His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )

His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )
Xander Ryn 18


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Seperti apa yang di rencanakan oleh mereka, Saat ini Xander tengah duduk menunggu Mamah dan Papahnya datang ke rumah Ryn.


Tadi dia memang sengaja mengundang Mamah dan Papahnya karena sejak kemarin orang tuannya itu memang ingin sekali melihat rumah Ryn, tepatnya mereka ingin tahu bagaimana kehidupan wanita itu.


Tingg tongg, suara bel rumah berbunyi, dan Xander berjalan buru - buru untuk membukanya.


"Mamah, Papah, masuk." Pintanya, lalu membukakan pintu rumah dengan lebar.


Nana masuk dengan senyuman di wajahnya, "dasar anak nakal! Kenapa kamu baru menjawab panggilan Mamah!"


"Mamah sangat khawatir sama kamu! Apakah kamu makan dengan enak? Atau -"


"Mah, tenang saja, Ryn memberikan aku makan kok." Xander menghentikan kalimat khawatir Mamahnya itu, karena menurutnya itu terdengar sangat brisik sekali.


Nana mengerutkan wajahnya kesal. "Lalu kemana dia? Kenapa sekarang kamu hanya sendiri di sini?" Tanya Nana, sambil matanya melirik mencari sosok kekasih putranya itu.


"Ryn sedang keluar Mah." Jawab Xander dengan gugup.


"Apaa? Keluar?!!!"


"Bagaimana bisa, di saat Orang tua dari kekasihnya mau datang, dia malah keluar! Sangat - sangat tidak sopan sekali." Maki Nana dengan kesal.


Seketika itu Xander langsung mengusap tengkuk lehernya, merasa pusing sendiri dengan kehadiran mamahnya di sini.


"Mah, sebaiknya kita tidak berbicara di depan pintu," tegur Julio pada Nana.


Xander menganggukan kepalanya pelan menyetujui saran Papahnya itu.


"Ah kamu itu, membela putramu terus!" Sentak Nana, tidak terima dengan pembelaan suaminya.


"Tidak ada yang membela mah, tapi lebih baik kita masuk dan duduk dulu."


"Oh ya, kamu bukannya tadi membawakan makanan untuk Xander?"


"Apakah kamu tidak mau memberikan makanan itu pada putramu? Kalau dingin nanti bagaimana?"


Julio berusaha mencari topik lain agar istrinya tidak terus menerus merasa kesal dengan kekasih putranya itu.


Dia membawa istrinya masuk agar segera menyiapkan makan siang mereka.


Tetapi sampai dalam, Nana kembali mencari sesuatu yang sejak tadi tidak dia temukan. "Xander." Panggilnya lagi, namun kali ini dengan suaranya yang lebih lembut.


"Iya mah." Sahut Xander dengan polos.


"Bukankah kalian kemarin mengatakan jika Ryn mempunyai pembantu, lalu kemana mereka sekarang? Kenapa hanya kamu sendirian di rumah ini?" Tanya Nana lagi.


Xander menelan salivahnya kasar, mamahnya benar - benar sangat detail sekali jika sedang dalam mode detektif.

__ADS_1


"Ahh, itu, Kemarin Mereka meminta libur 2 hari mah," jawabnya dengan jujur.


Tentu saja mendengar hal itu, ke dua mata Nana langsung membulat sempurna. Dia berjalan - jalan melihat sekeliling rumah Ryn.


Tidak ada satu sudutpun yang terlewatkan, sampai akhirny dia naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar Ryn.


Dia melihat pakaian putranya berserakan di mana - mana, celana, serta dalaman Rynpun juga ada.


Nana menghela nafasnya, lalu dia menggelengkan kepalanya pelan, dia mengambil beberapa pakaian yang terjatuh di lantai untuk membersihkannya.


Tetapi, ketika dia melihat ke lantai, di melihat bungkus karet hijau panjang yang sedikit memiliki cairan.


"Apa ini?" Nana bergumam, mempertanyakan apa benda yang dia lihat.


Dan ketika dia semakin dekat, dia harus menelan salivanya kasar, "Xander." Gumamnya lagi, lalu dia melihat ke arah laci yang sedikit terbuka di sebelah tempat tidur.


Dia menarik dan mendapatkan hal yanh sangat menjijikan di sana. "Xanderrrrrr!!!!!!!" Teriaknya dengan kencang.


Lalu buru - buru turun ke bawah, tak lupa dia membawa bungkusan - bungkusan coonndddom yang masih rapi.


Brakkkk dia menjatuhkan Bungkusan itu dalam berpcs yang banyak. Tentu saja Julio bahkan juga ikut membulatkan matanya.


"Apa ini?" Tanya Nana pada Xander yang sedang duduk dan diam saja.


"Itu Coonnndooom mah." Jawabnya jujur.


