
"Hah," satu kata yang keluar dari mulut dua sejoli itu.
'Ahk adegan klise apa ini,' ucap batin Lian.
'Bagaimana ini, aku gugup sekali, ini aneh tapi perutku geli, rasanya seperti ada sesuatu yang tidak kasat mata yang menggelitik di perutku,' batin Crystal.
'Tahan ... tahan Lian kenapa badanmu jadi berkeringat ditambah seakan mau mati rasa, kau harus terlihat gentelmen dihadapan gadis yang kamu suka, jangan terbawa suasana,' Lian sedang bertengkar dengan pikirannya sendiri.
Crystal dan Lian sedang berada diposisi yang membuat mereka canggung dan mereka hanya bisa diam mematung. Badan Crystal yang hampir terjatuh kini berhasil ditahan oleh Lian, Crystal yang merasakan sentuhan Lian, merasa seperti ada kupu-kupu yang sedang menggelitik diperutnya, tidak hanya Crystal yang mengalami efek gejala cinta itu ... Lian pun mendapat efeknya, jantung Lian dari tadi tak berhenti berdebar bahkan mungkin Crystal bisa mendengar debaran itu, suhu badan Lian mungkin lebih dari suhu normal manusia sekarang ini. Tangan yang kini sedang memegang dan menahan pinggang ramping Crystal tiba-tiba berkeringat dingin ... lemas juga mati rasa. Wajah mereka merah padam walaupun diselimuti gelapnya malam.
"Ahk kamu gak papa???" Akhirnya Lian mulai berbicara.
Crystal berusaha melepaskan tangan nya dari pundak Lian, dan keluar dari posisi klise itu.
"Aa ... ahk Li-an teri-ma-ka-sih," canggung Crystal.
"Haha ooke haha, gak papa," ujar Lian terbata-bata.
Mereka saling membuang muka dan berusaha menutupi wajah mereka yang merah padam karena malu.
'Sial! Jangan bikin cangung ... ayo ngomong sesuatu Lian ayo...' Lian masih beradu mulut dengan pikirannya.
'Aduh, dari tadi jantung ku juga gak berhenti berdebar, seneng banget kamu jantung bikin aku kayak gini,' marah-marah Lian ke jantungnya sendiri.
Tapi tiba-tiba Crystal memulai berbicara duluan.
"Ahk, kamu gak papa juga kan, kamu keliatan keringetan banget," Crystal dengan nada khawatir.
Lian yang ditatap dengan tatapan yang dalam oleh Crystal tiba-tiba jadi tambah salah tingkat, dan jantung nya yang dari tadi tidak bisa berhenti berdebar-debar juga belum bisa kembali ke keadaan normal.
'Aduh jantungku receh banget, bisa elegan dikit gak sih, tapi Crystal emang gadis ... ahk," teriakan batin Lian.
Lian berusaha menarik napas agar dia bisa tenang dan menjawab pertanyaan Crystal.
"hah .... huh .... Crystal aku gak papa kok," jawab Lian.
"Ahk kayaknya kamu kedinginan deh ... ini aku ada bawa sapu tangan kamu lap wajah kamu yah, terus nanti istirahat, aku takut kenapa napa," Crystal tiba-tiba jadi banyak ngomong dan memberikan sapu tangan nya pada Lian.
"Ahk gak usah, ini kan sapu tangan kamu, kamu juga pasti butuh ini kan," ujar Lian.
"Kamu bisa kembali-in lagi kok, ini bersih jadi gak perlu khawatir," Crystal memegang tangan Lian agar Lian mau menerima sapu tangan miliknya.
'Deg!' jantung Lian kembali berdebar.
Hanya karena sentuhan kecil dari Crystal yang menyentuh tangan Lian, Lian kembali berdebar tak karuan.
__ADS_1
'Ahk Lian, kamu biasanya gak kayak gini,' pasrah batin Lian.
"Tuh cepat usap ya, kamu malah tambah keringetan," pinta Crystal. "Ahk makasih yah," ujar Lian menggemgam erat sapu tangan pemberian Crystal.
"Aku juga makasih ya, makasih juga udah anterin aku, aku udah banyak ngerepotin kamu hari ini, hati-hati dijalan, kirim pesan kalau udah sampai ya..." Crystal berbicara panjang lebar.
"Siap," jawab Lian. "Aku masuk ya, hati-hati dijalan," tambah Crystal.
Lian mengangguk dan menunggu Crystal masuk ke rumahnya baru ia akan pergi pulang.
Saat sudah memastikan Crystal masuk kerumah, Lian sadar dia melupakan hadiah untuk Crystal, tanpa pikir panjang Lian langsung keluar dari mobil dan mendatangi rumah Crystal.
Ting~Tong~
Suara bel rumah berbunyi, bunyi bel itu menarik perhatian semua penghuni rumah.
