
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Ke esokan paginya, Xander terlihat mulai memberes - bereskan barang - barangnya, tak lupa dia juga membersihkan kamar Ryn yang kemarin sempat mereka berantakin.
Xander menatap ke sekeliling kamar dan melihat kamar itu sudah bersih dan wangi, "kok lama - lama aku terlihat benar - benar seperti bapak rumah tangga ya?" Tanyanya pada diri sendiri.
Buru - buru Xander menggelengkan kepalanya, dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Semalam dia tidak tidur hingga pagi, karena membantu Ryn untuk menyelesaikan laporannya.
Setelah itu Xander turun kembali ke bawah, dan melihat Ryn yang masih tertidur di sofa ruang tv.
Xander menghela nafasnya, lalu mendekati wanita itu, memakaikan selimut di tubuh mungil wanita itu.
"Wanita ini, sudah jelas - jelas ada tempat tidur yang nyaman, tapi malah tidur di sofa." Lirihnya dengan pelan sambil tersenyum.
Namun, tiba - tiba saja matanya menatap wajah lembut milik Ryn itu lagi. "Cantik." Pujinya dengan senyum.
Sampai senyumnya berangsur hilang karena wajah yang dia tatap itu, baru saja membuka matanya.
Ryn sontak terduduk karena jarak wajahnya dengan wajah Xander terlalu dekat menurutnya.
"Apa yang sedang kamu lakukkan?!" Sentak Ryn sebagai awal kalimat yang keluar dari mulutnya.
Xander buru - buru menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak mau melakukkan apa - apa, aku hanya ingin melihat wajahmu saja." Jawab Xander dengan jujur.
Ryn melirik tajam ke arah Xander, sambil menelan salivanya kasar. "Kamu ini! Aku lebih dewasa dari kamu! Jangan coba - coba merayuku." Balas Ryn dengan kalimat yang terbata - bata.
__ADS_1
Sepertinya kalimat sederhana itu mampu membuatnya jadi salah tingkah.
Xander memilih untuk menatap ke arah lain, sedangkan Ryn buru - buru beranjak dari duduknya dan berlari naik ke lantai dua.
Dia sangat malu karena wajahnya terlihat nampak berwarna merah di depan anak muda seperti Xander.
Sedangkan Xander hanya diam saja sambil
Menatap langkah Ryn yang kian menghilang.
***
1 jam lebih Xander duduk di ruang Tv dengan menatap kembali berkas laporan milik Ryn yang dia kerjakan semalam. Dia tidak mau karena kesalahan kecil yang dia lakukkan, itu malah membuat Ryn terkena masalah.
Tetapi, sejak semalam Xander merasa kenal dengan nama Perusahaan yang akan menjadi klien Ryn.
Seperti tidak asing, namun dia juga tidak mengingatnya.
Xander menganggukan kepalanya tanpa menoleh, dia masih tetap fokus pada layar laptop yang ada di atas meja.
"Jadi bagaiman?" Tanya Ryn penasaraan, lalu dia duduk di sebelah Xander.
Aroma wangi yang begitu semerbakpun menyusup ke dalam pernafasan pria itu. Apa lagi aroma rambutnya, sejenak membuat Xander serasa ingin terbang.
"Xander." Tegur Ryn, ketika Xander hanya diam tanpa merespon apapun.
"Eh iya, ini aku menemukan penggelapan uang dalam dana - dana yang masuk."
"Mereka membangun perusahaan investasi, tapi tidak ada satupun property milik mereka yang bisa di inveskan."
__ADS_1
"Vila dua tingkat, Dan hotel itu sudah bukan punya mereka."
"Dua property itu sudah berkali - kali berpindah tangan," jelas Xander dengan serius.
Ryn menoleh pada Xander. "Lalu bagaimana mereka mengembalikan uang para investor yang masuk?"
"Mereka masih memiliki Property lain, namun property itu juga sudah berulang kali di gadaikan hanya untuk menutupi uang - uang yang lebih dulu masuk." Jawabnya memberitahu Ryn semua fakta yang dia temukan.
Ryn diam untuk sejenak, sebelum dia bangkit dan mengambil laporan yang sudah di buat oleh Xander.
"Baiklah, aku akan pergi kerja sekarang!"
"Apapun yang mau kamu lakukkan, kamu boleh melakukkannya di sini, anggap saja ini rumahmu." Ucapnya sebelum dia melangkahkan kakinya pergi.
"Oh ya, jangan lupa nanti sore aku akan menjemput kamu untuk makan malam bersama keluargaku, dan asisten rumah tangga sebentar lagi juga datang, sarapan akan di buat oleh mereka, jadi lebih baik kamu tidur saja sekarang! Dan istirahat!" Ryn benar - benar melayani Xander layaknya seorang anak yang akan di tinggal bekerja oleh ibunya.
Dan polosnya dia hanya merespon dengan anggukan kepalanya pelan, dan tak lupa dia juga ikut mengantarkan kepergian Ryn sampai depan pintu dan jangan lupakan senyum tipisnya juga ikut mengantarkan kepergian kekasih Kontraknya itu untuk bekerja.
Sudah selayaknya Bapak rumah tangga bukan? Hehhehe
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*