How To Fall In Love Ice Gril

How To Fall In Love Ice Gril
KEHADIRAN LION


__ADS_3

Sebelum upacara pernikahan tiba. Diruang rias pria.


"Kau gak ada niatan pergi keruang rias wanita, kamu gak mau ketemu calon istrimu?" tanya Jay dengan nada blak-blak kan.


"Kenapa kau cemas begitu? Aku akan lihat sepuasnya nanti!" ujar Lian dengan nada sombong.


"Huh angkuh banget!!!" ejek Jay.


"Idih, iri lah tuh! Makanya cari jodoh! Bukan nunggu jodoh emangnya jodoh lu bidadari yang langsung turun ke hadapan lo apa!" celetuk Lian.


"Sungguh sarkastik kata-kata mu tuan Lian, untung calon mu adalah orang yang baik," ejek Jay.


Jay tidak berhenti mengejek Lian dari awal mula Lian sedang persiapan.


"Hei Jay apa yang kau lakukan? Cepat bantu-bantu, tamu udah mulai banyak," perintah salah satu teman Lian, teman Lian itu menarik paksa Jay keluar dari ruang rias.


"Bagus ... bagus ... bawa aja tuh anak! Dari tadi ngomong mulu kayak burung!" ejek Lian sambil menampak kan wajah bahagianya pada Jay.


"Senang ya kau, andaikan aku tenang sedikit kurasa aku bakal tetap tinggal diruang rias lebih lama," keluh Jay dengan badan yang ditarik teman Lian.


"Sudahlah, kau ini merepotkan Lian saja!"


"Terimakasih Sai hehe, susah-susah aja bawa hama ini," celetuk Lian dengan raut wajah senyum menjengkelkan di mata Jay.


'Si kampret seneng banget ya!'


"Udah sih ... emang tugas aku, selamat ya buat pernikahannya, calon mu cantik hoho," ejek Sai.


Entah sudah berapa puluh kali Lian mendengar pujian 'cantik' dari teman-temannya, yang mendeskripsikan calon istrinya, dia berusaha sabar dan menahan cemburu.


Tiba-tiba situasi berbalik.


"Hoho marah yah!!! Makanya jangan asal usir segala, yang sabar ya punya bini cantik banyak yang lirik," ejek Jay yang mulai menghilang keberadaanya karena ditarik Sai.


Teman-teman Lian tahu mereka mengatakan itu dengan niat bercanda dan ingin melihat raut wajah Lian yang cemburu.


"Huh aku harus benar-benar menjaga Crystal dari para pasukan hidung-hidung belang!!!"


Setelah hilangnya Jay, seseorang yang dikenal datang. Sontak membuat Lian diam memaku ditempat. Seorang pria yang pasti Lian kenal masuk keruang rias.


Lian dan pria itu saling bertatapan lumayan lama, hingga tatapan itu berakhir dengan suara pembuka.


"Selamat...." lirih pria itu.


"Kakak,"


Bukan jawaban terimakasih yang keluar dari mulut Lian, tapi sebuah kata yang membuat gemetar mulut Lian.


"Kak Lion," ujar Lian dengan bibir yang mulai mengukir senyum dengan ragu.

__ADS_1


Lion membuang wajahnya sebentar dan kembali menatap wajah adik nya itu dengan senyuman yang runyam tapi terlihat tulus walaupun sedikit terpaksa karena gengsi.


"Terimakasih karena kakak benar-benar datang," ujar Lian.


"Ini acara yang dilakukan sekali seumur hidup, bagaimana bisa aku gak datang,"


Tiba-tiba Lian mendekat dan memukul perut Lion.


"Kau kakak yang ... ,"


'Itu lumayan sakit,'


"Maafkan aku! Aku memang bukan kakak yang baik dan benar,"


"Bodoh! Apa yang kau katakan? Aku selalu berusaha seperti mu, kakak kuat! Aku tahu itu,"


"Yah ..."


***


Andaikan kau tahu perasaan ku Lian, aku berniat datang ke acara pernikahan adalah untuk melihat Crystal terakhir kalinya. Aku memang kakak yang brengsek.


Aku melawan sedikit rasa cemas ku dimasa lalu, dan keluar menampakkan diri pertama kalinya hanya untuk melihat gadis dicintai selama bertahun-tahun.


