
Hari pernikahan tinggal menghitung jari, aku benar-benar tak menyangka akan menikah, semakin diingat itu membuatku semakin berdebat tak karuan, tapi aku percaya pada Lian selaku teman yang akan menjadi temanku seumur hidup.
Ada satu hal yang membuatku ingin cepat-cepat segera menikah saja, yaitu ... persiapan acara pernikahan. Persiapan nya membuatku lelah dan kapok.
Aku benar-benar mempersiapkan acara pernikahan itu sampai badanku remuk dan lemas untuk bergerak.
Mulai dari pilih gaun pernikahan, ini adalah momen yang membuatku kesal karena, ibuku cerewet soal masalah gaun yang tidak selalu cocok dimatanya, membuatku terus menerus mencoba gaun pernikahan yang beratnya minta ampun, mungkin aku sudah mencoba 20 gaun pernikahan.
Di tempat itu aku benar-benar menguras semua tenaga ku, kurasa tidak semua orang seperti ku, aku benar-benar anti gerak.
Selanjutnya aku tak bisa mengatakan hal gila apa yang terjadi selama aku menyiapkan acara pernikahan.
Tapi untungnya persiapan itu sudah beres dan terakhir hanya tinggal menunggu hari H nya tiba.
***
Setelah memeriksa semua hal yang harus dipersiapkan dia acara pernikahan, aku pun langsung mengambrukkan badan ku ke kasur yang benar-benar ku rindukan.
Sebenar-nya masih ada hal yang harus disiapkan yaitu surat undangan, tapi syukurlah ayah akan mengurus itu dan dia menyuruhku istirahat. Jujur aku merasa tumben dengan sikap ayah yang sok baik.
'Ting~
Tiba tiba suara handphone Crystal berbunyi.
"Ahk siapa sih," ujar Crystal dengan nada sedikit kesal.
"Lian,"
Pesan itu dari Lian.
( chat )
"Selamat malam, gimana hari ini, aku tadi ketemu sama ayah kamu, katanya kamu kelelahan aku jadi khawatir kamu baik-baik saja kan???" Lian.
'Ayah bertemu dengan Lian, dan mengatakan soal keadaanku, ayah itu memang gak punya topik yang bikin orang lain senang apa, malah bikin orang lain khwatir," ujar Crystal masih dengan nada kesal.
Tidak bisanya Crystal memikirkan ucapan seseorang.
"*Aku gak papa kok, cuman kecapekan sedikit soalnya aku jarang keluar jalan-jalan gitu, jadi belum terbiasa pas belanja untuk acara pernikahan," Crystal.
"Tapi kamu gak papa kan???" Lian.
"Aku gak papa, aku gak sakit, aku cuman butuh tiduran aja," Crystal.
"Maaf ya ganggu kamu, sekarang istirahat yah, kita udah lama gak ketemu, aku pengen cepet-cepet liat wajah kamu," Lion*.
'Ahk aku belum terbiasa dengan gombalan Lian,'
__ADS_1
Sementara itu di tempat Lian, Lian girang sendiri mengetik pesan untuk Crystal.
"Aku tahu dia gak suka digoda, pengen liat wajahnya deh, apalagi pas pertemuan keluarga," kekah Lian dikamarnya.
Hari pertemuan keluarga adalah hari terakhir Crystal dan Lian bertemu.
"Kalau kamu niat kamu bisa datang kesini sambil lihat wajah aku," Crystal.
Lian melebarkan matanya tidak sangka Crystal yang polos bisa mengirim pesan godaan kepadanya.
"Apa dia sedang menggodaku, tapi jika seseorang melihatnya, ini pasti terlihat seperti godaan, lagi-lagi aku pengen lihat ekspresi nya saat mengetik ini," kekah Lian merasa berdebar-debar dengan chat tulisan dari Crystal.
Sedangkan ditempat Crystal, Crystal merasa risih dengan ketikan yang ia tulis untuk Lian.
Dan pesan pun datang lagi.
"Haha aku bisa aja kesana setelah pesan godaan itu, tapi aku harus bersabar aku akan membiarkan tuan putri beristirahat," Lian.
"Terimakasih atas kepekaan nya, Lian juga istirahat ya," Crystal.
