Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 25 : Pahlawan Kesiangan


__ADS_3

Whoosh!!


Portal ruang muncul diatas dinding pembatas, Guild master keluar dari portal bersama Dean di genggamannya.


Guild master menaruh Dean diatas kursi panjang, ia masih tertidur dan mendengkur nyaman tanpa beban.


grrr!!


grrr!!


"Hah..anak ini benar-benar sesuatu!".


Guild master menghela nafas tidak berdaya, melihat kembali Dean yang begitu santai ketika tertidur.


"Lapor guild master, setiap hunter yang masih bisa berdiri telah berkumpul disekitar dinding pembatas!!".


Marlin Hunter peringkat A bergegas menuju guild master dan memberikan laporannya.


"Kerja bagus, aku akan segera kesana!".


Balas guild master.


"Dimengerti, guild master!".


Marlin berbalik dan kembali ke barisan para hunter.


Setelah memastikan Dean sebentar, guild master segera bergegas pergi menuju barisan para hunter.


""Oh..guild master!!""


"Kita sangat beruntung, jika tidak ada guild master dan pemuda tadi. Kita mungkin sudah berada di alam bawah untuk melaporkan kematian!!".


"Hah...aku memiliki anak dan istri yang perlu kunafkahi, jika aku mati dipertempuran tadi tidak ada yang akan menghidupi mereka!!".


"Oh..tenang saja aku akan menjaganya untukmu!!".


"""Hahaha""".


Para hunter serentak tertawa dan sedikit bercanda untuk meredakan ketegangan.


"Perhatian semuanya!!".


Setelah guild master berbicara dengan serius, semua hunter seketika menjadi tertib dan mulai memperhatikan kearah guild master dengan serius.


"Pertama, kita harus berbangga diri karena dapat mempertahankan keamanan kota dengan segenap kemampuan yang kita miliki!!".


"Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena banyak dari rekan kita mengalami cedera yang cukup parah!!".


"Dan untuk pembagian hasil material dan hal lainnya akan kita bahas lebih lanjut di guild hunter!!".


"Sekian untuk saat ini!!".


"Bersiap-siaplah, kita akan pulang kerumah!!".


"""Yeaaaah!!!!"""


Semua hunter bersorak bahagia, menandai berakhirnya penderitaan pada pertempuran sebelumnya.


Para hunter mulai bubar dan mempersiapkan diri untuk kembali ke ibukota. Namun tidak lama kemudian puluhan pesawat osprey militer memenuhi langit di garis depan.


"Woi..bukankah itu pesawat osprey militer?!".


Salah satu hunter melihat kearah langit dan mulai bertanya kepada rekan disebelahnya.


"oh..kau benar itu lambang pasukan militer dari markas utama ibukota!".


"Hah...aku sangat benci dengan sikap pihak petinggi militer, yang terlalu lambat menanggapi sesuatu hal yang begitu darurat".

__ADS_1


"Kita hanya bisa pasrah tentang itu lagipula mereka itu pasukan militer milik kekaisaran. Tidak peduli apa yang mereka lakukan tidak ada gunanya bagi kita mengeluh!".


"Ya kau benar, aku hanya sedikit kesal karena banyak dari rekan kita mengalami cedera yang cukup parah. Sedangkan mereka memakai pakaian yang begitu bersih untuk kembali ke ibukota!!".


"kau benar, terus terang aku juga tidak suka dengan tentara dari markas utama ibukota yang langsung dibawah perintah kekaisaran. Daripada mereka pasukan militer dari Clan jendral S class lebih dapat diandalkan".


Sepasang rekan hunter saling berbicara mengemukakan pendapat mereka tentang pasukan militer yang terlambat datang.


◇◇


Diatas dinding pembatas.


Guild master duduk disamping Dean yang masih pulas tertidur. Menyadari ada sesuatu yang datang dan mulai memperhatikan dengan seksama ke arah langit.


"Hah...Pahlawan kesiangan!!".


kata Guild master menghina dan menatap tajam kearah osprey militer.


"Guild master sepertinya komandan militer dari markas utama ibukota ingin berbicara langsung dengan anda!!".


Jill datang bergegas kearah guild master menyampaikan berita dari pihak militer.


"Dasar merepotkan, sampaikan kepadannya bahwa kita tidak memiliki waktu untuk berbicara dengannya. Untuk saat ini prioritas kita membawa semua hunter yang terluka, segera kembali ke ibukota!".


