
2 minggu berlalu, sekarang tepat hari dimana acara pernikahan Crystal dan Lian tiba.
Crystal sedang bersiap memakai gaun dan riasan, tak lupa para gadis yang menonton sang tokoh utama pun hadir diruang rias.
"Wah! Crystal kamu sangat cantik, aku orang pertama yang melihatnya dan aku merasa bangga," girang Zoe. Sementara Crystal hanya tersenyum tipis.
"Jangan lupa senyum pengantin wanitanya, biar kelihatan cantiknya," timpal salah satu perias.
"Iya jangan lupa senyum, jangan masang muka datar terus," celetuk Zoe.
Crystal hanya bisa tersenyum malu, dia sadar kalau wajah nya selalu tidak ekspresif karena perasaanya yang bingung.
Dalam perasaan senang, sedih, marah Crystal selalu mengekspresikan nya dengan wajah datar saking bingung nya. Layaknya manusia yang tidak punya perasaan, hanya saja Crystal tidak bisa mengekspresikan perasaannya itu.
"Woah tadi macet, aku bener-bener pengen lihat Crystal pas proses make up, kayaknya udahan ya...," cemberut Yoona.
"Kamu orang kedua setelah aku, Crystal belum totally siap, tapi lihat dia sudah terlihat sangat cantik," Zoe masih dengan sikap histeris dan girang.
"Woah adik ipar, hoho kecantikan mu gak pernah luntur ya," puji Yoona.
"Kak Yoona jangan panggil aku kayak gitu, geli...," Crystal mengatakan kalimat itu terbata-bata karena sedang memakai make up. Melihat Crystal kesulitan berbicara karena make up, semua orang yang diruang itu pun tertawa.
"Haha tahan ya mbak ini biar cepet soalnya lumayan masih lama," ejek penata rias.
"Hoho bak rias jangan terlalu jujur, nanti Crystal nya stress," ejekan tambahan dari sahabatnya Zoe, Crystal hanya bisa menghela nafas dan diam.
"Ibu belum datang???" tanya Yoona.
"Udah, ibu dari pagi-pagi udah dirias pertama, terus sekarang lagi ngecek acara, yah ... begitulah," ujar Crystal.
"Aku seharusnya gak banyak tanya haha, aku keluar ya nanti kesini lagi, mau bantu ibu," tukas Yoona.
"Iya jangan khawatir kak!" jawab Crystal.
"Kak Yoona bener-bener perfect ya, bener-bener menantu idaman, pasti ibu kamu sayang sama kak Yoona," puji Zoe kagum pada sosok kakak iparnya.
"Gak heran, dia bisa langsung akrab dengan semua orang rumah, Daniel bener-bener beruntung gak sih? Aku harap Daniel menjaga kak Yoona," Crystal.
Zoe tersenyum melihat Crystal yang terlihat lebih terbuka dari Crystal yang dulu.
Crystal jadi sedikit berubah meskipun sedikit, Crystal bisa sedikit demi sedikit mengekspresikan raut wajah dan perasaanya dengan benar.
'Hoho jarang-jarang temanku ini memuji seseorang sampai sedalam itu, dia jadi sedikit berekspresif setelah bertemu seorang pria, yang kini pria itu yang akan selalu bersama Crystal dalam keadaan apapun, yah ... semoga,' Zoe terdiam dalam pikiranya dan berbicara dengan batin nya.
__ADS_1
"Hallo adik perempuan ku, dan ... teman adikku Zoe!!!" girang Amara.
Amara anak pertama sekaligus kakak perempuan Crystal satu-satunya datang menghampirinya.
"Hallo kak, maaf aku gak bisa nyambut kamu aku sedang sibuk," celetuk Crystal dengan wajah datar.
"Dih kalem-kalem, sejak kapan kamu jadi khawatir sama seseorang hehe," ejek Amara.
Amara memotret Crystal yang sedang dirias. Dan tiba-tiba datang seseorang yang terasa asing tapi juga familier.
"Halo,"
Terdengar nada khas anak-anak, tapi itu bukan anak-anak.
"Viona," lirih Crystal.
"Hah? Crystal siapa dia," tanya Zoe dengan raut wajah bingung.
"Dia Viona adik mempelai pria," tukas Amara masih tertuju pada Viona.
"Adiknya suami Crystal ya..." celetuk Zoe dengan wajah polos dan tanpa dosa.
Lalu semua mata tertuju pada viona.
'Uhk mereka seperti menatap bintang saja, apa aku cantik hari ini?'