Lian masih menunggu didepan rumah Crystal hingga seorang wanita paruh baya membuka pintu itu.
"Ahk kamu ... " ujar wanita paruh baya itu melirik-lirik pria yang ada dihadapannya.
"Nak Lian,"
Lian sedikit memekik tak enak menganggu keluarga Crystal malam-malam.
'Ahk aku langsung berhadapan langsung dengan ibu Crystal,' Lian
"Ahk baiklah, terimakasih yah sudah mengantarkan Crystal, lain kali datang lah berkunjung lagi kesini!" pinta wanita itu.
"Itu pasti, terimakasih ... padahal baru bertemu tapi saya sudah merepotkan anda,"
"saya akan sampaikan, mungkin Crystal akan senang," ujar ibu Crystal, mengabaikan perkataan Lian yang merasa bersalah.
"Kalau begitu saya pamit dulu, salam juga untuk Crystal ya ibu Crystal," Lian dengan nada sopan sambil berjalan menjauh.
"Saya akan sampaikan, hati-hati dijalan ya..., maaf gak bisa anterin kamu,"
"Gak papa bu," Lian berjalan menuju mobilnya, dan langsung pulang.
***
Tok~Tok~
Suara pintu
"Masuk," perintah Crystal.
__ADS_1
"Ahk mama! Ada apa mah," tanya Crystal.
"Ini ada bingkisan dari Lian katanya kelupaan, dia juga titip salam," mama Crystal tersenyum sambil memberikan hadiah yang di pinta langsung Crystal.
"Nanti akan kubuka, kenapa mama gak ngasih tahu aku???" sambil mengambil bingkisan dari Lian.
"Lian bilang takut kamu udah ngantuk, kamu juga gak denger ada suara bel,"
"Aku mungkin kecapekan," jawab Crystal.
Mama Crystal tersenyum sambil mengusap wajah anaknya, lalu pergi keluar sambil mengucapkan 'selamat malam', Crystal hanya bisa memasang wajah datar dan sedikit tersenyum tipis.
Crystal pun membuka hadiah dari Lian.
"Jepitan???"
Crystal mengambil kembali wadah bingkisan itu, dan terdapat not atau surat didalam nya.
"Aku beli hadiah ini diam-diam... Soalnya kalau aku ngasih tahu kalau aku mau ngasih sesuatu buat kamu, aku takut kamu bakal nolak, hadiah nya kecil sih... Soalnya aku gak tahu kamu suka apa hehe. Aku ngasih jepitan, soalnya aku merhatiin kamu pas makan kamu kayak kesusahan gitu karena rambut kamu yang ngehalangin, jadi aku beliin jepitan biar kamu gak kesusahan pas makan karena rambut kamu... Semoga suka ya😃 "
Crystal tersenyum membaca surat itu, Crystal kembali melihat jepitan itu lalu berniat memakainya nya, jepitan itu terlihat cantik saat dipakai oleh Crystal.
"Ahk cantik sekali," Crystal melebarkan matanya dicermin, kagum dengan jepitan cantik yang diberikan Lian.
Hingga ada satu notifikasi berbunyi di handphone Crystal, Crystal berhenti berkaca lalu mengecek handphone nya mumpung dia belum terlelap tidur.
"Aku udah sampai, aku ngabarin soalnya takut kamu khawatir, kamu bisa jawab kapan aja ... takut kamu udah tidur, selamat tidur hehe...." Lian.
Lagi-lagi Crystal tersenyum dengan apa yang diperbuat Lian, tanpa tunggu lama-lama Crystal menjawab pesan dari Lian.
"Makasih udah ngabarin, syukurlah kamu sampai dengan selamat, sampai rumah harus langsung istirahat ya! Gak boleh ngapa-ngapain !" Crystal.
"Oh ya... Makasih buat hadiahnya, aku suka, lain kali aku bakal pakai kalau kita ketemu lagi, hadiahnya cantik," Crystal .
"Syukurlah... Makasih yah udah nerima hadiah itu, aku seneng banget kalau kamu suka, gak sabar liat kamu pakai jepitan itu," Lian.
Lian terdiam setelah chat terakhir itu, dan tersenyum manis melihat percakapan mereka.
"Ahk ini yah yang namanya dimabuk cinta, aku kangen banget padahal baru bertemu tadi," ujar Lian sambil memukul wajahnya.
***
Gimana ceritanya ??? Seru gak??? Hehe semoga kalian bacanya selalu enjoy ya!
Kalian boleh komen kritik dan saran agar tulisan dan cerita aku semakin baik lagi ke-depan nya.
__ADS_1
Jangan lupa juga suport author dengan cara like komen dan subscriber atau favorit ya!!! Biar author tambah semangat bikin ceritanya.
👋💜🍬