Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 5 : akal licik kaisar


__ADS_3

Wolf claw slash


Shiiing.....


Pangeran Jean melancarkan serangannya kearah Dean. serangannya merupakan kondensasi energi cakar tajam yang melesat dengan cepat.


Pangeran Jean yang melihat bahwa Dean tidak berkutik sama sekali, mulai menyeringai kejam.


Ia berpikir bahwa Dean akan Takluk dibawah serangannya, tapi apa yang tidak ia harapkan Dean dengan mudah menangkis serangan tersebut dengan tangannya yang dilapisi es merah.


Dean menggunakan skill 'Ice hardening armament' untuk melapisi lengannya dengan es, dan menangkis serangan pangeran jean dengan acuh tak acuh seolah-olah ia menyingkirkan lalat.


ice blood domain


Dean yang mulai kesal membekukan seluruh tubuh pangeran jean dengan es merah darah, dan hanya menyisakan kepalanya tidak terselimuti es agar dapat berbicara.


Ice dagger


"Ding..skill ice dagger berhasil ditambahkan". Suara sistem bergema di benak Dean.


Dean menciptakan skill baru dengan membayangkan unsur es merahnya membentuk sebuah belati.


Dan beberapa belati es mulai melayang disekitar Dean dan mulai melesat kearah kepala pangeran jean.


"Ahhhhhh....ayah...tolong". Teriak pangeran Jean yang ketakutan.


"Tidaaak....hentikan itu". Kaisar berteriak kepada Dean.


Dean dengan cekatan mengendalikan sekumpulan es belati yang melayang disekitar leher pangeran Jean.


Dari awal Dean tidak berniat membunuh pangeran Jean dia hanya mau menakut-nakuti saja. Jadi bahkan tanpa kaisar mintapun untuk menghentikan serangannya, Dean tidak tertarik membunuhnya.


Kaisar yang melihat serangan pisau es telah dihentikan sedikit menghela nafas. Namun segera ia menyadari sesuatu yang aneh, karena setiap belati es memang terhenti tapi mereka melayang dengan mantap disekitar leher putranya.


"hiiiiiiiiii....a...a..apa yang kau lakukan?".Pangerjan Jean memekik ketakutan dan bertanya dengan gagap.


"Oh...aku hanya membalas seranganmu, apakah ada yang salah". Kata Dean sambil tersenyum lembut.


"A..ayah..to..to..tolong aku". Pangeran Jean mulai menangis ketakutan.


"Sebaiknya kau jangan terlalu impulsif, jika kau menyakiti putraku aku tidak akan pernah melepaskanmu". Kata kaisar dengan dingin.

__ADS_1


"Tuan Dean jangan gegabah semuanya dapat dibicarakan dengan tenang".Sambung kepala sekolah.


Dean hanya menatap kepala sekolah dengan dingin. Walaupun kepala sekolah tidak bersalah kepadanya tetap saja kepala sekolah sama sekali bukan orang dipihaknya.


Selain itu ketika kaisar mengancamnya kepala sekolah hanya diam membisu. Sebenarnya kepala sekolah sedikit menyayangkan perbuatan kaisar, namun dari awal juga kepala sekolah berniat mempengaruhi Dean menjadi pilar dibawah kaisar dan menjadi bangsawan yang mendukung kaisar.


Namun cara kaisar terlalu mendominasi dan sedikit dipaksakan. sebenarnya kaisar memaksakan kehendaknya agar Dean tidak menjadi ancaman baginya dimasa depan melainkan menjadi kartu trufnya melawan para jendral perang khusus lainnya jika mereka mengguncang posisi tahtanya.


Tapi yang ia tidak harapkan Dean sudah mengembangkan kekuatannya begitu jauh padahal hanya sehari setelah ia melakukan penilaian bakat.


Disitulah letak kesalahan besar kaisar, karena tidak mengidentifikasi lawannya terlebih dahulu.


Karena terlalu tergesa-gesa dan terdesak kaisar benar-benar melakukan hal yang bodoh.


Tapi kaisar tidak ceroboh ia sudah menyiapkan sesuatu untuk mengantisipasi kejadian seperti ini.


Karena ketika pengguna kekuatan super peringkat S yang sudah ahli menggunakan kekuatannya. Sudah dapat dianggap ancaman terbesar bagi negara jika terjadi permusuhan.


"Sebaiknya kau jangan terlalu ceroboh jika tidak kau harus membayar dengan darahmu". Kaisar meraung keras kepada Dean.


Putri Claudia yang mulai kelelahan menggunakan kekuatan api birunya, sedikit terganggu dengan perkataan ayahnya.


Dia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar akan terjadi.


