![IMPERFECT HUSBAND [REVISI]](https://asset.asean.biz.id/imperfect-husband--revisi-.webp)
Riverside, New York
05.30 P.M
Setelah mempersiapkan segalanya selama beberapa hari, akhirnya Yohan dan Lita menikah di sebuah gereja bernama Riverside.
"Membuang waktu saja," Ujarnya kesal. Ia mengalihkan pandangan untuk menatap calon istrinya.
"Diamlah iblis! Di tempat suci seperti ini pun, kamu masih saja membuat dosa!" Balas Lita jengkel.
"Dosaku adalah harus menikah dengan perempuan jal*ng yang kotor sepertimu." Yohan mencoba menutupi perasaannya dengan menjawab demikian.
Pertengkaran mereka menjadi sorotan para tamu gereja. Para tamu tertawa melihat pertengkaran layaknya kedua bocah berebut mainan.
Dari kejauhan mama Yohan memberi isyarat tajam kepada putranya, sedangkan mama Lita dan Yuriko, sahabatnya menepuk kening mereka.
"Yu, apakah semua anak muda yang terpaksa menikah selalu bertengkar seperti ini?" Tanya mama Lita yang keheranan.
"Kurasa tidak, tan. Maklum saja, Lita belum pernah berpacaran dengan pria manapun dan sifat Yohan juga buruk terhadap Lita." Pendapat Yuriko.
"Iya juga sih, oia nanti malam berarti kamu tidur sendiri dong di kamar hotel?" Tanya mama Lita.
"Tentunya," Jawab Yuriko sambil menaikan bahu dan tersenyum.
"Tapi, kau gak masalahkan? Atau mau gabung kamar sama Tante dan besan Tante?" Tawarnya kepada Yuriko.
"Tidak perlu, tan. Makasih, aku sudah cukup senang bisa bersama-sama tante dan Lita." Jawabnya dengan jujur.
"Kamu memang anak yang baik, dari dulu sampai sekarang sifatmu tidak pernah berubah ya," Sanjung mama Lita.
"Terimakasih tante atas sanjungannya, saya senang mendengarnya," Ujar Yuriko,
"Sama-sama, yasudah 10 menit lagi kita akan berangkat ke aula pernikahan di hotel yang kita singgahi. Jangan sampai barangmu ada yang tertinggal di sini ya!" Pinta mama Lita.
(***)
Momen yang ditunggu pun tiba, kedua mempelai pasangan tersebut harus melakukan wedding kiss di depan altar.
"Tidak, my first kiss.." Lita menjadi risau, karena ini adalah kali pertamanya, ia dikecup oleh pria.
"Sudah lakukan saja!" Yohan memaksa Lita untuk melakukannya, agar menghindari konflik dengan mama Yohan.
"Kau itu pria! Aku itu wanita!" Bisiknya kepada Yohan.
Tanpa banyak bicara, Yohan langsung ******* bibir Lita dengan ganas, untuk menyelesaikan acara pernikahan tersebut.
Tanpa sengaja, Lita yang masih polos menggit lidah Yohan. Pria tampan tersebut, menahan sakit dan kulit putihnya menjadi berwarna kemerahan.
"Sialan!" Gumam Yohan dalam hati.
"Ma-maaf..." Lita menjadi ketakutan melihat Yohan yang terlanda emosi. Akhirnya, gadis itu mengikuti alur pernikahannya.
***
The Roosevelt Hotel, New York
08.54 P.M,
Beberapa jam kemudian, sampailah mereka di depan kamar hotel yang mereka singgahi tersebut. Kedua wanita paruh baya dan sahabat Lita, Yuriko tersenyum melihat pasangan pengantin baru tersebut.
__ADS_1
"Lita, mulai sekarang jangan panggil saya Tante, panggil saya mami saja ya," Pinta mama Yohan sambil memeluk gadis tersebut dengan hangat.
"Baik mi," Balas Lita.
"Cih, memang dia anakmu?" Tanya Yohan menyangkal.
