
Whooosh!!
Bang!!
Riak portal ruang muncul diudara, mayat beast yang bermutasi tertumpuk didalam gudang. Untuk kedua gajah raksasa A class Guild master menyisihkannya ke gudang khusus lain.
"Selena beritahu pada bagian bendahara guild agar segera mengkalkulasikan seluruh nilai dari mayat beast ini".
"Dimengerti, guild master!".
Balas Selena singkat dan segera bergegas menuju kantor perbendaharaan.
Sementara Guild master kembali ke kantornya. Dean sudah lama duduk didalam kantor guild master menunggu kedatangannya.
Krek!!
Terdengar suara pintu terbuka. Guild master dengan tenang masuk dan menutup pintu kembali.
"Oh..guild master, bagaimana situasinya?".
Tanya Dean penasaran.
"Ah!!".
Guild master sedikit terkejut ketika ia melihat Dean sudah berada didalam kantornya.
"Bikin kaget saja!".
Balas Guild master sembari menarik nafas ringan lalu menghembuskannya.
"Tidak biasanya anda bisa dikejutkan karena hal seperti ini apakah anda kelelahan?".
Tanya Dean yang sedikit bingung.
"ya..kau benar, aku sangat kelelahan hari ini. Sekalipun aku pengguna kekuatan S class tetap saja aku memiliki kelelahan mental!!".
"Menggunakan kekuatan ruang untuk memindahkan semua pasukan hunter bolak-balik dari guild ke garis depan, membunuh gajah raksasa A class dan mengatur segala permasalahan setelah pertempuran. Aku benar-benar ingin pensiun saat ini juga!".
Guild master mengeluarkan keluh kesahnya kepada Dean.
"Ah...jika anda pensiun siapa yang akan memimpin guild hunter?!".
Tanya Dean.
"Ah..tenang saja untuk saat ini itu hanyalah candaan!".
Balas Guid master.
"Untuk saat ini?".
Tanya Dean kembali yang mulai merasa janggal.
"Ya..singkatnya aku tidak akan terus menjadi guild master, dalam waktu dekat mungkin aku bisa saja bebas tugas!".
"Pada ..dasarnya menjadi guild master bukanlah keinginanku, ini lebih seperti ujian bagiku!".
Guild master menjelaskan secara singkat permasalahan mengenai pekerjaannya.
Dean hendak ingin bertanya lagi, tetapi diinterupsi ketukan pintu dari luar.
"Permisi guild master semuanya sudah selesai dikalkulasikan!".
Selena langsung masuk dan memberikan laporannya.
"Oh iya, ngomong-ngomong Irene dimana?".
__ADS_1
Melihat Selena datang, Dean tidak melihat sosok adiknya dan bertanya penasaran.
"Oh..Irene tertidur di ruanganku, bagaimanapun dia masih sangat muda dan tidak bagus untuk membiarkan ia begadang!".
Selena dengan lugas memberikan jawaban.
"Oh..terima kasih Selena, kau begitu perhatian kepada adikku!".
"Hehe..sama-sama!".
Balas Selena dengan tawa kecil.
"Baiklah kita sudahi dulu percakapan kalian, yang lebih penting ayo pergi ke ruangan konferensi. Aku akan mengumumkan pembagian hasil keuntungan dari pertempuran kali ini!".
Guild master mulai berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar dari kantor, tidak mau ketinggalan Dean dan Selena segera mengikuti dibelakang.
Beberapa saat kemudian mereka sampai diruangan konferensi, Dan setiap perwakilan tim hunter juga sudah tiba lebih awal.
Melihat kedatangan guild master dan rombongannya, para hunter segera berhenti berdiskusi lalu bangkit berdiri secara serempak menyambut hangat guild master.
masuk ke dalam ruangan konferensi, Dean menghentikan langkahnya ketika memperhatikan bahwa wakil guild master yang ia lawan sebelumnya telah lebih dulu mengambil posisi di kursi depan.
Whoosh!!
Seketika suhu ruangan menjadi sangat rendah seperti dikutub utara. Dean saat ini memelototi wakil guild master dengan sangat ganas.
"Ah...kenapa dingin sekali disini?".
"Mungkin pendingin udaranya rusak!".
Setiap orang diruangan kebingungan akibat perubahan suhu yang drastis.
"Tenanglah Dean!".
Guild master menghampiri Dean dan memberikan tepukan dibahunya.
Dean tersentak lalu tersadar dari emosinya yang tidak terkontrol.
Whoosh!.
Semua hawa dingin ditarik perlahan suhu ruangan pun kembali normal. Dean menekan aura dinginnya sembari menstabilkan emosinya.
