Ice God In Apocalypse World

Ice God In Apocalypse World
Chapter 2: Penciptaan Skill


__ADS_3

"Ya tuhan...terimakasih telah mengirimkan kami sang penyelamat baru...hah..sudah seharusnya layak menjadi harta tertinggi kekaisaran agung kita". Kepala sekolah berteriak penuh pemujaan dan antusias sambil memegang kedua tangan Dean.


Kepala sekolah akademi yang sedikit sadar akan perilakunya yang berlebihan, mulai menenangkan dirinya. Sambil melihat sekelilingnya yang membeku dengan es berwarna merah darah.


"Tuan Dean dapatkah anda membatalkan kekuatan elemen es tersebut?". kepala sekolah akademi bertanya dengan hormat kepada Dean.


"Oh...maafkan saya kepala sekolah tapi sayangnya saya belum terlalu paham cara mengendalikan kekuatan saya. Bisakah kepala sekolah memberikan beberapa saran kepada saya?. Balas Dean kembali bertanya dengan sopan.


"Hohoho..tidak perlu terlalu sopan tuan Dean. pada dasarnya semua tipe kekuatan super cara prngendaliannya sama yaitu menggunakan imajinasi dan perasaan sebagai objek pengaturannya". jawab kepala sekolah dengan hati-hati.


"Oh..begitukah maka saya akan mencobanya". Balas Dean.


Dean mulai membayangkan es yang meleleh dan menguap menjadi udara dingin di benaknya. Tak lama kemudian area es merah yang membekukan seluruh aula dan beberapa orang mulai mencair dan menguap menjadi udara dingin.


"Luar biasa...luar biasa...Hanya dalam sekali coba tuan Dean dapat mengendalikan kekuatan elemennya untuk pertama kali. Benar-benar jenius yang sangat langka". Dengan antusias kepala sskolah mengutarakan pujiannya.


"oh..apa-apaan itu tadi!!!".


"hah...Benar-benar kekuatan yang sangat mengerikan. hanya dalam sekejap seluruh aula membeku dengan es merah bahkan beberapa orang membeku secara langsung".


"Peringkat S benar-benar mengerikan mereka bagaikan dewa yang memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan aku tidak sempat bersorak dan seluruh tubuhku membeku".


"es merah itu sangat dingin bahkan jiwaku merasakan perasaan yang sangat dingin".


Semua orang diaula mulai berbicara dan mendiskusikan tentang kekuatan peringkat S Dean yang benar-benar mengerikan.


Tak lama kemudian penilaian tetap berlanjut sampai beberapa waktu dan akhirnya selesai


"Bagus..penilaian bakat gelombang pertama dengan ini saya nyatakan telah berakhir".


"Selain menilai bakat kalian, instrumen penilaian juga memberikan sistem status atribut kepada setiap peserta. Dan untuk mengaktifkannya cukup melakukan imajinasi di benak kalian seolah-olah menampilkan papan hologram didepan mata kalian". Jelas kepala sekolah kepada seluruh peserta yang bakatnya telah diidentifikasi dan terbangkit.


Setiap peserta maupun Dean mulai mempraktekkan apa yang dikatakan kepala sekolah.


Tak lama kemudian informasi status Dean mulai ditampilkan seperti hologram dihadapannya.


Nama : Dean


Umur : 16 tahun


Nama bakat : Extreme ice crimson frost soul


Peringkat bakat : S


tingkat kekuatan : tier 1


Kekuatan : 80


kecepatan : 90


kelincahan : 60


ketahanan : 100


Kekuatan mental : 65


Kapasitas unsur elemen : ∞


Skill : -


setelah melihat statusnya Dean sedikit bingung karena pada bagian kapasitas unsur elemen memiliki tanda infinite.


"Kepala sekolah bisakah saya bertanya. Mengapa pada bagian kapasitas unsur elemen nilainya memiliki tanda ∞ ini ?". Tanya Dean yang kebingungan.

__ADS_1


"Oh..Tuan Dean jika saya tidak salah hal tersebut berarti atribut yang memiliki simbol ∞ menandakan bahwa nilainya tidak memiliki batas dengan kata lain kekuatan unsur elemen anda tak terbatas".


"Dan sepengetahuan saya hal tersebut merupakan kelebihan pemilik bakat kekuatan super peringkat S". Sambung kepala sekolah.


"Contoh nyatanya ialah 4 jendral perang khusus yang berperingkat S, Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan yang tidak terbatas sesuai dengan karateristik bakat mereka". Tambah kepala sekolah.


"Hoh...begitukah terimakasih atas informasinya kepala sekolah saya sudah mengerti". Kata Dean dengan sopan dan ramah.