Crystal tersenyum kikuk sementara yang lain tidak bisa melihat situasi dan terdiam.
"Haha kemarilah Viona!" pinta Crystal sambil mengisyaratkan dengan tangan.
"Ah.... terimakasih," girang Viona sambil membungkukkan badannya.
"Ahk kakak, kakak sangat cantik, aku orang pertama dari keluarga mempelai pria yang melihat kakak, kak Lian pasti iri," girang Viona dengan wajah julid saat menyebut nama Lian.
Semua mata tertuju pada Crystal dan Viona.
"Kak Amara ... apa kau pernah sedekat ini dengan Crystal," ejek Zoe dengan tatapan mata julid.
Amara mengabaikan pertanyaan sahabat Crystal dengan wajah kesal.
Sementara itu Crystal dan Viona benar-benar menikmati pembicaraan nya, mereka bahkan tidak pernah berbicara tapi saat bertemu mereka layaknya adik kakak sungguhan.
"Kurasa kamu gak suka kak Lian," kekah Crystal.
__ADS_1
"Tentu saja, luarnya saja terlihat karismatik, dan idaman para perempuan, tapi .... saat di rumah dia layaknya kakak-kakak yang selalu menggangu dan mengejek adiknya," celoteh Viona.
Crystal hanya tersenyum, Crystal mengerti perkataan Viona hanyalah candaan, dan Viona pasti punya perasaan layaknya adik pada kakaknya, karena ... Crystal juga punya kakak laki-laki sama seperti Daniel.
"Tapi kak Lian jadi sedikit terlihat bodoh akhir-akhir ini, bukan saat pertemuan dengan kakak dia jadi seperti pria yang bodoh," celetuk Viona belum berhenti.
Crystal menaikan alis tanda bertanya.
"Iya ... biasanya Lian setelah pertemuan dengan gadis-gadis lain diperjodohan dia bakal pulang cepat, tapi saat itu ... aku yakin setelah pertemuan dengan kakak, dia lumayan lama, karena aku menunggunya," lirih Viona lalu kembali berbicara menghentikan raut sendu nya dan kembali girang.
"Dan kak Lian waktu itu pulang dengan raut wajah penuh senyuman yang terlihat bodoh kaka tahu? Dia bilang keseluruh anggota rumah kalau dia akan menikah, kakak yang bodoh haha," ujar Viona.
"Setelah itu kakak mencari rumah sendiri, rumah tiba-tiba jadi sepi, karena kak Lian tidak ada," Viona tidak bisa menyembunyikan raut wajah sedihnya.
Crystal melebarkan matanya melihat perubahan sikap viona yang tadinya girang menjadi sedih, tiba-tiba Crystal terbangun dan berusaha menghibur Viona. Hal yang mungkin dulu tidak mungkin dilakukan.
"Jangan sedih!," ujar Crystal memegang tangan Viona sambil tersenyum.
Viona melebarkan matanya dan sedikit memekik melihat wajah Crystal yang tersenyum hangat padanya.
'Kak Crystal sangat cantik'
"Aku gak sedih kak," tukas viona dengan nada tegas berusaha menyembunyikan perasaan aslinya.
"Kamu gak perlu berbohong, aku gak bisa ngomong apa-apa, tapi... Kalau kamu sepi kamu bisa main kerumah Lian nanti! Kak Lian pasti gak bakal nolak, dia juga pasti kangen sama adik perempuannya," ujar Crystal.
Viona terhanyut dengan kata-kata Crystal lalu tiba-tiba tertawa kecil.
"ffpttt hahah"
'Kenapa ketawa?'
"Kak Lian memang terlalu beruntung mendapatkan kakak, kakak itu 'unik' haha, dan ... kakak bilang jika aku kesepian aku akan kerumah kak Lian? Bukan! Aku akan kerumah kak Lian dan kak Crystal, itu kan rumah kalian berdua haha," kekah Viona kembali ceria.
Crystal tersenyum sedikit lebar, dan sedikit menyembunyikan debaran kecil di dada nya.
"Crystal benar-benar telah berubah," ujar Amara terharu melihat kedekatan Crystal dan viona.
"Huhu ... hiks....hiks.... Kayak nonton drama," ujar Zoe sambil menangis terharu.
'Duh temen adik ku ini sensitif banget,'
***
__ADS_1
Beberapa jam berlalu dan upacara pernikahan pun sudah tinggal menghitung jari.
Apa pernikahan nya akan berjalan lancar???