
"Kamu itu seperti malaikat ya, aku akan membuat mu menjadi iblis seperti aku," kakak kelas itu sudah membunyikan alat tato itu.
Hati ku berdetak dengan cepat, 'apa yang harus kulakukan?' aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa.
'Lari' aku berusaha lari tapi ditahan oleh budak-budaknya yang teramat banyak. Aku terus menggerinyat berusaha melepaskan diri, andai aku punya kekuatan untuk teleportasi aku pasti sudah kabur dari awal.
Tapi ... satu kejadian yang membuatku tambah tak berdaya. Randy... Dia tidak keluar dari sarang iblis ini dan menontonku dengan senyuman gembira.
"AAAAAAAAAA KUMOHON LEPASKAN AKU HIKS,"
"TOLONG KUMOHON, AKU TAKUT!!!"
"HAHAHHAHA KAMU BODOH, aku benar-benar butuh kamu untuk memuaskan hatiku,"
Jarum dari mesin tato itu mendekati kulitku.
"Ahk aku harus menyembunyikan karya ku, buka bajunya," perintah nya.
"Ttidak JANGAN!!! Kumohon...." saat itu aku benar-benar mengeluarkan air mataku.
Itu tidak berguna, budak-budak iblis itu melepas baju ku, rasanya seperti kehilangan harga diriku.
"AAAAAAAAAAAAAA"
Tanpa pengalaman apapun, aku diberi tanda oleh iblis itu.
***
"Ahk karya ku sudah selesai, aku lelah aku harus makan, ayo kita makan,"
Iblis itu meninggalkan ku yang sudah rusak, kedinginan lemas tak bisa melakukan apa-apa. Aku pingsan dan tidur di sarang iblis itu, aku tak ada usaha untuk berjalan se inci sama sekali, aku sudah layaknya patung yang dipahat dengan gagal.
Keesokan harinya adalah pertemuan ku dengan seorang malaikat. Yah ... dia malaikat kecilku.
***
06.20
Orang tua Lion datang ke sekolah karena risih anaknya belum pulang, bahkan semalaman orang tuanya tak berhenti mencari anak sulungnya.
"Pak kepala sekolah, maaf merepotkan, anak saya yang bernama Lion tidak kunjung pulang," ibu Lian terlihat tidak tenang sama sekali.
"Ahk saya tidak tahu, tolong tenang sebentar! Saya akan bicara dengan wali kelasnya," kapala sekolah meminta salah satu guru memanggil wali kelas Lion.
__ADS_1
"Apa Lion tidak memberi kabar, sebelum berangkat ke sekolah??" tanya kepala sekolah.
"Dia tidak bicara apa-apa, dia berangkat biasa normal tanpa terlihat ada yang aneh sama sekali," ujar ibu Lion.
Orang tua dan kepala sekolah pun terdiam di ruangan hingga wali kelas Lion datang.
"Salam, selamat siang, bapak ibu," memberi hormat.
Ibu Lion langsung berdiri menghampiri wali kelas itu.
"Apa anda melihat anak kami yang bernama Lion??? Dia menghilang bu guru," ibu Lion menekan pundak wali kelas dengan raut wajah yang mau menangis.
"Tenang ma, Lion pasti ada disekitar sini," ujar ayah Lion menenangkan.
"Apa anda sudah menelepon polisi?? Saya juga tidak tahu keberadaan Lion terakhir kali," ujar wali kelas.
"Bagaimana anda bisa lengah dengan anak murid sendiri," ibu Lion sedikit mengeraskan suaranya dan membentak wali kelas itu.
"Maaf bukan saya lengah tapi.." wali kelas itu merunduk.
"Ibu Lion tenang ... wali kelas tidak hanya memperhatikan satu orang murid saja," ujar kepala sekolah. "sayang tenang lah,"
Ibu Lion pun keluar dari ruang kepala sekolah.
"Ahk maaf kan istri saya, mengertilah ... dia ibunya, aku juga tak tenang sebagai ayah nya," ujar ayah Lion mengerutkan keningnya.
Kepala sekolah itu melebarkan matanya dan menarik nafas.
