
"Ini minum, kamu pasti capek!" suruh Crystal sambil menodongkan minuman kemasan yang baru ia beli.
"Ahk ... makasih ya," seru Lian.
Lian bisa melihat kalau Crystal sedang memperhatikannya minum, membuat Lian salah tingkah dan tersedak.
"Uhuk...uhuk...UHUKKk," Lian tersedak oleh air yang ia minum.
"Pelan-pelan, kamu gak papa?" Crystal mencoba membantu Lian dengan menepuk-nepuk punggung Lian.
"Ahk aku .... uhukk, gak papa," Jawab Lian yang masih sedikit tersedak.
"Ahk aku ingin tanya sesuatu, tapi itu kayaknya gak penting deh," ujar Crystal, Lian mengangkat alisnya bingung.
"Ada apa? Tanyakan saja!" suruh Lian sambil tersenyum, kurasa Crystal sudah mulai terbiasa melihat Lian tersenyum tapi jantung nya kadang masih suka berdebar tak karuan.
"Kayaknya kamu ... tadi gak ada dialun-alun deh, soalnya dari alun-alun ke taman itu cukup deket, kamu bisa sambil jalan juga, lima menit pasti nyampe," ujar Crystal blak-blak kan.
'Woah gawat, kalau aku ungkapin yang Sebenarnya aku bakal malu..." ucap batin Lian.
Crystal bisa melihat ekspresi Lian yang matanya mengarah kemana-mana, Crystal tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Lian.
'kurasa perasaan ku benar, dia bahkan lama jawab pertanyaan ku, ahk ... kalau dia jujur lagi sibuk, aku pasti gak bakal memintanya kesini, tapi kurasa aku harus menghargai nya, dia udah capek-capek datang kesini, aku gak boleh banyak tanya,' ujar batin Crystal .
"Ahk ... kamu gak perlu jawab kok, makasih yah udah mau kesini, aku seneng banget," ujar Crystal menghentikan Lian yang dari tadi asik memikirkan alasan.
Lian yang mendengar kalau Crystal senang akan kedatangan nya menjadi girang sendiri.
"Ahk aku juga seneng kamu masih mau nunggu aku," jawab Lian dengan tersenyum girang.
"Hmm ... Tapi langit mulai gelap, gimana nih?" Crystal sambil menatap ke arah langit yang semakin lama semakin gelap.
"Gak papa, kita bisa menghabiskan waktu bersama setelah matahari terbenam juga!"
"Ahk ... Aku gak ada rencana, tapi kalau Lian ingin sesuatu aku gak papa," Crystal sedikit terbata-bata dan kaget mendengar perkataan Lian.
'Ahk dia ... apa dia sedang mengajak ku berkencan?' ucap batin Crystal.
"Aku gak ada rencana, tapi aku gak mau cepat-cepat berpisah," celetuk Lian membuat Crystal memekik kan pundaknya.
'Ahk aku rada gugup, karena aku jarang mendengar kata-kata godaan seperti ini, aku juga berusaha peka, kadang kata-kata Lian sedikit tidak ku mengerti,' ucap batin Crystal lagi.
__ADS_1
"Baiklah mau jalan-jalan? Tapi kamu yang mandu ya!" pinta Crystal.
"Tentu saja, ayo!!!" ajak Lian dengan semangat.
Crystal hanya tersenyum tipis dan mengikuti arah jalan Lian. Akhirnya mereka jalan-jalan dan keluar dari alun-alun, mereka pergi berkeliling dipasar malam.
"Bagaimana kalau kita ke pasar malam, kayaknya ini pertama kali aku ke pasar malam," Lian sambil menunjuk lokasi pasar malam tersebut.
"Kayak nya menarik, ayo!" jawab Crystal.
Tapi tiba-tiba Crystal masih melihat Lian terdiam ditempat, dan kini sedang menatap nya.
"Ada apa Lian?" tanya Crystal menatap balik kearah Lian. "Ahk aku ingin menggandeng tangan mu boleh?? Sekalian belajar terbiasa, kita kan akan menikah!" ujar Lian gugup.
Crystal tersenyum dan memberikan tangannya pada Lian.
"Ini, kamu boleh pegang," ujar Crystal dengan wajah datar. "Omo!!! Aku gak bakal lepasin ya!" Lian langsung berjalan menarik Crystal dan masuk ke pasar malam.
Crystal tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang memerah, jantung nya juga mulai berdebar-debar kembali.
