
Setelah menutup pintu dengan pelan Dean dan Irene bergegas menuju lobi untuk menemui Selena.
ting!!
Suara lift berbunyi menandakan telah sampai dilantai pertama.
Dean dan Irene keluar dari lift, bergegas menuju lobby penerimaan guild.Namun detik selanjutnya tiba-tiba alarm berbunyi sangat keras disertai dengan sirene merah tanda peringatan bahaya.
"woo...woo..woo..woo!!".
"Perhatian sekelompok binatang buas A class yang bermutasi telah terdeteksi di area terdepan!!".
"Untuk para Hunter harap bersiap-siap dan bergegas menuju Ruang konferensi!!".
Suara mekanis peringatan mengumumkan keadaan darurat.
"binatang yang bermutasi?".
"Apa itu seperti binatang buas yang terlihat di kebun binatang kakak?".
Tanya Irene dengan penasaran kepada Dean.
Hah...gadis kecil ini, dia sangat kejam kepada gangster di rumah makan tadi, tetapi sekarang dia benar-benar terlihat sangat polos. Bisa-bisanya menganggap binatang yang bermutasi sebagai hewan di kebun binatang.
Dean berkata dengan sesikit lucu dibenaknya.
"Iya..bisa dikatakan mereka mirip tetapi binatang buas bermutasi itu liar dan mengerikan mereka suka memakan manusia!!".
Balas Dean dengan wajah serius.
"APA!!!!".
"Sangat menakutkan!!!".
Irene berteriak terkejut dan mulutnya menganga lebar.
tok...tok....tok..tok!!!
Terdengar langkah kaki banyak orang yang sedang berlari menuju ruang konferensi terbuka di dalam guild.
"Dean, mengapa kalian disini?".
Selena berlari dengan panik menuju ruang konferensi, dan secara kebetulan melihat Dean dan Irene di jalan.
"Kami berniat menemuimu, untuk megambil surat pengantar yang diinstruksikan guild master tadi!".
Balas Dean.
"Oh...begitukah, ini file mapnya didalam berisi surat pengantar dan dokumen terkait!!".
Selena menyerahkan sebuah map surat kepada Dean.
"Baiklah sampai jumpa lagi, aku harus segera menuju ruang konferensi!!".
Tanpa menunggu balasan Dean selena sudah bergegas lari menuju ruang konferensi.
"Ah...terburu-buru sekali!!".
◇◇
Di ruang konferensi Guild
Para hunter berbaris menghadap kearah Guild master yang sedang menjelaskan tentang binatang buas bermutasi dari layar live monitor.
"Perhatian semuanya!!!".
"Sekarang kita berada dalam kondisi darurat level 2, segerombolan binatang buas bermutasi A class datang dengan cepat menuju garis depan ibukota".
Dengan wajah serius Zenith sang Guild master mengumumkan situasi terkini.
"Seperti biasa formasi pertempuran pemusnahan akan ditentukan oleh masing-masing kapten Hunter peringkat A sesuai dengan tipe kemampuan timnya!!".
"Mengingat kondisi ini sangat mendadak dan darurat maka diharapkan semua orang dapat bertindak secara fleksibel selama tidak merusak formasi!".
Tegas Zenith memberikan pengarahan lebih lanjut.
"Baiklah singkat saja, kita tidak bisa menunggu lebih lama semua hunter bersiap-siap dalam 10 menit!!".
__ADS_1
"setelah 10 menit Kita akan berangkat menggunakan kemampuan ruang dan waktu milikku!!".
Zenith sang guild master dengan lantang memberikan perintahnya.
"Guild master....hah...hah..hah!".
Selena sang resepsionis berteriak memanggil guild master sambil terengah-engah kelelahan karena berlari bolak-balik sepanjang jalan.
"Oh Selena, maaf karena terus merepotkanmu".
"Tidak masalah guild master ini merupakan pekerjaan saya ".
"Saya telah selesai melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas pemerintah kekaisaran melalui saluran khusus, dan mereka menyetujui alokasi bala bantuan jika ada keadaan tidak terduga!".
Dengan nada professional selena memberikan laporan tugasnya kepada Guild master.
"Umm..aku mengerti, kerja bagus Selena!".
Guild master berterimakasih dan menepuk bahu Selena dengan ringan.
"Baiklah sepertinya 10 menit sudah berlalu, sudah saatnya kami berangkat!".
kata guild master yang mulai mengeluarkan kemampuan portal ruangnya.
"Lapor semua tim sudah berkumpul dan siap terjun ke medan pertempuran!!".
Salah satu Hunter peringkat A memberikan laporan singkat.
"Bagus semuanya berangka...".
kata guild master.