"Karena itu murid dari sekolah saya, saya akan membantu mencari anak anda, saya akan bersedia bertanggung jawab," ujar kepala sekolah itu bicara dengan tenang.
"Dan anda tidak perlu membayar apa-apa kami bersedia membantu sampai anak anda berhasil ditemukan, kami membantu tanpa pamrih," ujar kepala sekolah itu.
"Ahk ... maaf kan saya, bukan saya kekanakan , terimakasih atas bantuan tulusnya," ujar ayah Lion.
"Sama-sama pak, bapak juga yang tenang, kita cari dengan sabar," ujar kepala sekolah menenangkan ayah Lion.
"Wali kelas, beritahu semua guru dan semua anak kelas untuk berkumpul di lapangan," pinta kepala sekolah.
"baik kepala sekolah," . " lakukan dengan cepat," tambah kepala sekolah.
Wali kelas mengangguk dan melaksanakan perintah dari kepala sekolah.
Kini semua kelas dari kelas 7-12 sudah dikumpulkan lengkap dengan semua guru-guru nya.
__ADS_1
09.00
"Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa kalian di lapangan begini, saya ingin memberi kabar yang lumayan tidak mengenakkan, ada salah satu murid laki-laki sekaligus teman kalian tiba-tiba menghilang ... namanya Lion ozama, orang tua sudah menghubungi polisi untuk mencari nak Lion, kita sebagai teman dan gurunya disekolah harus juga berpartisipasi untuk membantu mencari Lion ozama, karena itu sekarang kalian semua diperintahkan untuk mencari Lion disekitaran sekolah ... jika kita benar-benar tidak menemukannya, kita setidaknya sudah berusaha,"
"Pencarian akan dimulai dari sekarang, laksanakan ..." pinta kepala sekolah.
"Baik," teriak semua guru. " Berpencar kalau bisa mencari secara berkelompok," pinta kepala sekolah.
Dan pencarian Lion pun mulai.
"Bos gimana nih??? Gimana kalau si Lion itu ngaku, kalau udah ditemukan," kalut salah satu budak yang ikut menyiksa Lion.
"Aku bakal kabur, kalian coba cari tempat terakhir dia dimana, terus kalian buang ke luar sekolah, kalau bisa kalian bunuh kalau dia masih hidup ... ini aku bawa cutter," ujar bos budak-budak itu dengan santai sambil menyuguhkan seringai.
Dan budak-budak itu terlihat ragu, tapi karena takut dengan sang bos budak-budak itu menerima cutter dari sang bos. Dan sang bos berlari kabur.
Masih ada Randy yang masih berpura-pura mencari dengan keadaan hati yang tidak tenang.
"Aduh bos Tobi malah kabur, benar juga kalau Lion ditemukan mungkin dia bakal ngaku," histeris Randy.
( Tobi nama boss atau kakak kelas yang menyiksa Lion )
"Lagian si Lion kenapa gak langsung pulang habis disiksa, lemah banget," ujar Randy.
***
"Aduh bentar lagi mau kenaikan kelas tapi kenapa tiba-tiba ada masalah," ujar Zoe.
"Ahk ini udah nasib, yuk kita cari lagi," Crystal.
"Ahk sekolah jadi horor yah kalau itu murid yang namanya Lion ditemukan dengan ... " celetuk Zoe .
"Jangan gitu, jangan bicara yang aneh-aneh," tegur salah satu murid didekat nya.
"Ahk maaf," ujar Zoe.
"Ihk murid itu nyeremin iya kan Crystal, eh ... Crystal kamu kemana, aduh ini anak ilang lagi," Crystal tiba-tiba menghilang dari pandangan Zoe.
Crystal tak sadar sudah meninggalkan temannya, saking fokus mencari murid yang hilang, hingga ia tiba disebuah gudang lama sekolah yang jarang dipakai, kecuali untuk menyimpan barang yang rusak. instingnya merasa tak enak ... tapi Crystal memberanikan diri masuk ke gudang itu.
"Ohk astaga!!!" Crystal sedikit meninggikan suaranya.
Apa yang membuat Crystal kaget!!!
__ADS_1
***
Makasih udah baca ya...☻