
"Kalau aku gak mau lepasin ... gimana???" goda Lian sambil tersenyum layaknya rubah.
Crystal yang tadi nya hanya memasang wajah datar khasnya, kini raut wajah nya berubah 360 derajat, Lian bisa melihat wajah Crystal merah menyala dan salah tingkah, Lian terkekah melihat sikap Crystal yang malu-malu itu.
"Hahaha, kamu lucu banget," ujar Lian merasa menang, karena dia berhasil membuat Crystal salah tingkah.
"Uhk ... apa maksud kamu???" Crystal memalingkan wajahnya, cara bicaranya gelagapan.
"Kamu L-U-C-U LUCU~~~" goda Lian membuat Crystal semakin salah tingkah. Akhirnya Crystal menjatuhkan wajahnya yang malu ke meja makan.
"Lian... Kamu bikin aku malu," gerutu Crystal.
"Hahaha tapi aku jujur loh! Kamu lucu, udah jangan malu, nih aku lepasin tangan nya, tapi kamu jangan ngerunduk ke meja gitu," ujar Lian sambil terkekah.
Akhirnya Crystal kembali menampakkan wajahnya, dan berusaha tidak malu. Lama menunggu ... akhirnya makanan yang dipesan pun sampai.
"Ini pesanan nya, silakan dinikmati," ujar karyawan yang mengantar makanan pesanan mereka.
"Terimakasih," ujar Crystal dan Lian bersamaan.
Mereka pun makan dengan tenang tanpa berbicara, mungkin karena sudah lapar mereka sangat pokus ke makanan bahkan tidak sempat memajang nya di sosmed ... yah walaupun memang biasanya begitu.
Seperti biasa Crystal sangat lama kalau makan, Crystal mungkin tipe manusia yang bila makan, makanan nya tuh di kunyah sampai jadi bubur baru ditelan. Berbanding terbalik dengan Lian atau Kebanyakan orang biasa yang kini sudah menghabiskan makanannya.
***
Mereka pun selesai makan, setelah makan mereka membayar makanan yang tadi mereka pesan lalu melanjutkan acara jalan-jalan mereka atau mungkin 'KENCAN' pertama mereka.
"Kamu mau beli sesuatu, banyak barang-barang cantik disini," tanya Lian.
"Ahk yah ... tapi aku gak tertarik belanja, kamu mungkin ada barang yang ingin dibeli???" tanya balik Crystal.
Lian mendengar itu terkekah membuat Crystal bingung dengan Lian.
'Unik'
"Ya udah ... kamu mau nemenin aku pilih-pilih barang? Kayaknya ada barang yang bikin aku menarik,"
"Oke ... aku gak pintar memilih, tapi ayo kayaknya seru," ujar Crystal.
Lian mengajak Crystal ke toko jalanan yang membuat Lian penasaran, 'toko aksesoris'. Mereka pun masuk ke toko itu dan berkeliling mencari barang-barang yang mereka inginkan, hingga Lian berhenti di satu sudut ruangan.
'aksesoris rambut'
__ADS_1
"Kamu butuh ikat rambut???" tanya Crystal. "Iya tolong pilihin ya!" ujar Lian. Lian kembali tersenyum licik layaknya rubah.
Sebenarnya bukan itu tujuan Lian, tapi Lian berusaha membuat Crystal asik atau mungkin bingung dengan permintaanya untuk mencari kan ikat rambut, sementara Lian melakukan misinya, mereka pun saling terpisah ke berbagai tempat didalam toko itu.
"Lian bagaimana dengan ikat rambut ini, ini tidak terlihat seperti ikat rambut perempuan??? Eh ... Lian???" Lian tak mendengar perkataan Crystal, lalu Crystal sadar karena sekarang Lian menghilang dari pandangannya.
"Ahk kurasa dia lagi cari ikat rambut di tempat lain," Crystal pun lanjut memilih ikat rambut sambil mencari Lian.
Lama-lama mencari akhir nya Crystal menemukan Lian yang asik memilih jepitan.
"Lian!!!" seru Crystal .
Lian mendengar suara Crystal spontan mengarahkan wajahnya ke arah sumber suara, Crystal pun mendekati Lian.
"Ini gimana, kamu suka??? Ini gak kayak perempuan banget keliatan nya," Crystal menunjuk ikat rambut yang tadi ia pilih dengan susah payah.
Lian bisa melihat raut wajah Crystal yang penuh harapan, mungkin takut ikat rambut yang ia pilih tidak sesuai harapan Lian. Lian pun merasa bersalah dan menerima ikatan rambut yang berwarna hitam polos ditambah hiasan kartun HERO itu, padahal ikat rambut itu hanya untuk alasan agar Lian bisa mengalihkan perhatian misi Lian, tapi ... melihat Crystal memilih ikat rambut itu dengan sungguh-sungguh, membuat Lian merasa terharu dan menerima ikat rambut itu, dan menyembunyikan misi( hadiah ) Lian untuk Crystal .
