Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 29 : Close combat fight


__ADS_3

Whoosh!.


Setelah kedua serangan bentrok. Baik Dean dan prajurit pemilik kekuatan mutator singa, saling mundur akibat tekanan bentrokan.


"Sialan, ternyata kau cukup kuat juga ha?." Kata prajurit bertubuh singa tersebut sedikit terkejut.


Dean hanya diam tidak menanggapi, maupun memberikan jawaban. Saat ini ia menyadari bahwa pengalaman bertarungnya sangatlah kurang.


Dibandingkan dengan prajurit terlatih didepannya, Dean menyadari ia masih kalah jauh beberapa poin dari segi kemampuan bertarung. Bahkan fisiknya cukup lemah jika dibandingkan. Berkat teknik pengerasan es merah miliknya Dean masih mampu bertarung dengan seimbang.


Kemampuan bertarung prajurit ini sangat tinggi. Jika aku lengah sedikit saja, maka aku akan cepat dikalahkan.


Tapi ini kesempatan besar bagiku. Setidaknya aku bisa menguji sejauh mana kemampuan bertarung jarak dekat milikku!.


Berpikir keras dibenaknya, Dean mulai termotivasi untuk menguji kemampuan bertarungnya.


Mengencangkan pijakan kakinya, memusatkan pandangan ke mata lawan, lalu membentuk postur kuda-kuda bertarung standar. Dean mulai melakukan pose menantang dengan mengulurkan jari tengahnya ke depan.


"Ayo kucing bau datanglah kepada papa!!." Teriak Dean memprovokasi lawan.


Ketika prajurit pemilik kekuatan singa mendengar hinaan Dean, ia mulai berubah marah dan memancarkan aura niat membunuh yang intens.


"Sial, anak itu menyebut Death Lion kucing bau!." Prajurit lain yang menyaksikkan menjadi panik seketika.


Kelihatannya prajurit yang bertarung melawan Dean memiliki kode nama militer 'Death lion'.


"BERANINYA KAU!!!." Death lion berteriak keras penuh amarah. Ia menatap Dean dengan niat membunuh yang sengit.


Whoosh!


Death lion berlari cepat menuju Dean, beberapa meter sebelum mendekat ia melompat tinggi ke udara.


sommersault kick!!


Death lion mengeluarkan salah satu jurus andalannya. Ia melakukan putaran salto searah jarum jam secara terus-menerus diudara, beberapa mili detik kemudian momentum serangan seperti gasing melesat kearah Dean.


Merasakan krisis berbahaya. Dean segera menanggapi serangan sengit lawan, ia dengan panik mengerahkan teknik infinite jet thruster. Mengompresi udara dingin secepat mungkin, dan mundur menghindari serangan.


Serangan sengit Death lion gagal mengenai Dean, karena tidak bisa mengontrol tujuan serangan iapun menyerang badan jalan kota dengan sengit.


BOOOM!!.


Abu tebal mulai menutupi semua pandangan, lalu tanah bergetar keras untuk sesaat. Suara keras ledakan menggema disekitar area serangan.


Melihat lawan telah mendaratkan serangannya, Dean tidak mau diam dan segera bergerak cepat ke arah lawan.


Infinite jet thruster!!


Whoosh!!


Melesat cepat Dean melakukan tendangan memutar depan, mengarah tepat ke rahang lawan. Namun lawan dengan sigap menangkis menggunakan tangannya.


Death Lion mundur beberapa langkah akibat dampak serangan. Walaupun otot singa menguatkan fisiknya, tetap saja lengannya mulai mati rasa saat menangkis serangan lawan.

__ADS_1


Tidak mau berhenti karena serangannya berhasil ditangkis, Dean menstabilkan posturnya pada detik krusial. Lalu memulai tendangan belakang cepat menargetkan dada lawan.


Bang!!


"Pooh!."


Death Lion tidak siap menerima serangan. Ia terkena tendangan keras tepat didadanya lalu tersedak memuntahkan sedikit isi perutnya.


Namun berkat pengalaman tempurnya yang kaya, ia dapat menstabilkan tubuhnya lalu menghindar dari serangan lain yang dilancarkan Dean.


Untuk beberapa saat mereka saling jual beli pukulan. Death lion melakukan jab kiri dengan kombinasi hook. Dean dengan sigap menangkis jab kiri lawan, tetapi lengah untuk pukulan hook lawan yang mengenai pipi kirinya.


pah!!


Terkena pukulan yang cukup keras, Dean sedikit terhuyung mundur menciptakan sedikit celah.


