Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 8 : Akhir Pertarungan Dengan Pangeran Lucas


__ADS_3

"Claudia hentikan dia!!".


Kaisar memerintahkan putri claudia ketika melihat Dean bergegas ke arah pangeran lucas yang terkapar kesakitan.


"Baik ayah".


Balas putri Claudia yang segera bergegas menghentikan Dean.


skyfire lance!!


Menggunakan api birunya Putri Claudia menciptakan beberapa tombak api biru, sambil mengulurkan tangannya ke depan ia mulai membidik kearah tempat pangeran Lucas terkapar.


Whoosh...


beberapa tombak api biru melesat memagari tempat pangeran Lucas dan menghalangi jalan Dean.


Bluefire wall!!


Tidak lama kemudian tombak api biru yang memagari pangeran Lucas mulai berkobar dan melebar, membentuk dinding api yang besar berfungsi sebagai penghalang.


Dean yang sedang berlari, tiba-tiba terhenti ketika penghalang api biru mulai melindungi tubuh pangeran Lucas yang terkapar dilantai.


"Hoh...api biru yang sangat indah".


"Tapi sayang hanya menghalangi jalanku".


Dean sedikit memuji dan menoleh kearah putri Claudia. Perlahan Dean mulai memperlihatkan senyum yang kejam.


"Apakah anda yakin menghalangi jalan saya?".


Putri Claudia mulai sedikit ragu dan ketakutan di hatinya mulai tumbuh. Ia sebenarnya tidak pernah berpikir bahwa Dean anak berusia 16 tahun yang masih polos dan naif yang bisa dipengaruhi dengan mudah agar patuh dibawah cakar kaisar.


Tetapi kaisar dan para pangeran berpikiran sebaliknya, dan hanya mementingkan keuntungan mereka sendiri.


"Tuan Dean saya harap anda dapat menghentikan perselisihan ini, saya akan dengan tulus akan mengkompensasi anda".


Putri Claudia sedikit gugup ketika menatap Dean, namun dia tetap berusaha mengatakan permohonannya.


"Hah..maafkan saya putri tetapi masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan cara biasa".


"Sekalipun kalian keluarga kekaisaran seharusnya anda paham dengan baik, bahwa di zaman apokaliptik ini hanya kekuatanlah yang menentukan segalanya".


"Dan jika aku yang terkapar disana mungkin akan menjadi cerita yang berbeda bukan?".


Dean dengan tegas dan lugas memberikan jawaban dan pernyataanya.


Setelah mendengar hal tersebut ekspresi wajah putri Claudia menjadi sangat jelek.


Ia sangat menyesal tidak menghentikan rencana ayahnya sang kaisar.


Namun ketika Dean dan putri Claudia sibuk berbicara, tiba-tiba Pangeran Lucas yang terluka perlahan bangkit dan segera berubah menjadi bentuk hybrid humanoid manusia Tyranosaurus.


Berbeda dengan mode sebelumnya dimana ia berubah menjadi binatang buas Tyranosaurus sepenuhnya, saat ini ia mengintegrasikan keunggulan Mode Tyranosaurusnya ke bentuk humanoid yang biasanya disebut mode Hybrid.


"hah....hah...hah..bocah brengsek aku akan membunuhmu sekarang juga".


Pangeran Lucas terengah-engah kesakitan dan mengutuk keras kearah Dean.


Whoosh...


Tiba-tiba pangeran Lucas bergerak sangat cepat menembus dinding api biru dan menyerang Dean.


Bang....

__ADS_1


Pangeran Lucas muncul dengan cepat di depan Dean dan memukul dadanya.


"pffft..ahhh".


Dean memuntahkan seteguk darah dan berteriak kesakitan. ia terlempar ke belakang cukup jauh.


"Kakak sudah hentikan!!!!".


Putri Claudia berteriak panik untuk menghentikan pangeran Lucas yang menyerang Dean dengan niat membunuh.


"Cukup...sudah..jangan memperpanjang perselisihan ini lebih lanjut".


Putri claudia berkata dengan panik dan membuat dinding api biru untuk menghalangi jalan pangeran Lucas.


"Perselisihan?".


"Jangan khawatir karna hari ini, disini juga aku akan membunuhnya!!!".


"Jadi jangan halangi aku Claudia".


Pangeran Lucas berkata dengan arogan dan bergegas melewati api biru menuju Dean dengan niat membunuh.


Mode hybrid Tyranosaurus Pangeran Lucas meningkatkan semua atribut kekuatannya secara drastis, dengan memanfaatkan kecepatan langkahnya ia dapat mengabaikan dampak panas dari api biru dengan rentang waktu sepersekian detik.


Putri Claudia yang melihat bahwa kakaknya bergegas dengan cepat menuju Dean, hanya bisa terdiam tidak berdaya, karena ia tidak dapat menghentikan pangeran Lucas yang marah.


