
07.30
"Ahk aku berangkat dulu ma, terimakasih sarapannya," aku mendekati ibuku untuk mencium tangannya.
Aku pun pergi berangkat kerja. Aku bekerja di dua perusahaan satu perusahaan turun temurun yaitu 'FOOD' sebagai Direktur ketiga setelah ayah dan satu lagi adalah perusahaan yang ku bangun sendiri, yang bernama Cbeuty dan aku sebagai Direktur utaman nya.
Gak susah bekerja di dua perusahaan, karena aku punya sekertaris yang gila kerja.
Aku pun sampai di perusahaan ku, saat aku melangkahkan kaki pertamaku diperusahaan, aku bisa melihat karyawan-karyawan mulai menyapaku, aku hanya bisa berterimakasih kepada mereka karena selalu bersemangat.
"Ahk anda sudah datang," sapa sekertaris ku.
Dia adalah sekertaris diperusahaan ku, namanya Mina, dan dia hanya bekerja dibawah ku tidak ditempat lain seperti sekertaris ku yabg satu lagi, yang bekerja diperusahaan kakek.
"Ahk kita akan mulai apa hari ini???" tanyaku.
"Ahk ada pesan dari sekertaris Mia, dia mengirim sebuah pesan yang isinya alamat pertemuan, katanya juga anda dipanggil oleh Direktur utama,"
Mia adalah sekertaris ku yang bekerja diperusahaan kakek.
'Ahk kakek memanggilku tapi ada apa???' ujar batinku.
"Sampaikan kalau saya akan datang, dan kirimkan waktunya juga," perintah ku pada Mina.
"Ahk sudah saya kirimkan, sekarang hanya tinggal mengecek produk, juga beberapa dokumen permintaan, segitu saja saya pamit," hormat Mina pada Direktur yang ia banggakan.
"Terimakasih,"
Sekertaris Mina hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu keluar dari kantor.
Aku memulai sisa kerjaan ku, setelah selesai aku pun beristirahat. Aku tak sadar saat itu aku ketiduran.
'Tok~tok'
Aku terbangun setelah mendengar bunyi pintu yang digedor lumayan keras.
"Masuk," ujarku sambil membenarkan posisi duduk, dan merapikan baju. Aku tidak sempat pasang make up lagi.
Aku bisa melihat siluet seseorang yang datang dan mulai masuk keruang kerjaku.
'Kakek'
Aku memekik kan pundak ku, lalu spontan berdiri dan membeli salam. Aku bisa melihat wajah kakek yang selalu datar dan tidak berekspresif sama sekali.
"Ada perlu apa Direktur utama kemari," tanyaku berusaha sopan.
"Huh ... Bersiaplah nanti sore, kakek ingin kamu datang ke perjodohan, " ucap kakek sambil menghela napas dengan berat.
__ADS_1
Aku terkejut, bola mataku terbuka lebar seakan keluar, kata-kata yang selalu tidak ingin kudengar, keluar dari mulut seseorang yang permintaan nya tidak pernah ku bantah sama sekali.
Aku berdiri mematung, kakek terduduk setelah mengatakan itu, yah kakek memang licik.
'Licik'
Beberapa minggu lalu, aku ditawari perjodohan oleh orang tuaku, aku berusaha menolak karena aku belum siap. Tapi kurasa kakek tahu masalah itu dan langsung turun tangan tangan kedalam masalah itu. Dia juga tahu aku adalah orang yang tidak bisa membantah dirinya dan selalu menuruti keinginannya .
Aku masih terdiam dan mematung, bodoh karena aku tidak bisa membantah keinginan kakek ku, juga tidak bisa menjawab secara pintar, percuma saja aku mengatakan opini ku, kakek tidak suka jawaban yang pasaran.
Aku menghela nafasku dan memulai berbicara. "Apa yang Anda inginkan sebenarnya ???" tanyaku.
"Hah ... Apa kamu gak mendengarkan kakek mu ini??? Kamu sudah dewasa sudah matang untuk menikah," ungkapnya sambil membuang nafas.
"Kakek bahkan tahu kamu itu susah kalau membicarakan masalah ini, kakek pikir kamu sudah punya pasangan, makanya menentang perjodohan, tapi ... Kurasa pikiranku salah, kau bahkan tidak punya teman laki-laki," ujar kakek berbicara panjang lebar.
"Karena itu kakek rencanakan perjodohan mu, karena kamu tidak ada keinginan mencari sendiri, " ujarnya. Kakek sedikit menaikan nada suaranya.
