
Jreng~
Kini kedua pasangan yang telah sah menjadi suami istri tengah duduk di kursi paling depan mobil.
Kaku, tidak ada topik, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Ahk canggung sekali," Lian mulai frustasi saat masuk ke dalam mobil.
Mereka tiba-tiba canggung, sedangkan tadi mereka bahkan sudah melakukan kecupan pertama mereka.
"Kamu istirahat aja! Pasti capek," pinta Lian mulai menyalakan mesin.
Crystal menatap Lian sekejap.
"Iya makasih perhatiannya, kamu juga pasti lebih capek dari aku," ujar Crystal sendu.
Terlihat wajah kedua sejoli itu kelelahan menghadapi semua tamu yang datang ke pernikahan mereka.
"Makasih yah kamu udah bekerja keras," Crystal menatap ke arah Lian sambil menyuguhkan senyuman yang terpaksa tapi juga terlihat tulus.
"Kamu senyum gitu bikin aku gak fokus nyetir mobil nya," kekah Lian.
Crystal tahu sang suami tengah menggodanya.
"Kamu harus terbiasa kan,"
Lian tak menyangka Crystal akan mengatakan kalimat yang tidak mungkin itu. Crystal dulu yang terlihat kaku dimata Lian kini berubah sedikit demi sedikit menunjukan hal-hal yang manusiawi.
"Woah! Kamu jadi pintar menggoda," Lian tidak bisa berkata-kata karena jantungnya tiba-tiba berdebar.
"Oh ya? Kurasa nggak," tanya Crystal polos.
"Ahk lihat! Kamu gak sadar kamu lagi masang wajah yang lucu," gumam Lian salah tingkah sampai memalingkan wajahnya.
"Aku tidak mengerti apa yang Lian ucapkan, aku harus membuat dia berhenti bertingkah seperti ini,"
Bukannya cepat-cepat mengemudi mobil, Lian malah salah tingkah dengan tingkah Crystal yang bahkan tidak disadari oleh sang pembuat nya.
"Lian kenapa malah diam aja, ayo pulang," gerutu Crystal.
'Dia meminta tolong dengan nada manja, itu suatu kejahatan, kenapa hanya aku yang terlihat menderita disini,'
Lian berusaha menghentikan debaran jantungnya dan fokus untuk mengemudi.
"Oke tenang, maaf kamu lucu," gumam Lian.
'Aku lucu, Lian bertingkah begitu karena aku terlihat lucu, apa dia sedang bercanda?'
Dan keheningan pun menyelimuti mereka, tapi tidak ada suasana canggung, mereka menikmati keheningan yang damai itu.
***
Akhirnya mereka sampai dirumah mereka.
"Ini rumah kita hehe," celetuk Lian.
"Haha iya," lagi-lagi Crystal menyuguhkan senyuman.
'Syukur deh kalau kamu suka, kamu sekarang jadi gampang senyum,' Lian terlena dengan tatapan Crystal.
"Jadi?" tanya Crystal.
__ADS_1
"Ohk haha ayo masuk dulu," ujar Lian terbata-bata.
Lian sadar dia terus asik memperhatikan sang istri nya itu.
"Kita duduk dulu yuk, aku mau buat minum, kamu mau minum apa?" tanya Lian.
"Ahk gak papa kamu kan capek, aku aja yang buatin," pinta balik Crystal yang sedikit kaget.
"Udah ... kamu istirahat aja! Mata kamu udah lelah," pinta Lian sambil mendudukkan badan Crystal yang tadi mau bangkit untuk membantu.
"Kamu juga, lihat kamu udah kayak ngantuk gitu," timpal Crystal menaikan alisnya.
"Aku gak ngantuk, ini kan malam pertama, harus semangat dong," Lian memperlihatkan seringai liciknya.
Crystal sontak melebarkan matanya.
"Apa???"
"Udah makanya duduk, kalau enggak kamu nanti jadi tambah bingung," ujar Lian menikmati wajah bingung Crystal.
"Kamu mau apa, air biasa? Teh?" tawar Lian.
"Air putih biasa aja,"
Tanpa perlu menghabiskan satu menit, Lian sudah berada didekat Crystal lagi.
"Ini air nya," Lian memberikan nya pada Crystal. "Makasih," ujar Crystal.
Lian mengangguk dan duduk kembali.
