
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Sesuai dengan apa yang di janjikan oleh mereka berdua, kini Xander tengah berdiri depan Pagar Rumahnya, untuk menunggu ke datangan Ryn.
"Apakah ini rumahmu?" Tanya Ryn, ketika dia baru saja tiba dengan masih mengendarai mobilnya.
Ryn menatap rumah Besar yang di miliki oleh Xander, begitupun juga Xander yang ikut melihat ke arah rumahnya.
"Iya ini Rumahku, tepatnya rumah orang tuaku." Jawabnya, dengan menganggukan kepalanya pelan.
Ryn terlihat menghela nafasnya panjang, "kalau begitu masuklah." Pinta Ryn pada Xander.
Dan Xander yang sudah mengerti apa maksud Ryn, memilih untuk masuk ke dalam mobil Ryn, sampai menunggu Pagar utama di buka.
Mereka masuk setelah Scurity rumah Xander melihat Tuan Mudanya pulang, ke duanya kini sedang sama - sama berdiri di depan rumah Xander.
Tetapi, ketika Xander baru saja ingin melangkahkan kakinya, Ryn tiba - tiba saja menahannya. "Tunggu, apakah dengan begini bisa terlihat seperti sepasang kekasih?" Tanya Ryn, ketika melihat jarak mereka yang berjauhan.
Xander menatap bingung ke arah Ryn, namun karena malas menjelaskannya Ryn sudah lebih dulu melingkarkan tangannya ke lengan Xander lalu mengajaknya untuk melangkahkan kaki mereka bersama - sama.
^^^
__ADS_1
Di dalam rumah, kini mereka berdua duduk dengan tegang di hadapan Nana dan juga Julio.
"Apaaaaaaaaaaaaaaaa?! Kalian mau menikah?!!!!!!" Pekik Nana dengan suaranya yang sangat keras.
Nana dan Julio benar - benar sangat terkejut dengan ini semua, Putra mereka beberapa hari yang lalu mengatakan jika dia tidak ingin terburu - buru untuk menikah, sampai - sampai dia harus mengusirnya, dan sekarang tiba - tiba saja dia datang dan secara terang - terangan mengatakan ingin menikah.
Xander tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan, dia juga menggengam tangan Ryn dengan sangat erat seperti tidak ingin terpisahkan.
"Mah, Aku ingin menikahi Ryn, dan aku berjanji aku akan mulai bekerja di perusahaan Papah." Tambahnya lagi, semakin membuat raut wajah khawatir dari Nana.
"Memangnya kapan kalian ingin menikah?" Tanya Julio dengan pandangannya yang bingung.
"Satu Tahun Pah, kalau dalam satu tahun kita berdua tidak memiliki masalah apapun, kami akan segera melangsungkan pernikahaan kita." Jawab Xander dengan sangat - sangat meyakinkan.
"Dari awal dia sudah mengatakan padaku, jika dia tidak menginginkan sebuah resepsi yang besar, dia tidak ingin Cincin berlian seperti wanita kebanyakan pada umumnya, dia juga tidak meminta rumah baru."
"Tapi meskipun begitu, di perusahaan Papah, setidaknya harus menambahkan namanya untuk masuk dalam jejeran pemilik saham, dan juga, Rumah ini bukankah akan menjadi milikku, sepertinya Papah dan Mamah sudah harus tinggal di Rumah kita yang lain, karena 3 dari 10 rumah yang kalian punya, itu akan aku rubah sertifikatnya dengan nama Ryn, bukankah sudah seharusnya seperti itu Pah, Mah?" Xander mengatakan semua keinginanya, tetapi bukannya membuat mamahnya terlihat bahagia, malah semakin membuat mamahnya memperlihatkan raut wajah yang ketakutan.
"Dan juga, karena gaya hidup anak muda zaman sekarang itu berbeda, jadi aku tidak mungkin tinggal terpisah dengannya, mulai sekarang aku akan tinggal bersama dengan Ryn, dan oh ya satu lagi, kami tidak berencana memiliki anak."
"Apaaaaa?!"
"Tidak bisa!!! Ini tidak boleh terjadi!" Tolak Nana dengan tegas, Dia bahkan langsung beranjak berdiri menarik tangan putranya, untuk menjauh sejenak dari kekasihnya itu.
__ADS_1
"Xander, di mana kamu menemukan wanita ini? Apakah dia yang memikirkan semua ini? Memasukan namanya untuk saham? Menjadikan rumah kita dengan sertifikat namanya, maksudnya apa?!" Maki Nana pada putranya, Namun Xander hanya tersenyum dan bahkan menatap ke arah lain.
"Dia mungkin memang wanita yang cantik, tapi dia bahkan menikah denganmu hanya karena Harta! Apakah kamu tidak bisa melihatnya?!" Tambahnya lagi, berusaha agar putranya ini mau mendengarkan kata - katanya.
"Nak, Mamah Janji, sekarang Mamah tidak akan buru - buru memintamu untuk menikah, Asalkan kamu tinggalkan wanita itu! Usir dia dari rumah kita nak." Nana membujuk putranya dengan suaranya yang sangat memohon, namun Xander sepertinya tidak ingin mendengarkannya.
"Aku cinta sama dia Mah, jadi aku hanya mau dia, Mamah mengusirku agar aku mau segera menikah, sekarang aku sudah mau menikah dan menemukan calonnya, Mamah bilang tidak perlu terburu - buru, jadi gimana dong?" Tanyanya dengan jahil, lalu dia meninggalkan Nana sendiri dan kembali duduk di sebelah Ryn.
Nana menatap tajam ke arah Xander yang melangkah menjauh dan kembali duduk di sebelah Ryn. "Ahh sepertinya Mamah sudah memahaminya Xander, kamu sengaja membawanya untuk melawan mamahkan." Batin Nana, yang tiba - tiba saja bisa membaca nilai politik yang di tebarkan oleh Putranya.
"Masih terlalu Muda untukmu bermain - main dengan Mamah Xander!" Tegasnya, lalu dia juga ikut berjalan keluar menghampiri mereka kembali.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
__ADS_1
*Terima kasih**ππ»ππ»*