang tuamu, lalu nanti sore kamu akan ikut denganku ke acara pesta perusahaanku." Ucap Ryn menengahi keputusan yang ada.
"Tapi Ryn, kamu butuh untuk membuktikan sama aku jika kamu adalah pengacara yang baik! Jika kamu ketahuan adalah seorang pengacara yang bekerja hanya untuk uang, maka aku akan dengan tegas membatalkan kontrak kita secara sepihak!" Tegasnya, sebelum Ryn beranjak pergi.
"Tenang saja, itu tidak akan terjadi." Sahut Ryn, dengan senyumannya.
"Bye, bye, aku pergi dulu, karena aku masih ada sidang, nanti kirimkan saja lokasinya biar aku yang langsung ke sana." Pamit Ryn dengan terburu - buru.
Sedangkan Xander akhirnya bisa bernafas dengan legah, karena akhirnya dia bisa mendapatkan kembali kejayaannya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*