"Ahk ini kurasa cocok, ini keren banget!!! Makasih yah udah pilihin," girang Lian.
"Syukurlah kalau kamu suku," Crystal sambil menyuguhkan senyuman yang terlihat manis dimata Lian.
"Kamu gak ada niatan beli apa-apa, aksesoris disini cantik-cantik loh, aku jadi ngerasa gak enak ngerepotin kamu," tanya Lian, jujur merasa khawatir.
"Gak ada kok, lagian milihin barang buat kamu aja udah bikin aku terhibur, aku jujur orang nya jarang belanja kalau gak di ajak teman," ujar Crystal menenangkan wajah khawatir Lian .
"Hahah ... iya~iya~~" kekah Crystal, mereka sempat tertawa kecil bersama sebentar sebelum membayar belanjaan mereka ke kasir.
"Mbak tolong bungkus ini pake kotak hadiah ya, cepat ya mbak!!!" pinta Lian tergesa-gesa. Sementara Crystal keluar duluan untuk membeli air minum karena haus.
Sebuah jepitan dengan liontin batu Crystal, hadiah yang susah payah dipilih oleh Lian itu pun di bungkus dengan kotak kecil yang cantik, dan diberi sentuhan akhir dengan tas tangan kecil.
Lian pun mengambil barangnya itu, lalu memasukan nya kedalam keresek yang ia bawa agar Crystal tidak curiga. Akhirnya Crystal menghampiri Lian setelah membeli air minum.
"Ini kamu bisa minum, kalau haus!" Crystal memberikan air minum yang tadi ia beli.
"Makasih, kita duduk dulu yuk! Ada taman tuh disana," tunjuk Lian dan Crystal pun hanya mengangguk.
"Kamu capek gak, kayak nya aku gak bisa lanjut udah malam," Ujar Lian saat mulai merebahkan badannya ketempat duduk di taman.
"Iya lagian segitu juga cukup kok," Crystal sambil meminum air kemasan.
"Makasih yah ... udah mau jalan-jalan sama aku," timpal Lian.
__ADS_1
"Gak papa, berkat kamu aku juga jadi seneng, aku itu jarang keluar loh ... kecuali kalau kerja," jujur Crystal.
"Syukurlah," Lian menyuguhkan senyuman tulus pada Crystal, Crystal membalas senyuman itu dengan lembut.
Susana menjadi sepi, tapi mereka tak merasa canggung, mereka menikmati ketenangan diantara mereka berdua.
Waktu menunjukan pukul jam sembilan malam, Crystal yang menyadarinya mengajak Lian untuk pulang.
"Lian kurasa kita harus pulang," Crystal menghentikan lamunan nya.
"Ahk iya ... aku bakal antar kamu pulang ya,"
"Iya ... " jawab Crystal, ingin menolak ajakan Lian, tapi memesan taxi malam-malam itu mungkin hal yang tidak mungkin, lagian Crystal was-was kalau harus memesan taxi malam-malam.
Crystal pun masuk ke mobil Lian, di perjalanan mungkin karena lelah, Crystal menutup matanya dan terlelap sebentar sampai Lian membangunkan. Crystal sempat berpikir sebelum terlelap 'apa Lian tahu jalan menuju rumahnya??? Tapi ia berusaha tidak menggubris pikirannya yang tidak penting itu, Dan langsung terlelap.
"Crystal ... bangun..." lirih Lian. Mendengar suara lembut itu Crystal pun langsung terbangun.
"Ahk ... maaf aku ketiduran ya," ujar Crystal sambil mengucek ucek matanya.
Lian sebenarnya tidak langsung membangunkan Crystal, tapi karena waktu terus berjalan, dengan berat hati Lian membangunkan Crystal dari tidur cantiknya.
"Sudah sampai," ujar Lian sambil membuka kan pintu untuk Crystal.
"Makasih yah aku ngerepotin kamu," Crystal masih dengan wajah bangun dari terlelapnya.
"Sama-sama, kamu gak ngerepotin kok! Sekarang istirahat ya kamu kelihatan capek," perintah Lian.
Saat hendak berjalan menuju rumah tiba-tiba Crystal linglung dan hampir terjatuh, tapi Lian menangkap Crystal, dan adegan romantis pun terjadi.
Mata Crystal dan Lian saling bertatapan, batang hidung mereka sudah saling menyentuh bahkan bibir kedua sejoli itu hampir saling menyentuh. Tidak lupa ditambah dengan debaran jantung yang bisa saja saling terdengar.
Apa yang akan terjadi selanjutnya ????
( Gambar diatas hanya ilustrasi semata, jujur pengen versi 2d cuman lumayan susah nyari nya )
To be continude ...
***
Gimana guys chapter diatas, masih sedikit ya uwu uwu nya ya... hoho😫
__ADS_1
Semoga kalian tetap suka ya, jangan lupa buat suport saya agar saya semakin semangat bikin ceritanya !!!
Enjoy ♡