Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 24 :Guild Master Ultimate Space Collapse Able


__ADS_3

Dean berhasil membunuh salah satu gajah raksasa A class. Akan tetapi semua kekuatan mentalnya terkuras habis dan berakibat ia tidak sadarkan diri.


Cara kerja kemampuan ice blood parasite untuk membunuh salah satu gajah raksasa ialah dengan memicu tekanan tinggi di saluran pembuluh darah disekitar otak gajah. Namun karena gajah memiliki tubuh yang besar maka kekuatan yang dikerahkan Dean juga sangat besar.


Memanfaatkan unsur elemen es merahnya yang tercampur menjadi parasit didalam darah disekitar kepala gajah. Dean memanipulasi peredaran darah otak gajah raksasa dan melakukan penyempitan pembuluh darah hingga sebabkan otak gajah raksasa meledak.


◇◇


"Dia bertarung dengan dua gajah raksasa A class sekaligus, benar-benar pria yang pemberani".


"Lihat salah satu gajah raksasa itu terbaring ditanah dan tidak bergerak sedikit pun".


"Apakah..satu gajah raksasa A class telah terbunuh?!!".


"Tapi..siapa orang itu?. Aku tidak mengenalinya sama sekali!".


"Ah..siapapun dia itu tidak terlalu penting untuk saat ini...kita harus menolongnya sesegera mungkin!".


"Kau benar sepertinya dia tidak sadarkan diri karena kelelahan!".


Dari awal sampai akhir pertarungan. Setiap hunter yang menyaksikan kehebatan Dean hanya bisa terpana dan terdiam ditempat. Baru kali ini mereka menyaksikkan orang yang bisa melawan dua gajah raksasa A class sekaligus, dan hal paling mengejutkan salah satu gajah raksasa mati ditempat secara tiba-tiba.


Para Hunter berniat maju kedepan berinisiatif menolong Dean yang tidak sadarkan diri akibat kelelahan. Akan tetapi mereka tidak berani mengambil resiko yang terlalu besar, karena satu gajah raksasa A class yang tersisa masih ada dan mulai memperlihatkan tanda-tanda ketidaknormalan.


"Sial...jika kita pergi ke wilayah gajah raksasa itu, sama saja seperti menaruh daging ke talenan!".


"Tenang saja tidak perlu khawatir tentang orang itu. Lihatlah itu!".


Salah satu hunter mencoba memenangkan hunter disebelahnya dan ingin menunjukkan sesuatu padanya.


"Apa...Apaan itu!!!".


◇◇


Disisi lain


Guild master hampir selesai menyempurnakan serangan pamungkasnya. Butuh 4 menit dalam penyelesaiannya.


"Akhirnya selesai!!".


"Maaf...telah merepotkanmu Dean!".


Ultimate Space Collapse Able!!


Shoosh!!!


Whoom!!


Tiba-tiba ruang kotak transparan berukuran besar yang memiliki tiga lapisan didalamnya muncul disekitar satu gajah raksasa yang tersisa. Ruang berbentuk kotak tersebut bersinar dengan terang dan mengurung gajah raksasa didalamnya.


Bang!!!


Push!!


Gajah raksasa mencoba keluar dari ruang kotak dengan menyerang dinding transparan. Namun hasilnya ia justru terdorong oleh energi ruang dan terpental mundur.


"Baiklah agar Dean tidak menunggu terlalu lama, aku akan menghabisimu sekarang juga!!!".


Guild master berteriak kepada gajah raksasa dan memulai tahap akhir dari serangannya.


Collapse!!!


Ruang kotak transparan menyusut perlahan dimulai dari kotak lapisan terdalam mengikuti lapisan selanjutnya secara berurutan.


Akibat penyusutan tersebut tekanan gravitasi didalam ruang kotak meningkat secara drastis.


10 newton


20 newton

__ADS_1


......


100 newton


Splash!!!


Crack!!!


Crack!!


Darah mulai terciprat didalam ruang kotak yang menyusut, diikuti dengan suara remukan tulang yang sangat keras.


Splash!!


Gajah raksasa ditekan oleh ruang kotak yang menyusut sampai gepeng dengan mengenaskan.


Wooooo....


Gajah raksasa berteriak kesakitan sesaat sebelum kematiannya.


Gajah raksasa beast A class lainnya berhasil ditaklukkan.


"Yeaaaahhhh!!!".


"""Hidup..guild master!!!"""


"""Hidup..guild master!!!"""


"""Hidup..guild master!!!"""


Semua hunter bersorak dengan keras memuji guild master.


Zenith sang guild master tidak terlalu memperdulikan sorakan dari para hunter. Ia segera bergegas cepat ke lokasi Dean.


"Dean..apakah kau baik-baik saja!!".


"Apakah dia tidak sadarkan diri?".


Grrr!!!


grrr!!!


Ternyata Dean tertidur dengan pulas sambil mengeluarkan suara dengkuran kecil.


"Sial!!".


"Bisa-bisanya orang ini tertidur dengan lelap ditengah medan pertempuran!".


Guild master mengutuk sedikit kesal.


"Guild master apakah kamu baik-baik saja?!".


Tiba-tiba terdengar suara renyah seorang wanita memanggil.


"Oh...Cornelia aku baik-baik saja!!".


Balas Guild master sembari melambaikan tangannya.


"Oh...syukurlah".


Cornelia menghela nafas dengan ringan dan menekankan tangannya pada dada besar nan lembut miliknya.


"Oh iya guild master..aku melihat seorang pemuda mengalahkan salah satu gajah raksasa A class tadi!. Dimana dia sekarang?".


Cornelia teringat sesuatu dan bertanya dengan penasaran.


Guild master hanya terdiam dan mengarahkan jarinya ke bawah.


Grrrr!!..Grrr!!!

__ADS_1


Seketika Cornelia terkejut dan terdiam ditempat


"Apa!!!".


"Dia tertidur??".


Cornelia berteriak halus, ketika melihat Dean yang tertidur pulas ditanah.


"Ah..aku pikir dia mengalami cedera yang parah sehingga tidak sadarkan diri. Ternyata dia hanya tertidur akibat kelelahan!".


Balas guild master dan tersenyum pahit kearah Cornelia.


"Umm...tapi untuk memastikan kondisinya aku akan memeriksanya terlebih dahulu."


Cornelia mulai berlutut meraih lengan kiri Dean, untuk mengecek kondisi tubuhnya.


"Ah...dia baik-baik saja, hanya saja kekuatan mentalnya terkuras habis akibat pemakaian yang berlebih!".


Cornelia secara singkat memberikan keterangan kondisi Dean saat ini.


"Umm..baiklah karena situasi sudah mulai kondusif, maka kita harus melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai situasi para hunter!!".


"Ngomong-ngomong guild master saya sudah melakukan pengecekan terhadap semua hunter yang terluka. Dan dipastikan tidak ada korban jiwa kali ini berkat kedua gajah raksasa A class dapat ditaklukkan lebih awal!".


Cornelia secara deskriptif menjelaskan keadaan medis seluruh pasukan hunter.


"kerja bagus Cornelia!!".


Guild master mengapresiasi inisiatif Cornelia.


"Namun guild master untuk hunter yang mengalami cedera berat harus dirawat secara intensif segera ke rumah sakit!!".


Kata Cornelia.


"umm..aku mengerti situasinya!!".


"Cornelia Umumkan kepada setiap hunter yang masih dapat berdiri agar berkumpul di daerah dinding pembatas segera!!".


Guild master memberikan instruksi lebih lanjut kepada Cornelia.


"Baiklah saya mengerti guild master!!".


Balas cornelia dengan formal.


Cornelia mengaktifkan jam digital khusus hunter miliknya dan memberikan pengumuman broadcast kesetiap hunter.


Sementara itu Guild master mulai menyimpan kedua mayat gajah raksasa A class kedalam ruang penyimpanan miliknya.


Selama dalam proses penyimpanan ia sedikit terkejut dengan Kondisi mayat gajah raksasa A class yang ditaklukkan oleh Dean.


"Oh..mayat ini masih utuh dan berkondisi baik, selain memiliki bakat yang luar biasa ia juga sangat efisien dalam menangani sesuatu!!".


Guild master sangat terkesan dengan cara bertarung Dean yang efektif dan menguntungkan. Bahkan ia sedikit merasa rendah diri ketika melihat kondisi mengenaskan dari gajah raksasa yang ia taklukkan sendiri.


Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengannya.


Tidak hanya mayat gajah raksasa A class saja. Guild master juga menyimpan mayat setiap beast bermutasi lainnya yang telah ditaklukkan oleh para hunter sebelumnya.


Whooosh!!!


Shiiing!!


Guild master memobilisasi kekuatan ruanganya ke setiap mayat beast bermutasi dan detik berikutnya setiap mayat menghilang keudara.


Setelah memastikan medan pertempuran bersih dari mayat beast yang bermutasi, guild master berjalan mendekat kearah Dean lalu menggendongnya dengan pose tuan putri.


Whoosh!!


Shingg!!

__ADS_1


Guild master membuka portal transportasi ruang lalu menghilang keudara bersama Dean.


Bersambung


__ADS_2