IMPERFECT HUSBAND [REVISI]

IMPERFECT HUSBAND [REVISI]
BAB 4 : Persiapan Pernikahan


__ADS_3


Keesokan harinya, kedua keluarga dari calon pengantin itu akan berkumpul bersama. Mereka akan membicarakan beberapa hal yang diperlukan pada pernikahan Yohan dan Lita nanti.


Yuriko menemani Lita, sahabatnya yang sebentar lagi akan menikah. Batinnya berkata, "Semoga semua ini rencana terbaik Tuhan."


Yuriko memperhatikan raut wajah Lita. Wajah cantik Lita yang sedaritadi berkecut. Tidak ada sedikitpun senyuman yang terpancar saat itu.


"Ta, ayo dong, jangan sedih terus! Kamu yang kukenal itu kuat dan pemberani menghadapi rintangan." Gadis tersebut berusaha menghibur Lita yang masih tetap sedih.


"Rasanya ini seperti mimpi buruk yang baru kuterima, kebahagiaanku harus dikorban dengan pria yang sama sekali tidak kukenal." Ujarnya dengan pandangan yang tak beralih dari sebuah dinding.


Semenjak pertunangannya semalam, Lita menjadi sering melamun seakan kehilangan jiwanya yang dulu, serta ia menjadi pemurung dalam sehari.


"Kau ingat gak, apa katamu dulu? Demi mamamu agar tidak menderita, kamu rela berkorban. Ingat lho, apa yang sudah diucapkan gak baik ditarik lagi!" Yuriko mengingatkan ucapan sahabatnya tempo hari.


"Memang begitu, sebelum aku mendengar ucapan Yohan yang sangat tajam. Aku takut.." Lita merasa gusar dan tak nyaman. Ia sebentar lagi akan memegang janji yang serius dan selamanya dengan pria dingin yang kasar itu.


"Sabar aja ya, kalau kau sabar aku yakin dia pasti berubah." Yuriko tak letih menasihati sahabatnya. Ia selalu berusaha agar sahabatnya bisa belajar bersabar.


"Baiklah, akan kucoba bersabar." Lita pun mengikuti kata-kata sahabatnya itu. Yuriko pun ikut tersenyum saat sahabatnya kembali memancarkan senyum tipis.


***


The Roosevelt Hotel, New York


Pagi hari itu, sampailah keluarga Lita dan Yuriko, serta keluarga Yohan. Mereka memutuskan untuk beristirahat dan menginap di Roosevelt Hotel.


"Wah bagus banget hotelnya, mewah banget." Yuriko sangat kagum ketika singgah di hotel tersebut untuk seminggu ke depan. Hotel dengan fasilitas yang mewah dan menyuguhkan keindahan setiap interiornya.


"Iya, suasana baru di sini," balas Lita seraya mengukir senyumnya yang sempat pudar.


Berbeda halnya dengan Yohan, ia hanya memandang sebelah mata bangunan tersebut dan mengatakan, "Dasar berlebihan! Gak pernah ke hotel sebagus ini ya?"


"Yohan! Jaga sikapmu!" Tegur mama Yohan dengan nada tinggi.


"Tante, begini saja, kalau memang anak tante gak setuju dengan pernikahan ini. Aku gak memaksa, aku mengundurkan diri dari pertunangan ini!" Tegas Lita yang juga kesal karena ucapan Yohan.


"Akhirnya sadar diri," Yohan mengatakannya secara langsung dengan suaranya yang mendatar, seakan ia lega.


"No! Aku gak mau hubungan kalian putus. Bagaimanapun kau harus menikah dengan Yohan. Kalau tidak semua asetmu akan kutarik!" Tegas mama Yohan yang sedang emosi saat itu.


"Lita! Jangan ulangi hal itu lagi! Sekarang, kita di sini untuk membahas persiapan pernikahan kalian!" Mama Lita pun ikut memarahi anaknya dan Yuriko hanya terdiam menyaksikan pertengkaran itu.


"Ma-maaf, ma.." Lita pun akhirnya menunduk lagi. Tampak Yuriko mengusap pundak Lita yang sedang hancur sekali perasaannya.

__ADS_1


"Bahkan mama lebih memilih harta daripada kebahagiaan putrinya, sebenarnya aku itu apa?" Tanyanya dalam hati setiap waktu.


"Sudahlah, sekarang kita pembagian kamar, kamar nomor 266 itu kamar Saya dan mamanya Yohan, kamar nomor 267 itu kamar Lita dan Yuriko, serta kamar nomor 268 itu kamar Yohan. Sekarang kalian tunggu di sini, biarku berikan kuncinya," Kata mama dari Lita.


***


Lalu mama Lita melanjutkan mengisi data diri mereka dan segeralah ia membagikan kunci kamar masing-masing. "Sudah sekarang, istirahat dulu dan letakkan barang bawaan kalian, nanti setelah makan siang kita ke tempat konsumsi untuk lunch, ok?" Pinta mama Yohan.


"Baiklah, kami akan istirahat," Jawab Yuriko dan segeralah mereka membawa barang bawaan ke dalam kamarnya masing-masing setelah check-in tersebut selesai.


