Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 7 : Ice hardening armament -Dual Diamond Ice Saber.


__ADS_3

"Pffft...Ahhh". Dean mengeluarkan seteguk darah dan berteriak kesakitan.


"Hahaha...jangan pernah memalingkan perhatianmu sewaktu bertempur, atau kau akan terbunuh". Kata pangeran Lucas dengan kejam.


Sebenarnya sewaktu Pangeran Lucas melancarkan serangan wild wind slash nya, ia sudah menebak dengan pasti bahwa Dean dapat menghindarinya. Oleh sebab itu bilah-bilah angin tersebut selain menyerang Dean juga menyerang tiang pondasi bangunan disekitarnya, dan serangan yang dihindari Dean diudara akan berdampak merusak atap.


Hal tersebut membuat bangunan di sisi Dean runtuh dan keluarganya akan terkena dampak dari reruntuhan. Dean tidak akan berdiam diri dan pasti menyelamatkan keluarganya.


Dari kelengahan tersebut pangeran Lucas menyerang Dean dengan ganas menggunakan skill serangan berbentuk laser api.


"Kakak...kakak..apa yang terjadi..apakah kamu terluka?". Irene walaupun tidak bisa melihat kakaknya dari balik dinding es namun ia dapat mendengar suara jeritan sakit Dean.


Dia terus menepuk-nepuk dinding es karena sangat khawatirkan kakaknya.


"uwuwuwuwu!!!". Irene mulai menangis dengan keras.


"Dean putraku!!..apakah kamu terluka nak?". Ibu Dean juga berteriak khawatir dengan kondisi anaknya.


Sementara itu ayah Dean bersikap tenang dan menenangkan kedua wanita tersebut, walaupun begitu ia tetap sangat gugup dihatinya.


"Nak semoga kamu baik-baik saja". Gumam ayah Dean.


◇◇


Di wilayah misterius Kekaisaran elfrieden


"Tuan tua apakah anda memanggil saya".


Seorang pria berusia sekitar 30 tahun dengan pakaian butler, menyapa seorang lelaki tua yang sedang santai meminum teh di halaman hijau yang rindang.


"Andreas sepertinya kaisar melakukan pergerakan yang aneh di akademi, coba awasi dia dan jika keadaan sangat tidak stabil kamu harus mengambil tindakan". Kata lelaki tua tersebut dengan ringan memerintah.


"Baik saya mengerti Tuan". Balas butler Andreas dengan sopan.


"Dan satu lagi, Andreas sepertinya Bakat peringkat S baru telah muncul di akademi coba kamu caritahu sejauh mana tingkat kekuatannya saat ini".


"Dimengerti Tuan".


◇◇


Sialan itu sangat sakit sekali dadaku sepertinya terbakar, serangan biasa tidak akan efektif untuk melukainya. Selain itu kulitnya sangat keras, apa yang harus kulakukan.


Untuk melawannya aku harus bisa menciptakan es yang sangat keras dan bervolume padat.


hal apa yang paling padat dan terkeras yang bisa kuciptakan?. Paling tidak dapat melukai kulit luarnya. Ayo Dean berpikir..berpikir.


Dean mulai berpikir keras dibenaknya untuk menemukan solusi terbaik yang dapat ia lakukan saat ini.


Dean mulai bangkit perlahan dengan susah payah, nyeri didadanya sangat intens dan menyakitkan.


Ice hardening armament!!


Pertama Dean mulai menggunakan skill pengerasan es merah untuk melapisi kedua lengan dan kakinya.


Lalu ia mulai fokus mengimajinasikan bentuk padat pedang es merah dengan komposisi molekul dan atom-atom yang bersinergi dari elemen es yang difusikan menjadi es merah sekeras berlian.

__ADS_1


Namun Dean membutuhkan waktu yang lama untuk membentuknya, karena kekuatan mentalnya saat ini benar-benar terkuras, selain harus berfokus menciptakan objek es sekeras berlian, komposisi unsur yang terkandung juga sangat kompleks.


Crack...crack..


Saat berikutnya dua pedang es merah terbentuk di kedua tangan Dean.


Clingg....


Kedua pedang es tersebut memancarkan kilatan tajam yang sangat intens.


"Skill ini kunamakan Dual diamond ice saber!!".


"Ding...skill baru ditambahkan Dual diamond ice saber". suara sistem bergema di benak Dean.


Infinite ice jet thruster!!!.


Dean segera terbang dan berakselerasi di udara menuju Pangeran Lucas.


"Oh..sepertinya kau masih bisa bertarung, namun tetap saja kau sudah terluka cukup parah".


"Serangan es mu tidak akan mempan terhadapku".


Pangeran Lucas sedikit terkejut ketika melihat Dean dapat bangkit dari serangan laser api nya.