"Kamar kita terpisah, kita kan mulai dari teman," ujar Lian.
Crystal hanya bergumam dan mengangguk.
"Oh ya?" tanya Crystal dengan frontal.
Lagi-lagi Lian yang skakmat oleh kata-kata nya sendiri, dia kembali salah tingkah dengan kata-kata sederhana Crystal.
Yang tadinya ingin menggoda tiba-tiba jadi di goda.
"Jadi ... kamu mau tidur sama aku," Lian tiba-tiba antusias sendiri.
Crystal yang melihatnya tiba-tiba memekik ngeri.
'Padahal aku hanya bercanda, dia hanya serius saat berbicara tentang hal yang vulgar,'
"Gak haha, kita kan mulai dari teman," kikuk Crystal sedikit malu.
"Hehe, ya udah ayo aku anterin kamu ke kamar, pasti udah ngantuk," Lian memegang tangan Crystal.
Crystal menerima sentuhan kecil dari Lian dan mengikuti Lian.
Tiba lah di kamar untuk Crystal. Kamarnya terlihat elegan dan cantik, juga luas.
"Woah ini berlebihan, kamu nyiapin ini?" tanya Crystal kaget dengan ruang yang akan ia tiduri.
"Aku nyiapin ini buat kamu sendirian," nada Lian sedikit menggerutu.
'Ahk aku salah bicara, Crystal hentikan sikap seperti ini, ayo minta maaf pada Lian,'
"Maksudku ini sangat cantik, makasih," Crystal tersenyum pada Lian. Membuat sang empu jadi kembali girang.
__ADS_1
"Benarkah? Syukurlah," ujar Lian dengan nada girang.
'Seperti anak kecil, tapi entah kenapa aku suka,'
"Hmmm,"
"Ada apa Lian?" tanya Lian yang tiba-tiba terdiam tak mengucapkan sepatah kata pun.
"Sebelum tidur, bisakah kita berpelukan," gugup Lian.
Wajah Crystal mengerut bingung.
'Ini sulit, tapi bagaimana pun Lian adalah suamiku, aku belum mencintainya, bagiku Lian hanya sebatas teman dekat, tapi aku harus siap...'
"Baiklah ... kemari," Crystal merentangkan tangannya.
'Manis,'
Dengan cepat Lian berlari ke pelukan Crystal layaknya anjing memeluk majikan nya.
'Gak buruk, kurasa aku akan terbiasa,'
Crystal menepuk-nepuk pundak Lian, sementara Lian bersandar menyembunyikan wajahnya di pundak Crystal.
'Crystal sangat harum, ini bahaya, tapi ini nyaman ... begini saja sudah cukup,'
Crystal yang tadinya ragu terhanyut oleh dekapan Lian begitupun sebaliknya, Lian seakan tak bisa melepaskan pelukannya dari Crystal.
'*Kenapa aku sangat mudah terhanyut pada pria ini, biasanya aku gak pernah gini, apa ... ini yang namanya perasaan suka, jika itu benar ... Lian kamu maksudku aku beruntung ketemu kamu,'
'Semenjak kenal Lian rasanya ada sedikit yang membuatku berubah, tapi aku tidak tahu apa, rasanya hidupku sedikit terisi sesuatu,'
'Aku gak tahu perasaan Lian padaku apa? Tapi ... aku mungkin akan cepat jatuh pada Lian,'
'Lian*,'
"Sudah yah aku ngantuk," Crystal sedikit mengendur kan pelukannya.
Lian menatapnya Crystal dan tersenyum hangat pada sang istri.
"Selamat malam, tidur yang nyenyak," Lian masih dengan nada khas nya yang riang.
"Iya," senyum tulus yang melelahkan masih terukir.
"Kamarku sebelah kamu, kalau ada apa-apa ketuk atau nggak masuk aja oke!" pinta Lian.
"Iya selamat malam, istirahat ya! Jangan main apa-apa lagi," pinta Crystal.
"Siap," ujar Lian cepat.
"Kalau gitu selamat malam," Lian mulai keluar kamar.
"Iya kamu juga," balas Crystal.
Langkah demi langkah akhir nya meraka saling terpisah.
'*Kita sudah jadi dekat ya,'
'Perasaan baru kemarin kita bertatap muka*,'
__ADS_1
Setelah beberapa saat Crystal terlelap di tidur nya begitupun dengan Lian.
Hari ini hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan.