
"Oh..dengan peningkatan tahap ini tidak lama lagi kekuatan komprehensif ku akan masuk ke tier 2!!".
"Dengan peningkatan ku saat ini, mungkin aku bisa menciptakan skill baru dengan daya serang yang lebih besar!".
"umm..kalau tidak salah aku memiliki 7 script skill yang telah diidentifikasi oleh sistem otomatis!".
Dean mulai mengimajinasikan papan hologram, dan menampilkan daftar skill di benaknya.
Skill :
○ice bullet
○ice blood domain
○ice barbed head arrow
○ice hardening armament
○Infinite ice jet thruster
○ice dagger
○ice blood parasite
"Ah..tapi aku harus mengesampingkan hal ini, sekarang aku harus fokus menahan kedua gajah raksasa ini!!".
Dean sangat senang dengan peningkatan statistik kekuatannya, dan berniat menciptakan skill baru. Namun dengan situasi genting seperti sekarang ia hanya bisa menahan keiinginannya untuk saat ini.
Woooooooo!!!!
Wooooooo!!!
Kedua gajah raksasa berteriak marah dan dengan tajam menatap kearah Dean dan Guild master.
"Baiklah..aku akan coba menahan kedua gajah besar sialan ini semampuku, anda dapat yakin bisa tenang dan fokus mempersiapkan serangan!".
Dean dengan yakin berkata kepada guild master.
"hmm..terimakasih".
Guild master membalas dengan ringan dan memberikan anggukan kecil.
Tanpa menunda waktu lebih lama lagi, Dean maju menuju kedua gajah raksasa yang dengan kaku berjalan kedepan karena dampak energi dingin yang tersisa dari pembekuan sebelumnya.
Ice giant barbed Arrow!!
Dean mulai mengkondensasi panah duri pisau es merah diudara. Tapi kali ini dia memperbesar ukurannya. Persis sama ketika ia menghadapi perubahan wujud mutator tyranosaurus t-rex pangeran Lucas.
Berkat kekuatan komprehensifnya meningkat secara menyeluruh, Dean bisa lebih baik dan lebih efisien dalam memanipulasi kekuatannya.
Dalam hitungan puluhan detik dua panah es merah raksasa terbentuk diudara.
Streamm!!
Streamm!!
Akan tetapi Dean tidak secara terbuka menyerang kedua gajah raksasa begitu saja.
Infinite ice jet thruster!!!
Whoosh
Shingg!!
Dean terbang tinggi keudara dan mulai berakselerasi dengan bebas. Dua panah es merah raksasa mengikuti dengan cermat dibelakangnya.
kedua gajah raksasa Yang melihat Dean terbang tinggi keudara. Mulai merasa kesal dan berniat melancarkan serangan.
kedua gajah raksasa mulai membuat ancang-ancang untuk menyerang.
Gajah raksasa tersebut mulai mengarahkan belalainya ke atas, menargetkan Dean yang melayang bebas di udara .
Shoosh..
Shingg!!
Tiba-tiba bola udara bertekanan tinggi terus-menerus keluar dari belalai gajah dan melesat kencang ke langit menargetkan Dean.
"Oh...serangan yang bagus!!!".
Bukannya merasa gugup. Dean malah berteriak dengan penuh semangat dan antusias.
"Hehe...gajah raksasa ini..akan sangat cocok jika dijadikan hewan sirkus!!".
"Selain pintar..dia juga sangat kuat!".
__ADS_1
"Eits...eits..eits!!".
Dengan santai Dean menghindari setiap serangan bola udara yang dikirim oleh gajah raksasa.
Melihat serangannya tidak bekerja kedua gajah raksasa, menjadi sangat marah.
Bang!!!
Bang!!
Kedua gajah mengangkat salah satu kaki depan mereka, dan mulai menghentakkan kakinya dengan kuat ke tanah.
Crack..Crack..
Seketika dua batu bulat padat yang sangat besar terbentuk dari tanah.
"Sial...selain angin gajah raksasa ini juga bisa memanipulasi tanah!!".
Dean tidak bisa menahan rasa syoknya dan berteriak kaget secara spontan.
Wooooo!!!
Wooooo!!
Kedua gajah raksasa berteriak dengan keras dan mendominasi, seolah ia mengatakan bahwa aku tidak terkalahkan.
slurp..slurp.
kedua gajah raksasa mulai melilit batu raksasa tersebut dengan belalainya.
Whooosh!!!
Whossh!!
Tiba-tiba angin muncul mengelilingi seluruh permukaan batu.
Whoosh!!!
Dengan deru kencang angin dibantu dengan tenaga lemparan dari belalai gajah raksasa. Batu raksasa dengan cepat melaju kearah Dean.
Whooosh...
"Bagaimana mungkin batu sebesar itu terlempar dengan kecepatan tinggi!!".
Dean mulai sedikit panik sekarang, dia masih sedikit meremehkan kekuatan dari gajah raksasa A class sebelumnya.
"Sepertinya pengalamanku yang terlalu dangkal membuatku lengah dan sedikit meremehkan musuh!!".
Dean bergumam serius dan menghela nafas denga berat melihat kekuatan mengerikan dari gajah raksasa A class.
"Tapi aku tidak punya waktu untuk memyesalinya!!".
