IMPERFECT HUSBAND [REVISI]

IMPERFECT HUSBAND [REVISI]
BAB 20 : Flashback


__ADS_3

Polisi pun menjemput keduanya dan membawa mereka menuju kantor polisi untuk diminta keterangan lebih lanjut. Namun, perasaan Lita masih tak rela.


Yohan yang duduk di samping Lita mengatakan, "Ini hanya sementara dan dapat kita lewati. Sekarang, kamu bersandar ya di pundakku. Aku paham kamu lelah saat ini."


Lita pun menuruti kata suaminya. Ia menyandarkan kepalanya pada pundak Yohan dan matanya berkaca-kaca, "Mengapa harus berakhir di penjara? Jelas-jelas dia yang salah!"


Suaminya merasa bersalah dengan perbuatannya tempo bulan. Ia mengusap rambut Lita, "Maafin aku ya. Ini semua salahku, andai saja waktu itu tidak kulakukan. Mungkin, kamu tidak akan melakukan aksi itu dan kita pasti hidup bahagia."


"Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Kita berdua salah, kamu selingkuh dan aku membalaskan sakit hati dengan cara yang keji." Ujarnya sembari menatap dari kaca di sisi sebelah kiri.


Yohan memeluk Lita yang merasa rapuh saat itu. Ia juga mengecup lembut kening istrinya, agar perasaannya menjadi lebih tenang dan siap menghadapi masalah hari ini.


***


Ibunda Lita duduk terdiam di atas sofa berwarna coklat susu. Ia memikirkan nasib putrinya yang berada di kantor polisi, bahkan ia berfikir semuanya adalah cobaan yang berat.


Ia pun teringat akan perkataan putrinya sore tadi. Akhirnya, ia memutuskan untuk menghubungi kenalannya semasa SMA dulu.


Ia adalah mantan kekasihnya dahulu. Pria itu bernama Leonel Martino. Pria paruh baya tersebut, tetap terlihat tampan meskipun usianya terus bertambah.


Leo itulah panggilan akrabnya. Hubungannya dengan Margaretha, ibunda Lita kandas karena suatu perjodohan.


Pria itu meneruskan hidupnya dengan menyelesaikan studi di sebuah universitas fakultas hukum di luar negri. Hingga, sekarang ia bekerja sebagai pengacara.


^^^"Halo, Leo. Apakah ini kamu?" Terdengar suara wanita paruh baya itu memulai percakapannya di telfon.^^^


"Iya, saya sendiri. Siapakah ini?" Setelah sekian tahun tak jumpa, Leo menjadi asing dengan mantan kekasihnya itu.


^^^"Aku Margaretha, mantan kekasihmu dahulu. Apa kau ingat?" Balasnya demikian. Hal itu membuatnya terkejut bukan main.^^^


Mata Leo terbuka dan ekspresinya sangat terkejut setelah, mengetahui bahwa seseorang di telfon itu adalah mantannya.


"Margaretha, kau kemana saja? Kau hilang kabar, entah kemana." Tanyanya.


^^^"Aku ada, hanya saja ini nomor baruku. Kamu bagaimana kabarnya?"^^^


"Aku baik-baik saja. Ada apa kau menghubungiku?"


^^^"Aku butuh bantuanmu. Ini menyangkut tentang putriku."^^^


"Putrimu kenapa? Ada masalah apa?"

__ADS_1


^^^"Sebuah perselingkuhan dan dendam yang membuatnya menganiaya kekasih gelap suaminya."^^^


"Hmm baiklah. Aku turut sedih mendengarnya. Bagaimana kalau kita bertemu di sebuah cafe?"


^^^"Baiklah, kau kirim saja alamatnya. Aku akan menuju tempat tersebut."^^^


"Sampai bertemu nanti."


Panggilan itupun terputus dan pria tersebut segera mengirimkan alamat yang akan mereka kunjungi untuk menyelesaikan masalah Lita.


***


Beberapa saat kemudian, wanita berkulit putih dan parasnya yang mulai muncul keriput pun tiba di sebuah cafe.


Ia tampak kebingungan dan menoleh ke kiri dan kanan. Nampaknya, ia belum menemukan insan yang berbicara dengannya tadi.


"Apa dia belum datang?" Gumamnya dalam hati. Margaretha pun memutuskan untuk memesan secangkir kopi sembari menunggu Leo.