"Putar balik pikiranmu! Dia itu istrimu, Yohan sayang, anak mama yang tampan dan pandai," Jawab mamanya yang tersenyum masam dan menjelaskan dengan sabar.
"Huh, aku baru ingat dia istriku," Yohan memandang ke arah langit-langit hotel itu.
"Begitu juga, Yohan, kamu suami dari putriku. Maka kamu juga putraku, panggil aku mama ya?" Balas mama Lita dengan keinginan yang sama.
"Hmm, ya ma," Balas Yohan singkat.
"Selamat ya, Ta. Akhirnya, kamu menikah, semoga rumah tanggamu selalu langgeng ya, sampai maut yang memisahkan kalian," Ucap sahabatnya sambil memeluk tubuh mungil Lita.
"Amin, terimakasih sahabatku sayang, aku doakan semoga kamu cepat mendapatkan jodohmu," Harapannya kepada Yuriko.
"Amin, makasih ya," Kata Yuriko sambil tersenyum.
Kemudian, Mama Yohan memanggil anaknya dan memintanya ikut ke dekat lift. Mereka seperti hendak membicarakan sesuatu.
"Lita, kamu duluan ke kamar ya? Ada yang mau mami bicarakan dengan Yohan," Pinta mama mertuanya.
"Um, iya Mi. " Lita pun menuruti. Ia segera masuk ke dalam kamar.
(***)
Mama Yohan mengambil sebungkus plastik berisi sebuah pil yang merupakan adalah obat dan beberapa alat kontrasepsi di dalamnya.
"Apa ini, ma?" Tanya Yohan polos.
"Sudah, nanti kau berikan pada istrimu ya!" Pinta mamanya yang tersenyum-senyum.
"Sudah kau berikan saja, kau akan tau nanti. Kalau dia tanya, bilang saja ini akan membuatnya lebih tenang dan nyaman." Pinta mamanya.
"Hmm baiklah, selamat menikmati malam pertama pernikahanmu," Mamanya pun berjalan meninggalkan Yohan sendiri.
Tampaknya Yohan masih membolak-balikan barang yang diberikan mamanya. Batinnya berucap, "Lita akan menjadi milikku sepenuhnya. Aku rasa ini saat yang tepat untuk jujur padanya."
Kemudian, Yohan memasukkan benda tersebut ke dalam sakunya dan ia segera menuju kamar pengantinnya.
"Semoga rencanaku berhasil membuat mereka tak bertengkar, aku juga menginginkan cucu yang akan menjadi penerus keluarga ini," Gumam mamanya dalam hati.
***
Yohan kembali ke dalam kamarnya dan melihat Lita dengan piyama pendek miliknya. Gadis tersebut sedang menyisir rambutnya di depan cermin.
Wajah cantiknya terpantul dari cermin dan tanpa disadari Yohan semakin mengaguminya. Ia juga memperhatikan setiap lekukan tubuh Lita, sungguh sempurna tentunya.
Sekelilingnya di dekorasi dengan bunga yang ditaburi diatas ranjang dan juga lilin malam yang menerangi kamar pengantin baru tersebut.
"Aku penasaran reaksi obat ini apa?" Gumam Yohan dalam hati sambil membalikkan obat tersebut.
Lita menoleh ke belakang dan menegur suaminya yang berdiri di belakangnya. Wajahnya amat kesal menatap Yohan.
"Ingat! Kita pisah ranjang, aku akan mencari pasangan yang kucinta!" Tegas Lita yang sudah menolak.
"Kau pikir aku sudi tidur sekamar denganmu?" Jawab Yohan yang berusaha menjual mahal.
"Hmph!" Lita beranjak dari kursi riasnya dan segera membaringkan tubuhnya di ranjang yang sangat empuk dan nyaman itu.
__ADS_1
***
Baru saja gadis tersebut membaringkan tubuhnya, tiba-tiba juga suaminya, Yohan ikut beranjak ke atas ranjang.
