His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )

His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )
Xander Ryn 17


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka, kini ke duanya sudah berada di dalam mobil untuk mengarah pulang.


Ryn mengantar Xander untuk pulang ke rumah Alan, pria itu mengatakan jika dia belum ingin pulang dan mendengar Omelan Mamahnya.


"Jadi bagaimana keputusaanmu?" Tanya Xander pada Ryn yang sejak tadi hanya diam saja.


"Aku belum tahu harus melakukan apa, tapi mungkin aku akan memastikan lagi peraturan baru ini." Jawab Ryn dengan wajahnya yang pasrah.


"Kalau seandainya kamu memang tidak ada pilihan lain, bagaimana jika kita urus saja sertifikat pernikahaanya, jadi kita akan menjalani pernikahaan sampai kontraknya selesai, setelah itu kita akan bercerai sesuai isi dalam perjanjian." Sahut Xander memberikan usulan dalam masalah ini.


Mendengar itu Ryn langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Xander, aku adalah wanita yang tidak percaya Cinta, tapi aku punya prinsip,"


"Aku hanya akan menikah sekali untuk seumur hidup, mau itu cinta atau tidak." Balas Ryn, lalu menatap ke arah lain.


"Tapi yang pasti untuk saat ini, bukankah hal ini termasuk hal yang penting untuk kamu."


"Bukankah yang lebih utama sekarang adalah keberlangsungan karirmu terlebih dahulu?"


Ryn menatap ke arah Xander, mungkin benar apa yang di katakan pria ini, dia sudah berhasil sampai di titik ini dan dia hanya menunggu saat Peresmian jabatan baru.


Dan tidak mungkin hanya karena masalah prinsip dia harus menghapus impiannya.


"Aku tidak tahu, kamu akan setuju dengan ide ini atau tidak, tapi yang aku tahu kamu adalah seorang pengacara, jadi seharusnya kamu lebih paham akan hal - hal seperti ini." Ucap Xander lagi, ketika Ryn tidak mengatakan apapun lagi.


"Sebenarnya ide ini juga tidak terlalu buruk, dan sepertinya aku malah harus berterima kasih padamu, karena sekali lagi kamu harus menyelamatkanku."

__ADS_1


"Tapi, apakah begini akan tidak apa - apa?" Tanya Ryn lagi dengan perasaanya yang penasaraan.


"Tidak apa - apa? Bagaimana maksudnya?" Xander balik bertanya, karena dia sama sekali tidak mengerti maksud dari kalimat tanya Ryn barusan.


"Kamu menikah denganku dalm waktu sesuai kontrak, tapi setelah bercerai, kamu pasti akan menjadi Duda, dan yang mendekatimu mungkin akan jadi sedikit, jadi -"


"Mungkin setelah ini aku tidak akan menikah lagi." Sahutnya buru - buru merespon kalimat Ryn.


Wanita itu langsung menyeritkan keningnya bingung. "Jika ini aku mungkin masih masuk akal, karena usiaku sudah hampir 40 tahun -"


"Masih 35, jangan terlau di lebihkan." Sambar Xander, membenarkan kalimat Ryn.


Ryn memutar bola matanya malas, ketika ada yang memperbaiki kalimatnya.


"Aku tahun depan juga 30 tahun, jadi usiaku juga sudah tua untuk kembali menikah." Xander menjelaskan alasannya tidak ingin menikah lagi setelah perceraian dengan Ryn.


"Baiklah kalau memang sudah mengambil keputusan, apakah tidak sebaiknya kita membuat perjanjian baru saja?" Tanya Xander lagi.


Setelah memutuskan hal ini, Xander kembali meminta Ryn untuk mengantarkannya pulang.


Dia akan memeberitahu orang tuanya untuk Pernikahaanya dengan Ryn.


Sepanjang perjalanan, Xander hanya diam saja dan terus memikirkan kalimat - kalimat apa yang akan dia gunakan agar Mamahnya setuju dengan pernikahaan ini.


Padahal akhir dari pertemuan kemarin saja sudah sangat tidak baik. Dan sekarang di malah kembali untuk meminta restu.


"Lalu bagaimana dengan surat - surat kependudukan?" Tanya Ryn pada Xander, ketika mereka sudah terlihat hampir sampai ke rumah Pria itu.


Xander melirik sedikit ke arah Ryn, lalu kembali lagi menatap ke arah luar. Jelas terbaca jika saat inipun dia bingung akan menjawab apa.

__ADS_1


"Aku akan mengurusnya, ya meskipun aku tidak terlalu yakin jika Mamah mau memberikannya, aku pasti akan tetap mengusahakannya."


"Kalau begitu, gunakan alasan kamu sudah meniduriku." Ucap Ryn membuat Ke dua mata Xander membulat dengan sempurna.


Ryn menyadari tatapan Xander yang melotot ke arahnya. "Kalau mamahmu menghargai seorang wanita, dia tidak akan diam saja dan membiarkan wanita yang sudah di tiduri oleh putranya nanti hamil tanpa suami, bukankah begitu?"


"Tidak, tidak bisa, yang ada aku malah akan mati di tangan mamahku, lagi pula kenapa di sini kesannya aku malah jadi yang paling brengsssek di sini." Sahut Xander menolak usulan Ryn.


"Lagi pula, kalau mau membuat alasan seperti itu, setidaknya jangan biarkan aku langsung mengatakannya pada Mamah." Tambahnya lagi dengan suara yang pelan.


Ryn tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan, betapa gemasnya Xander yang terlihat tampan nan macco, ternyata adalah seorang anak mami.


"Aku punya rencana, tugasmu hanya menghubungi mamahmu untuk berkunjung ke rumah." Tandas Ryn sambil memperlihatkan senyum manisnya.


Xander merasa jika wanita Genius ini sedang mempunyai rencana yang sangat berbahaya.


Dan karena ini untuk kepentingan mereka bersama, Xander memilih untuk diam saja dan mengikuti semua yang di arahkan oleh Ryn.


Saat ini mereka tepatnya tidak terlihat seperti sepasang kekasih, melainkan terlihat seperti Kakak dan Adik yang sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk memberikan kejutan pada Mamah mereka.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2