
Hari pernikahan pun tiba, acara sudah terjamin kesiapan nya dan hanya tinggal menunggu sepasang pengantin yang akan melakukan upacara pernikahan yaitu mengucapkan janji suci.
Di ruang rias wanita, sudah terlihat Crystal siap dengan dandanan nya yang akan dipamerkan pada seluruh tamu.
"Aku gak nyangka tamu undangan nya akan seramai ini, padahal ini hanya perjodohan," tukas Amara.
"Sudah nikmati saja, lihat waktu udah mulai dekat ayo foto sebentar dengan Crystal yang udah sempurna," girang Zoe.
Saat Zoe manarik Amara untuk berfoto-foto dengan Crystal sebentar, Zoe mengurungkan niatnya.
"Kurasa aku takut merusak riasan nya, aku akan memotret wajah Crystal seorang saja dia terlihat sangat cantik," kagum Zoe memotret Crystal diam-diam.
"Sejak kapan kamu pengertian?" Amara yang ikut-ikutan memotret Crystal.
"Mbak-mbak jangan khawatir saya bisa potret kan, saya jamin pengantin wanita akan baik-baik saja," ujar salah satu fotografer yang tiba-tiba ngobrol pada mereka.
"Sungguh! Hei bagaimana kak Amara ayo!" girang Zoe.
"Oke deh, awas ya kalau riasan adik saya rusak," tukas Amara pada fotografer.
"Saya jamin gak kenapa-napa pasti," jawab fotografer itu.
Zoe langsung duduk di kursi yang sedang diduduki Crystal.
"Senyum yang indah kita akan berfoto!" ujar Zoe yang tiba-tiba duduk didekat Crystal menghentikan Crystal yang sedang melamun.
"Hei jangan malu-malu yang lain ayo ikutan!!!" teriak kecil Zoe mengajak semua orang berfoto dengan Crystal.
Amara, yoona viona pun ikut berfoto setelah ajakan dari Zoe. Sedang-kan yang lain hanya menonton dengan senyuman gembira.
Mereka pun siap berpose dengan mempelai wanita.
"Siap, satu...dua...ti..ga..."
Beberapa foto pun diperlihatkan oleh sang fotografer.
"Woah semua cantik, cetak semua ya, saya yang bayar!" celetuk Zoe membuat semua tertawa kecil melihat kegirangan sang sahabat mempelai wanita itu.
***
Dan upacara pernikahan pun dimulai.
"Nak sudah siap?" tanya ayah Crystal.
"Hmmm," jawab Crystal memegang tangan ayahnya dan mulai berjalan ke tempat acara sambil digandeng oleh ayahnya.
Dan Crystal pun mulai berjalan di altar, terlihat saat berjalan dari kejauhan terlihat Lian sudah menyuguhkan senyuman pada Crystal.
"Mempelai wanita sudah datang, dan mulai naik ke altar," ucap deru suara MC.
Setelah ucapan MC itu semua mata berfokus pada Crystal, Crystal tidak berhenti menatap lurus ke arah Lian dan mengabaikan mata yang melirik nya dengan kagum.
"Woah ini anaknya Direktur AlTO," bisik seseorang kagum.
"Anak yang ketiga nya tidak pernah terlihat, Direktur benar-benar menyembunyikan berlian," bisik seseorang lagi.
"Kurasa ini undangan yang terbaik," tambah seseorang ditengah-tengah semua orang sedang berbisik.
__ADS_1
'Crystal memang terkenal'
***
Crystal akhirnya sampai di ujung Altar, ia bisa melihat senyuman yang disuguhkan Lian dari dekat.
'Uhk aku menyesal tidak melihatnya diruang rias, Crystal memang cantik, selalu'
Kedua mata kini saling bertatapan sebelum ayah Crystal melepaskan tangan Crystal.
'Cantik'
Ayah Crystal melepaskan dan memberikan tangan Crystal kepada Lian.
Dengan sigap dan tidak sabar Lian memegang tangan Crystal dan menggemgam erat tangan Crystal.
'Ini pertama kali kami bersentuhan'
"Harap tenang, pengucapan janji suci akan segera dimulai," mc.
Dan penghulu acara pun mulai mengucapkan janji suci untuk pasangan nya itu.
"Saya akan mulai,"
" Lian Ozama apa anda bersedia hidup dalam suka, dan duka juga menerima sang mempelai wanita menjadi teman hidup anda dan menerima kekurangan serta kelebihannya?"
Lian menghela nafas sebelum menjawab janji suci itu.
