How To Fall In Love Ice Gril

How To Fall In Love Ice Gril
CINTA PANDANGAN PERTAMA


__ADS_3

Pria itu berusaha menunggu Crystal makan, hingga Crystal pun selesai dengan makanan nya.


"Apa anda menikmati makanan nya," tanya pria itu.


'Kurasa dia sadar aku makan nya terlalu kelamaan, dia bahkan salah paham dan beranggapan kalau makanan nya tidak enak,' ucap batinku.


"Ahk banyak orang bilang begitu, aku makannya lama banget ya ... maaf," ucap Crystal. Sambil tersenyum kikuk.


"Ahk... ti-dak apa-apa," ucap pria itu dengan nada merasa bersalah.


"Baiklah kita mulai pembicaraan kita," ujarnya


Crystal bisa melihat perubahan wajah pria itu dari tadi yang masih bersikap hangat bahkan menyuguhkan senyuman, kini berganti dengan raut wajah yang serius.


"Jadi maukah anda menerima perjodohan saya???" ucapnya spontan.


Crystal sempat terkejut karena pertanyaannya langsung spontan, tapi Crystal sangat berusaha untuk tetap tenang ditengah-tengah pikiran dan hatinya yang kini sedang meloncat - loncat tidak bisa dihentikan.


"Ahk sebelum aku men-ja-wab pertanyaan itu, bo-leh a-ku tau nama mu," ucap Crystal terbata-bata.


Tidak biasanya Crystal berbicara dengan terbata-bata, bahkan saat ia menghadapi pria pengusaha lain ia bisa bersikap tenang, tapi lain berbeda dengan pria yang kini ada dihadapan nya.


"Ohk ya ampun ... maaf kan aku, aku terlalu terburu-buru," ucapnya sambil melemparkan tangannya pada wajahnya sendiri.


"Baiklah salam kenal namaku Lian Ozama," ujarnya dengan semangat sambil memberikan tangannya pada Crystal, Lian memberi tanda agar membalas jabatan tangan nya. Lian bisa melihat Crystal tersenyum melihat tingkahnya.


'seperti anak kecil saja,' ucap batin Crystal sambil membalas jabatan tangan Lian.


"Namaku Crystal,"


"Haha anda sangat cantik saat anda tersenyum," jujur Lian.


"Ahk terimakasih," jawab Crystal dengan wajah datar.


Crystal adalah perempuan yang unik, dia tidak akan merasa kegirangan saat dipuji seseorang terutama seorang pria, dia hanya bisa mengucapkan terimakasih, dengan perasaan yang risih.


'Kurasa dia gak suka dipuji ... uhk ini kan pertemuan pertama gimana kalau dia risih! Meskipun kamu suka wanita itu pada pandangan pertama kamu jangan membuat dia tidak nyaman,' ucap batin Lian


"Ahaha baiklah, mari kita mulai lagi ke topik yang akan kita bicara," ujar Lian. "Ya silakan," jawab Crystal.


"Jadi nona Crystal bagaimana anda mau menerima perjodohan ini???" tanya Lian.

__ADS_1


Lian bisa melihat raut wajah Crystal yang tampak bingung, lalu Crystal pun menjawab pertanyaan itu dengan raut wajah yang sedih.


"Ahk saya datang, memang untuk menerima nya," ucap Crystal sambil membuang muka.


Banyak pertanyaan dibenak Lian, tentang raut wajah Crystal yang tiba-tiba berubah, ia ingin sekali bertanya tapi dia sadar dia tak cukup mengenal Crystal, dia takut Crystal mencurigai niat baiknya.


"Terimakasih, kita bisa mulai pelan-pelan tenang saja," ujar Lian sambil tersenyum hangat .


Crystal bisa melihat senyuman Lian yang terlihat manis, dan juga ia bisa merasakan ketenangan saat melihat senyuman pria itu.


'Setidaknya kakek menjodohkan ku dengan pria yang baik, dan bisa membuatku merasa aman,' ujar batin Crystal.


"Iya kita mulai pelan-pelan," jawab Crystal.


Suasana mulai canggung kembali, Lian berusaha memikirkan topik apa lagi yang harus di bicarakan, tapi ... Lian kaget saat Crystal yang mulai berbicara.


"Aku sangat beruntung, kamu laki-laki yang akan dijodohkan denganku," ungkap Crystal sambil tersenyum ke arah berlawan.


Lian bisa merasakan jantung nya berdebar sangat cepat, dan tidak tahu harus bilang apa.


'Apa dia juga menyukai ku, yang tadi itu seperti sedang mengungkapkan perasaan,' ucap batin Lian yang dari tadi tidak berhenti berdebar-debar.


"Ahk saya ju-ga," ujar Lian terbata-bata.