Whooosh..
whooosh.
Dua panah raksasa es merah darah yang Dean ciptakan sebelumnya dengan kencang melaju menuju kedua batu raksasa.
BOOOOOMM!!
BOOOOMMM!!
Stream!!
Kedua serangan saling bertemu dan bentrok menghasilkan ledakan yang besar. Angin tornado besar muncul dan melanda hampir semua wilayah di garis depan.
Bahkan para Hunter yang cukup kuat tidak dapat menahan dampaknya dan terhempas tidak beraturan.
Kabut es merah bercampur dengan abu hasil dari pecahan batu mulai melebar luas menutupi langit.
memanfaatkan kabut yang menghalangi penglihatan gajah raksasa. Dean mulai menkondensasi dua pedang berlian dengan teknik ice hardening armament miliknya.
Dual diamond ice saber!!
Stream!!
stream!!
Dua pedang es merah terbentuk dimasing-masing tangan kiri dan kanan Dean.
Infinite Ice jet thruster!!!
Whooosh!!
Shingg!!
__ADS_1
Dean dengan ganas menyalurkan energi dingin yang dikompres terus menerus di kedua kakinya. Melesat kencang membelah udara menuju salah satu gajah.
Membentuk postur menusuk dengan kedua pedang ditangannya. Dean menargetkan mata salah satu gajah raksasa setelah menghindar dari gerakan gesit lambaian belalai sang gajah.
Splashhh!!
ARRGGGHHH!!!!
Gajah raksasa berteriak kesakitan lalu mulai terhuyung kesamping dan terjatuh.
Bangg!!!
Dua pedang es merah bersarang dimatanya menusuk dengan sangat dalam.
Gajah raksasa lainnya yang melihat sobatnya terluka parah, dengan ganas melambaikan belalainya mengerahkan hembusan angin yang sangat kencang.
Whooosh!!!
"Puh!!".
Dean terhempas dan memuntahkan seteguk darah.
Ia sama sekali tidak bisa berkutik dan lengah untuk sesaat, bagaimanapun ia mulai melemah setelah mengerahkan kekuatan mentalnya untuk menciptakan dua pedang es merah berlian sebelumnya.
"Sial!!".
Dean mengutuk kesal.
Namun detik berikutnya ia tiba-tiba mulai tersenyum meremehkan kearah gajah raksasa.
Ice Blood Parasite !!!
whoosh!!
Secara mengejutkan tubuh gajah raksasa yang dilukai oleh Dean sebelumnya, mulai bangkit berdiri dan menyundul tubuh gajah raksasa yang menyerang Dean.
Bang!!!
Woooooaaa!!
Gajah raksasa yang disundul tidak bisa menjaga keseimbangannya dan terjatuh ketanah.
Bangg!!!
Gempa bumi sesaat melanda hampir seluruh wilayah garis depan.
Setelah melukai mata gajah raksasa sebelumnya, Dean dengan sengaja tidak mencabut pedang es merah berlian. Dan membiarkannya bertengger dimata si gajah raksasa.
Dengan memanipulasi elemen es merah miliknya yang ada didalam pesang es merah Dean dapat mengintegrasikan kekuatan unsur elemennya dengan darah disekitar otak sang gajah.
Berkat itu Dean dapat mengendalikan pergerakan motorik sang gajah raksasa yang dirangsang melalui sistem saraf otak.
Akan tetapi hal itu tidak bisa berlangsung lama, dan hanya bisa bertahan selama 15 detik untuk objek hidup sebesar gajah raksasa.
Setelah tersadar dari pengendalian Dean gajah raksasa menatap tajam kearah Dean dengan satu mata yang tersisa.
Dia siap menerjang Dean yang mulai melemah kapan saja.
Dan yang paling mengejutkan gajah raksasa berlari sekuat tenaga kearah Dean. setiap gerakannya akan menimbulkan gempa bumi yang konstan.
Dean hanya bisa terduduk dengan lemah ditanah karna kelelahan.
"Sialan...stamina dan kekuatan mentalku benar-benar dikuras habis menggunakan kedua teknik sebelumnya!!"
Dean benar-benar merasa sial kali ini. Namun ia juga tidak ingin mati konyol seperti di game, perlahan ia memaksa tubuhnya dan berusaha berdiri dengan tegak.
Tetapi gajah raksasa lebih cepat beberapa langkah dari Dean. dan siap menyerang Dean secara langsung kapan saja.
"AH....siaall!!!".
Dean mengutuk dengan keras kearah gajah raksasa.
Tidak bisa menghindari serangan yang datang Dean hanya bisa membuat postur bertahan untuk mengurangi dampak kerusakan.
"Siaal..aku harus mengerahkan energi unsur dan kekuatan mental terakhirku untuk menghancurkan otaknya!!".
"Akan tetapi setelah aku melakukan ini, kesadaran ku pasti hilang!!".
Ice blood parasite!!
BOOOM!!!
Gajah raksasa tiba-tiba terhenti, dan mulai jatuh terbaring ketanah. Darah mengucur deras keluar dari telinga, belalai dan juga matanya yang tertusuk sebelumnya.
Satu gajah raksasa A class yang bermutasi mati dengan konyol ditangan Dean.
__ADS_1
Bersambung...