Pria tersebut membuka atasannya dan membelai rambut panjang Lita yang menghalangi wajah cantiknya.
"Yohan?! Apa yang kau lakukan?!!" Lita menjadi panik tak karuan dan segeralah ia bangkit dari ranjangnya.
Baru saja ia beranjak, Yohan langsung mendorong tubuh gadis manis tersebut ke atas ranjang lagi. Ia memasang senyum smirknya.
"Yohan?! Sadarlah!" Tegur Lita ketakutan dan matanya mulai berkaca-kaca karena rasa paniknya yang luar biasa.
Tanpa alasan yang keluar dari mulutnya, pria tersebut menarik tali pada piyama milik Lita dan malam itu pemandangan indah dapat dilihatnya.
Lita menangis ketakutan dengan hal yang dilakukan Yohan, "Hiks, Yohan lepaskan aku,"
"Tidak mau!" Jawab Yohan dan mulailah pria itu meraba sesuatu hingga menimbulkan suara yang membuat nafsunya meningkat.
"Ahh, Han.... " Desah Lita saat tangan Yohan meraba kedua gunung yang menjulang.
"Yohan!! Hentikan!" Bentak Lita dan ia terus memohon.
"Berisik! Kau diam atau kumutilasi?" Ancam Yohan. Ia masih menikmati kemolekan Lita.
Lita dengan sigap menendang tubuh pria tersebut dan berlari menjauhi suaminya tersebut. Ia sangat ketakutan dengan perbuatan Yohan.
Namun, hal itu sia-sia, saat ia memegang door handle ternyata sudah tidak bisa dibuka. Kecil sudah harapannya untuk bisa keluar dari kamar tersebut.
"Kemarilah sayang, jangan membuatku marah," Pintanya dengan rayuan manja.
"Gak mau!" Tolak Lita sambil menutupi tubuhnya dengan piyama mikiknya.
"Kemari! Jangan pancing kesabaranku!" Paksa Yohan.
"Gak!!" Lita bersikeras menolak suaminya untuk melakukan kewajibannya.
"Kau mau cara kasar rupanya! Baiklah," Yohan mendekati Lita dan menariknya paksa. Kemudian, ia mengikat kedua tangan dan kaki Lita dengan tali di setiap sisi tempat tidur.
"Lepaskan!" Lita terus menangis ketakutan dan dirinya tak siap.
"Diam!" Yohan kemudian, meminumkan obat yang diberikan mamanya kepada istrinya dengan sangat mudah.
"Kenapa kau diam? Gak melawan lagi?" Tanyanya melihat istrinya kepanasan dan wajahnya memerah. Tubuh gadis itu mulai menggeliat.
Keringat mulai bercucuran membasahi tubuh Lita. Ia mengerang dan merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya saat ini.
"Ahhh.. " Desahnya saat Yohan mulai melucuti benang di tubuhnya.
Tanpa banyak waktu lagi, Yohan mulai bermain nakal dengan istrinya yang telah terpengaruh oleh obat tersebut.
"Ahhh, panas... Jangan pergi." Pintanya yang mulai terkulai lemas.
"Memohonlah padaku!" Perintah Yohan.
Beberapa waktu kemudian, Yohan ******* bibir manis Lita dengan sangat ganas, ia mengecup dari bibir hingga turun ke bagian leher yang membuat Lita semakin merasakan kenikmatan.
"Uhmm." Lita menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara indah miliknya.
Satu jam kemudian, Yohan terus berolahraga dengan Lita hingga gadis itu terlihat sangat lemah dan tak berdaya.
Peluh yang membasahi sprey kasur dan beberapa bercak darah di sprey tersebut. Kasur tersebut menjadi berantakan karena perbuatan mereka.
__ADS_1
"Kamu menjaga kesucianmu dengan baik. Kau sepenuhnya istriku dan Aku telah jatuh cinta padamu." Ungkap Yohan kepada perasaannya yang terpendam.
Bersambung...