"hahaha tidak seberapa, selain itu tuan Dean bisakah saya mempublikasikan kekuatan anda kepada dunia terutama kepada kekaisaran agung kita?".Tanya kepala sekolah dengan penuh harap.


"hmm...tidak masalah, selama hal tersebut tidak menimbulkan masalah saya tidak keberatan". Jawab Dean.


"Tenang saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan justru sebaliknya hal tersebut akan membawa banyak hal baik lebih cepat kepada anda". Jawab kepala sekolah meyakinkan Dean.


"Maka dari itu kepala sekolah saya akan izin pamit terlebih dahulu untuk menemui keluarga saya yang sedang menunggu diluar". kata Dean.


"Oh..sebelum itu saya akan memberikan Kartu identitas milik anda terlebih dahulu. bisakah tuan Dean mengikuti saya terlebih dahulu ke ruangan registrasi?" Tanya kepala sekolah sedikit memelas.


"Baiklah kepala sekolah saya mengerti". jawab Dean


Segera kepala sekolah menuntun Dean menuju ruang registrasi. Tak lama kemudian kartu identitas Dean telah selesai.


"Kartu identitas milik tuan Dean merupakan kartu dengan perawatan prioritas tertinggi hampir disemua aspek, jika tuan Dean memiliki suatu kekurangan silahkan hubungi orang tua ini".Kata kepala sekolah dengan senyum kepada Dean.


"ah..baiklah saya mengerti kepala sekolah".balas Dean yang sedikit tergagap.


"baiklah maka dari itu saya akan mengantar anda keluar". Tegas kepala sekolah tanpa ruang untuk penolakan.


Sesampainya di luar Aula Dean segera disambut oleh ayah, ibu dan adik perempuannya yang cantik. Kepala sekolah yang melihat keluarga Dean dengan ramah menyapa dan mereka sedikit berbincang dan saling berpamitan.


Tak lama kemudian Dean dan keluarganya sampai di kediaman mereka. sesampainya di rumah setelah makan siang ia segera ke lapangan belakang rumah untuk menguji kekuatannya.


Irene yang melihat kakaknya keluar langsung bertanya ingin melakukan apa, dan setelah tahu bahwa Dean akan menguji kekuatannya ia pun penasaran dan mengikuti kakaknya kelapangan.


"Hah..baiklah kalau begitu". Balas Dean tidak berdaya dengan tingkah laku manja adik kesayangannya.


Dilapangan Dean sedang memikirkan skill apa yang akan pertama kali ia ciptakan.


hmm kira-kira skill seperti apa yang akan kuciptakan terlebih dahulu. jika bisa selain tipe serangan jarak jauh aku juga harus memikirkan skill seperti apa yang cocok untuk pertahanan dan skill pendukung jarak dekat.


"pertama skill serangan jarak jauh". Dean segera fokus dan menggambarkan sebuah peluru 9 milimeter di benaknya. tak lama kemudian sebuah proyektil es merah menyerupai peluru 9 milimeter terkondensasi diujung jari telunjuk tangannya yang menyerupai sebuah pistol.


Dean yang berhasil menciptakan skill baru segera mencobanya, dengan menembakkan peluru es tersebut ke arah sebatang pohon.


Shiing...shiing..shiing


Dean menembakkan peluru es merah tersebut sebanyak tiga kali, peluru es tersebut melaju sangat cepat sehingga menimbulkan suara medesing menuju sebatang pohon.


Krakk..Krakk..krakk..Bang


terlihat peluru es pertama megenai pohon dan melubangi hingga menembus ke sisi belakangnya dilanjutkan dengan 2 peluru es lainnya dan pohon tersebut tumbang.


"Baiklah skill ini sebaiknya kuberi nama 'ice bullet'."


"Skill "Ice bullet" berhasil ditambahkan". Suara sistem khusus untuk pemilik kekuatan super bergema di benak Dean.


"hoh sepertinya setiap aku menciptakan skill akan secara otomatis di identifikasi oleh sistem". Gumam Dean.


"Wow...kakak benar-benar hebat".Irene memuji kakaknya dengan mata bersinar cerah.


Dean hanya menoleh ke arah Irene dan tersenyum kepadanya.


"Baiklah sekarang aku akan fokus membangun skill pertahanan".Gumam dean.

__ADS_1


Dean langsung teringat ketika ia pertama kali membangkitkan kekuatannya, seluruh aula ia buat menjadi beku.


hmm..untuk skill pertahanan akan lebih baik jika aku memikirkan hal yang benar-benar efektif untuk pengguna elemen es. jika hanya dinding es aku tidak perlu menjadikannya skill karena hal tersebut terlalu sederhana. Oh benar bagaimana jika aku membuat Domain wilayah es membeku.