Guild master dengan tegas menolak dan memberikan pesan balasannya.


"Baiklah, saya akan segera menyampaikannya!".


◇◇


Di area pendaratan osprey militer pada garis depan.


"Komandan, Guild hunter menolak untuk memberikan laporan. Mereka memiliki urgensi tertentu dan harus segera kembali ke ibukota!".


Salah satu ajudan prajurit militer menyampaikan pesan guild master melalui perantara jill yang ditransmisikan lewat media interkom.


Komandan militer berteriak kesal.


Bang!!


"Wanita sialan itu, bisa-bisanya dia mementingkan situasinya disaat seperti ini!!".


Komandan militer mengumpat kesal dan menendang tanah di bawah kakinya dengan sangat keras.


Akibatnya muncul retakan tanah yang cukup lebar.


"Selain itu, saya juga memperhatikan seluruh medan garis depan tidak menyisakan mayat beast bermutasi sama sekali!!".


Ajudan prajurit kembali melaporkan.


"Sepertinya wanita itu menggunakan kekuatannya untuk menyimpan semua mayat beast yang bermutasi".


Komandan militer mulai berpikir dengan keras.


"Dan yang paling penting adalah, keberadaan kedua gajah raksasa A class tidak dapat dikonfirmasi!!".


Sambung ajudan prajurit.


"Ah..benar drone yang kita miliki juga dirusak oleh serangan gajah raksasa A class, jika tidak salah ada seorang pemuda yang melawan kedua gajah raksasa disaat bersamaan!!".


"Ah..sialan karena tidak ada laporan konkret kita tidak bisa mengetahui situasi yang telah terjadi".


◇◇


Sementara itu para hunter telah bersiap kembali ke ibukota.


"Baiklah semuanya, mari kita kembali!!".

__ADS_1


Guild master membuka portal ruang yang lebar dan memobilisasi setiap hunter untuk masuk.


Whooosh!!!


Shingg!!


Seketika seluruh hunter menghilang keudara.


"Ah..sekarang aku harus menggendong anak itu untuk kembali ke guild!".


Guild master berjalan menuju Dean yang tertidur hendak merangkulnya namun terhenti karena Dean tiba-tiba terbangun.


"Ah...guild master..jangan saya masih polos!!".


Dean terkejut ketika terbangun Guild master akan memeluknya. Dengan malu-malu ia menutup tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya dibagian depan.


Seolah-olah ia terlihat seperti korban pelecehan.


"Sialan..kau pikir aku ini wanita macam apa!?".


Guild master sedikit malu dan berteriak marah kepada Dean.


"oh..anda adalah wanita yang telah berpengalaman, sedangkan saya hanyalah seorang anak laki-laki dengan kepribadian yang polos!!".


Dengan wajah tak tahu malu Dean memberikan balasannya.


"Polos kepalamu, kau dengan penuh nafsu melirik ****** ***** ku ketika kita sedang berbicara di kantor guild!!".


Guild master tidak mau kalah berdebat dan memberikan argumennya.


"Ah...itu..itu tidak disengaja, kebetulan saja aku sedang melirik warna lantai saat itu!!".


Dean dengan gugup membuat alasan yang konyol.


"Hah...sudahlah, jika kau sudah terbangun maka aku tidak perlu repot!".


Tanpa memperpanjang pembicaraan Guild master mulai menciptakan portal ruang disekitar Dean dan dirinya.


Whoosh!!


Shingg!!


Seketika Guild master dan Dean menghilang keudara.


Detik berikutnya Dean dan guild master muncul di entrance guild hunter.


"Guild master apakah anda baik-baik saja?".


Selena yang melihat guild master telah kembali bertanya dengan khawatir mengenai kondisinya.


"Ah...aku baik-baik saja!".


Balas guild master.


"Oh..syukurlah!".


Selena menghela nafas lega.


"Ngomong-ngomong selena apakah setiap hunter yang mengalami cedera telah di rawat dengan tepat?".


Guild master bertanya dengan serius kepada selena.


"Tenang saja guild master, selirih hunter yang mengalami cedera telah diberikan perawatan sesuai kondisi mereka!".


Dengan professional Selena memberikan balasannya.


"hah..kerja bagus selena, kalau begitu ikut aku kegudang guild terlebih dahulu. Kita akan melakukan pemilahan bahan-bahan penting dari mayat beast yang telah ditaklukkan para hunter ".

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2