How To Fall In Love Ice Gril

How To Fall In Love Ice Gril
PAGI PERTAMA


__ADS_3

Hari sudah pagi Crystal bangun dari tidurnya, dia bisa merasakan perasaan berbeda, perasaan yang asing karena bangun di ruangan yang tidak ia kenali.


Crystal perlahan turun untuk minum karena merasa haus, lalu beranjak masak.


Untung Crystal ingat kalau dia sekarang punya teman serumah, ia tak lupa membuat sarapan untuk temannya itu.


"Woah wanginya enak, aku harap Lian suka," Crystal menghirup bau masakan yang ia pasak.


Crystal berjalan tanpa ragu ke kamar Lian.


Tok~tok~tok


'.....'


Tak ada sautan dari sang empu, Crystal ragu jika ia harus menerobos dan masuk ke kamar Lian.


"Lian sudah pagi, aku udah buat sarapan, kamu udah bangun kan?" Crystal berusaha meninggikan suaranya agar Lian harap-harap bisa bangun.


Raut wajah Crystal murung, dia merasa tak enak jika harus sarapan sendiri, tanpa pikir panjang Crystal pun membuka pintu kamar Lian yang untungnya tidak dikunci.


Clak~


Terlihat sang empu masih tertidur pulas.


"Ahk," Crystal sedikit mendesah pelan.


'Kamarnya rapi juga,'


Crystal mendekati ranjang tempat pangeran tidur masih terlelap di tidurnya.


Crystal sempat menatap lumayan lama wajah sang suaminya itu lalu mulai membangunkannya. Crystal menggoyang-goyang badan Lian agar bangun.


"Lian~ ayo bangun~," Crystal membangunkan Lian dengan nada merengek manja ditambah muka datar khas nya.


Lian bisa merasakan ada seseorang di dekatnya, Lian perlahan membuka matanya, seringai terukir di bibir nya melihat sang istri nya tengah berusaha membangunkan nya.


Crystal sadar Lian sudah mulai bangun, Crystal menghentikan gerak-geriknya dan sedikit menjauh tapi ... sang empu menarik tangan Crystal membuat Crystal sedikit lebih dekat ke ranjang.


"Pagi~," Lian dengan senyum cengengesan nya.


"Yah ... aku sudah menyiapkan makan, ayo makan," pinta Crystal.


Wajah mereka kini sangat dekat, Crystal teringat dengan adegan ciuman di hari pernikahannya, disana jantung Crystal tak berhenti berdebar.


'Lian kenapa jadi manja begini?'


"Ada apa kenapa kau membuat ku canggung seperti ini," gerutu Crystal memalingkan muka.


Lian tersenyum melihat tingkah Crystal yang malu-malu.


"Jujur aku suka lihat wajah kamu yang malu-malu kayak gitu hehe," ujar Lian masih tersenyum dan wajahnya masih dekat sekali dengan Crystal.


Crystal pun menjauh tapi tangan masih ter genggam erat oleh Lian.


"Ayo pergi makan Lian~," gerutu Crystal.


"Haha lucu deh," Lian asik dengan permainan nya sendiri.

__ADS_1


"Coba kamu tarik aku ke dapur," pinta Lian menantang sang gadis pujaannya yang mulai kesal.


"Kamu ... badan kamu gede mau ditarik sama aku yang kayak amoeba ini???" tanya Crystal sambil menaikan alisnya.


"Ohoho kamu lagi muji badan aku ya," Lian semakin jahil.


'Ya ampun,'


Crystal mendekati sang empu dan menarik kedua tangan nya dengan sekuat tenaga, laki-laki yang menantang nya hanya tertawa puas.


'Hohoho dia lucu banget,'


Akhirnya Lian berdiri dan tersenyum.


"Ayo terus tarik aku bakal ikutin kamu," ujar Lian sambil tersenyum.


'Dia udah kayak rubah,licik banget,'


Crystal menarik suami manja nya ke dapur, Crystal bisa melihat wajah sang suami seperti terlena dengan harum masakannya nya, karena Crystal sendiri bisa mencium pasakan nya.


'Woah wangi, semoga perutku gak blak-blakan,' Lian.


"Nih aku masak nasi goreng, i hope kamu suka," Crystal mendekatkan piring yang akan di makan Lian.


"Selamat makan," ujar Crystal memulai makan.


Crystal sadar saat sudah beberapa kali memasukan nasi goreng ke mulutnya, pria yang ada di dekatnya tidak kunjung memakan sarapannya.


Bukanya menyantap sarapan Lian malah asik menonton Crystal yang tengah makan.


"Kenapa gak di makan? Gak enak ya?" tanya Crystal sedikit tidak enak.


'Ahk apa ini sikap Lian, lama kelamaan aku tahu sedikit demi sedikit sikapnya, aku berusaha beradaptasi,'


"Kamu manja banget, sini," Crystal mengiyakan tanpa rewel.


Lian yang kaget sekaligus girang kini mendekat, sedekat-dekatnya agar bisa disuapi oleh sang istri.


Entah kenapa Lian sangat mudah mengeluarkan sikap barunya, Crystal tanpa komen hanya mengiyakan.