***
Mereka pun mulai menelusuri pasar malam, ditempat itu ramai orang sibuk dengan aktivitas mereka, mulai dari pedagang-pedagang yang sibuk berjualan makanan, aksesoris, baju dan banyak lagi. Dan ada juga yang orang yang asik berfoto-foto termasuk remaja yang baru pubertas, ditambah lagi suara anak-anak yang khas juga berisik.
"Tempatnya kecil, tapi cantik," seru Crystal.
"Kamu seneng??" tanya Lian. "Tentu saja," jawab Crystal spontan dan masih memperhatikan pasar malam itu.
Lian tersenyum melihat tingkah lucu Crystal yang terkagum-kagum melihat suasana pasar malam.
'Syukurlah dia seneng banget...'
"Sekarang kita mau ngapain?" tanya Crystal yang kini sudah berhenti menatap isi pasar malam.
"kruyuk~kukuruyuk~~~"
Lian menggerinyatkan pundaknya malu, karena tiba-tiba perutnya dengan blak-blakan mengisyaratkan, bahwa perut nya tengah lapar. Crystal yang melihatnya memasang wajah kaget lalu sedikit terkekah, membuat Lian tambah malu.
"Ahk ayo kita makan dulu, kita belum makan malam," Crystal menarik pelan pergelangan baju Lian.
'Ya tuhan dia sangat gemas, tarik aku lebih kencang lagi,'
__ADS_1
"Ahk ... kamu mau kemana??" tanya Lian. "Gimana kalau kesana?" ujar Crystal menunjuk ke kedai restoran kecil yang isinya makanan khas Jepang.
Lain beda dengan perempuan biasanya kalau masalah milih tempat makanan pasti jawabnya 'terserah' Crystal dengan spontan berpikir dan merekomendasikan tempat makanan yang menurut Crystal menarik.
Lian melihat kearah tempat yang ditunjuk Crystal, mungkin karena sudah lapar, Lian bisa mencium bau yang arahnya cukup jauh membuat perutnya semakin lapar.
"Oke yuk!" jawabnya.
Mereka pun berlari kecil ke kedai kecil itu, mereka gak sadar mereka masih berpegangan tangan. Mereka pun sampai ke kedai itu setelah berlari beberapa detik.
"Halo kakak-kakak mau pesan apa??" tanya karyawan yang tugasnya mencatat pesanan.
"Sekarang kamu aja yang pilih, dulu kan aku yang pesan buat kamu, sekalian aku mau tahu makanan kesukaan kamu," ujar Lian blak-blakan bah-kan terdengar oleh karyawan didekat nya. Karyawan gang melihatnya hanya tersenyum gemas, tapi Crystal hanya memasang wajah datar karena tidak tahu arti perkataan Lian.
"Kita pesan sushi kamu suka gak??? Terus aku pengen takoyaki!!! Kalau ada menu yang pengen ditambah kamu bisa bilang???" ujar Crystal sambil melihat buku menu.
"Samain aja ya mba!" kata Lian. "Kamu gak gak mau nambah menu???" tanya Crystal.
"Gak itu udah cukup," jawab Lian.
Tiba-tiba Crystal memekik kan wajah nya kaget. Tangan mereka masih saling berpegangan.
'Apa Lian sadar, ahk suasana ini bikin canggung,' batin Crystal. Crystal pun memberanikan diri berbicara.
"Lian," gugup Crystal, Lian langsung menatap Crystal sambil menaikan salah satu alisnya, mengisyaratkan bertanya.
"Kita boleh udahan dulu pegangan tangan nya???" pinta Crystal.
'Haha lucu' batin Lian.
Lian tersenyum kearah Crystal, senyumannya terlihat berbeda dari biasanya, senyuman yang bisa terlihat manis layaknya anak-anak, tiba-tiba berubah ... raut senyumannya terlihat licik layaknya rubah, tapi Crystal masih saja memasang wajah datar dan sedikit bingung
"kalau aku gak mau ... gimana???" ujar Lian tersenyum licik layaknya rubah.
To be continude ...
***
Gimana ceritanya ??? Semoga suka ya, kalau ada kritik dan saran kalian bisa tulis di kolom komentar!!! Saya juga ingin jadi penulis yang lebih baik lagi.
Jangan lupa juga suport ya!!! Caranya kalian boleh komen, like, dll. Biar saya tambah semangat nulisnya.
__ADS_1
Enjoy♡