IMPERFECT HUSBAND [REVISI]

IMPERFECT HUSBAND [REVISI]
PROLOG : [ IMPERFECT HUSBAND ]


__ADS_3

...-π•Έπ–ž π•΄π–’π–•π–Šπ–—π–‹π–Šπ–ˆπ–™ π•³π–šπ–˜π–‡π–†π–“π–‰-...


Hari penuh tangis dan duka, pagar yang berada tepat di depan rumah dipenuhi karangan bunga atas kembalinya ayahanda dari Lau Yohan Zhou kepada sang Pencipta.


Anak laki-laki itu baru berusia 5 tahun, hatinya sangat pilu karena kepergian sosok ayah yang sangat ia sayangi dan menjadi panutan dalam hidupnya.


"Kenapa cepat sekali kau tinggalkan aku?" ucap istrinya berduka.


"Papa, Yohan gak bisa tanpa papa," gumamnya sambil memegang nisan berbentuk salib milik ayahnya dan menangisinya, hingga menyisakan bekas air mata pada papan kayu salib.


"Kenyataan pahit keluarga kami, kita harus bisa terima semua ini ya," ujar wanita muda yang ikut berlutut di sampingnya, ia adalah Carmilla Margaretta. Seorang janda dengan anak perempuan yang masih balita.


"Kamu harus kuat, sayang! Harus, kamu itu seorang laki-laki! Kamu harus jantan!" tegas mamanya kepada Yohan mungil.


Yohan masih belum bisa berpikir normal, sungguh dirinya masih kaget dengan kenyataan yang harus dihadapi olehnya, "Tante, kenapa papa meninggalkanku? Papa gak sayang kita lagi ya?"


"Papamu selalu ada, hanya saja ia di surga. Ia menyayangimu. Namun, Tuhan lebih sayang dengannya dan tak ingin melihat papamu menderita dengan penyakitnya untuk lebih lama lagi," ungkapnya.

__ADS_1


Ayahanda Yohan merupakan pemuda tampan dengan tubuh atletis yang sedang mencapai puncak suksesnya pada satu tahun sebelum wafatnya. Ia memiliki penyakit bawaan lahir, yaitu lemah jantung.


Pria tampan itu meninggalkan seorang putra kecil dan istrinya. Yohan memiliki paras yang sangat mirip dengan ayahnya. Namun, tidak dengan hatinya yang mudah rapuh.


Ayahnya meninggal karena serangan jantung mendadak saat ia sedang menyantap nasi goreng buatan istrinya pagi itu. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tak bisa diselamatkan.


...----------------...


Seminggu telah berlalu, semenjak kepergian papanya. Anak laki-laki kecil masih belum ikhlas dan tak dapat menerima kenyataan pahitnya.


"Mama jadi sering memarahiku, bahkan kemarin ia mengatakan kalau ia membenciku." sambungnya, sambil menangis dibalik pintu kamarnya.


Layaknya seorang sedang berbicara, Yohan mendekap erat sebuah bingkai foto yang berisi wajah papanya. Hatinya sangat pilu dan terluka.


Yohan mungil dan polos itu hanya bisa berekspetasi dalam kehampaan. Ia menatap ke arah jendela di sisi sebelah kirinya.


"Aku hanyalah seorang pemimpi yang tinggi, tanpa kenyataan." Yohan mulai mengalami stres setiap harinya. Akan tetapi, hanya dirinyalah yang tau.

__ADS_1


...----------------...


Dua puluh tahun kemudian, tepatnya 4 bulan setelah Yohan bekerja memimpin perusahaan mendiang papanya, ia diminta oleh mamanya untuk menghadiri makan malam bersama gadis pilihan mamanya.


"Ingat malam ini, kau harus datang ke acara makan malam! Mama tidak Terima penolakan" tegas mamanya.


"Ma! Aku tak ingin perjodohan!" Yohan menolak mentah-mentah keinginan mamanya.


"Sudah waktumu untuk menikah dan memberi mama seorang cucu, kau paham?" Mamanya sangat bersikeras meminta Yohan untuk segera menikah dengan gadis pilihannya.


"Aku gak mau!!" Yohan semakin tegas menolaknya hingga tamparan mulus mendarat di pipi kiri Yohan.


"Kau itu ingin merusak mentalku?!" gertaknya emosi.


"Selalu saja memaksakan kehendak, memangnya semudah itu menikah? Apalagi dengan perempuan yang sama sekali tidak kukenal," gerutunya dalam hati.


Pria dewasa tersebut menghela nafasnya dengan kasar. Dirinya tumbuh dengan situasi keterpaksaan yang menjadi rutinitas pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2