
"Tuan muda Dean dapatkah anda menetralkan kekuatan anda, Saya takut jika es merah ini terlalu lama menyelimuti akademi akan banyak korban yang tidak bersalah terluka".
Andreas sang butler memohon dengan sopan kepada Dean.
Dean pun segera tersadar dan memikirkan konsekuensi dan dampak keuatannya kepada orang lain yang tidak bersalah.
Seketika Dean mulai menetralisir seluruh elemen es nya yang membekukan akademi.
hissssss
Perlahan es merah darah mulai mencair dan menguap ke udara.
"Kakak!!!!".
"Anakku Dean!!!".
Irene dan ibu Dean secara serentak berlari kearahnya dan mulai mengecek setiap sisi tubuh Dean.
"Apakah kamu baik-baik saja nak?".
"Kakak bodoh membuat..a..a..aku sangat khawatir!".
Irene melempar dirinya ke pelukan Dean dan mulai mengeluh dengan lembut.
"hah...selama Dean baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan".
Ayah Dean mulai berjalan kearah istrinya dan menepuk bahunya dengan lembut, agar ia tidak terlalu terbawa suasana.
"Ibu..ayah benar..aku baik-baik saja jadi tidak perlu terlalu khawatir".
Balas Dean dengan lembut kepada ibunya, sembari membaringkan kepala adik perempuan terkasih irene di dada bidangnya.
"Kau pikir kau bisa lolos begitu saja..semua keluargamu akan dihukum dengan berat akibat ketidakpatuhanmu".
Ketika keluarga Dean saling menenangkan, secara tiba-tiba pangeran Jean datang dan mulai kembali berbicara serta mengancam dengan keras.
Butler Andreas yang mendengar itu mulai mengerutkan keningnya dan ekspresinya berubah gelap. ketika ia ingin berbicara secara tidak terduga Dean mulai tertawa dengan keras, maka dari itu butler Andreas mengurungkan niatnya untuk berbicara. Dan mulai kembali memperhatikan situasi.
"Ha..ha..ha..ha..ha..ha!!!".
"Kau benar-benar pangeran bodoh, dan tidak mengerti situasi sama sekali!!!".
Setelah tertawa keras Dean mulai berbicara disertai dengan senyum yang sangat berbahaya.
"Percayalah..karena kebodohanmu akan banyak bencana yang menimpa dirimu!".
"Tidak bisa lolos ya?. Aku rasa hal tersebut hanya berlaku untuk dirimu dan keluarga kekaisaran terhormatmu."
__ADS_1
"Aku tidak peduli siapa kalian..selama kalian berniat dan mencoba menyakiti keluargaku..aku tidak akan segan dan melepaskanmu begitu saja!!!".
Ice barbed head arrow!!
Swoosh..swoosh..swoosh
Crit...crit..crit
beberapa panah es merah melesat dan bersarang ke kaki dan lengan pangeran Jean.
"Ahhhhhhhhhh....sakit..sekali!!!!"
"Jean!!!"
Kaisar yang mulai menenangkan diri panik dan terkejut ketika melihat putranya dilukai. Namun Dean acuh tak acuh dan berniat melanjutkan melampiaskan rasa marahnya.
"Tidak..Hentikan!!!".
kaisar mulai berlari ke arah Dean dan mencoba menyelamatkan pangeran jean dengan memberikan serangan kejutan.
Namun secara tiba-tiba butler Andreas menangkis serangan kejutan dari kaisar dan menghadangnya.
"Lama tidak bertemu yang mulia, maafkan atas kelancangan saya, tetapi saya bertindak atas perintah dari tuan tua".
Kaisar yang kesal karena upaya serangan kejutannya digagalkan seketika menjadi pucat ketakutan ketika mendengar 'Tuan tua'.
"Tuan muda Dean, saya tahu bahwa hal - hal telah menjadi sangat rumit dan kompleks, tapi untuk masalah ini dapatkah anda berekonsiliasasi dengan kaisar untuk menekan permusuhan yang ada?".
Mendengar ini Dean sedikit memgerutkan keningnya, dan mulai berpikir dengan kritis.
Melihat Dean tidak menjawab pertanyaan dirinya dan mulai menunjukkan ekspresi wajah yang tidak baik, butler Andreas mulai berusaha meyakinkannya.
