![IMPERFECT HUSBAND [REVISI]](https://asset.asean.biz.id/imperfect-husband--revisi-.webp)
Sesampainya Yuriko di rumah Lita, ia disambut ramah oleh Qien. Gadis itu membungkuk untuk menunjukkan rasa hormat kepada Yuriko.
"Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" Sapanya dengan ramah.
"Saya Yuriko, teman Nona Lita. Bisakah saya masuk ke dalam?" Tanya Yuriko dengan lemah lembut.
"Tentu Nona. Nona Lita sudah menunggu Nona Yuri dan sudah kami persiapkan hidangan makan siang." Qien tersenyum polos dan ramah kepada tamu nona Lita.
"Wah tidak perlu repot-repot, makasih ya. Lita ada dimana ya?" Tanyanya yang ingin segera bertemu dengan Lita.
Gadis yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu berkata, "Nona Lita ada di kamarnya. Sejak tadi pagi, nona mual-mual terus bahkan pusing."
Yuriko terdiam sejenak dan berfikir dalam hati, "Apakah Lita sedang mengandung ya?"
"Yasudah nanti aku minta dia untuk berobat ke rumah sakit terdekat. Barangkali dia sedang kurang enak badan." Balas Yuriko demikian.
Gadis berambut pendek itu ikut tersenyum dan segera ia pamit untuk menuju dapur kepada Yuriko.
"Nona, saya permisi ke belakang."
"Baiklah, terimakasih bantuannya."
Dalam hitungan detik, tubuh mungil sahabat Lita itu sudah tak nampak lagi. Ia memegang door handle pintu kamar Lita dan membukanya.
"Ta?" Panggilnya dari ambang pintu.
"Masuk saja, Yu. Maaf ya, aku malah di kamar." Senyuman Lita terukir pada wajah cantik yang kian pucat pasi.
Tanpa perkataan apapun, gadis berambut coklat tersebut menyentuh kening Lita dan berkata dalam hati, "Normal ah,"
"Eh? Ada apa?" Tanya Lita heran dengan aksi sahabatnya itu.
"Aku hanya memastikan, apakah kau demam atau tidak? Wajahmu lesu gitu, ditambah lagi kau mual-mual." Kata Yuriko kepada wanita cantik yang telah bersuami itu.
"Entahlah, rasanya semua makanan yang masuk ingin sekali kukeluarkan dari perutku ini." Hanya itulah jawaban dari Lita yang dicurigai sedang sakit.
"Hmm." Yuriko berpikir sejenak dengan keluhan yang diceritakan Lita.
Rasa penasarannya sangat menghantui dirinya. Akhirnya, Yuriko memutuskan mencari artikel dari internet tentang "Tanda Kehamilan".
Lita hanya menatap bingung sahabatnya yang sedang sibuk menatap layar ponselnya. Wanita tersebut tak mengetahui, entah apa yang sedang dibaca oleh Yuriko.
"Yu, kamu sedang baca apa sih? Serius banget gitu?" Tanyanya penasaran.
__ADS_1
"Aku sedang membaca beberapa artikel tentang ciri-ciri kehamilan." Balasnya dengan pandangan yang masih terfokus pada ponsel yang digenggam di tangannya.
Lita terdiam dan kepalanya tertunduk dengan hal yang dikatakan sahabatnya, "Aku gak mungkin hamil.."
Yuriko menoleh ke arah Lita yang berubah menjadi sedih, "Ta, kenapa kamu sedih? Apakah aku salah bicara?"
"Bukan kok, 4 hari yang lalu, aku sempat periksa ke dokter dan beliau mengatakan bahwa aku diagnosa susah menghasilkan keturunan." Lita menarik nafas panjang atas kenyataan pahit yang didengarnya tempo hari.
"Ta, itu hanya diagnosa dokter dan kalau Tuhan mengizinkan kamu punya anak, aku yakin pasti bisa kok." Yuriko mengusap pundak Lita yang bermaksud untuk menyemangatinya.
"Tapi kalau itu beneran gimana??" Lita masih merasa ketakutan dengan diagnosa tersebut.
"Untuk menghilangkan perasaan penasaranmu, sekarang lebih baik kita periksa ke dokter setelah makan siang ya?" Saran Yuriko.
"Aku takut hasilnya mengecewakan.." Perasaan gugup dan gelisah bercampur menjadi satu.
"Kalau ternyata tidak, kamu harus terima dengan lapang dada. Tapi, kalau hasilnya iya, kamu harus jaga anak itu sampai lahir ya." Pesan sahabatnya.
Akhirnya, Lita pun memutuskan untuk memeriksanya setelah selesai makan siang bersama Yuriko.
Setelah selesai makan siang, mereka pun berpamitan dengan Qien, asisten rumah tangganya.