"Hehe..kau lengah!." Death lion menyeringai penuh kemenangan. Tidak ingin kehilangan peluang, iapun kembali melancarkan jurus tendangan salto miliknya.


Sommersault kick!.


Berputar kencang diudara bagaikan gasing. Death lion segera melancarkan serangannya dengan sangat cepat kearah Dean. Berbeda pada waktu sebelumnya ia sama sekali tidak menahan diri kali ini.


"Siaall, Death lion tidak menahan diri sama sekali!!."


"Hei..hei, apakah ia berniat membunuh bocah itu!?."


"Jangan bercanda, jika bocah itu mati kita bisa dihukum oleh panglima!!!."


"Sialan, cepat sekali!!!." Akibat serangan kekuatan penuh lawan, Dean tidak bisa berkutik dan hanya terdiam ditempat. "Sial, tidak ada pilihan lain saat ini!!."


Ice blood domain!.


ice wall.


Shoosh...crack...crack


Domain es merah tercipta disekitar Dean, lalu dinding es merah tebal terbentuk sebagai perisai pelindung.


Boom!!


Serangan keras lawan menghancurkan dinding es merah. Namun berkat serangan lawan terhalang untuk sesaat, Dean dapat keluar dari situasi yang kritis memanfaatkan timing yang tepat.


"Ah, tidak ada cara lain. Jika aku tidak menciptakan dinding es merah tadi, mustahil aku selamat dari serangan tadi!!." Gumam Dean kesal.


"Orang ini, benar-benar berniat membunuhku!." Dean berkata dengan suara rendah. "Maka aku tidak perlu terlalu menahan diri!!." Sambungnya sambil mempersiapkan serangan balasan.


Ice hardening armament!!.


Dual diamond ice saber!!.


Whoosh....crack...crack!.


Stream!.

__ADS_1


Dua pedang es merah sekeras berlian muncul dkedua tangan Dean.


Tidak mau terlalu lama menunggu. Dean segera melesat kencang menuju lawan. Sedangkan Death lion sedikit ceroboh akibat termakan emosi sendiri sebelumnya. Kakinya terjebak di tanah saat ini, akibat tidak efisien mengendalikan kekuatannya.


Mendekati lawan, Dean tidak segan menyerang lalu menebas kebagian kepala.


Tingg!!


slash!


Suara tangkisan benda keras bergema. Namun saat berikutnya suara tebasan renyah terdengar.


Death lion menangkis serangan Dean, menggunakan cakar singanya. Namun dihadapkan objek sekeras berlian, cakarnya dapat dengan mudah dipotong rapi oleh pedang es merah Dean. Detik selanjutnya tebasan pedang merah es telak mengiris dadanya.


"AHHH!!." Teriak Death lion kesakitan. Luka lebar rapi bekas tebasan pedang muncul didadanya.


Ice Blood Parasite!!.


"Hehehe!!." Sambil menyeringai kejam, Dean mulai tertawa pelan.


"Sialan, anak itu ternyata kuat!!."


"Bahkan masih memiliki trik seperti itu. Kita benar-benar dipermainkan olehnya!!."


"Maka dari itu ayo kita lumpuhkan dia bersama!."


Prajurit maddog lainnya segera bergegas kearah Dean. Mereka berniat melakukan serangan. Namun hal yang tak terduga terjadi pada waktu berikutnya.


Bang...bang!!


Tiba-tiba Death Lion menghalangi mereka lalu melancarkan tendangan keras kesetiap prajurit.


"""Urghh!!!."""


Setiap prajurit terhempas lalu memuntahkan seteguk darah.


Tidak sampai disitu saja, Death Lion mulai mempersiapkan serangan sommersault seperti sebelumnya. Dengan memanfaatkan tempo gerakan yang cepat ia melesat kearah prajurit yang terhempas.


Bangggg!!!


"AHHHH!."


"Sialan apa yang kau lakukan Death lion!?." Kapten maddog berteriak keras. Ia benar-benar tidak menyangka Death lion berkhianat.


"Hehehe...inilah yang dinamakan anjing mengigit anjing!!." Kata Dean sambil menyeringai. "Selanjutnya anjing menggigit tuannya." sambung Dean berkata disertai seringai kejam.


Setelah menyeledaikan serangannya, Death lion memutar tubuhnya lalu melesat kencang seketika kearah kapten maddog.


Whoosh.


Hendak ingin melancarkan serangannya Death lion tiba-tiba terhenti dan tertahan oleh sesuatu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2