Nana yang bertambah kesal, memilih untuk duduk di hadapan putranya itu. "Mamah tau itu Cooonnndom."


"Pakaian mu, celana, bahkan dalammman berserakan di mana - mana, begitupun milik Ryn,"


"Apa ini Xander, apa ini?!" Nana yang merupakan wanita dramatis, tentu saja merasa tersakiti ketika mengetahui putranya melakukkan hal demikian sebelum pernikahaan.


Julio merasa suasannya sudah sangat genting, dan membuatnya akhirnya membuka suaranya kembali. "Mah, putra kita sudah dewasa mah, mungkin saja dia -"


"Jangan bela dia terus!"


"Mamah tau dia sudah dewasa, tapi bukan seharusnya dia melakukkan hal seperti ini!" Maki Nana dengan suaranya yang menggelegar.


Xander bukannya merasa bersalah dia malah hanya dia memasang tampangnya yang polos.


"Mahhhhh." Panggil Xander, agar mamahnya sedikit tenang.


"Mahhh, Ryn bilang kita akan menikah, makanya kita boleh melakukkan itu Mah."


"Lagian Ryn juga terima - terima saja, padahal kita berdua sama - sama baru melakukkannya." Tungkasnya, membela diri.


Mendengar itu, Nana semakin marah dan buru - buru beranjak mendekati Xander.


Plakkkk,,plaakkkk, "dasar kamu ya! Mamah membesarkan kamu itu sebagai laki - lakinyang tangguh! Bukan sebagai laki - laki yang tunduk dan nurut sama perempuan!"


"Mahhh, jangan seperti ini mah." Julio berusaha menarik istrinya agar tidak terus memukuli putra mereka.

__ADS_1


"Maaaahhh, kenapa tidak boleh?! Papah juga selalu diam dan menuruti Mamah."


"Kadang Mamah juga memerintah - merintah Papah, itukan berarti aku juga boleh dong." Tandasnya lagi, dan kali ini hal itu membuat ke dua orang tuanya itu sama - sama terdiam.


Nana mengerjapkan matanya pelan, lalu menatap ke arah suaminya. "Bukan, ini beda!" Bantah Nana, menolak tanggapan putranya yang menganggap jika Dia memerintah - merintah suaminya.


"Masa sih beda Mah?"


"Padahal aku sering lihat, Mamah memarahi Papah, padahal di dalam rumah Papah adalah kepala keluarga," ucap Xander lagi. Dan kali ini Nana kembali di skak matt oleh putranya.


"Ya sudah, kalau memang kamu berpikir seperti itu! Mamah tidak akan lagi menghalang - halangi kamu menikah dengan Ryn." Imbuhnya, sebelum akhirnya dia memilih untuk beranjak pergi dan meninggalkan putranya itu sendiri.


Sedangkan Julio hanya melihat langkah istrinya yang kian menjauh. "Bagaimana pah? Apakah papah sudah membawakan Yang aku minta?" Tanya Xander pada Papahnya.


Julio tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan. "Sudah, ini." Jawabnya, sambil mengeluarkan buku kecil yang berisikan surat - surat kependudukan milik Xander.


"Pokoknya, jangan sampai ketahuan Mamah ya, kalau Mamah tanya bilang saja kamu tidak tahu buku ini, oke." Ucap Julio sebelum memberikannya pada Xander.


"Pasti mah, terima kasih ya pah."


"Sama - sama, oh ya, kalau ada waktu besok Papah mau ketemu dengan Ryn, tapi tidak bersama dengan Mamah. Apakah bisa?" Tanyanya, sebelum dia pergi dari rumah Ryn.


Xander melirik ke kanan dan kiri untuk sejenak, "hem, aku belum bisa menjawabnya Pah,"


"Nanti aku tanyakan dulu sama Ryn, setelah itu baru akan menghubungi papah kembali." Jawab Xander, belum bisa memberikan kepastian.


"Juliooo, kamu mau pulang tidak?!!" Teriak Nana memanggil suaminya yang tak kunjung keluar.


Julio dan Xander menoleh ke arah sumber suara. "Maaf ya Nak, makan siangnya jadi berantakan, tapi kamu makan siang saja ya, atau perlu kamu telpon saja Ryn, mana tahu dia akan pulang untuk menemanimu makan siang." Julio menambahkan kalimatnya sebelum meninggalkan putranya itu.


Saat ini dia merasa seperti orang tua yang sedang mengantarkan putranya masuk ke dalam keluarga wanita.


Mungkin seperti inilah perasaan keluarga wanita ketika mengantarkan putri mereka.


"Xander jaga diri baik - baik ya, kalau ada apa - apa, cepat hubungi Papah, dengan senang hati Papah pasti akan membantu kalian."


"Iya Pah, terima kasih ya Pah."


"Sama - sama Nak."


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2