***


Sesampainya di kamar yang telah dibagi, Lita dan Yuriko segera menggantungkan dress yang akan dipakai di dalam sebuah lemari pakaian.


"Kamarnya gak kalah mewah dengan bagian lobby ya, Ta?" Yuriko memandangi kendaraan yang lalu lalang di jalan raya dari atas balkon hotel tersebut.


"Iya lebih luas dari kamarku, huh tapi sayang setelah menikah aku akan tidur dengan iblis itu.." Lita menarik nafas panjang harus menerima hal pahit itu. Ia sungguh tak siap dengan malam pertamanya.


"Mau tak mau, tapi tenang saja. Aku yakin dia pasti berubah kok," Gadis berambut kecoklatan itu senantiasa menyemangati Lita yang masih terpukul dengan masa depannya.


"Huh, baiklah aku mau pesan orange juice, kau mau pesan apa?" Tawar Lita kepada sahabatnya itu.


"Sama saja denganmu," Balas Yuriko sambil tersenyum manis.


Kedua gadis tersebut menyeruput minuman yang dipesannya, lalu mereka berkemas dan akan menunggunya di luar pintu kamar.


***


Bumi terus berputar, hingga menjelang waktu makan siang. Yuriko dan Lita sudah menunggu di luar pintu kamar.


Tak lama lagi, mama dari Yohan dan Lita keluar, disusul pula oleh Yohan dengan pakaian sederhana dan ketampanan wajahnya membuat wanita manapun tergila-gila padanya.


"Huh, ayo kita bahas, jangan membuang waktu bergunaku dengan wanita tak penting ini." Sindirnya seraya menatap sinis Lita.


"Yohan!" Penekanan suara keluar dari ibu Yohan.


Lita dan Yuriko hanya menjadi audien dalam pertengkaran ibu dan anak itu lagi. Mereka bagaikan imun tubuh yang sudah kebal dengan virus.


"Sudahlah, mari kita bahas bagaimana konsep pernikahan kita. Jangan debat lagi!" Pinta Lita kepada dua wanita itu.


"Baiklah, kalian duduk di kursi nomor 05 yang sudah tante pesankan," Pinta mama Yohan menyudahi pertentangannya dengan pria tersebut.


"Oke," Lita pun segera pergi lebih dahulu dengan Yuriko, yang disusul dengan Yohan di belakangnya.


***

__ADS_1


Mereka pun segera menyantap hidangan makan siang yang tersedia. Setelah perutnya kenyang terisi, segeralah mereka membahas konsep pernikahan putra dan putrinya


"Nah, supaya acaranya singkat, mama mau Lita dan Yohan menikah di waktu sore di aula hotel ini, bagaimana kalian setuju?" Tanyanya.


"Ya, aku ikut saja," Jawab Lita pasrah.


"Aku juga setuju dengan ide tante," Timpal Yuriko.


"Bagus deh kalau sore, jadi gak perlu seharian di acara pernikahan gak penting ini!" Lagi-lagi Yohan berkata menyebalkan. Ia masih bersungut-sungut.


"Yohan! Bisa gak kau hargai ini!" Tegur wanita paruh baya tersebut.


"Baiklah, aku ikut kalian saja!" Jawabnya dengan berat hati.


Setelah itu mereka juga membahas tentang pakaian pengantin dan juga dekorasi aula nanti. Kedua orangtua dari mempelai pria dan wanita sedang sibuk menentukan pilihan untuk acara mereka.


"Hmm, tema yang modern saja untuk pernikahan anak-anak kita ini. Mereka pakai outfit pengantin berwarna putih, gimana?" Tanyanya.


"Bagus tuh idemu, berarti besok tinggal Prewedd dan pesan catering," Balas mama Yohan.


"Clear!" Jawab Yohan dan segera ia meninggalkan meja makan tersebut.


Mamanya meneriakinnya dari jauh, namun tidak ada respon sepatah kata pun, "Yohan!"


"...."


"Anak ini! Yohan!" Wanita itu terus memanggil namanya. Akan tetapi Yohan tetap saja berjalan dan acuh dengan suara tersebut.


***


Sesampainya di kamar, ia langsung mengunci pintunya dan ia duduk menghadap kaca yang ada di kamar hotelnya.


"Aku gak siap menikah dengan Lita. Dia akan menderita kalau tau kepribadianku.." Gumamnya dalam hati.


Ia juga melihat sekeliling kamar itu, terdapat meja rias disebrangnya dan ranjang dengan ukuran big-size.


"2 hari lagi malam pertamaku dengan Lita, aku akan menghabiskan malam bersamanya,"


"ARGGHHH*!!" Yohan tampak pusing dan bingung, dirinya tak siap namun tak bisa menghindar dari realita.


Tampak ketakutan Yohan kambuh lagi, "Aku tidak bisa mengakui perasaanku. Dia sungguh cantik dan aku jatuh cinta dengannya sejak pandangan pertama."


"Tapi, apakah dia mengalami hal yang sama. Bagaimana kalau nanti ia meninggalkanku, saat ia mengetahui seluruh kelemahan diriku?" Hatinya gusar dengan hari pernikahan yang semakin dekat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2