Tak lama kemudian seorang pria dengan sosok yang gagah, tinggi dan tampan masuk ke dalam ruangan.


Pria tersebut merupakan Lucas von elfrieden pangeran pertama sekaligus salah satu dari jendral perang khusus berperingkat A.


Dia memiliki kekuatan tipe Mutator yaitu Tyrannosaurus T-rex berperingkat A.


"Aku telah membawa mereka ayahanda".


Pangeran Lucas membawa 3 bawahan bersamanya yang masing-masing memegang dan menyandera seseorang yang tidak lain adalah ayah, ibu dan adik perempuannya.


Wajah Dean menjadi sangat suram dan dingin. Ia sangat marah saat ini karena keluarga yang merupakan garis terbawahnya yang tidak boleh diusik saat ini menjadi sandera ditangan lawan.


"Ayah ini tidak termasuk dalam rencana, kenapa kamu melakukan hal seperti itu?". Tanya putri Claudia yang terkejut dan menyayangkan perbuatan kakak dan ayahnya.


"Maafkan aku Claudia semua ini demi kekaisaran kita". Jawab kaisar dengan tegas.


Claudia yang mendegarkan balasan dari ayahnya hanya menundukkan kepalanya dan diam seribu bahasa.

__ADS_1


"Hah..ini semua demi keluarga kekaisaran kita lagipula mereka hanyalah rakyat rendahan". Kata pangeran Lucas dengan sombong dan mendominasi.


"Nah...bocah kamu sudah mengerti situasinya sekarang bukan?. Sebaiknya anda mematuhi perkataan saya, kaisar anda". Kata kaisar yang tersenyum sarkastik.


"pertama lepaskan putraku dari belenggu kekuatanmu". Perintah kaisar.


Dean yang mendengarkan perintah kaisar sedikit menghela nafasnya lalu segera menarik kembali kekuatannya.


Tak lama kemudian semua uap dingin di ruangan segera mereda, dan es merah darah yang menyelimuti tubuh pangeran Jean mencair dan akhirnya ia terbebas.


"hahahaha....lihatlah bedebah hasil dari perbuatanmu, yang menyebabkan keluargamu terancam". Pangeran Jean tertawa lepas dan mengutuk Dean.


Dean yang mendengar itu hanya tertunduk lesu dan hatinya saat ini dipenuhi kemarahan, bahkan ia sama sekali tidak peduli dengan penghinaan pangeran Jean.


""emmm...emmm...emmm"". Ayah, ibu dan adik perempuan Dean berteriak ingin mengatakan sesuatu, namun sayang mulut mereka diberi selotip perban.


"Hmm..sepertinya kau sudah mulai menjadi penurut, selama keluargamu digenggamanku kau tidak boleh bertindak sesukamu". Kata pangeran Jean yang mulai kembali ke keadaan arogannya.


Mengapa Dean saat ini berani melawan kaisar dan keluarganya?. Jawabannya sederhana karena hanya yang terkuat dapat berkuasa di dunia era kiamat.


Sama halnya dengan Para jendral perang khusus, mereka merupakan keberadaan yang bahkan kaisar segani sehingga menjadi momok ketakutan tersendiri baginya.


Dean yang sedari kecil memimpikan menjadi jendral perang, salah satu alasannya karena hal tersebut.


Dia dengan jelas mengetahui bahwa para jendral merupakan pemilik kekuatan dan kekuasaan independen di kekaisaran. Mereka dapat dengan bebas menciptakan pasukan perang dan merekrut tentara di bawah pimpinannya.


Namun dengan syarat yang absolut mereka tidak boleh mengganggu kestabilan kekaisaran dan siap melindungi kekaisaran dari ancaman apapun dengan segenap kekuatan mereka.


Dean yang sudah ahli mengendalikan kekuatannya sudah menjadi ancaman besar bagi musuhnya. Dan kaisar sedikit menyesal karena tidak mengetahui hal tersebut.


Tiba-tiba tidak lama kemudian terdengar suara bunyi elektronik bom waktu.


"Bip...bip...bip...bip".


Dean menoleh kearah suara dan melihat 3 kalung aneh dileher ayah, ibu dan adik perempuannya.


Kalung tersebut terus mengeluarkan bunyi suara waktu mundur dan titik cahaya merah sebagai indikatornya.


"nah apakah kamu akan bersumpah setia kepada ayahku sang kaisar?". Tanya pangeran Lucas dengan nada dingin.


"Jika tidak saya takut akan ada ledakan dan segumpalan daging hancur ketika kau salah menentukan jawabanmu". Kata pangeran Lucas dengan seringai kejam.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2