"Tentu saja semua akan diberikan kompensasi yang sebanding dan sesuai".
Setelah memikirkan resiko dan keuntungan yang ada Dean menerima usulan dari butler Andreas. Selain itu dengan kondisi latar belakangnya yang tidak stabil, akan sangat merepotkan untuk mengambil tindakan ofensif terhadap kaisar sekalipun ia pemilik bakat kelas S.
"Dean nak..untuk saat ini sebaiknya kamu menerima usulan dari Tuan ini"
Ibu Dean juga berusaha meyakinkannya.
"Kakak.."
Irene menggengam tangan kakak lakinya dengan penuh kekhawatiran.
Melihat ibu dan adik perempuan tercintanya mata Dean seketika dipenuhi dengan rasa kasih sayang yang mendalam.
Mengalihkan pandangannya ke butler Andreas Dean pun mengangguk setuju terhadap usulannya.
__ADS_1
"Baiklah saya mengerti...selama mereka berjanji tidak menyentuh keluargaku lagi aku akan menyetujui rekonsiliasasi ini".
"Tenang saja Tuan muda Dean, saya akan memastikan hal tersebut!!"
Butler Andreas berkata dengan tegas, kaisar yang mendengar hal itu sedikit mengubah ekspresinya menjadi kusam.
"Permisi butler Andreas, tuan Dean sebelumnya tolong terima permintaan maaf saya dan keluargaku. Aku juga bertanggungjawab besar atas kejadian ini karna tidak dapat menghentikan mereka!".
Secara mengejutkan putri Claudia tiba-tiba datang kedepan Dean dan butler Andreas, untuk meminta maaf dengan wajah penuh penyesalan dan kesedihan.
Butler Andreas yang melihat putri Claudia seperti itu hanya bisa menghela nafas dan menatap dengan penuh penghargaan.
Putri Claudia berbeda dari keluarga kekaisaran umumnya, dia tidak sombong dan arogan serta sangat berbakat dan pintar
Namun tidak peduli apapun itu Dean tidak akan langsung percaya begitu saja, karena bagaimanapun dia juga termasuk orang-orang yang ambil bagian dalam penculikan keluarganya.
Jika dia tidak memiliki kekuatan bukankah keluarganya akan tersakiti dan menderita?. Dean sangat menyadari hal ini oleh sebab itu dia tidak terlalu peduli dengan perasaan orang lain bahkan jika mereka keluarga kekiasaran sekalipun.
"Aku tidak terlalu peduli dengan permintaan maafmu terlebih lagi keluarga kekaisaran seperti kalian, selama kompensasi yang kalian berikan setimpal maka rekonsiliasasi perdamaian sementara dapat dilakukan!".
Putri Claudia yang mendengar itu sedikit memucat dan menundukkan kepalanya.
Butler Alfred yang melihat itu segera mencairkan suasana dan mulai berbicara untuk memulai rekonsiliasasi.
"Ehem..baiklah tanpa menunda lebih lama lagi, lebih baik kita mulai saja perundingan rekonsiliasasi ini, saya Andreas Butler keluarga Kuno Drexter akan menjadi mediator antara kedua belah pihak!!".
"Apakah pihak yang mulia kaisar menyetujuinya?".
"Saya setuju!".
Tanpa ragu kaisar memberikan jawabannya.
"Saya juga setuju!".
Jawab Dean dengan inisiatif.
Melihat kedua belah pihak menyetujui, tanpa basa-basi lebih lanjut maka dimulailah perundingan.
"Pertama-tama pihak Tuan muda Dean apa tuntutan anda dalam rekonsiliasasi perdamaian ini!".
Mendengar pernyataan ini pihak kaisar langsung melihat ke arah Dean menunggu reaksi dan jawabannya begitu juga untuk ibu, adik perempuan serta ayah Dean.
"Hmmm". Dean mulai mengelus dagunya dan bergumam sambil berpikir dengan keras.
Cling..tiba-tiba sebuah bola lampu yang terang menyala diatas kepalanya.
"ehem..untuk masalah ini saya tidak akan menuntut terlalu banyak...saya hanya ingin pihak kaisar mengganti rugi atas beban mental keluarga saya".
__ADS_1
"Cukup dengan 1 juta spar energi saja".