![IMPERFECT HUSBAND [REVISI]](https://asset.asean.biz.id/imperfect-husband--revisi-.webp)
07.00 A.M
Sebulan telah berlalu semenjak pernikahan Lita dengan Yohan. Yuriko berharap pernikahan mereka selalu membawa kebahagiaan bagi keduanya.
Pagi sekali Yuriko sudah mengenakan blus berlengan tiga per empat berwarna putih dengan flat shoes berwarna abu-abu kesayangannya.
Gadis berambut sebahu dengan warna rambutnya kecoklatan itu sedang mengolesi sepotong roti dengan selai. Saat itu, ia disambut hangat oleh mama Lita.
"Yu, kamu mau berangkat ya ke kantor Lita?" Sapa wanita paruh baya tersebut.
"Nanti siang, Tan. Sekarang, aku ada jadwal interview di Jiang Group, perusahaan yang sedang naik daun 5 tahun belakangan ini." Jelas Yuriko kepada lawan bicaranya.
Mama dari sahabatnya itu membalas dengan senyuman, "Semangat ya, kamu mirip sekali seperti Lita. Gadis yang pekerja keras dan aktif. Semoga harimu beruntung ya."
"Amin, terimakasih Tante atas dukungannya." Yuriko sangat senang mendapat dukungan dari seorang wanita yang bagaikan sosok ibu baginya.
Wanita tersebut mengangguk dan selagi Yuriko mengolesi selai, ia juga bercerita bahwa ia rindu dengan putrinya.
"Yu, jujur rumah ini sepi karena tidak ada Lita. Tante rindu banget suara manjanya dia.." Mama Lita bersedih karena hari ini berbeda tanpa Lita.
"Aku juga, Tan. Tapi, sekarang dia sudah menikah. Jadi, dia sudah harus hidup mandiri bersama suaminya." Yuriko mengambil sisi positif dalam pembicaraan tersebut.
"Kamu betul, terimakasih ya selalu membuat Tante tenang." Jawabnya dan merangkul Yuriko.
***
Setelah selesai sarapan, Yuriko segera berangkat menuju tempat kerjanya menggunakan mobil berwarna merah pemberian sahabatnya.
"Huh, untung belum telat. Lumayan macet sekali lalu lintas pagi ini." Gerutunya sambil menarik nafas, ia penat dengan keramaian jalan raya.
Kemudian, gadis belia yang akan interview segera mengambil berkas-berkas yang dibutuhkannya nanti di dalam mobil.
"Siap semua sudah lengkap. Baiklah, Yuriko kamu pasti bisa melewati interview ini dengan baik." Gadis tersebut menyemangati dirinya sendiri.
***
Berbeda halnya dengan Lita, ia menghabiskan waktunya dalam sebuah kehidupan pernikahan baru yang hangat.
Perusahaannya diambil alih oleh suaminya, semenjak 4 hari setelah pernikahan mereka. Kini, Lita bekerja sebagai ibu rumah tangga di rumah yg lumayan besar ditemani Qien, asisten rumah tangganya.
__ADS_1
"Nona, pagi ini Tuan meminta nona untuk berolahraga agar kondisi fisik dan batin nona tetap sehat." Qien menyampaikan perintah dari Yohan.
Dengan ramah, Lita membalas penyampaian Qien, "Terimakasih ya sudah membantuku. Bagaimana kalau nanti siang? Tolong kamu siapkan makan siang yang enak apapun itu! Aku mau mengundang sahabatku ke sini dan nanti jangan lupa kamu ikut makan bersama kami juga."
"Maaf nona, ini sangat tidak pantas bagi saya untuk makan bersama Nona Lita." Gadis berambut pendek berwarna hitam pekat itu menolak ajakan majikannya.
"Qien, kamu jangan sungkan-sungkan untuk makan bersama kami ya. Bagaimanapun juga kamu kan sama-sama manusia yang memiliki derajat yang sama." Lita meyakini Qien yang merasa segan.
"Baiklah nona, terimakasih atas kebaikannya. Saya tidak akan pernah lupa kebaikan Nona." Ucapnya dengan sangat senang mempunyai majikan sebaik Lita.
***
Momen meneggangkan dimulai ketika Yuriko sedang interview dengan HRD Jiang Group, banyak pertanyaan yang ditanyakan.
"Baiklah, sebelumnya perkenalkan diri anda serta sebutkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki."
"Nama saya Yuriko, saya pernah bekerja di salah satu perusahaan terkemuka di kota ini, yaitu di Perusahaan Lin, saya bekerja sebagai manajer pemasaran di sana."