"Qien, saya dan Nona Yuriko berangkat dulu ya. Nanti, kalau kamu di belakang. Jangan lupa kunci pintunya ya!" Titah Lita.
"Baik nona." Balasnya dan segeralah keduanya berangkat dengan tumpangan mobil milik Nana.
***
02.45 P. M.
Sesuai yang telah dijadwalkan, Lita dan Yuriko pergi ke sebuah rumah sakit terbaik di kota New York, Amerika Serikat itu.
Mereka pergi ke rumah sakit tersebut, hanya untuk sekedar memastikan apakah Lita benar-benar sedang mengandung atau tidak?
"Ingat ya, apapun hasilnya. Jangan pernah berkecil hati." Seru Yuriko.
"Iya, Yu. Makasih ya sudah mau temani aku untuk periksa. Kamu memang terbaik." Perasaan Lita sangat senang, karena mendapatkan perhatian dari sahabatnya.
Berbeda dengan mamanya dahulu, yang selalu sibuk mengurusi bisnis dan hal yang hanya menyenangkan hatinya sendiri.
"Iya sama-sama." Balas Yuriko dan mendekap tubuh Lita, layaknya seperti saudara kandung.
***
Setelah selesai melakukan pemeriksaan di dalam dibantu oleh seorang dokter. Mereka duduk untuk mendengarkan hasilnya.
__ADS_1
"Dari hasil pemeriksaan yang saya lakukan dan keluhan yang dirasakan Nona Lita, selamat Nona Lita positif hamil dan usia janinnya adalah 3 minggu." Ucap Sang Dokter yang menyampaikan kabar baik tersebut.
"Dokter apakah itu hasil yang sudah teruji?" Tanya Yuriko untuk meyakinkan.
"Tentu, ini bisa dilakukan tes kehamilan sekali lagi menggunakan Testpack." Jawab Dokter tersebut, sambil memberikan sebuah testpack.
"Baiklah dokter, saya akan coba gunakan sekali lagi." Terima Lita dan segeralah ia pergi menuju toilet.
***
Jarum jam terus berputar dan 8 menit telah berlalu. Wanita yang dinyatakan positif hamil tersebut keluar dari toilet dengan wajah yang sangat gembira.
"Gimana hasilnya, Ta?" Tanya Yuriko yang sudah delapan menit menunggunya.
"Betul Yu, hasilnya bergaris 2. Ini artinya aku positif hamil." Hari itu perasaan Lita dipenuhi kebahagiaan.
"Wah selamat ya, ini sebuah titipan Tuhan untukmu dan Yohan." Ucap Yuriko yang turut bahagia dengan kehamilan Lita.
"Iya, terimakasih Yu. Aku janji akan jaga kesehatan untuk janin di rahimku." Lita tersenyum dan mengusap perutnya penuh cinta.
"Dokter terimakasih atas bantuannya." Lita dan Yuriko berterimakasih kepada dokter yang melayani mereka.
"Sama-sama, Nona. Tolong dijaga kandungannya yang masih muda, jangan terlalu banyak beraktivitas dan tidak boleh sampai stres yang berlebihan karena berbahaya untuk kesehatan janin di masa mendatang. Terpenting adalah nona harus makan makanan yang sehat dan bergizi agar gizi untuk janin anda tercukupi." Pesan dokter tersebut.
"Baiklah dok, saya akan usahakan. Kami permisi." Balas Lita menyanggupi hal yang diminta dokter tersebut.
"Sama-sama, Nona." Balasnya.
***
Di perjalanan pulang, Lita ingin memberitahukan berita baik ini kepada suaminya, Yohan dan keluarga yang lain.
"Yu, kira-kira aku beritau sekarang hasil pemeriksaan tadi atau nanti ya sama Yohan?" Wanita tersebut meminta pendapat dari Yuriko yang sedang fokus mengendarai mobil.
"Terserahmu, kalau saranku, aku akan bantu kamu dan asistenmu untuk menyiapkan makan malam. Nah, di momen makan malam itu kamu bisa memberitahunya." Pendapat Yuriko atas pertanyaan Lita.
"Hmm, aku rasa itu lebih baik. Terimakasih ya untuk hari ini." Balas Lita.
"Iya, sama-sama. Kitakan bestfriend jadi, harus saling care dan membantu." Kata Yuriko sambil tersenyum.
***
Sesampainya di rumah, sambil membawa beberapa bahan makanan untuk dihidangkan nanti malam. Yuriko langsung mengenakan celemek.
Sore itu menjadi sebuah hari menyenangkan bagi mereka. Menghabiskan waktu bersama untuk memasak menu dinner yang spesial untuk Lita, selain itu dibantu pula oleh Qien.
__ADS_1
Bagaimanakah tanggapan Yoham tentang kehamilan Lita?
Bersambung...