How To Fall In Love Ice Gril

How To Fall In Love Ice Gril
LIAN CEMBURU


__ADS_3

Crystal ... seorang gadis yang membuat ku jatuh terlalu dalam, padahal gadis itu tidak memberikan kesan untuk dicintai, gadis itu tidak menggoda nya, tidak tebar senyuman padanya, tapi dalam sekali pandang Lian merasa dirinya akan jatuh kejebak kan itu.


Crystal berbeda dari Kebanyakan gadis lainnya, dia dewasa bahkan terlalu dewasa. Aku kagum saat pertama kali makan bersama dipertemuan perjodohan, Crystal tidak menolak makanan yang ia pesan, lain beda dengan wanita-wanita lainnya yang langsung membentak Lian dan memesan makanan yang lain, Lian sebenar-nya tidak masalah dengan hal itu, tapi ini adalah trik turun-temurun dari keluarganya.


Wajahnya yang dingin layaknya batu Crystal membuatku tertantang mendekatinya, Crystal sangat santai saat berbicara kupikir dia akan sedikit kaku ... justru aku yang terlihat kaku saat itu, matanya selalu fokus pada lawan bicaranya dan tak sedikit pun menyentuh handphone, lain bedanya dengan gadis lain yang kalau makan direstoran mewah pasti harus memotret sesuatu, agar bisa di post di sosmed.


Bukan berati aku tidak menyukai gadis seperti itu, tapi saat melihat Crystal aku jadi takjub dan terus memperhatikannya tanpa sadar, tidak pernah aku memperhatikan gadis sampai tak mengedip sama sekali, bahkan aku kadang tidak peduli dengan gadis yang kutemui. Karena terus memperhatikannya mungkin aku jadi percaya apa arti kesan pandangan pertama, dalam pandangan pertama itu aku langsung takjub dengan nya meskipun aku hanya memperhatikannya.


Sifat dan sikapnya bahkan wajahnya terlihat sangat cantik, aku merasa beruntung karena aku dipertemukan dengan wanita baik seperti Crystal, dan satu hal yang membuatku aneh ... aku merasa pernah bertemu dengannya, tapi aku tidak tahu dimana.


Entah mungkin ini pikiranku saja, kurasa Crystal tidak ahli dengan yang namanya percintaan, aku juga tidak terlalu ahli ... cuman setidaknya aku tahu karena sesekali aku pernah nonton drama percintaan, dan kurasa Crystal tidak pernah melakukanya.


Crystal selalu memasang wajah yang datar meskipun aku melontarkan kata-kata yang cukup manis, itu membuatku tertantang aku ingin membuatnya bingung dan malu, tapi kurasa itu akan susah. Crystal benar-benar gadis yang unik.


Tanpa basa basi, hatiku jujur kalau aku menyukai gadis itu, tidak peduli Crystal tidak atau belum mencintainya, asalkan Crystal nyaman bersamanya ia sudah bersyukur, sangat sulit aku mengerti perasaan Crystal, Crystal sangat tertutup dan terlihat seperti tidak punya masalah, kalau punya pun Crystal akan dengan mudah menyembunyikannya.


***


Lian berusaha menghentikan pikirannya yang dimabuk cinta, dan terlelap tidur. Hingga pagi tiba ia dibangunkan oleh suara bel yang tidak berhenti berbunyi.


"Ting~Tong~Ting~Tong~Ting~Tong~Ting~Tong!!!"


Suara bel yang berbunyi dengan nada yang tinggi dan kecepatan ultra itu tidak bisa berhenti berbunyi.


"Ahk siapa sih," Lian terbangun dari tidurnya, dan langsung turun untuk membuka pintu.


"Clak..."


Lian menyambut orang yang dari tadi membunyikan bel dengan raut wajah yang kesal bahkan melotot pada orang itu. Dan yang terjadi selanjutnya tanpa aba-aba, Lian langsung menutup pintunya kembali, tapi orang itu tak mau kalah, dia langsung membunyikan bel kembali dengan tempo yang lebih keras membuat Lian dengan berat hati membukakan pintu untuk orang itu.


"BERHENTI!!! Masuk tapi jangan bikin aku pusing, ini hari libur biarkan aku ISTIRAHAT!" teriak Lian dengan raut wajah masih ngantuk.


"Apa ... huh oke deh," jawab orang itu.


Orang itu pun masuk, sedangkan Lian membaringkan tubuhnya di sofa.


