
Whoosh........
Tiba-tiba tubuh Dean melayang dengan rendah di udara. Memanfaatkan skill infinite ice jet thruster ia mampu dengan konstan melayang diudara.
Sebenarnya konsepnya sangatlah sederhana dengan memanfaatkan kompresi padat udara dingin yang tak terbatas. Dan merilisnya secara terus-menerus, maka akan menghasilkan tekanan konstan dari bagian kaki. Dengan konsep tersebut Dean yakin ia dapat terbang dengan bebas dan cepat diudara.
"Wow...kakak benar-benar hebat bisa terbang di udara".Irene berteriak kaget dan terkagum.
"Tentu saja kakak mu adalah pria terhebat di seluruh kekaisaran heheh". Dean tanpa malu membanggakan dirinya kepada adik perempuannya.
"hum..kakak membual".Irene bersenandung dengan ringan.
Dean yang masih antusias mencoba terbang lebih tinggi dan berakselerasi diudara dengan cepat dan terarah.
whoosh....whoosh...whoosh
Setelah beberapa saat dengan terbang bebas diudara. Akhirnya Dean mendarat di dekat adik perempuannya yang sedari tadi memperhatikan Dean terbang diudara, pupil mata merahnya terus memancarkan sinar kekaguman kepada kakaknya.
"Bagaimana Irene apakah kamu mau ikut terbang bersama kakak". Tanya Dean dengan senyuman kepada adik perempuannya.
"Tentu saja kakak aku sangat ingin terbang". Balas Irene yang antusias.
"Oh...baiklah, kalau begitu kakak akan menggendongmu dengan gendongan seorang putri". Balas dean menggoda adik perempuannya
"Hum...kakak genit". Balas Irene yang wajahnya memerah dengan cepat.
Tanpa berbasa-basi lebih lama Dean secara langsung menggendong adik perempuannya dengan gendongan seorang putri.
Whoosh...
Dean langsung terbang menuju langit yang tinggi dan berakselerasi dengan santai. Agar adiknya bisa dengan leluasa melihat pemandangan yang tidak pernah mungkin bisa ia lihat tanpa terbang dengan bebas.
"wooww kakak lihat rumah-rumah itu kelihatan sangat kecil, oh lihat bukankah pegunungan disebelah sana terlihat sangat indah". Mata Irene bersinar cerah menyaksikan pemandangan tersebut.
'Kreook'. Suara perut Dean bergema diudara.
"Hahaha...kakak apakah kamu kelaparan". Tanya Irene dengan lucu.
"hahah..umm sepertinya begitu". balas Dean.
"Kalau begitu kakak ayo kita pulang ke rumah, ibu pasti sudah memasak enak untuk merayakan keberhasilan kakak". Jawab Irene.
"Umm..baiklah kalau begitu kakak akan sedikit lebih cepat..sebaiknya kamu berpengangan".
whoooosssh......
Dean terbang dengan kecepatan tinggi menuju arah rumahnya.
◇◇
Di rumah, ayah dan ibu Dean sedang penuh kejutan dan bingung untuk sementara waktu.
Mereka benar-benar terkejut dengan tingkat bakat putra mereka yang sangat tinggi. Bahkan mereka sampai tidak bisa berkata-kata semenjak pulang dari akademi.
Selain itu kepala sekolah sangat ramah dan sopan kepada mereka. Hal tersebut biasanya tidak akan pernah terjadi karena kepala sekolah merupakan salah satu bangsawan kekaisaran Elfrieden dengan tingkatan yang cukup tinggi.
Namun apa yang ayah dan ibu Dean tidak harapkan benar-benar terjadi kepada mereka. Juga kepala sekolah tidak lupa untuk meminta nomor ponsel mereka, agar kelak kepala sekolah akademi dapat dengan mudah menghubungi mereka.
Ibu Dean benar-benar tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu. Bukankah seharusnya orang tua peserta yang menghormati kepala sekolah. Namun hanya dalam sehari hal-hal mengejutkan terus terjadi.
"Ayah sepertinya putra kita benar-benar anak yang hebat kelak ia mungkin menjadi orang yang sangat besar". kata ibu Dean sambil menghela nafas tidak berdaya.
__ADS_1
"ahh..aku juga berpikiran sama bu". Balas ayah dean sambil memijat dahinya.