"Irene kakak akan sedikit menjauh darimu, karena kakak akan memakai skill yang sedikit berbahaya bagi orang-orang disekitar".Tegas Dean kepada adik perempuannya.


"umm..aku mengerti kakak".Irene menjawab sambil menganggukkan kepalanya kepada Dean.


Setelah sampai di area tengah lapangan. Dean segera membayangkan seluruh area 20 meter disekitarnya mulai membeku dengan es merah miliknya. Untuk skill ini Dean harus benar-benar fokus untuk mengendalikan kekuatan elemen esnya agar tidak melebihi area yang ia tetapkan.


Whoosh.....Crack...crack


Terdengar hembusan udara dingin yang kuat disekitar, dan dalam sekejap 20 meter disekitar Dean mulai membeku dengan intensitas tinggi.


Seluruh wilayah yang membeku membentuk domain wilayah es berwarna merah darah yang sangat indah namun menyeramkan.


"Hmm..sebaiknya skill ini kunamakan ice blood domain".Gumam dean sambil menetapkan nama skill yang cocok.


"Skill baru terdeteksi dan berhasil ditambahkan ice blood domain".Segera terdengar suara sistem dibenak Dean.


hmm..coba aku pikirkan terlebih dahulu skill serangan seperti apa yang cocok di dalam ice blood domain ku. Bagaimana jika aku menciptakan panah tajam yang berduri bermata 3 pisau.


Tak lama kemudian beberapa anak panah es bermata 3 tercipta disekitar Dean dan melayang dengan teguh diudara.


"Skill ini kunamakan Ice barbed head Arrow".Gumam Dean sembari mengelus dagunya.


"Skill baru terdeteksi dan berhasil ditambahkan ice barbed head arrow".Segera terdengar kembali suara sistem dibenak Dean.


Hah...sekarang tinggal skill pendukung pertarungan jarak dekat. oh benar bagaimana jika aku melakukan pengerasan es dibagian tertentu pada tubuhku.


Dean mulai menggambarkan kedua tangan dan kakinya dibalut lapisan es merah yang sangat keras namun ringan.


Crack...crack...crack...crack


Unsur es merah langsung terkondensasi di kedua lengan dan kaki Dean.


"Skill ini kuberi nama Ice hardening armament".Gumam Dean.


"Skill baru terdeteksi dan berhasil ditambahkan ice hardening armament".Segera terdengar kembali suara sistem dibenak Dean.


Ia bergegas ke sebatang pohon dan mencoba meninju dan menendang batang pohon tersebut.


Bang...bang..bang..Boom


setelah memukul dengan jab dua kali dan tendangan balik menyamping sekali pohon tersebut patah dan tumbang.


"Hoh..skill ini sangat cocok untuk pertarungan jarak dekat tapi yang menjadi masalah adalah kecepatannya yang masih terlalu lambat. Walaupun memiliki daya penghancur yang kuat tetap saja hal ini kurang efektif jika digunakan dipertempuran asli". Allen bepikir keras untuk menemukan solusi kekurangan skillnya.


hmm..menambah kecepatan hal seperti apa yang bisa kulakukan dengan elemen es ku...umm tekanan udara..tekanan udara yang terkompresi dengan padat lalu dilepaskan. oh..benar bukankah konsepnya sama dengan mesin jet.


Dean mulai membayangkan tekanan udara dingin yang terkompresi, dengan padat disekitar tangan dan kakinya secara terus menerus tanpa batas lalu merilis tekanannya.


whoosh


Dalam sekejap tendangan dan pukulan Dean dengan sangat cepat berakselerasi.


"Sialan itu sangat cepat..ternyata aku dapat menerapkan konsep fisika modern di dalam pembuatan skill ku". Dean berkata dengan antusias.


"Skill ini kuberi nama infinite ice jet thruster". Kata Allen setelah memikirkan dengan keras nama skill yang cocok.


"Skill baru terdeteksi dan berhasil ditambahkan infinite ice jet thruster".Segera terdengar kembali suara sistem dibenak Dean.


Dan setelah beberapa saat mencoba beberapa gerakan seni bela diri taekwondo berupa tendangan yang indah dan pukulan yang kuat. Menggunakan konsep penggabungan skill ice hardening armament dan infinite ice jet thruster. ditengah kesenangannya Dean tiba-tiba teringat sesuatu dan mulai dengan antusias mencoba mempraktikkannya.

__ADS_1


__ADS_2