
Hukuman untuk iblis-iblis itu sudah ditentukan, mereka terutama Randy, mereka dikirim ke penjara anak.
Itu mengerikan... Penjara anak lebih menakutkan dari penjara orang dewasa, kenapa??? Karena dipenjara anak 'Kekuatan' adalah hal yang paling utama.
***
(Penjara anak)
"Ruang kalian disini, jika ada masalah tekan tombol ini," ujar polisi yang mengantarkan pidana baru.
Dua pidana itu masuk ke ruang baru mereka.
'Aduh kenapa aku harus se sel dengan bos tobi'
Randy mulai merasakan aura yang mencekam.
"Woah anak baru," teriak penghuni lainya.
Terdapat 3 orang yang menghuni sel itu yang mungkin sudah lebih lama dari mereka.
"Mari hidup dengan damai," ujar salah satu penghuni yang terlihat seperti pemimpin di sel itu.
Nama : Rio
Umur : 17 tahun
Tindak kejahatan : melanggar lampu lalu lintas, dan melakukan perkelahian dan kerusuhan dengan geng motor.
"Jangan bilang siapa-siapa aku membawa handphone ini diam-diam ya, jika ada apa-apa aki bisa menolong mu, nama ku... Rio,"
"Hei ayo perkenalkan diri kalian," pinta Rio pada semua nara pidana.
"Cih kenapa kita harus kenalan, kita bukan anak anak lagi," ujar salah satu pidana yang sedang olahraga.
Nama : Satya
Umur : 15 tahun
Tindak kejahatan : Pembunuhan
"Satya jangan bicara begitu, kalau tidak aku tidak akan memberi kan kesempatan menyentuh handphoneku, aku tahu kau tak bisa makan makanan penjara," ujar Rio dengan raut senyum licik.
"Idih, nah yang tadi nama ku denger gak," Satya langsung kembali ke rutinitasnya berolahraga, terlihat seperti olahraga tinju seadaanya memanfaatkan bantal tidur yang diikat oleh tali.
"Seterusnya," pinta Rio agar penghuni lain saling mengenalkan diri mereka masing-masing.
Lalu salah seorang pun maju dengan tatapan yang malas.
"Panggil aku Jake," Jake pun pergi setelah perkenalan singkat itu.
Nama : Jake
__ADS_1
Umur : 14 tahun
Tindak kejahatan : pembunuhan
"Oke nah yang itu namanya Eiden dia punya sedikit penyakit kecemasan," ujar Rio sambil terkekah sedikit.
Nama : Eiden
Umur : 14 tahun
Tindak kejahatan : pembunuhan.
"Nah kalian jangan takut ya, ayo kita berubah sama-sama," ujar Rio menyambut kedatangan Randy dan Tobi.
"Hah kalian lucu ya, padahal kalian ini penjahat masih aja sok suci, bilang aja kalian ngomong gitu karena terancam dengan kehadiran ku kan," kekah Tobi.
Satya yang tadi mengabaikan tamu baru itu pun, tiba-tiba bangkit dan hendak mendekati Tobi, tapi dihentikan oleh Rio.
"Dasar kurang ajar!!! Bajingan!!!" Satya hampir memukul wajah Tobi, Tobi bahkan sempat tak bisa bergerak karena gerakan Satya yang cepat.
"Hoho sabar, aku tak mau kau ikut campur, kau berjanji akan menjadi anak baik kan," Rio memegang tangan Satya yang hendak memukul Tobi.
"Kenapa kalian begitu sombong, kau berbicara seolah bangga memiliki tindak kejahatan," ujar Eiden dengan raut wajah cemas.
"Hah!!! Ayo kita hidup damai, aku bos nya, karena aku yang paling kuat diantara kalian kan?" Tobi merendahkan semua pidana lama.
'Aku harus mendukung bos Tobi karena dia yang paling kuat, setidaknya aku punya tameng,'
"Iya bos Tobi pasti akan mengalahkan kalian semua hati-hati," teriak Randy memuji-muji Tobi yang bahkan pujian itu diabaikan oleh Tobi.
"Cih berani kau," teriak satya.
"Tunjukan seberapa kuat kalian!" ujar Rio dengan nada bicara yang tegas dan raut wajah serius.
Satya dan Jake yang ikut campur pun mulai mundur perlahan, melihat kakak panutannya mengeluarkan raut wajah serius.
"Haha aku merobek kulit badan salah satu adik kelas ku," ujar Tobi dengan bangga sambil melemparkan pukulan ke arah Rio.
Tobi kaget mebelalakkan matanya karena pukulannya bisa ditahan oleh Rio.