Tidak lama kemudian terdengar suaru mendesing yang cukup keras di atas rumah.
whooosh...
"Ayah apa itu tadi". Tanya ibu dean yang kebingungan dan panik.
"Jangan panik bu tidak terjadi apa-apa mungkin saja itu jet mobile milik orang-orang dari benteng besi". Balas ayah dean.
"Oh...benarkah, tapi sangat jarang orang-orang dari benteng besi melewati wilayah semi kumuh kita". Balas ibu Dean.
"Ayah ibu kami pulang". Tidak lama suara Irene terdengar dan masuk ke rumah bersama Dean.
"oh..selamat datang". Balas ibu kepada Irene dan Dean.
"Bu aku sangat lapar, apakah makanan sudah siap?". Tanya Dean sambil mengelus perutnya.
"umm..semuanya sudah siap, ibu telah memasak banyak makanan enak untuk merayakan keberhasilanmu". Jawab ibu Dean dengan senyum.
"oh....semua hidangan terlihat sangat enak bu". jawab Dean sambil mengusap air liur yang keluar dari mulutnya.
"Hahaha...nak makanlah sepuasnya, hari ini khusus untuk merayakan keberhasilanmu".Sambung ayah Allen.
"Kakak ini piringmu, ayo kita makan aku juga sudah mulai lapar".Kata Irene dengan terburu-buru.
"oh baiklah".
Dan mereka pun merayakan keberhasilan Dean dan makan di meja keluarga bersama.
◇◇
Sementara itu di akademi khusus kepala sekolah Bradly von sinden, sedang mempersiapkan semua informasi tentang Dean agar dengan cepat ia dapat mempublikasikannya ke seluruh kekaisaran.
Tidak lama kemudian staff akademi mengetuk pintu ruangan kepala sekolah." permisi, kepala sekolah saya telah membawa detail mengenai siswa peringkat S Dean".
"Oh benarkah...cepat berikan kepadaku filenya". Desak kepala sekolah sedikit lebih cepat.
Memakai kacamatanya kepala sekolah mulai membaca file informasi mengenai Dean. Tidak lama kemudian kepala sekolah mulai mengerutkan kening, dan kembali ia mengecek ulang semua informasinya.
"Ini benar-benar tidak dapat dibiarkan lebih lama, aku harus cepat bertindak paling tidak ia akan merasa nyaman tinggal di kekaisaran agung kita". Kepala sekolah berbicara dengan nada yang dalam.
Kepala sekolah melihat bahwa Dean dan keluarganya tinggal di daerah semi kumuh yang ia rasa hal tersebut tidak nyaman dan kurang pantas, untuk harta tertinggi negara seperti Dean.
"Staff persiapkan jet mobile ku, aku akan segera pergi ke istana kekaisaran untuk melapor langsung ke yang mulia kaisar". Perintah kepala sekolah secara langsung.
"Baiklah saya mengerti kepala sekolah".
30 menit kemudian di ruang audiensi istana kekaisaran, kepala sekolah Bradly von sinden berlutut dihadapan kaisar dan menyapanya.
"Salam sejahtera yang mulia, maafkan atas kunjungan saya yang benar-benar tidak tepat pada waktunya". kata kepala sekolah dengan sopan kepada kaisar.
"hmm...tidak masalah bradly ayo .mari kita ke ruang tamu dan meminum secangkir teh terlebih dahulu". Balas kaisar.
"Baiklah kaisar saya mengerti".
Didalam ruangan teh para pelayan segera menyajikan teh pucuk harum yang sangat nikmat kepada kaisar dan kepala sekolah.
"Baiklah Bradly jangan sungkan minumlah teh tersebut dan perlahan mulai berbicaralah". Kata kaisar
"Baiklah yang mulia..saya langsung akan ke inti pembicaraan saja, Bakat kekuatan super peringkat S telah muncul di akademi khusus kekaisaran kita". Kepala sekolah mulai berbicara.
__ADS_1
klik...crack...crack
Setelah kepala sekolah selesai berbicara tiba-tiba diluar ruangan terdengar suara pecahan kaca.
"Siapa itu?". Tanya kaisar kepada pelayan.
Namun tidak lama seorang wanita yang sangat cantik tiba-tiba membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan teh.
"Maafkan aku ayah atas gangguannya".
"hah..ternyata kamu Claudia..mengapa kamu menguping pembicaraan ayah?". Tanya kaisar tidak berdaya kepada putrinya yang satu ini.