T-rex devil Claw!!


Cakar tajam panjang muncul di kedua tangan pangeran Lucas.


"Bersiap-siaplah bocah sialan cakar ini akan mengakhiri hidupmu".


Pangeran Lucas menatap kearah Dean dengan tajam dan bergumam kesal dengan niat membunuh yang intens.


"Ini sangat menyakitkan".


Belum selesai mengeluh kesakitan tiba-tiba Dean melihat Pangeran Lucas bergegas menuju dirinya, yang dilengkapi cakar yang sangat tajam di tangannya.


"ah...persetan!!!". Dean mengutuk kesal.


Ice blood domain!!


whoosh..


Dalam sekejap wilayah es merah tercipta disekitar Dean dan mulai menciptakan dinding es merah dan hawa dingin yang coba membekukan pangeran lucas.


Namun hal tersebut dapat diatasi pangeran lucas, dan berhasil lolos dari pembekuan es milik Dean.


Ice bullet 50 cal!!


Tidak mau diam, Dean membentuk jarinya seperti pistol dan mengarahkannya ke arah Pangeran Lucas, dan melepaskan tembakan peluru es merah secara bertubi-tubi.


bang..bang..bang!!!


Tembakan peluru es merah terus menerus menghantam pangeran Lucas.


beberapa tembakan dapat pangeran Lucas tangani dengan mudah.


Namun lama-kelamaan ia mulai merasakan krisis dan keletihan karena peluru es merah Dean tidak pernah berhenti menyerangnya.


Bagaimanapun peluru es merah yang ditembakkan Dean merupakan kaliber 50 magnum dengan daya hancur yang tinggi.


Bang.....Bang.....bang!!

__ADS_1


Bukannya melambat dan berkurang, peluru es merah yang ditembakkan Dean semakin cepat dan bertambah banyak frekuensi tembakannya.


Bang...Poof!!!


Salah satu peluru es Dean mengenai dada pangeran Lucas dan ia secara spontan memuntahkan seteguk darah.


Pertahanan kulit keras pangeran Lucas mulai mengalami keletihan dan melemah akibat serangan yang bertubi-tubi, terutama di bagian dada yang merupakan target yang paling banyak ditembaki oleh peluru es merah.


"ah...sialan!!!"


Pangeran Lucas jatuh dan memegang dadanya sambil mengutuk kesakitan.


Dean pun berhenti menembakkan peluru es nya dan ia pun mulai menyeringai dengan kejam.


"Benar kenapa aku melupakan hal yang paling penting!!".


"Aku merupakan peringkat S tertinggi dengan bakat elemen es, yang memiliki kelebihan absolut yaitu kapasitas kekuatan elemenku tidak terbatas".


"Daripada melawannya dengan kualitas aku dapat memperbesar efek kerusakan dengan kuantitas serangan ku"


"Walaupun dengan pedang es berlian aku lebih unggul dibidang kualitas, tetap saja skill itu terlalu menguras kekuatan mentalku untuk membentuknya".


Dean berkata kepada dirinya sendiri dan melirik dua pedang es yang tergeletak disampingnya.


ia tidak sempat menggunakan pedang es berlian yang dia bentuk sebelumnya untuk membuat serangan, hal tersebut karena pangeran Lucas melancarkan serangan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Yang sebabkan Dean canggung mempersiapkan serangan dengan pedang es berliannya.


Dean mengambil kedua pedang es berliannya dan berjalan dengan santai menuju ke arah pangeran Lucas yang mulai melemah dan bertekuk lutut.


shingg...splash...


Dean secara tiba-tiba dan tanpa peringatan menebas lengan kiri pangeran Lucas.


Darah mulai mengucur dengan deras dari luka tebasan lengan pangeran Lucas.


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!".


"Ta....ta...ta..ta..tanganku!!!".


"Tidak Lucas!!!!".


"kakaknda!!".


"kakak!".


Kaisar, Pangeran Dean serta putri Claudia kaget akan perubahan situasi yang terjadi dan mulai berteriak khawatirkan kondisi pangeran Lucas.


Currr!!


Darah pangeran Lucas terus mengalir.


Setelah memperhatikan dengan serius darah yang mengalir dari luka tebasan pangeran lucas.


Tiba-tiba Dean memunculkan suatu ide yang gila namun patut dicoba.


Sambil menyeringai kejam Dean mulai mengarahkan tangannya ke arah luka tebasan pangeran Lucas.


"Ja...jangan mendekat pergi sana hiii!!!"


"a..apa yang akan kau lakukan padaku?".


Pangeran Lucas sangat ketakutan dan mulai merasakan teror yang sangat mengerikan dari senyum kejam Dean.

__ADS_1


"Tenang..pangeran tenang aku akan menghentikan pendarahanmu hehehe!!"


__ADS_2