Senyuman yang tidak pernah ditunjukkan pada siapapun kecuali pada Lian pria yang baru Crystal temui, Lian bisa melihat senyum yang terlihat tipis tapi penuh ketulusan dan kepercayaan.


"Tentu saja, saya juga mohon bantuannya," jawab Lian sambil membalas senyuman Crystal.


Mereka sadar mereka sudah bertatapan lumayan lama, dan suasana menjadi canggung kembali, tapi mereka hanya tertawa setelah itu agar menghilangkan kecanggungan tersebut.


"Kurasa topik utama sudah selesai," ujar Lian.


"Ahk jadi setelah ini bagaimana??? Maksudku masalah waktu acara dan hal yang harus disiapkan untuk perjodohan kita, apa Tuan Lian sudah memikirkan nya," tanya Crystal dengan wajah datar.


Lian bisa mengerti satu hal tentang Crystal, Crystal itu benar-benar gadis yang berbeda dengan Kebanyakan gadis lainnya kenapa??? Karena Crystal adalah wanita yang bisa santai menghadapi orang baru, tidak semua gadis yang ia hadapi bisa bersikap seperti Crystal yang terlihat sangat percaya diri, bahkan Crystal bisa menanyakan pertanyaan yang bisa dibilang akan canggung jika diungkapkan dengan frontal tanpa canggung atau malu sama sekali, berbeda dengan nya yang belum tentu bisa menanyakan pertanyaan yang terlihat sulit untuk diungkapkan . ( ngerti gak???)


"Ahk masalah itu saya akan dengan cepat mengabari mungkin besok jika kamu ada waktu kita bisa ketemu lagi, ... Dan satu hal lagi panggil aku Lian saja oke!" jawab Lian.


"Ohk oke, aku akan kabari jika besok ada waktu," timbal Crystal.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita saling bertukar telepon," girang Lian.

__ADS_1


"Ahk baiklah," jawab Crystal.


Dari sudut pandang Crystal, Lian itu seperti bocah tua, maksud-nya tubuhnya mungkin seperti pria dewasa, tapi sifatnya seperti anak-anak walaupun kadang bisa serius, itu terlihat manis ungkap Crystal.


Mereka pun selesai saling bertukar telepon, tiba-tiba ada telepon dari handphone Crystal.


"Ahk maaf apa boleh saya angkat teleponya dahulu," ujar Crystal dengan wajah yang terlihat lucu dimata Lian, sampai Lian terkekah kecil.


"Haha, silakan saya akan ke kamar mandi sebentar," tambah Lian.


Crystal pun mengangkat telepon itu, sedangkan Lian pergi kamar mandi.


(telepon)


"Hallo," Crystal memulai pembicaraan.


"Hallo nak ini mama." "Ahk ya ada apa ma???" tanya Crystal.


"Kamu baik-baik saja, maaf kakek mungkin terlihat memarahi mu, ayah yang mengatakan itu, ibu sempat ingin menghentikan ayahmu, tapi ... mama tidak bisa, tapi kamu gak perlu terbebani mama udah bicara sama kakek kamu langsung,"


Aku bisa mendengar suara mama yang terlihat khawatir, aku jadi tidak bisa marah kalau tahu begini.


"Ahk mama, tidak apa-apa, mungkin ayah dan kakek ada benarnya, tapi ibu ... kita bicara nanti lagi saja ya, pertemuan nya belum berakhir," ujarku.


"Ahk apa pertemuan nya baik-baik saja??" tanya mamaku.


"Baik-baik saja ma, aku tutup dulu ya, nanti aku kabari lagi," pinta ku. "Ahk baiklah maafkan mama," ucapnya diakhir panggilan, aku tidak menjawab dan hanya menutup telepon.


"Ahk sudah selesai," tanya Lian. "Sudah," jawabku singkat.


Setelah itu Lian mengakhiri pertemuan kami, aku pamit dahulu dari restoran sedangkan Lian masih terdiam di restoran.


"Kurasa Crystal tidak berhubungan baik dengan keluarganya," Lian termenung menatap ke arah jendela restoran.


"Apa kita pernah bertemu sebelum nya, wajahnya yang dingin mengingat kan ku pada seseorang yang ku rindukan sosok nya ," tambah Lian.


Lian duduk termenung dan masih belum beranjak dari restoran, dan tenggelam dengan pikirannya.


****


Selamat membaca hehe, makasih ya udah mau baca, saya berusaha memperbaiki tulisan saya agar semakin lebih baik, kalian juga bisa ngasih saran dan kritik untuk cerita ...

__ADS_1


Jangan lupa suport terus ceritanya, dengan cara like komen dan lain nya ya, biar saya tambah semangat bikin ceritanya.♡🍬♡


__ADS_2