Impian Yang Tak Terduga

Impian Yang Tak Terduga
Kumohon jangan lakukan disini


__ADS_3

"Ahh...Roman apa yang kau lakukan,kumohon jangan lakukan disini."


"Bukankah kita hanya berdua disini."


Pikiran Roman yang terangsang membuat Sagiri ketakutan,Roman pun merasa aneh dengan dirinya.


"A...aku maafkan aku Sagiri,kepalaku sakit sekali.Aku tak bisa berfikir jernih maafkan aku yang lancang gini."


"I...ya gak papa kok,kalau kau mau kau bisa melakukannya tapi bukan disini."Ucap Sagiri yang nada bicaranya menurun dan malu.


"Apa kau mengatakan Sesuatu?aku tak bisa mendengarnya."


"Huuuh...lupakan saja lah,kau cepatlah sembuh dulu.Aku akan disini lebih lama lagi."


"Begitu ya,kau mengenakan seragam sekolah.Apa kau membolos?"


"Ahh tidak aku sengaja mengenakannya untuk mengelabui Pak satpam agar aku bisa kesini."


"Kau sungguh licik sekali ya,tapi aku senang sih."


"Ya kan ini semua juga demi kamu juga Roman."


"Benarkah?kebetulan sekali kau berbicara begitu aku sudah bisa menggerakkan badanku sedikit."


"Wah benarkah?aku akan memanggilkan Dokter ya supaya bisa tau kondisimu sekarang."


"Hei jangan pergi,kau disini saja aku mohon."


"Duuuh iya deh."


Mereka terus saja bercanda dan perlahan badan Roman bisa digerakkan semua berkat bantuan Sagiri.


"Kau selalu saja membuatku bahagia Roman,kupikir kau sudah banyak berpacaran dengan banyak cewek.Tapi ternyata baru aku ya."


"Hem ya tentu saja,lagi pula apa ada yang suka padaku selain kamu Sagiri."


"Hmm kayaknya emang gak ada sih."


"Itu kamu tau,jadi mendekatlah sini."


"Ke...kenapa Roman?"


Roman yang sudah berpengalaman dari anime yang dia tonton menunjukkan kelihaiannya dalam menggoda Sagiri.


"Kau manis sekali Sagiri,pipi merahmu itu sangat menawan sekali."


"Ro...Roman."


Roman pun dengan romantisnya mengangkat dagu Sagiri yang putih itu,dan mencium bibirnya sambil menggosokkan jarinya dileher belakang Sagiri dengan lembut.


"Ro...man."


"Sa...giri."


Sagiri menikmatinya sampai memejamkan matanya yang indah itu.


"Kau sudah puas?Inilah balasan mu yang menciumku tadi.Kau suka."


"Kau...kau sangat mahir sekali melakukannya,aku sampai menikmatinya."


"Kau tahu?bibirmu itu sangat Manis Sagiri,apa kau suka permen ya."


"Iya sih,tadi saat di angkutan umum aku memakannya."dengan nada malu.


"Ohh begitu ya."


"Ro...Roman kau terlalu dekat,apa kau mau lagi."jawab Sagiri dengan rasa takutnya.


Tapi Ibu dari mereka dan Kaguya kembali kedalam Kamar Roman.


"Ibu,Tante lihat yang dilakukan Kak Roman dan Kak Sagiri.Mereka sedang apa sih?"


"Eh iya mereka dekat sekali."

__ADS_1


"Ehh permisi apa kami mengganggu?"


"Mamah?"


"Ibu?"


Mereka berdua menjelaskan kejadian Ini"Tidak ini salah paham,benar-benar salah paham iya kan Sagiri."


"Iya kok Mah,Tante."


"Lahh gak papa kok kalau mau lebih jauh.Kami berdua sudah merestui kalian iya kan Bu Dinda."


"Iya benar Mamah Sarah."


Roman dan Sagiri pun heran dengan pernyataan ini.


"A...apa maksudnya aku tidak mengerti."Jawab Roman.


"Sudahlah kalau tidak mengerti,kami akan pergi sebentar.Dadah."


"Tunggu Ibu kenapa?"


"Roman,apa kau tidak paham?"tanya Sagiri.


"Iya aku paham kok,tapi aku kaget saja."


"Jadi tak perlu ada rahasia lagi dari kita kan."


"I...iya,hah apa maksud mu?"tanya Roman yang bingung.


"Kau boleh kok menyentuhku sesukamu sekarang."


"Hahh??bukankah itu terlalu cepat,aku belum siap."


"Kenapa?apa aku tidak menggoda bagimu ya."


"Bukan...bukan begitu maksudku Sagiri,bukankah kita masih menjadi siswa?"


"Ahh iya apa yang aku pikirkan ya ampun,maafkan aku Roman."


"Hem iya deh."