"Hah..guild master aku akan pergi melihat Irene saja!".
Walaupun Dean mencoba menstabilkan emosinya, dia tetap tidak bisa melepaskan tatapan sengitnya dari wakil guild master.
Sementara itu wakil guild master terlihat tidak senang ketika melihat Dean memperlakukannya sedemikian rupa.
Tanpa menunggu balasan dari guild master Dean sudah berjalan keluar.
"Kakak!!".
Secara kebetulan Irene muncul di dekat Dean. Terlihat ia sedang menikmati minuman kotak ditangannya.
"Irene!!".
Dean sedikit terkejut lalu segera berlari menghampiri adik perempuannya. Melihat Irene masih menyeruput minuman kotaknya dengan lembut, Dean merasa gemas karna keimutannya dan segera mengelus kepalanya dengan intim.
"Hehehe!".
Irene menyipitkan matanya terlihat sangat menikmati elusan kakaknya. Tanpa Dean sadari emosi tidak nyaman sebelumnya sudah menghilang dalam sekejap.
"Kakak apakah kamu baik-baik saja?!".
"Tidak ada yang terluka kan?".
__ADS_1
"Oh syukurlah!".
Irene yang menyadari sesuatu, segera bertindak posesif dan mengecek seluruh sudut tubuh Dean.
"..."
Dean hanya bisa diam tidak berdaya melihat tingkah adiknya.
◇◇
Sementara itu di dalam ruang konferensi.
"Lihatlah bocah tadi, dia benar-benar tidak menghormati diriku yang notabenya wakil guild master di guild hunter ini".
"Bahkan, ia sangat berani tidak menghormati guild master dan pergi begitu saja!!".
Wakil guild master mulai mengeluhkan sikap Dean kepada semua orang yang ada di dalam ruangan. Bahkan ia menggunakan Guild master sebagai bahan penguat argumennya.
Para hunter yang tidak tahu asal-usul Dean pun mulai meragukan identitasnya, mereka selalu bertanya-tanya mengapa bocah seperti dia bahkan berani mengancam langsung ke wakil guild master dan dengan santainya mengabaikan guild master.
"Hah!!".
Zenith sang guild master yang menyaksikan wakil guild master terus mengeluh hanya bisa menghela nafas tidak berdaya saat ini. Wakil guild master sangat berperan besar untuk membantu meringankan pekerjaan seorang guild master, oleh karena itu Zenith sedikit enggan menegurnya.
Guild master juga paham akan kebencian Dean bagaimanapun wakil guild master lah yang bersalah pada kejadian itu. Bahkan ia sedikit senang bahwa ada yang berani melawan kearoganannya.
Tidak mau memperkeruh suasana, guild master segera memotong pembicaraan dan memulai rapat pembagian hasil keuntungan perang.
"Baiklah untuk saat ini mari kita fokus membahas agenda rapat kita terlebih dahulu!!".
"Langsung saja, hasil perang kali ini sangatlah memuaskan. Kita dapat berbangga diri akan hal tersebut!"
plop....plop...plop!!!
Para hunter bertepuk tangan mengekspresikan kegembiraan mereka.
"Selain itu, tidak ada korban jiwa dipihak kita, hal ini merupakan rekor muri baru dalam setiap perang hunter yang ada sebelumnya!".
"Kita berhasil membunuh tiga beast A class dan melindungi ibukota. Pemerintah sangat mengapresiasi hal tersebut."
"Dan untuk pahlawan kita Smith akan mendapatkan hadiah khusus dari guild atas dedikasinya melawan beast A class serta melindungi semua hunter!!".
Plop.....plop....plop
para hunter kembali bertepuk tangan lalu menatap dengan penuh penghargaan kepada Smith yang dilapisi perban bagaikan mumi.
"Te..teri..ma..ka..sih!!".
Karna luka yang ia derita Smith tidak bisa dengan lancar memberikan ucapan terimakasihnya.
"Kerja bagus Smith!!".
Guild master memberikan pujiannya dengan tulus.
"Selain itu, ada sesuatu hal yang ingin kusampaikan pada kalian!!".
"Salah satu gajah raksasa A class ditaklukkan oleh pemuda bernama Dean, oleh karena itu saya harap kalian tidak keberatan guild memberikan penghargaan yang pantas kepadanya!!".
"Dean?".
"Siapa itu!?".
"Aku tidak pernah dengar!?".
Para hunter mulai bertanya - tanya penuh kebingungan, sedangkan wakil guild master sudah mulai gugup berkeringat dikursinya.
__ADS_1
bersambung