
Malam yang menggerikan sudah berlalu, aku ingat aku berusaha tidur di lantai yang terasa dingin, ditambah sakit yang nyaut-nyautan di badan karena tato jelek. Aku juga ingat aku pingsan karena pusing melihat badanku tak berhenti mengeluarkan darah tak berhenti, dan menyedihkannya aku tak bisa mengehentikan nya.
'Kurasa badanku sobek'
Aku memaksa diriku tidur dimalam yang sangat menakutkan, aku sulit tidur karena rasa sakit yang menyuruhku untuk tetap membelalak kan mataku.
Hingga pagi pun tiba, ... kurasa aku baru menutup mataku sedetik lalu terbuka kembali.
Aku berusaha menduduk kan badanku yang kemarin terus terkujur berbaring kaku, meski mungkin jika aku akan menggerakkan badanku aku akan kesakitan karena luka tato.
Yah ... darahnya masih mengalir, aku menangis histeris aku berpikir mungkin aku akan mati hari itu. Tapi....
"Hiks...hiks...hiks, tuhan tolong hukum manusia yang membuatku begini, aku belum siap mati, aku ingin bertemu ayah ibu dan adik-adik ku," Lion menangis sekeras-kerasnya hingga seseorang datang menatapnya dengan wajah datar. Seorang gadis kecil yang mungkin seumuran dengan
nya.
( hanya ilustrasi )
Inilah pertemuan pertama antara Lion dan Crystal .
'Apa dia malaikat kecil yang akan menjemput ku? Padahal aku ingin dijemput oleh bidadari yang berwajah ibuku,' gerutu Lion.
"Kamu Lion???" tanya gadis itu.
"Iya ... kamu pasti malaikat kecil yang diutus tuhan untuk membawaku, tapi apa boleh aku minta satu permintaan?? Sebelum kamu menjemput ku ... aku ingin melihat keluargaku," ujar Lion.
Crystal yang mendengar itu hanya menaikan alisnya dan menatap Lion bingung.
"Ahk dia berantakan sekali, sampai halusinasi lagi, aku harus menolong nya," batin Crystal.
Crystal pun berusaha mendekati Crystal, Crystal melebarkan matanya saat melihat badan Lion yang berlumuran darah dan badannya mulai bau karena darah yang terus mengalir itu.
"Ahk kamu berdarah, aku harus membopongmu, apa kau bisa berdiri???" tanya Crystal.
"Kamu siapa, aku pusing aku gak bisa bergerak, ini ... ini sakit hiks" Lion mulai menagis.
'Ahk bagaimana ini???' ujar batin Crystal.
"Kak Lion!!!"
Crystal menatap seseorang yang kini tengah terkejut menatap kearahnya.
__ADS_1
'Itu Lian,'
"Apa kau mengenal dia, siapa kamu," tanya Crystal.
"Aku adiknya kak Lion dia kakakku,"Lian mendekati Crystal dan Lion.
'Lion, dia beneran anak yang dicari itu,'
"Tolong bantu aku menolong kakakmu, kita bawa dia ke ruang kesehatan disekolahku," pinta Crystal memegang satu tangan Lion dan meletakan nya dipundaknya.
Tanpa bertanya panjang lebar, Lian pun langsung membantu Crystal dengan mengangkat badan sebelah Lion.
"Tahan yah sakitnya," pinta Crystal pada Lion.
Lion yang tadi menagis, kini menatap Crystal terharu, bahkan Lian sama-sama menatap kearah Crystal waktu itu.
'Anak perempuan cantik sedang menolongku, dan ... adik ku kenapa bisa ada adik ku,'
Setelah berusaha membopong badan Lion akhirnya setelah 10 menit berlalu mereka sampai di depan gedung sekolah, keberadaan Lion yang sudah terlihat menyita semua perhatian murid.
"Semuaaaaa, Lion sudah ditemukan!!!!" ujar salah satu murid.
"Crystal kamu menemukan anak hilang itu, kau hebat!!! Kamu gak papa kan kamu kok ada darah," yang tadi Zoe memuji-muji Crystal, tiba-tiba jadi cemas melihat Crystal yang ketempelan darah Lion.
"Oh astaga!!! Panggil PMR kelas 11 dan 12, bawa anak yang sudah ditemukan ini keruang kesehatan," perintah ujar guru kesehatan.