"Tidak ayah aku hanya kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan ayah dengan kepala sekolah". Jawab Claudia kepada Kaisar.
"Hah ternyata begitu, karna kamu telah mendengar pembicaraan kami apakah kamu akan bergabung meminum teh". Tanya kaisar.
"Dengan senang hati ayah". Jawab sang putri sembari duduk dengan etiket kekaisaran.
"Baiklah Bradly kamu dapat melanjutkan pembicaraan". Kata kaisar dengan sedikit medesak.
"Baik yang mulia, Peserta tersebut Bernama Dean anak laki-laki berusia 16 tahun, memiliki tipe kekuatan elementator es dengan nama bakat Extreme ice crimson frost soul peringkat S". kepala sekolah menjelaskan.
Hisssssss....
Kaisar dan putri Claudia menghirup udara dingin untuk menekan keterkejutan mereka.
"Seorang elementator peringkat S ini benar-benar sangat mengejutkan, apalagi ia memiliki elemen es yang sangat kuat". Kaisar sedikit berpikir keras sembari mengelus dagunya.
"Maafkan saya menginterupsi perkataan yang mulia, tetapi peserta Dean ini memiliki elemen es yang benar-benar spesial, yaitu es berwarna merah darah dan memiliki daya penghancur yang sangat tinggi".
"Selain itu peserta Dean ini sangatlah jenius yang mulia, hanya perlu satu kali percobaan ia dapat mengendalikan elemen es nya dengan sangat efisien". Tambah kepala sekolah.
"Hahh....Benar-benar mengerikan selain bakat kekuatan supernya di ranah tertinggi ia juga merupakan seorang jenius yang langka".Sambung kaisar yang daritadi sudah berpikir dengan keras.
"Dan satu hal lagi yang mulia saya ingin mengumumkan kepada dunia tentang Keberadaan peringkat S tersebut".Tanya kepala sekolah.
"Hmm...sebelum itu bradly ada baiknya kamu mengirim undangan kepadanya terlebih dahulu untuk beraudiensi di istana kekaisaran denganku". Tegas kaisar.
"Mohon maaf sebelumnya yang mulia tapi saya rasa hal itu tidak mungkin karena peserta Dean dan sanak keluarganya tinggal di wilayah semi kumuh yang notabennya merupakan wilayah penduduk untuk para pekerja golongan bawah".
"Oleh karena itu saya mengantisipasi bahwa akan banyak pihak tidak puas jika Dean yang notabenya seorang anak dari wilayah semi kumuh masuk kedalam istana kekaisaran".
"juga yang mulia jika dalam keadaan tersebut kita tetap nekat mengundangnya ke istana, Peserta Dean yang menerima perlakuan tidak baik dari bangsawan nantinya akan sangat berdampak buruk kesannya kepada kekaisaran kita".
"Jadi saya harap yang mulia mempertimbangkannya kembali". Kata kepala sekolah memohon kepada kaisar.
Kaisar yang lama terdiam. Membuat kepala sekolah sedikit ragu, namun tidak lama kemudian putri Claudia memberikan beberapa kata untuk mempertimbangkan maksud dari kepala sekolah.
"Ayah saya rasa apa yang dikatakan kepala sekolah patut kita pertimbangkan, mengingat yang kita bicarakan ini merupakan kekuatan peringkat tertinggi, jadi sebaiknya kita harus lebih berhati-hati". Sambung putri Claudia.
"Hah...baiklah kalau begitu Claudia besok kamu akan ikut bersama ayah ke akademi khusus untuk melihat Peserta Dean ini". Tegas kaisar setelah memutuskan.
"Dan bradly kamu akan coba mengundangnya untuk menemuiku di akademi khusus". Sambung kaisar.
"Baiklah dimengerti yang mulia". Jawab Kepala sekolah.
"Selain itu yang mulia kita juga memiliki banyak bakat bagus lainnya, bahkan ada seorang gadis bernama Laura yang memiliki bakat peringkat A". Sambung kepala sekolah.
"Hoh..berarti kunjungan ku besok ke akademi tidak akan membosankan".
"Baiklah sudah diputuskan mari kita bersiap-siap untuk besok". tegas kaisar.
__ADS_1
""baiklah dimengerti yang mulia"". Jawab serentak Claudia dan kepala sekolah.