Impian Yang Tak Terduga

Impian Yang Tak Terduga
Kemalangan Roman


__ADS_3

"Aaaaa...argghhh...pergi kalian semua pergi cepatttt."Bentak Roman kepada temannya.


Tapi Sagiri tak mempedulikan itu,dia memeluk Roman sambil menangis dan berusaha menyadarkannya.


"Roman aku pacarmu Sagiri,apa kau tidak ingat.Aku akan selalu bersamamu.Ayo hadapilah penyakitmu.Jika itu begitu sakit,aku akan bersedia berbagi rasa sakit denganmu Roman."


Para detektif cinta hanya memperhatikan mereka berdua,mereka sadar kalau Sagiri lah obatnya.


"Kau...kau Sagiri?Namamu Sagiri kan?benarkah ka...ka...kau akan berbagi rasa sakit denganku?jawab Roman yang sedikit sadar.


"Iya benar Roman,ini aku ayolah kembali."


"Iya aku akan kemmb...Aaaa...arrghhh...aaaaaaaa."


Tiba-tiba Roman merasakan kembali kemarahannya dan mengamuk.Roman dengan kerasnya mendorong Sagiri dengan keras sampai Sagiri lecet dikakinya.


"Kau sedang apa hah??melakukan dengan orang yang tidak aku kenal.Pergilah kalian cepat!!!atau kau ingin cara yang instan seperti membunuh kalian satu persatu begitu."Jawab Roman yang kembali hilang ingatan.


Tiba-tiba dokter Braham berlari menuju Roman dan menyuntikkan bius tidur.


"Syukur lah aku belum begitu terlambat."Ucap Dokter Braham.


"Apa yang terjadi dengan Roman dok?"Tanya Sagiri.


"Ini tidak seperti apa yang aku bayangkan,walaupun lukanya sembuh,tapi ingatannya memang samar-samar."Ucap dokter Braham.


"Untung saja aku sanggup meneleponmu dokter,dan anak-anak ini juga bisa mengulur waktu."Ucap Ibunya Roman."

__ADS_1


"Iya begitulah bu,kami harus membawa Roman kerumah sakit jiwa."


Sontak membuat para teman dan Ibu Roman terkejut atas perintah dokter Braham.


"Kenapa begitu dok?anak saya waras kan."


"Iya bu,anak Ibu waras-waras saja.Tapi dia hilang ingatan dan kadang marah-marah dalam hilang ingatannya.Jadi saya menganjurkannya begitu."


"Hmm baiklah dokter saya mengerti,lakukanlah yang terbaik untuk anak saya."


"Roman...Roman...Roman...kamu kenapa kamu se...seperti ini?"Ucap Sagiri dengan air mata yang mengalir.


"Sagiri,lebih baik kita pulang saja.Biarkan Roman beristirahat dulu."Jawab Linda.


"Tidak...tidak...tidak mungkin seperti itu,aku harus menemaninya.Aku adalah pacarnya."


"Sial!kenapa jadi Rumit begini sih."Ucap Rhafi.


"Jangan emosi terlebih dahulu,jenihkan pikiranmu Rhafi.Mari kita kecafe,aku punya sedikit rencana."Jawab Linda.


"Apa kau tidak waras?mereka berdua sedang menderita dan kau mengajak kami makan-makan dicafe?dasar tega ya kau!"Bentak Rhafi.


Karena Linda kesal dengan kelakuan Rhafi dia menarik kerah bajunya dan berkata."Aku tahu cara menyelesaikan masalah ini,sudah ikut aku saja ke tempat yang tenang.Jawab Linda.


"Yaa baiklah."jawab Rhafi.


***

__ADS_1


Sampailah mereka dicafe yang tidak begitu ramai.Karena itulah yang mereka inginkan.


"Jadi apa rencanamu?"Tanya Rhafi.


"Karena kita detektif cinta Roman dan Sagiri,kita harus bisa menyatukan mereka kembali.Itulah tujuan kita."Jawab linda.


"Terus?"Tanya Rhafi.


"Kalian semua melihat Roman yang sedikit tenang saat dipeluk Sagiri tadi kan?"


"Iya kita lihat."


"Intinya Sagiri adalah kunci kembalinya Roman untuk menjadi ingatannya kembali benarkan?"


"Ya bisa dibilang begitu juga sih."Jawab Ariel.


"Anu Linda,jadi kita harus berusaha menyadarkan Sagiri kembali untuk menyadarkan Roman dengan kata-katanya kan?"Jawab Siska.


"Ya tepat sekali,jadi itulah misi kita sekarang,kalian paham kan?"


"Karena ini memang merepotkan,jadi kenapa tidak?lagi pula aku juga belum lihat Roman dengan ekspresi itu dalam dirinya."Jawab Rhafi.


"Apa jangan-jangan ia kerasukan sesuatu dan itu bisa kembali lagi kedalam dirinya?"Tanya Ariel.


"Ya tepat sekali Ariel,seperti itulah yang mungkin dirasakan Roman.Jadi tahu kan apa misi kita?"Jawab Linda


"Ya!menyadarkan Sagiri dan Roman,itu adalah tugas kita."Ucap Rhafi,Ariel,dan Siska.

__ADS_1


Dan Sekarang misi para detektif cinta Roman dan Sagiri sudah jelas.Tinggal menunggu besok.


__ADS_2