
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Xander menatap kantor tempat Ryn bekerja, tadinya dia berpikir jika mereka bisa menikmati makan siang bersama, nyatanya wanita itu malah sibuk dengan pekerjaanya.
Dia menatap Lunch box yang dia pegang, "padahal, aku sengaja belajar memasak, dan ingin dia menjadi orang pertama yang mencobanya." Lirih Xander pelan, lalu dia kembali menatap bangunan besar tempat Ryn bekerja.
Tidak lama kemudian, merasa bosan akhirnya dia memilih untuk kembali pulang ke rumah Ryn.
Dia ingin beristirahat, karena dari semalam hingga siang begini dia masih juga belum tidur.
Tadi ketika Ryn pergi bekerja, dia memang sengaja pergi berbelanja bahan - bahan yang akan di masak.
Meskipun ada pembantu Ryn, entah kenapa dia ingin melakukkannya seorang diri. Memasakkan wanita itu, layaknya seorang suami rumah tangga yang berbakti pada istrinya.
***
Sedangkan Ryn baru saja tiba di loby hotel, dia berdiri di depan meja Resepsionis untuk menanyakan kamar Demian.
"Pengacara Ryn." Tegur seseorang dari belakang, membuatnya menoleh dengan cepat.
"Pak Teguh." Sahutnya, ketika melihat pria paruh baya yang tadi duduk di satu meja dengannya dalam rapat.
"Pak Teguh, Anda -"
__ADS_1
"Pengacara Ryn pasti datang ke sini ingin bertemu dengan Tuan Demian ya." Teguh sudah lebih dulu mengetahui niatan Ryn datang ke hotel mereka itu.
Ryn melirik sedikit, lalu menganggukann kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Tapi Tuan Demian tidak ada di kamarnya, pengacara Ryn."
"Sebaiknya Anda pulang saja, biar saya saja nanti yang membujuk Tuan Demian untuk mengikuti rapat besok pagi." Ucapnya lagi dengn serius meyakinkan Ryn agar tidak menganggu pria itu.
Bukan karena apa, Pria yang bernama Demian itu adalah pria muda yang bahkan sama sekali tidak tertarik dengan urusan perusahaan.
Namun Papahnya mengancam akan menghentikan pengobatan kekasihnya, jika sampai dia tidak mau mengikuti perintah.
Teguh juga tidak mau, jika Pengacara Ryn malah akan mendapatkan masalah jika hrus berurusan dengan pria ini.
"Ahh pengacara -"
"Aku akan menunggu di loby, sampai dia datang, aku punya caraku sendiri untuk membuat anak muda ini menurut!" Tegas Ryn, membuat Teguh tidak bisa berkata apa - apa lagi.
"Baiklah, Pengacaranya Ryn, kalau memang Anda maunya seperti itu."
"Saya akan ke kamar saya sekarang, jadi kalau ada apa - apa, Anda bisa segera menghubungi saya." Seru pria paruh baya itu.
Ryn hanya diam dengan menganggukan kepalanya pelan. Hingga Teguh tersenyum kikuk merasa betapa dinginnya wanita di hadapannya ini.
***
__ADS_1
4 jam sudah berlalu, dan waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, tapi pria itu masih tak kunjung memunculkan batang hidungnya.
Sampai pesan masuk dari orang tuanya yang mengirimkan lokasi makan malam mereka nanti, Ryn harus menghela nafasnya panjang.
Dia juga ingat, jika hari ini dia belum ada makan sama sekali, dari pagi hingga sore menjelang malam ini, dia hanya meminum Coffe yang di belikan oleh asistennya tadi.
Dengan perasaan letih, Ryn membuka tasnya dan mengambil satu bungkus biskuit yang cukup besar untuknya.
Dia menggigit biskuit itu untuk menikmatinya bersamaan dengan Coffe yang dia beli di restoran hotel tadi.
Ryn tidak mau menikmati makan berat di restoran, karena khawatir dia akan kehilangan jejak pria begundal itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*
__ADS_1