'Mencintai dalam diam'


Aku tidak mungkin menjawab kalau aku ingin melihat gadis yang kucintai selama bertahun-tahun yang akan dinikahi oleh adiknya sendiri untuk terakhir kali nya. Itu terlihat bodoh, tapi ... jika seseorang tahu itu aku akan merasa cemas.


Aku datang kesini benar-benar nekat karena kehilangan akal ingin melihat seseorang, aku bahkan tidak minum obat cemasku.


Sekarang jika kita bertemu apa kau akan kaget dan mengenaliku? .....Crystal .


***


Setelah reuni adik kakak Lian Lion itu, ayah dari kedua anak itu datang.


"Apa ayah menggangu?"


Kedua adik kakak itu terkejut melihat ayah nya tiba-tiba muncul ditempat yang tak terduga.


"Ayah itu membuatku kaget," ujar Lian.


"Tempat mengejutkan yang baik ayah," tambah Lion.


"Kalian ngomong apa sih?" ujar ayah dengan raut wajah datar dan sedikit kesal.


"Jangan marah ayah, ini hari bahagia Lian," Lion berusaha menegur dengan sopan pada ayahnya.


"Hmmm .... selamat ya nak, jaga nanti istrimu baik-baik!" nasihat ayah.

__ADS_1


"Tentu saja aku selalu memprioritaskan nya," bangga Lian.


Ayah nya dan Lion hanya tersenyum senang tanpa mengucapkan kata-kata lain.


"Bersiaplah sebentar lagi," pinta sang ayah.


Lian dan Lion hanya mengangguk patuh.


'Aku tahu ayah kesini karena tahu sesuatu tentangku, aku berusaha menghindari orang-orang yang curiga padaku,' Lion berusaha menghilangkan rasa cemasnya.


"Lian .... ini pertanyaan yang konyol, tapi... Seberapa cinta mu pada Crystal?" tanya Lion gelgapan.


Lian sempat terdiam sedikit.


'Crystal? Bagaimana Lion bisa tahu nama mempelai wanita nya Crystal? Tidak jangan terlihat sedang mencurigai,'


"Aku mencintainya, bahkan sangat mencintainya, pandangan pertama itu nyata ... aku tahu pasti ini terlihat seperti cinta sepihak, tapi... Aku akan berusaha membuat Crystal selalu nyaman," lirih Lian.


Lion menatap wajah Lian dengan tatapan yang sangat dalam, wajah Lian tak berbohong Lian benar-benar menyukai Crystal, membuat Lion berusaha menahan perasaan sakitnya.


'Aku ingin bertanya banyak hal pada Lion, tapi untuk sekarang ... aku akan berusaha tidak membuat masalah, kenapa dia bertanya seperti itu?'


"Jangan sakiti perempuan ya, beri kasih sayang hyang banyak pada istrimu nanti," ujar Lion.


"Tentu saja kak, kakak juga kapan mau nikah? Kan jadi keduluan," celetuk Lian dengan wajah candaan.


"Haha kurasa aku tak akan menikah!" jawab sarkastik Lion.


"Aku anggap itu taruhan! Jika kakak benar-benar tidak menikah sampai mati, kakak menang, tapi ... jika kakak tiba-tiba menikah maka kakak kalah, gimana???" tukas Lian dengan nada yang angkuh.


"Oke ... aku sudah tahu jawaban nya," ujar Lion.


'Kurasa aku akan menang dengan pertaruhan konyol seumur hidup ini, aku tidak bisa melirik perempuan sama sekali,'


"Jangan angkuh kakak, nanti termakan omongan sendiri gimana? Tapi aku harap kakak menang sih, aku ingin lihat kakak menikah juga!" meskipun tersenyum saat mengatakan itu, Lion bisa melihat senyun Lian yang runyam.


'Maaf Lian'


"Jangan sedih, meskipun aku hidup sendiri, aku baik-baik saja," ujar Lion menenangkan Lian yang mulai memasang wajah sedih.


"Aku tidak pernah sedih dan tidak akan," tukas Lian membuat Lion tersenyum.


"Hei Lian! Bersiaplah acara sudah mau mulai,"


Suara itu mengalihkan mereka berdua.


"Baiklah aku keluar dulu," Lion pun meninggal-kan ruangan.


Upacara pernikahan pun dimulai!

__ADS_1


__ADS_2