"Tunggu
Belum selesai berbicara, tiba-tiba ada orang yang menginterupsi. Dean masuk kedalam ruang konferensi bersama Irene dan berjalan menuju Guild master.
"Guild master bisakah aku ikut bersama kalian?".
"Aku berjanji tidak akan menggangu, aku hanya ingin melihat secara langsung pertempuran sesungguhnya melawan binatang buas yang bermutasi!!".
"Hah...baiklah, selama kamu mengerti situasinya itu tidak menjadi masalah!".
Jawab Guild master yang menghela nafas untuk mengurangi tekanan.
"Selena, bisakah kamu menjaga Irene untukku?".
Dean dengan lembut meminta tolong.
"Jangan khawatir kami akan menunggu disini, dan aku pasti menjaganya dengan baik!"
Selena segera meraih tangan Irene dan memegangnya dengan lembut.
"oh...baiklah kalau begitu kau akan ikut, tapi kau harus terus disampingku!".
Dengan senyum langka zenith sang guild master meyetujui permintaan Dean.
Whoosh!!
Guild master membentuk portal ruang dimensi yang cukup besar, dan segera ia memobilisasi setiap hunter ke ruang dimensi dan berangkat ke garis depan.
"Selena sisanya kuserahkan padamu!!".
Stream!!!
Seketika semua orang hilang mengudara dari ruang konferensi.
◇◇
Gemuruh!!!!
Bang.....bang....bang!!!!
Sekelompok binatang buas dengan liar berlari menabrak dinding pembatas garis depan.
"Tembak..tembak..jangan berhenti menembak!!".
Dadadadadada!!!
__ADS_1
"Kita akan menghadang para binatang buas ini sampai bala bantuan datang!!".
Komandan penjaga gerbang garis depan ibukota berteriak panik memberikan instruksi kepada para prajurit.
""Screee!!"".
Tiba-tiba tangisan sekumpulan burung raksasa menggema dilangit dan terbang menuju para prajurit yang menembak di dinding perbatasan.
"komandan lihat keatas....sekumpulan burung raksasa akan menyerang kesini!!!".
"Sial...cepat aktifkan auto javelin!!!".
"Segera..laksanakan!!".
Shoosh....boom!!!
Meriam teknologi tinggi auto javelin ditembakkan dan berhasil memusnahkan beberapa burung raksasa. Namun hal tersebut menjadi usaha yang sia-sia, karena jumlah burung raksasa terlalu banyak.
"Sial..mereka terlalu banyak...kalau begini meriam auto javelin tidak akan terlalu berguna!!!".
Komandan semakin panik dan mengutuk sial dengan keras.
"Scree!!!".
Rippp!!
Splash
Tiba-tiba burung raksasa yang lolos dari tembakan auto javelin, bergegas kearah prajurit diatas dinding pembatas dan menggunakan cakar tajamnya menebas beberapa prajurit.
"Ah...tidak!!!".
"Ah...ibu!!".
"Jangan aku masih perjaka!!".
Tidak peduli apa keluhan setiap prajurit, burung raksasa dengan sengit menebas mereka. dalam sekejap dinding atas pembatas dipenuhi darah dan mayat.
Komandan yang melihat situasi tersebut, sudah menjadi pucat pasi dan dengan panik menyalakan interkom untuk menghubungi bantuan sekali lagi.
"Bip..bip...Tolong kami...keadaan disini sangat berbahaya sekumpulan burung raksasa yang lolos telah membunuh banyak prajurit!!".
"Roger...ini guild hunter, permintaan diterima, harap tahan beberapa saat, bantuan sedang dijalan estimasi waktu tiba 10 menit!!".
"Ah..sial itu terlalu lama!!".
"Harap bersabar...bantuan pasti akan datang sampai saat itu tolong bertahan!".
"tut..tut..tut".
Tanpa ada waktu membalas sambungan interkom sudah terputus.
"Komandan...amunisi telah menipis, frekuensi serangan kita menurun. Dan monyet kolosal mulai memanjat dinding!!".
Kakaka!!!
kakaka!!!
"Monyet kolosal telah berhasil naik keatas dinding!!!".
"Ahh...cepat aktifkan jaring listrik!!!".
Komandan dengan sigap memberi perintah.
Beberapa saat kemudian.
STREAM!!!
Whoosh
Tiba-tiba muncul riak pergeseran ruang diudara.
Space blade judgement!!
Seketika para monyet kolosal diserap oleh ruang yang terkondensasi disekitar tubuh mereka, pada detik berikutnya setiap monyet tercabik-cabik oleh pisau ruang yang tajam dan mengakibatkan setiap monyet mati menjadi segumpalan awan darah.
Bersambung!!!
__ADS_1