How To Fall In Love Ice Gril

How To Fall In Love Ice Gril
LION


__ADS_3

"Ahk ... kurasa Lian sangat menyukai Crystal," Lion.



( Lion sekertaris baru Crystal diperusahaan kakek )


Aku benar-benar 'pengecut' aku harus mengehentikan perasaan normal ku kepada gadis tunangan adik ku, jangan jadi jahat Lion.


Crystal ... gadis yang kusukai selama 10 tahun lebih, tapi aku menahan untuk mengutarakan perasaanku. Dan kurasa aku sedikit menyesal, tidak ... aku sangat menyesal, ini gila tapi aku merasa kekasihku direbut oleh adik ku, tidak ... jangan berpikir begitu, kamu yang bodoh Lion.


Flashback...


Waktu itu ... aku masih kelas 3 smp dan akan naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi, tapi masa itu adalah masa terpuruk ku, aku punya penyakit kecemasan yanga akut, itu adalah yang terburuk bahkan orangtua ku sudah berusaha agar aku sembuh.


Melihat orangtua ku yang lelah memasukan ku keberbagai macam rumah sakit, bahkan ke rumah sakit luar negeri ... hasilnya nihil saja. Itu membuatku depresi dan tidak fokus dalam sebuah hal.


Kenapa aku bisa menderita penyakit kecemasan??? Singkatnya saat akhir semester, tepatnya sebentar lagi akan lulus aku mengalami sedikit perundungan atau 'bullying'.


***


Aku punya satu teman, namanya Randy, Randy sangat aktif, semua orang ... bahkan satu sekolah pasti mengetahui temanku ini, dia juga terkenal dikalangan kakak-kakak kelas, yang pasti itu murid setingkat lebih tinggi dari kita, yaitu murid-murid SMA yang meneruskan sekolahnya disana.


Suatu hari....


"Selamat pagi," ucapku dengan semangat.


"Ohk ah ... selamat pagi Lion," aku bisa melihat tingkah Randy tiba-tiba aneh.


Biasanya dia menyambut ku dengan riang dan bersemangat, bicaranya sekarang seperti orang yang tidak dekat sama sekali.


"Hei ada apa??? Kenapa lesu gitu?" tanyaku.


"Ahk gak ada apa-apa," jawabnya.


Tring~


Bunyi bel masuk sudah berbunyi dengan cepat, aku pun bergegas duduk di bangku ku, waktu itu aku gak bicara banyak karena aku masuk kelas rada terlambat sedikit, karena itu bel masuk berbunyi cepat.


Aku pun menunggu kelas selesai dan berniat untuk berbicara dengan Randy setelah selesai kelas, atau tepatnya saat waktu pulang tiba.


***


Beberapa jam berlalu, bel pulang pun akhirnya berbunyi.


Tringgg~~~

__ADS_1


Semua murid mengemasi barang-barang nya lalu keluar kelas untuk pulang, aku bisa melihat Randy masih terduduk diam, dia baru membereskan barang nya saat anak-anak yang lain sudah mulai keluar kelas.


"Randy, kita harus bicara," aku menggebrak meja tempat duduk nya.


Randy terdiam melirik ruang kelas yang mulai kosong, kurasa Randy memastikan agar hanya ada aku dan Randy saja yang masih tinggal dikelas. Dan Randy pun mulai berbicara .


"Aku ... aku terlibat masalah dengan kakak kelas," ujar Randy sambil merunduk.


"Masalah apa?? Kenapa sampai murung begitu," tanya ku.


"Aku tidak sengaja menjatuhkan handphone nya dan rusak aku harus menggantinya, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku," histeris Randy berbicara dengan cepat tanpa titik dan koma.


Brak...


Suara pintu terbuka dengan keras dan kurasa aku tahu orang yang menggebrak pintu itu.


Kurasa itu kakak kelas yang dibicarakan Randy, aku bisa melihat wajah Randy mulai histeris ketakutan.


"Apa kau percaya perkataannya," ujar kakak kelas itu.


Aku tidak mengerti apa yang dikatakan kakak kelas itu, apa kakak kelas itu menguping percakapan kami dan mengaggap kalau cerita Randy bohong.