"Saya Lian Ozama, bersedia hidup dan menerima mempelai wanita dalam keadaan senang maupun senang dan akan menerima setiap kekurangan dan kelebihan nya," Lian.
"*Crystal Theodor Lavina Odelia, apa anda bersedia hidup dalam keadaan senang maupun sedih juga menerima segala kekurangan dan kelebihan Lian Ozama?"
"Yah ... saya bersedia hidup bersama Lian Ozama dalam keadaan senang maupun sedih dan akan bersedia menerima setiap kekurangan dan kelebihannya*,"
"Baiklah dengan ini kalian Lian Ozama dan Crystal Theodor Lavian Odelia, resmi menjadi pasangan suami istri,"
Semua bersorak dan bertepuk tangan, hingga saat yang mendebar-debarkan pun terjadi. Semua orang mulai berteriak cium.
"CIUM ... CIUM ... CIUM,"
Lian dan Crystal saling bertatapan, Lian bisa melihat senyum kaku Crystal.
"Aku gak tahu bakal kayak gini, tapi aku gak papa kok," ujar Crystal pelan, Lian yang mendengarnya melebarkan mata.
Mereka saling bertatapan dan saling mengangguk dan menerima tantangan orang yang bersorak.
"Ini akan cepat," bisik Lian. Crystal memekik kan pundaknya saat mendengar bisikan geli dari sang suami.
Lian mendekati wajah Crystal dan memegang pipi Crystal lembut, Lian mendekatkan bibir nya pada bibir Crystal dan kini bibir mereka saling menempel.
Crystal menutup mata berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah menyala, sedangkan Lian menikmati setiap sentuhan yang ia buat.
Dan senyuman itu berakhir dengan sorakan gembira penonton.
__ADS_1
"Hore!!!!!"
"Upacara pernikahan dan pengucapan janji suci telah selesai dilaksanakan," MC.
Acara tidak selesai sampai disitu, Crystal dan Lian sibuk menyambut para tamu yang datang, para tamu pun selain menyambut tamu mereka datang untuk makan-makan gratis.
"Woah selamat ya," tamu mulai menyambut pengantin.
"Terimakasih," ujar Crystal dan Lian.
"Kalian sangat serasi, selamat ya,"
"Terimakasih," ujar Crystal dan Lian lagi dan lagi.
Lalu tamu selanjutnya adalah kedatangan kakak Lian dan Crystal. Crystal melebarkan matanya melihat tamu berikutnya itu.
'Sekertaris kakek'
Crystal kembali terkejut saat sekertaris kakek nya itu dipanggil 'kakak' oleh sang suami.
"Kakak," Ujar Lian.
Lian bisa melihat mata Lion terus menatap Crystal, sedangkan Crystal hanya menatap Lion dengan wajah datar membuat Lian lega dengan reaksi Crystal.
'Tingkah kakak kenapa sangat mencurigakan, apa ini perasaanku, kakak seolah-olah mengenal Crystal, tapi ... Crystal terlihat tak akrab dengan kakak,'
Crystal mulai risih dengan tatapan kakak Lian dan berusaha berbicara.
"Anda kakak Lian? Anak pertama?" tanya Crystal berusaha sopan.
"Ahk iya, selamat ya kalian berdua," kekah Lion.
'Apa tadi aku menatap nya lama, dia tak mengingatku pasti dimata nya aku hanya seorang sekertaris kakek nya,'
"Terimakasih," jawab Crystal dan Lian.
Lion pun kembali menikmati acara.
"Dia tidak datang dengan istrinya??" tanya Crystal dengan polos membuat Lian terkekah melihat tingkah Crystal.
"Haha nggak, kakak ku belum menikah," kekah Lian.
"Ahk aku gak tahu itu he," Crystal tersenyum kikuk.
Penyambutan pun telah selesai, kini acara berganti dengan sesi pemotretan 2 keluarga. Yaitu antara keluarga Crystal dan Lion, setelah itu acara selesai dan tinggal penantian malam pertama.
"Hey? Bagaiman dengan malam pertama? Jangan lupakan itu?"
***
Terimakasih sudah membaca heheđź’›
Author harap pembaca suka ceritanya, dan bisa terus dukung dan suport cerita author🦸‍♀️
Kalian juga bisa kritik dan kasih saran biar author tambah bagus lagi saat bikin cerita🙏
Sekali lagi makasih ya...
__ADS_1
Maaf author gak bisa banyak up, malah gak up sama sekali, author sedang dalam kondisi tidak sehat, sekali lagi maaf ... bukan karena saya malas menulis hehe.