"Makasih pujian nya, aku akan menjalankan perintah tuan putri," Lian.
"Jangan panggil aku kayak gitu," Crystal.
"Mau ku panggil apa ??? Istri?," Lian*.
Mungkin Crystal tipe orang yang gak baper dengan tulisan, atau mungkin karena suasana hatinya yang sedang gundah Crystal tidak bisa mengekspresikan perasaanya.
"Kamu ini pinter banget bikin kata-kata aneh," Crystal
'Hah kata-kata ku aneh, bukan kan kata-kata ku terlihat manis,' ujar Lian yang kaget melihat pesan dari Crystal.
'Crystal memang gadis yang unik,' kekah Lian.
"*Aneh? Aku pikir kata-kata ku terlihat manis!" Lion.
"mungkin karena aku belum familier dengan kata-kata manis itu," Crystal*.
'Ahk aku sempat mendengar kalau Crystal memang gadis yang pendiam dan tidak dekat dengan banyak orang terutama kalangan pria, ada juga rumor yang mengatakan kalau Crystal adalah idaman banya pria bahkan aktor-aktor pria,' ujar Lian dengan wajah geram.
'Sudah sebentar lagi kan aku akan jadi suami Crystal, kita mulai dari teman,' girang Lian.
"Kamu memang gadis yang unik," Lian.
Lian membalas chat Crystal, entah kenapa Crystal mulia menikmati percakapan itu dan tak ingat waktu, tidak hanya Crystal tapi Lian pun, mereka menikmati waktu mereka.
"Unik? Bukan kah aku terlihat aneh, aku sangat tidak berpengalaman dengan yang namanya hubungan," Crystal.
__ADS_1
'uhk apa aku terlalu terbuka, tapi aku memang harus mulai membuka diri, aku berusaha menyukai Lian seperti apa perintah mama,' ujar batin Crystal disela-sela dia berbalas pesan dengan Lian.
"Kamu memang berbeda dari gadis lainya, kamu itu ... Spesial menurutku, jujur aku beruntung bisa ketemu sama kamu, aku juga gak terlalu berpengalaman soal hubungan, tapi ... mari kita belajar bersama-sama," Lion.
Pesan dari Lion itu sontak membuat Crystal berhenti memikirkan pikirannya yang negatif, dan merasa tenang, bahkan Crystal tersenyum membaca salah satu pesan itu.
"*Aku gak tahu harus jawab apa, tapi pesan tadi itu entah kenapa menghentikan pikiran ku yang terus berbicara," Crystal.
"jangan banyak berpikir, tapi kalau banyak mikirin aku gak papa ... hehe," Lion*.
'Mulai lagi,' ujar Lian mengomentari pesan godaan yang terlihat seperti pesan aneh dimata Crystal.
"*Iya makasih perhatiannya, kamu juga sehat-sehat ya," Crystal.
"Jangan khawatir, aku *disini sehat kok," Lion.
"Syukurlah, jujur aku sempet khawatir karena persiapan acara pernikahan lumayan menguras tenaga," Crystal.
"Makasih udah khawatirin aku, hehe ...," Lion*.
Crystal pun sadar saat melihat jam, jam tepat pukul sepuluh malam, ia pun mengakhiri chat nya bersama Lian.
"*Lian ... udah dulu ya chat nya udah malam, besok bisa kabar lagi," Crystal.
"iya ... hmmm .... aku masih pengen chat sama kamu hehe..." Lian.
"besok lagi Lian, sebentar lagi juga kita gak bakal terus chat tan, kita bisa saling tatap muka setiap hari," Crystal*.
Crystal mengetik itu dengan berat hati karena sudah mulai mengantuk.
'Hoho, bersabarlah Lian, Crystal juga bisa sabar,'
"*Hoho bisa aja, ya udah istirahat ya, tidur yang nyenyak, selamat malam ...." Lion.
"Selamat malam," Crystal*.
Akhirnya mereka pun mengakhiri sesi berbalas pesan dan beristirahat untuk memulai hari esok.
"Bagaimana aku bisa menatap wajah nya dengan benar!" uknow
???
***
Makasih udah mau baca, gimana ceritanya??? Semoga suka ya.
Jangan lupa suport author biar author tambah semangat bikin ceritanya!☆
__ADS_1