"Dia itu bukan tidak sengaja, tapi sengaja merusak handphoneku," teriak kakak kelas itu.


Aku memandang kearah randy dan dia hanya membuang muka, kurasa ... itu benar.


"Apa yang kalian inginkan???" tanya ku.


"Heh ... ini seru ayo ikut aku!!" pinta kakak kelas itu dengan senyum licik.


Aku mengikuti kakak kelas itu bersama Randy, aku berpikir positif kalau mungkin hukumannya hanya sekedar menjadi pembantu nya.


Itu pikiran yang bodoh, aku terlalu polos. Disana lah awal penyakit ku.


"Boss sudah dibawa,"


Aku dibawa masuk ke sarang kakak kelas itu, disana aku sudah mulai panik.


"Bos dia datang dengan teman baiknya, oh atau orang yang dimanfaatkan saja ya," ujar kakak kelas yang membawaku.


"Dia bahkan berbohong pada teman kelasnya, habislah kau," tambah nya


Kakak kelas yang dipanggil boss itu sudah menyuguhkan seringai yang membuatku takut, aku harap aku bisa selamat dan berdamai layaknya cerita-cerita kartun. Kurasa aku terlalu naif.


"Aku sedang malah menghukum, hei kau Randy aku beri dua pilihan," ujar kakak kelas itu.

__ADS_1


Aku terdiam kebingungan, dan Randy mulai berkeringat dingin masih ketakutan. Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.


"Disiksa selama akhir semester dan membebaskan temanmu ini, atau ... kau bebas tapi temanmu ku siksa sampai akhir semester,"


Disana aku mulai tidak percaya dengan sisi lembut manusia, aku seperti melihat iblis.


Aku menatap panik ke arah Randy, dia membuang muka kepadaku, kurasa ku tak bisa berharap pada keputusan teman ku yang bahkan membohongi ku dan menjerumuskan ku pada lingkaran setan.


Aku bisa melihat tatapan randy yang menatap ku tanpa belas kasihan dan menjawab pilihan itu tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Biarkan aku bebas, terserah apa yang akan kakak lakukan padanya," ujarnya.


Aku menatap Randy dengan tatapan kosong, ... Itu menyakitkan.


"Oke ... bebaskan dia, aku sudah tahu jawabannya, Randy benar-benar sakit," ujar kakak kelas itu.


"Tapi kau lebih gila bos," celetuk budak bos itu.


Ejekan itu terlihat seperti pujian untuk kakak kelas boss itu, ... yah dia lebih ....


***


Dan kini tinggal aku sendiri yang berada di sarang manusia-manusia tanpa belas kasihan.


"Kamu baik banget gak ngelawan, aku butuh orang kayak kamu yang bisa diam saja," ujar kakak kelas boss itu.


"Aku punya satu alat baru, aku bakal gunain ke kamu kayaknya aku bisa bikin sebuah maha karya yang akan dikenang," dia mengeluarkan sebuah alat dari saku jaketnya.


'Alat memasang tato'


Dia berjalan mendekatiku, bulu kuduk ku berdiri, aku sangat takut, tidak ... bagaimana ini, apa yang harus kulakukan.


"Kamu ... harus diam, kalau kamu mengatakan ini pada pihak sekolah, aku akan melakukan hal yang sama pada temanmu," ancam nya.


Entah aku bodoh atau apa? Aku bisa saja mengatakan semua hal itu pada sekolah dan membiarkan teman yang menghianati ku yang berada diposisi ini.


Tapi ... kurasa dulu hatiku masih hati seorang anak-anak.


Aku rela...


***


Hallo gimana ceritanya, semoga suka ya! Makasih yah udah baca author seneng banget kalau kalian suka sama ceritanya😫🙏


Aku juga kalau bisa minta kalian kritik dan ngasih saran agar cerita sama tulisan author lebih bagus lagi, jujur author gak pede nunjukin cerita ini, tapu author juga suka bikin cerita ini meski rada overthingking🐱

__ADS_1


Jangan lupa suport terus ya! Biar author terus semangat bikin cerita nya🍬


__ADS_2