"Kelebihan saya adalah saya bisa menggunakan komputer dengan baik dan cepat serta saya bisa membuat promosi untuk perusahaan ini. Ini ada beberapa desain yang telah saya buat di perusahaan ini."
"Kekurangan saya adalah saya kurang terlalu mengerti dan terampil untuk berpenampilan menggunakan make up."
"Baiklah, saya sudah pernah mendengar data anda dan anda mempunyai potensi yang sesuai kebutuhan perusahaan ini. Anda lulus interview dan mulai besok anda bisa mulai bekerja di sini sebagai manager pemasaran."
"Sama-sama, sukses selalu." Keduanya saling berjabat tangan.
***
Yuriko sangat bahagia dengan kabar tersebut. Ia segera menghubungi Lita dan memberi tahunya.
"Ta, aku sekarang ke kantormu ya, aku sudah diterima kerja sebagai manajer marketing di Jiang Grup." Katanya kepada sahabatnya.
"Wahhh! Congratulation!!" Sahut Lita dan tiba-tiba terdengar suara Lita yang mual dari ponselnya.
"Eh?? Ta, kamu sakit ya?" Yuriko spontan menjadi khawatir kepada Lita.
"Nggak tau nih, dari tadi pagi aku mual banget. Rasanya aku kurang selera dengan makanan yang dipaksa masuk." Lita menceritakan keluhan yang dirasakannya.
"Aku akan ke rumahmu ya, istirahat ya!" Yuriko langsung meluncur menuju ke rumah Lita.
"Baiklah, terimakasih ya." Suara lirih terdengar dari ponsel tersebut.
__ADS_1
Yuriko yang begitu khawatir, akhirnya siap-siap dan bergegas menuju rumah Lita. Namun saat akan segera berangkat, ia tak sengaja menabrak dada bidang seorang pria di depan lobi kantor tersebut.
BRUGGHH!!
Yuriko terjatuh dalam keadaan yang hampir tertindih oleh seorang pria tampan di depannya.
"Um aduh, tampan sekali pria ini. Dia siapa?" Yuriko sangat terpesona dengan pria berambut hitam yang memiliki bibir seksi berwarna merah.
Tatapan dan posisi canggung itu terjadi selama kurang lebih 2 menit yang membuat Yuriko terbayang-bayang pada jangka lama.
"Tuan Jiang," Panggil salah satu staf di kantor tersebut.
Segeralah pria berpenampilan sempuran itu bangkit dan membantu gadis yang baru saja diterima di kantor tersebut bangkit.
"Maaf, aku tidak sengaja." Yuriko meminta maaf, karena ia merasa pria ini sangat berpengaruh di kota tersebut.
"Aku yang terburu-buru. Kau tidak kenapa-kenapa kan?" Pria tersebut memastikannya dan merapikan kemejanya.
"Aku tidak kenapa-kenapa, Tuan." Yuriko tersenyum-senyum, layaknya baru saja bertemu dengan malaikat Gabriel.
"Baiklah, aku buru-buru. Sampai jumpa!" Ucapnya dan segera masuk ke dalam kantor tersebut.
Sebuah pertemuan singkat yang membuat Yuriko terbayang-bayang dengan wajah tampan pria tersebut.
"Sayangnya waktu terlalu singkat untuk mengenalnya lebih." Gumam Yuriko dalam hati.
Gadis tersebut menoleh ke arah belakang dan mengingat nama yang disebutkan oleh staf di kantor tadi.
"Jiang?? Eh?! Apakah ini CEO Jiang Group?!!" Yuriko tertegun saat menyadari hal tersebut.
"Kalau iya?? AAAA AKU BERUNTUNG SEKALII!!!" Hatinya menjerit sangat bahagia dengan sesuatu yang baru saja ia alami dan selalu terbayang-bayang dalam benaknya.
Yuriko pun tersadar kembali dan ia baru ingat bahwa ia akan segera pergi menuju rumah Lita.
"Astaga, aku hampir saja lupa! Aku harus pergi sekarang!" Gadis belia berkulit putih itu menepuk jidatnya.
Yuriko segera bergegas masuk ke dalam mobil dan langsung menuju rumah Lita.
***
Wajahnya yang tampan dan bibirnya yang seksi membuatnya sangat dikagumi oleh para karyawan wanita di kantor itu saat sedang meeting.
__ADS_1
"Gadis tadi siapa ya? Apakah dia karyawan baru di sini? " Tanyanya dalam hati yang penasaran dengan wanita yang baru saja ditabraknya tadi.
Bersambung...