"Kau sangat bangga,"
'Krak~
"AAAAAAAAAAAAAAA"
Suara Tobi berteriak kesakitan. Rio membuat tangan tobi patah hanya dalam beberapa detik.
"Kau apa kau bangga dengan kelakuan mu, kau benar-benar iblis, biar ku hukum kau dengan iblis yang lebih kuat dari pada kau," gretak Rio.
"Hah, aku mohon maafkan aku, tadi aku hanya bercanda haha kau tahu kan bercanda," gerutu Tobi yang mulai ketakutan.
"Oh bercanda ya, maaf aku juga tadi sedang bercanda, tangan mu lemah sekali bisa langsung patah haha," ejek Rio.
'Hah gila'
__ADS_1
"Apa ini kakak, hukum dia terus dia benar-benar angkuh," celetuk Satya.
Rio terdiam dan tiba-tiba mengubah mangsanya beralih ke arah .... siapa lagi kalau bukan Randy.
"Dan kau! Kurasa kau budak anak ini, apa kesalahan kau anak bodoh," tanya Rio.
"Aaa...aa...aku..." Randy mulai gugup.
'Aku harus cerita gimana'
"Dia membirakan temanya dianiaya oleh ku," lirih Tobi. Randy yang mendengar itu mulai merasakan hawa yang mencekam.
"Woah teman korban ternyata," ujar Jake.
"Dia lebih iblis dari ku," celetuk Tobi.
Rio menatap dengan raut wajah datar tapi menakutkan ke arah Randy yang dari tadi terdiam seperti patung.
"Aku ... handphone ku dirusak olehnya dengan sengaja, mungkin dia iri dengki, aku memanfaatkan itu untuk bersenang-senang karena waktu itu aku tiba-tiba seakan kemasukan iblis, aku memang iblis," curhat Tobi.
Kini semua mendengarkan cerita Tobi.
"Lalu aku memintanya datang ke tempat dimana aku dan budak-budak ku bermain, aku tak menyangka dia membawa teman, sampai tiba dimana aku mengatakan hal yang aku juga kenapa mengatakan itu,"
"Aku memberi dia pertanyaan, 'dia boleh pergi tapi temannya dibiarkan ditinggal dan disiksa olehku, atau aku membiarkan temannya dan dia yang bersalah diberi hukuman olehku, kupikir ... dia orang baik dan akan membiarkan temanya pergi," ujar Tobi masih bercerita.
Semua terhanyut dan fokus melihat cerita dari Tobi.
"Tapi pikiranku salah ... dia membiarkan teman yang dari awal mengkhawatirkan nya, sedangkan dia pergi ... tidak dia tidak pergi, dia bahkan menonton temannya yang di aniaya oleh sikap kebejatan ku dengan wajah penuh bangga disertai senyuman,"
"Maaf kan aku karena aku tiba-tiba seperti ini, tapi ... mungkin aku masih punya waktu berubah," ujar Tobi mengakhiri ceritanya. Dan tinggal Randy yang kini mulai merasakan hawa yang tidak biasa.
"Uhk merinding, aku tidak mau satu sek dengan nya kak," ujar Eiden pada Rio.
"Memang nya kenapa hah! Aku benci dengan orang yang suka pamer kekayaan seperti kau dan teman BODOH ku itu!!!," teriak Randy yang membuat semua orang kaget melihatnya.
"Kak bagaimana ini," tanya Jake.
"Dia ini bener-bener sakit jiwa," celetuk Satya dengan nada kesal.
Sementara Tobi yang mendengar perkataan Randy hanya bisa menatap Randy dengan tatapan tidak percaya.
Randy mulai menyakiti dirinya sendiri, membuat semau penghuni sel panik, Rio pun dengan cepat memanggil polisi.
***
Polisi pun beberapa menit kemudian datang, terlihat suasana sel yang berantakan dan penghuni berusaha menghentikan tindakan Randy yang kelewatan gila.
"Dasar kau tukang pamer aku akan MEMBUNUHMU dan mengambil semua MILIKMU!!!" teriak Randy sebelum dibawa oleh polisi.
Rio bisa melihat tatapan takut dimata Tobi.
Randy diserahkan pada polisi, dan dikirim kerumah sakit jiwa setelah pengecekan psikolog.
TRAGEDI mengerikan pun berakhir, semua orang mulai berubah dan fokus pada diri masing-masing. Hingga
10 tahun kemudian ....
__ADS_1
***
Terimakasih sudah mau baca, jangan lupa suport biar author tambah semangat bikin ceritanya!!!♡