Crystal dan Lian tanpa pikir panjang mengikuti Lion.
"Kamu tunggu dulu ya! Aku bakal segera kembali," pinta Crystal pada Zoe.
Zoe pun mengangguk iya. Dan melihat Crystal berlalu pergi.
"Ibu bagaimana kalau ibu panggil dokter, badannya tidak berhenti mengeluarkan darah," Crystal sambil berlari mengejar dokter.
"Ahk tentu, terimakasih nak Crystal, kamu juga masuk keruang kesehatan dulu ya," dokter itu berlari untuk menelepon dokter.
Crystal pun mengikuti PMR menuju ruang kesehatan, saat sampai disana, semua anggota PMR berusaha membersihkan darah Lion yang tak berhenti mengalir, Crystal juga bisa melihat badan Lion sedikit lebih mengurus. Crystal juga bisa melihat wajah adik nya Lion yang tidak berhenti berdoa.
"Kamu ... tenanglah, aku berdoa semoga kakak kamu selamat," Crystal menenangkan dengan wajah datar.
"Kamu ... makasih sudah menolong kakakku," ujar Lian yang matanya berkaca-kaca.
"Kamu kuat," ujar Crystal dan Lian membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1
Mungkin inilah yang membuat Lian dewasa merasa dejavu saat bertemu Crystal dewasa di perjodohan, mereka pernah bertemu juga saat masih kecil, tapi Lian lupa-lupa ingat ... karena tidak bertemu lagi setelah tragedi Lion itu. Berbeda dengan Lion yang menguntit ti Crystal selama 10 tahun tanpa berusaha mendekati Crystal.
***
Dokter pun tiba dan langsung bergegas mengeluarkan alat jahit setelah melihat kondisi Lion. Nyawa Lion pun terselamatkan.
Setelah itu Keluarga Lion mulai datang ke tempat keberadaan Lion, tuhan sangat baik karena mengabulkan doa Lion dan keluarganya agar diberi kesempatan bertemu bahkan hidup lagi, melihat Lion dengan keadaanya tadi, tidak memungkinkan Lion akan selamat. Tuhan mendatangkan Crystal sebagai penyelamat anak pertama keluarga Ozama, tapi hanya untuk menjadi ... penyelamat.
Tidak lebih.
Orang tua Lion sadar kalau anaknya yang kedua tiba-tiba ada disekolah kakaknya tanpa sepengetahuan mereka.
"Lian kenapa kamu ada disini?" tanya ayah nya.
"Maaf ayah ... aku ... mengikuti kalian naik sepeda, maaf aku bolos sekolah, aku juga ingin berusaha mencari kakak," Lian menundukkan kepalanya dan berbicara dengan gugup.
"Sudahlah ayah, Lian ... terimakasih berkat kamu kakak kamu ketemu," ujar Ibu nya sambil mengusap lembut wajah Lian.
"Hmmm...ibu ini bukan berkatku, tapi kakak itu, aku...mengikutinya untuk mencari kakak, karena dia terlihat serius saat mencari berbeda dengan yang lain, dan kakak ini menemukan kak Lion,"
Orang tua Lion menatap ke arah Crystal yang memasang wajah datar, tapi pikirannya kebingungan.
"Ahk makasih nak...kalau bukan karena kamu nyawa anak saya," ujar ibu Lion.
"Kami akan beri kamu hadiah, untuk tanda terimakasih kami," tambah ayah Lion.
Lian bisa melihat wajah Crystal yang agak risih, meski wajah Crystal terlihat datar.
"Ahk ibu ... kurasa Crystal ingin berbicara," potong Lian.
Crystal menatap Lian yang tersenyum padanya, Crystal pun menghela nafas lalu mulai berbicara.
"Bapak...ibu... saya tidak perlu buah tangan, saya benar-benar ikhlas membantu mencari anak anda tanpa pamrih, tolong jangan terbebani," ujar Crystal.
Ayah dan ibu Lion terdiam begitupun Lian yang melongo menatap Crystal, mereka terdiam setelah ucapan dari Crystal membuat Crystal jadi bingung harus melakukan apa.
Dan terjadilah keheningan, tapi tiba-tiba ada suara tangisan.
???
***
Makasih udah baca semoga suka ya, jangan lupa suport!!!☻
__ADS_1