Seorang pelayan cafe dengan seragam berwarna merah muda, datang menghampiri dirinya sambil membawa selembar menu yang telah di laminating.


"Selamat sore, Nona. Selamat datang di cafe kami, nona ingin mencoba roti bakar dengan lelehan keju?" Tawarnya dengan menampilkan senyum.


"Nona ingin mencicipi menu teh tarik atau kopi hitam yang kaya khasiatnya?" Gadis itu mempromosikan menu tempat makan tersebut.


"Teh hangat saja ya. Terimakasih." Balasnya kepada pelayan tersebut.


Pelayan tersebut tersenyum dan membungkukkan tubuhnya sebagai rasa hormat kepada pengunjung, "Baik nona, pesanan akan secepatnya kami sajikan. Selamat menikmati keindahan alam cafe kami."


Sebuah bangunan yang luas nan tegak, sengaja dibangun di tengah kota untuk membuka usaha. Bangunan tersebut dinamakan cafe dengan dekorasi alami berupa tanaman hijau yang dapat menyegarkan penglihatan pengunjung.


Cafe tersebut selalu dipadati pengunjung, hingga menjadi pusat perhatian kota utama. Wanita tersebut memandangi dekorasi bangunan yang memanjakan matanya.


[Flashback]


Ia teringat sebuah kenangan bersama Leo, selagi mereka bersama dahulu.


"Sampai kapanpun kenangan itu akan sulit dihapus dari benakku." Gumamnya dan tanpa disadari ia tersenyum dengan sendirinya.


Di tengah lamunannya itu, munculah sesosok pria dengan jas berwarna hitam bak seorang pengacara profesional.


"Margaretha, sudah lama menungguku?" Sapanya sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Lamunannya terpecah dan ia menatap pria di depannya, "Eh, Leo? Sudah lama kah?"


"Haha, aku baru saja sampai." Pria itu menyahut sambil terkekeh ringan.


"kuperhatikan, kau sedang melamun. Kau sedang memikirkan anakmu?" Tanyanya sambil memiringkan kepalanya dan memfokuskan pandangannya.


Wanita itu menarik nafasnya perlahan, lalu menghembuskannya, "Ya, aku sedang pusing dengan keadaannya. Aku juga sedang teringat kenangan bersamamu."


Leo mengalihkan pandangannya dan tersenyum sambil menampakkan gigi putihnya, "Indah untuk dikenang. Sudah cukup lama kita tak jumpa dan berpisah."


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya ibunda Lita.


"Kabarku baik dan kembali sendiri seperti dahulu." Katanya yang selalu tersenyum di setiap katanya.


"Kembali sendiri? Maksudmu?" Tanya lawan bicaranya lagi.


"Ya, maksudku sekarang mengenai statusku, yaitu sebagai duda." Kata pria itu sambil memperbaiki posisi arloji di pergelangan tangannya.


Margaretha terdiam sejenak dan ia penasaran tentang kehidupan Leo yang telah lama tiada kabarnya.


"Maaf kalau lancang, mantan istrimu memangnya kemana?" Wanita paruh baya tersebut mendelik ke arah lawan bicaranya.


"Ia sudah meninggal lima tahun silam, karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya."


"Lantas, bagaimana dengan anak-anak kalian?" Tanyanya semakin mendetail.


"Kami belum diberikan kepercayaan oleh Tuhan. Almarhum istriku susah memiliki keturunan, semenjak ia keguguran."


"Hmm, aku turut berdukacita atas meninggalnya istrimu."


"Ya, terimakasih. Lalu, anakmu dimana sekarang?" Pria itu membahas topik baru tentang kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Lita dan suaminya.


"Lita sedang berada di dalam sel penjara. Ia ditahan karena digugat oleh selingkuhan suaminya." Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.


"Lantas, apakah mereka tidak bercerai?" Tanyanya untuk menguak kasus yang akan ditangani olehnya.


"Tidak, anakku mempertahankan rumah tangganya, karena ia sedang mengandung anak dari suaminya, calon cucuku." Jawabnya.


"Baiklah, aku akan membantumu. Sekarang, kau tenang dulu ya." Lalu, keduanya berangkat menuju kantor polisi untuk menyelesaikan kasus tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2