"Ayo buka mulut," pinta Crystal. Lian pun membuka mulutnya.


Satu suapan pun mendarat ke mulut Lian, lian mengerinyat kegirangan, wajah girang nya terlihat seperti anak-anak.


"Kamu ini," ujar Crystal tidak menyelesaikan perkataanya.


Lian memiringkan wajah bingung dan bertanya.


"Aku kaget loh kamu kayak gini, kamu manja banget," celetuk Crystal kembali menyumpal mulut Lian dengan nasi goreng.


"Kamu masih gak ngerti?" tanya Lian sambil tersenyum.


Sekarang situasi berbalik Crystal memiringkan wajahnya mengisyaratkan bertanya.


"Haha nanti juga kamu bakal tahu kenapa akh kayak gini," Lian terkekah.


'Istriku gak peka, suatu hati aku harap kamu ngerti...'

__ADS_1


"Hmmm," Crystal memancungkan bibirnya membuat sang empu yang melihat hanya terkekah.


"Ini enak kan," tanya Crystal. "Enak banget, kalau seumur hidup harus makan ini aku rela kok," ujar Lian tak berhenti menatap wanita yang ada di depannya.


"Haha itu pujian apa ejekan?" Crystal sedikit salah tingkah karena Lian tak berhenti menatapanya.


"Kamu anggap nya kayak gimana?" ujar Lian sambil menguyah sisa nasi goreng dimulutnya.


Crystal terdiam dan fokus ke makanan.


"Kamu bisa gak berhenti natap aku," ujar Crystal sedikit terbata-bata.


Lian sempat bingung, tapi sadar kalau Crystal ternyata tak bisa fokus dan malu saat ditatap terus.


'Ahk Crystal malu,"


"Kenapa kamu gak suka," Lian mendekatkan dirinya pada Crystal.


Kini tubuh Crystal dan Lian sangat dekat bahkan wajahnya. Crystal sadar wajah Lian berada didekat telinga Crystal.


'Apa yang merasuki Lian tuhan ... apa ini pendekatan dalam hubungan? Ini menakutkan, andai duku aku punya sedikit pengalaman tentang laki-laki,'


Crystal frustasi dengan dirinya sendiri.


"Lian~," Crystal akhirnya menatap wajah Lian terpaksa. Terlihat smirk Lian yang khas.


"Ya," Lian menatap wajah Crystal yang masih malu-malu.


"Kamu gak lihat kita sekarang deket banget," ujar Crystal terbata-bata.


"Aku sadar kok..." Lian masih tersenyum layaknya rubah.


"Kamu kayak gini tuh biar apa, aku bingung kamu mau apa," gerutu Crystal dengan nada terdengar lucu, membuat pria di dekatnya menjadi kegirangan.


"Hahahah kamu lucu banget, kamu masih gak tahu aku suka lihat kamu malu-malu kayak gini," ujar Lian sedikit menjauhkan diri karena sudah puas melihat tingkah Crystal.


Crystal hanya terdiam memasang wajah datar.


"Udah jangan marah kayak gitu," ujar Lian.


"Aku gak marah Lian," timpal Crystal dengan wajah bingung.


Lian tiba-tiba menyentuh tangan Crystal lalu menariknya pelan, dan mencium tangan sang istri tercintanya.


"Ahk," Crystal tidak bisa menyembunyikan wajah yang merah padam.


"Aku berusaha kamu terbuka sama aku, aku percaya kamu Crystal, kalau ada apa-apa kamu boleh bicara sama aku ... aku tahu kamu belum bisa terbiasa, kamu pasti masih anggap aku orang asing atau teman biasa, tapi kamu haus tahu Crystal, aku benar-benar sudah menggap kamu prioritas aku sendiri," Crystal tersenyum ke arah Crystal yang hanya melebarkan matanya.


Crystal terdiam tidak percaya dengan kata-kata dengan pria yang ada dihadapannya.


"Haha," kekah Crystal.


Lian sempat bingung.


"Makasih, aku gak tahu harus bilang apa, aku ngerti maksud kamu, Lian aku bakal berusaha " Lian menggengam balik tangan sang empu.


Crystal bisa melihat senyum tulus Lian yang manis.

__ADS_1


(HALLO KALAU MUNGKIN ADA YANG SUDAH BACA DARI CHAPTER 22-28 MAAF AKU HAPUS CHAPTERNYA, SAYA SEMPAT HILANG IDE GITU, MAAF AKU BIKIN NOVEL PLIN PLAN, SOALNYA KONDISI BADANKU BERBULAN-BULAN INI GAK BAIK, MOHON MAAF BANGET, TERUS KAYAKNYA AKU BELUM TAHU BAKAL DITAMATIN ATAU BELUM INI NOVEL, SOALNYA BADAN AKU BELUM FIT... AKU JUGA GAK ENAK UDAH GAK NULIS PADAHAL UDAH DIINGETIN SAMA NOVEL TOON NYA, HUHU SEKALI LAGI MINTA MAAF, MAKASIH YA YANG UDAH BACA...)


'Aku suka kamu Crystal,'


__ADS_2