Dokter Braham pun masuk kedalam kamar Roman.Dengan membawakan alat periksa yang lengkap dia pun memeriksa Roman.


"Permisi,apa saya disini mengganggu?ah Pasien Roman sudah bangun ya.Selamat ya."


"Ah tidak kok dok,Iya aku berhasil menyadarkannya."jawab Sagiri.Roman hanya senyum manis dan diperiksa oleh dokter.


"Syukurlah dia sudah baikan,dia bisa pulang besok atau lusa."


"Terima kasih Dokter."


"Iya sama-sama,tapi hati-hati dengan kepalanya,dia akan mudah tak sadarkan diri karena kepalanya masih belum sembuh total."


"Baiklah kami mengerti dokter."


"Iya,beruntung lah kamu Roman,gadis ini yang mendoakanmu selalu saat kau tidak sadar."


"Iya dok,aku sangat berterima kasih pada dia."


"Baiklah saya pergi dulu ya."


Dokter pun pergi meninggalkan mereka berdua kembali.Dan waktu sudah menunjukkan tengah hari.Sagiri merencanakan akan membeli makanan untuk dirinya dan Roman.


"Sudah siang nih Roman,kau mau makan apa?akan kubelikan ya."


"Eh tapi nanti aku sendirian,jangan lama-lama ya.Aku sama aja deh sama kamu."


"Okeh tunggu ya."


Sagiri pergi,suster pun datang membawakan obat untuk Roman dan makanan dari rumah sakit.


"Nak Roman,makanlah dan minum obat ini ya."

__ADS_1


"Iya Sus tapi saya akan menunggu pacar saya,dia sedang membelikan saya makanan juga."


"Eh baiklah aku akan menuruti perkataan Roman yang tampan ini.Ya sudah ya jangan lupa obatnya diminum."


"Iya Sus,ganteng dari mana coba."


Sagiri kembali kekamar Roman,dan membawakan makanan,minuman,cemilan yang dia beli.


"Roman aku kembali,tunggu,makanan apa ini?"


"Oh itu makanan dari rumah sakit dan obat untukku.Baru saja ada suster yang mengantarkannya untukku."


"Oh begitu ya,ayo makan yang aku belikan ini dulu ya.Kayaknya sehat,aku bertanya kepada penjualnya katanya Namanya Bu...bur ayam kayaknya."


"Ohh bubur ayam,emang cocok sih buat orang sakit.Apalagi disuapin pasti sangat cocok sekali iya kan."


"Kau ini manja sekali ya Roman,baiklah aku akan menyuapimu tunggu ya."


"Iya baiklah."


"Buka mulutmu Roman aaaa..."


"Aaaa...enak sekali ya,apa kau juga mau makan juga."


"Tentu saja,aku penasaran dengan rasanya."


"Kalau begitu,aku akan meyuapimu.Gantian ya.Tolong sendokin buburnya."


"Ini sudah."


"Okeh ini sedikit panas ya,aku tiupin dulu ya."


Roman meniupi bubur ayam untuk Sagiri dengan memasukkan sendoknya kedalam mulutnya sedikit dan meniupnya.


"Nih.Aaaa..."


"Aaaa...mmm...mmm."


Dalam hati Sagiri bergumam"apa yang Roman lakukan ini seperti ciuman tidak langsung.Padahal aku sudah melakukan dengannya.kenapa aku masih saja canggung seperti ini?"


"Enak bukan?"


"Iya enak sekali buburnya."


Setelah menghabiskan makanan dan meminum obat,dia pun tertidur tanpa sadar.


"Ro...Roman?kau tidur.Cepat sekali tidurnya."


Baiklah Roman aku pulang dulu ya,besok aku akan kesini lagi.Ibumu juga seperti akan kesini untuk menjagamu.Aku akan pulang dulu ya dengan Mamah."


Sagiri pergi dengan rasa bahagianya,dan mencium pipinya Roman untuk ucapan selamat tinggal.


"Sudah menjaga Roman ya Sagiri."


"Iya tante dia sudah makan dan minum obat,dia sedang tidur sekarang.Aku pamit dulu ya."


"Ah baiklah sepertinya kau juga kelelahan tuh."


"Ayok Mah kita pulang."


"Eh iya baiklah.Sudah dulu ya bu Dinda."


"Iya dadah."


Dalam mobil yang menuju pulang,Mamahnya Sagiri terus mengatakan rencana hubungan Sagiri dengan Roman.


"Roman anak yang baik ya Sagiri,kau pantas punya suami seperti dia."


"Su...suami?apa maksud Mamah?aku dan Roman masih pelajar Mah."


"Iya mamah tahu kok,mamah hanya bercanda hehe."tawa geli Mamahnya Sagiri.


"Kita sampai,sekarang kamu istirahat dulu ya,Mama gak mau ya kamu kabur kaya tadi pagi."

__ADS_1


"Iya deh iya."


__ADS_2