"Tapi tidak perlu terburu-buru, aku masih..."
"Masih apa!!!!" kakek memotong ucapan ku. Aku terdiam dan menundukkan wajahku, kakek juga langsung menyuruh sekertaris nya untuk keluar.
"Kakek ingin kamu datang ke perjodohan sore ini juga," kakek berdiri lalu keluar dari ruangan ku, aku bisa mendengar pintu yang ditutup secara kasar.
Huh ... Aku bahkan gak pernah berhadapan dengan pria sama sekali, bagaimana aku bisa datang ke perjodohan. Aku terdiam tanpa kata-kata, aku sadar aku terus melamun sampai sore seperti orang bodoh.
Hari mulai sore, Crystal pun mulai pasrah, dan berusaha menguatkan tekadnya untuk pergi ke perjodohan, dia pun mulai bersiap untuk datang ke tempat itu.
***
'Pernikahan' adalah satu topik yang selalu Crystal hindari, menurut Crystal pernikahan adalah salah satu ujian yang sangat berat.
Bahkan Crystal pernah mengatakan pada diri-nya sendiri kalau ia tidak akan merasa tersiksa jika ia tidak bisa menikah sampai mati pun.
Karena hidup sendiri dengan damai itu sudah cukup bagi Crystal sendiri, dia bahkan tidak pernah berpikir akan ada seseorang yang mengganggu privasi nya selama hidup.
***
Crystal bergegas pergi ke tempat perjodohan setelah ia bersiap-siap, yang itu pun ia bersiap-siap seadanya.
Crystal diantar oleh supir pribadinya, karena jika dia mengemudi sendiri dia takut kenapa-napa karena pikirannya tidak tenang, saat Crystal hendak masuk ke mobil, ada seseorang yang memperhatikan wajah Crystal yang terlihat kusam karena stres, tapi Crystal tidak menyadari sosok itu.
Setelah menghabiskan waktu cukup lama, akhirnya ia turun dan masuk ke tempat itu, itu adalah sebuah restoran yang mewah.
"Aku pesan atas nama *** " ucapku pada pelayan resto.
__ADS_1
"Baik mari saya antarkan," ujarnya sambil mempersilakan.
'Uhk pikiranku sangat berisik dan tidak bisa rileks,' ujar batin Crystal .
Sampai dimeja yang Crystal pesan, akhir nya ia bisa melihat lawan bicaranya, mata mereka saling bertemu, mereka bahkan saling bertatapan cukup lama, tatapan yang lama itu berakhir dengan buangan muka dari Crystal .
(gambar diatas hanya ilustrasi ya!!!)
"Dejavu," ucap batin pria itu.
"Selamat sore, silakan duduk," ucap pria itu dengan lembut.
"Terimakasih, kamu juga terimakasih sudah mengantarkan saya,"
"Itu sudah jadi sudah tugas saya nona," pelayan itu menunduk hormat lalu pergi.
Dan perasaan canggung pun kembali datang diantara mereka.
"Ahk saya sudah memesan makan, saya harap anda menyukai makanan nya."
"Ahk saya tidak pilih-pilih makanan jadi jangan merasa terbebani."
"Kita bisa makan dulu, baru berbicara anda tidak keberatan," tanya pria itu.
"Ya ... Saya tidak keberatan,"
Mereka pun makan dengan tenang, Crystal berusaha makan dengan cepat karena melihat piring teman makannya sudah mulai habis.
"Santai saja makan nya, nanti takut tersedak," ucap pria itu sambil menatap Crystal dengan senyuman hangat.
'tadi pikiranku yang berisik, sekarang hatiku juga, kenapa??? Aku jadi tidak fokus karena pria ini, apa perasaan ku normal??? Setiap dia tersenyum padaku itu membuat jantungku berdetak sangat cepat, apa ini perasaan seseorang yang baru bertemu dengan seseorang pria?'
Crystal sibuk dengan pikirannya tentang pandangannya tentang seorang pria, sementara pria itu terus-menerus menatap Crystal seakan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
'Ahk ... Apa aku biasanya kayak gini kalau menghadapi seorang wanita???' ujar batin pria itu.
'Gadis itu mirip anak itu'
Mereka benar-benar pusing dengan pikiran mereka masing-masing.
***
Hallo terimakasih sudah membaca, jangan lupa suport terus cerita ini ya! Supaya saya tambah semangat mengutarakan ide💡 saya. Terimakasih banyak....
__ADS_1
Saya juga berusaha memperbaiki cara tulis saya agar semakin baik lagi, once again thanks ya....