"Kau terlalu meremehkanku ya". Jawab Dean


Dean terbang diudara dengan kecepatan tinggi menuju pangeran Lucas dan mulai mempersiapkan kedua pedang esnya.


Whoosh...


ice barbed head arrow!!!


tidak mau ketinggalan Pangeran Lucas segera melancarkan serangan balasan.


Ia mulai menyilangkan cakar tyranosaurusnya di depan dadanya dan mulai melambaikannya ke arah Dean.


Wild wind slash..


Kumpulan bilah angin melesat menuju sekumpulan panah es merah.


Boom!!!!


Kedua serangan saling bentrok dan menghasilkan dampak ledakan yang cukup besar.


Hasil dari ledakan tersebut menyebabkan kabut es merah yang di perluas oleh angin memenuhi ruangan dan menghalangi pandangan.


Memanfaatkan situasi tersebut Dean mulai menkondensasikan panah es merah yang sangat besar.


extra large ice barbed head arrow!!!


Setelah beberapa waktu akhirnya panah es merah yang sangat besar terbentuk di udara dan melesat dengan sangat cepat membidik dada lawan, karna tingkat kekuatan mentalnya yang masih belum cukup untuk menahan beban objek sebesar itu. Ia memanfaatkan infinite ice jet thruster sebagai tenaga pendorongnya.


Whoosh....


Panah es besar melesat dan membidik dada tyranosaurus pangeran Lucas. Dengan mengandalkan insting binatang buasnya ia mulai mengantisipasi serangan tersebut dan membuat pertahanan disekitar dadanya, sembari menyilangkan kedua lengannya.

__ADS_1


Bang....


Panah es besar tersebut ditangkap oleh tangan tyranosaurus Pangeran Lucas, Namun pangeran Lucas kesusahan untuk menetralisir serangan tersebut, karena selain panah es tersebut sangat besar, dampak tekanannya juga sangat besar.


"Ahhh...sial panah es besar ini benar-benar merepotkan". Teriak pangeran Lucas kesal.


Hal tersebut menyebabkan Pangeran Lucas memfokuskan semua perhatiannya untuk menetralisir serangan tersebut.


Melihat celah bagian atas lawan mulai terbuka, Dean mulai terbang dengan cepat menuju kepala Tyranosaurus pangeran Lucas.


"oh..cukup pintar namun tetap saja serangan es mu tidak akan mempan terhadapku".


"Apa..jangan-jangan kau mengincar mataku?".


"jika iya maka kau benar, mataku memang tidak memiliki perlindungan keras seperti kulitku".


"Namun aku cukup menutup mataku dan seranganmu tidak akan pernah melukaiku...hahahha".


Pangeran Lucas mencoba menebak tujuan serangan Dean dan mulai mempersiapkan pertahanannya.


Ia mengira Dean mengincar matanya yang merupakan titik vital kelemahan paling umum.


Tapi kejadian selanjutnya akan menimbulkan teror besar didalam hatinya.


Dean mulai mengayunkan kedua pedang berlian es merah ditangannya, membentuk posisi tebasan silang dan menyerang bagian kepala tyranosaurus yang memiliki kulit sangat keras.


shiiiing!!!!!


Splash!!!!


"Ahhhhhhhhhhhhhh!!!!". Pangeran Lucas berteriak kesakitan.


Dua garis merah panjang timbul di kepala Tyranosaurus Pangeran Lucas.


Darah Mulai mengucur perlahan dari luka tebasan menyilang yang diciptakan oleh Dean.


"Ahhh..persetan itu sakit sekali..ba..bagaimana bisa ini terjadi??".


Tubuh Tyranosaurus mulai terhuyung ke belakang dan terjatuh menahan kesakitan.


"hah...hah...hah...hah..satu pelajaran untukmu jangan pernah meremehkan lawanmu". Kata Dean yang mulai kelelahan menahan luka didadanya.


"Kakanda!!!".


Pangeran Jean berteriak ketika melihat Pangeran Lucas jatuh dan terluka.


"Tidaak Lucas!!!"


"Apa yang terjadi kepadanya mengapa ia tiba-tiba jatuh dan terluka?".


Kaisar juga berteriak khawatir kepada putranya, mereka tidak dapat melihat serangan apa yang dilakukan Dean barusan, karena pandangan terhalang oleh kabut merah hasil bentrokan serangan pertama.


"Ah...Kadal sialan aku akan memotong tangan jelekmu yang mencoba mencelakai keluargaku".


Dengan tubuh kelelahan dan rasa sakit Didadanya Dean mulai berdiri dan mengangkat kedua pedang es nya dan bergegas menuju pangeran Lucas yang masih berbaring kesakitan di lantai.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2