"Hei apa ada makanan? Aku lapar," tanya orang itu sambil berjalan menuju kulkas.

__ADS_1


"Ambil asal kau diam," lirih Lian.


"Jay mengerti, terimakasih makanan dan tumpangannya,"


Jay adalah sahabat Lian, Jay sering menginap dirumah Lian, Lian kadang tak mengerti kenapa jay selalu menginap dirumahnya pada-hal jay sendiri punya rumah pribadi. Hingga membuat Lian membuat kamar khusus untuk diisi jay jika datang kerumahnya. Lian sangat ingin mengusir Jay dari rumahnya, tapi Jay sudah banyak membantunya, Jay adalah mata-mata nya Lian.


***


Jay duduk disofa dekat Lian lalu menyetel tv.


"Hei lihat gadis itu sangat cantik," ujar Jay basa-basi.


Lian tak menggubris Jay hingga Lian melirik sendiri ke arah tv itu dan melihat sosok gadis pujaannya.


"Crystal ???"


Jay menoleh pada Lian yang melotot kearah tv.


"Kau kenal dia, kalau kenal boleh kenalkan padaku, dia sangat cantik," celetuk Jay bercanda.


Tapi Jay mengakui kalau Crystal cantik.


"Yah, apa kau tahu???" tanya Jay dengan raut wajah datar.


"Heh dia itu calon istriku!!!" bentak Lian.


"Hah ... ppfttt hahahhahahahha," Jay tertawa mendengar ucapan Lian.


Sontak membuat Lian malu dan salah tingkah.


"Huhuhu apa kau sedang halusinasi, apa kamu jadi gak sehat dan mengaku-ngaku perempuan cantik yang ada di tv adalah calon is-tri mu," Jay berbicara sambil tertawa.


Sekali lagi Jay memuji 'cantik' pada Crystal membuat Lian berhenti dari rasa malu nya dan mulai membentak lagi.


"Kau pikir aku gila???" gumam Lian dengan wajah datar.


Jay sontak menghentikan tawanya, Jay tahu perkataan Lian benar karena wajahnya tiba-tiba serius, gak seratus persen percaya maksudnya.

__ADS_1


"Hah jadi benar, yang benar aja???" tanya Jay dengan wajah serius.


"Kau tak percaya, aku bisa menelopon nya," ujar Lian dengan bangga.


"Woww, lakukan lah!!!" pintah Jay.


Lian dengan percaya diri memegang handphone nya dan menunjukan no telpon Crystal.


"Namanya Crystal ???" tanya Jay dan Lian hanya menaikan alis.


Lian pun menelopon Crystal tapi Crystal tak menjawab nya membuat sahabatnya kem-bali tertawa.


"Haha sudahlah, dia tadi terlihat di tv mungkin sibuk," ujar Jay ada benarnya.


Lian kembali memasang raut wajah yang jengkel dan kembali terdiam.


"Tapi jujur dia benar-benar cantik, cantik sekali," ujar Jay blak-blakan. Jay bahkan tahu perkataan nya akan membuat sahabatnya kesal.


'Hoho, kurasa dia kesal,' batin Jay melirik pada Lian yang membuang muka.


Tidak cukup dengan itu Jay kembali melontarkan kata-kata yang membuat Lian semakin kesal.


"Jujur tadi aku gak percaya, ... aku bakal percaya kalau kamu ajak aku ke gadis itu," canda Jay.


"Apa??? Huh kau tidak percaya ya," ujar Lian kini menjawab candaan Jay.


"Janji kau tidak akan jatuh hati padanya, karena dia hanya milik ku," tegas Lian.


"Ohohoh apa kah ini sosok Lian yang sedang jatuh cinta, kurasa kau jatuh duluan," ujar Jay dengan wajah licik candaannya.


"Bersedia lah!!! kau akan muntah-muntah saat melihat kami bermesraan," ujar Lian dengan wajah kesal, Lian tidak berpikir panjang tentang perkataanya karena terlanjur kesal dengan sahabatnya.


Sedangkan Jay hanya tersenyum dan menelan ludah.


***


Gimana ceritanya ??? Hehe semoga suka ya! Kalian bisa komen untuk saran dan kritik cerita agar aku lebih baik lagi dalam menulis🧚‍♂️

__ADS_1


Jangan lupa selalu suport author ya, biar author tambah semangat lagi bikin cerita nya🙌🍬


__ADS_2