Impian Yang Tak Terduga

Impian Yang Tak Terduga
Pendekatan


__ADS_3

"Nee Roman kun,kamu kenapa?kok kaya pusing gitu?"


"Ahh gak papa kok hehe."


"Gak papa gimana,itu kamunya pegang kepala terus.Coba jelasin ke aku dong,kita kan teman sebangku."


Kata Roman dalam hatinya"Ya ampun perhatian banget si Sagiri,gimana ya?apa bilang aja ya gua gak bisa Matematika.Tapi,gua malu takutnya diketawain sama Sagiri gara gara gak bisa Matematika."


"Ehhh Roman kok diem aja sih?aku kan nanya ke kamu."


"Ehh gak kok,tapi kamu jangan ngetawain aku ya."


"Ehh...ketawain apa Roman?gak papa jelasin aja ke aku,siapa tau aku bisa bantu."


"Jadi gini Sagiri,aku itu gak pinter Matematika,aku pusing banget,aku lemah di pelajaran matematika."


"Ehhh...kirein apaan."


"Lahh?kamu gak ketawa Sagiri?dikelas ini banyak yang menertawakan Matematika ku lohh."


Dengan hati yang bijak dari seorang Sagiri si teman sebangkunya Roman.


"Gak kok,kamu jangan begitu,gini nih setiap manusia pasti mempunyai kekurangan masing-masing.Jadi,kamu harus optimis sama diri kamu sendiri Roman."


"Hmm...iya deh,aku sadar memang aku ini gak optimis sama diri sendiri."


"Hmm ya udah,nih aku kasih kamu jawabannya dehh."


"Ehhh...cepet banget!kamu udah ngerjainnya?"


"Udah dong,,,liat nihh."


"Ehh iya,jawabannya aja kayaknya banyak yang bener.Kok bisa si kamu ngerjainnya cepet,padahal kan kamu baru aja pindah."


"Jadi gini Roman,pas aku masih dijepang,aku punya guru les Matematika.Gurunya itu kalo nerangin cepet masuk ke otak aku.Jadinya aku lumayan pintar Matetika."


"Ehhh inimah bukan lumayan lagi,tapi banget lahh.Ngomong-ngomong beneran nih aku boleh menyalin?"


Dengan tertawa manisnya si Sagiri ia pun menjawab"hehehe Roman kamu bisa aja,aku jadi malu tau,iya kok boleh aja."


"Terima kasih banyak Sagiri Chan!"


"iyaa iyaa,buruan nanti keburu Bu Tama dateng nih."


"Siaap komandan!"


Melihat Roman yang sedang menyalin jawaban Sagiri dengan asyiknya,Sagiri bertanya kepada Roman.


"Roman kun."


"Iya,kenapa sagiri?"


Kok anak putra kelas ini gak suka duduk ditempat sendiri ya?terus ngerjainnya dimeja anak putri lagi."


Ohh...Itumah udah biasa dikelas ini.Anak laki-laki disini pada suka nyontek."

__ADS_1


"lahh kamu iya dong Roman,kan kamu laki-laki."


"Ehh enggak beneran.Aku semenjak dikelas ini gak pernah nyontek kok."


"Lah itu kamu nyontek ke aku!"


"Kan kamu yang ngasih Sagiri Sagiri."


"Hehehe iyaa Roman maaf aku cuma bercanda kok.Jangan dibawa ginjal ya."


"Ehh kok ginjal,bukannya hati ya."


"Ehh iya salah,maaf bercanda lagi hehehe."


"Haduhh Sagiri ada ada aja kamu."


Karena Roman belum selesai menyalin jawaban Sagiri dan Bu Tama belum kembali ke kelas,Sagiri ingin ngobrol lagi sama Roman.


"Roman kun?"


"Iya kenapa lagi sagiri?"


"Kalo kamu beneran gak pernah nyontek,terus kamu gimana kalo ada pelajaran yang sulit?"


"Aku ya cuma bisa ngerjain sebisa aku,bodo amat nilai berapa yang penting aku ngerjain.Terus ya percuma aku nyontek,temen aja gak punya hwhwhw."


"Wah kamu berarti hebat Roman."


"Hebat apanya coba?"


"Iya juga sih."


"Kamu jangan ngomong begitu Roman,kan sekarang ada aku yang jadi temen kamu."


Dengan malunya Roman mengatakan


"Ehehehe,Iya yah...Makasih ya Sagiri chan."


"Iya sama-sama Roman kun."


Roman pun selesai menyalin jawaban milik Sagiri.Dan tidak lama kemudian Bu Tama pun langsung masuk ke dalam kelas.Sontak anak-anak kelas 10 B langsung kembali ketempat duduk masing-masing.


"Ehhh...ehhh...ehhh kok rame sih,jangan berisik,ngerjain dengan teliti!"


"Iya buu."


"Baiklah,yang sudah boleh dikumpulkan!Soalnya hampir jam istirahat."


Sagiri berbisik kepada Roman dan berkata


"Roman kun kamu maju sanah,kan kamu udah."


"Ehh kamu juga udah kok."


"Gak papa,nanti aku nyusul."

__ADS_1


Karena mereka sangat berisik,Bu Tama langsung menegur Roman dan Sagiri.


"Ehh Roman sama Sagiri!kalian yah dari tadi bisik-bisik tetangga terus,kalian udah selesai?sini Ibu liat buku kamu Roman!"


"I..iya bu."


Kamu sih sagiri,jadi ketahuan kan?"


"Hehe,maaf maaf Roman,yaudah semangat ya.Kayaknya bener semua tuh."


"Okehh."


Bu Tama langsung memeriksa jawaban dan tercengang dengan jawaban Roman yang Hampir sempurna dan berkata.


"Ehh nak Roman,ini beneran kamu yang ngerjain?"


"Iya bu,memang kenapa?"


"Ini gak kaya kamu loh,tumben kamu ngerjainnya bener."


"Yang bener bu?!"


"Iya kok,hampir sempurna loh."


Teman sekelas Roman yang tidak percaya akan nilainya Roman langsung pada komentar.


"Cek lagi bu,barangkali ada yang salah."


"Gak mungkin bu,Roman kan biasanya paling besar nilainya 5."


"Lagi hoki aja kali si Roman Bu."


"Gak kok anak-anak,ini jawaban dan caranya bener semua."


Semua anak pun pada tidak menyangka dengan nilai Roman yang tidak biasa itu dan yang sebenarnya salinan jawabannya Sagiri.Dan tiba-tiba bel istirahat pun berbunyi.


"Baiklah Roman kamu silahkan duduk.Dan kalian cepat kumpulkan buku tugas kalian masing-masing.Selesai gak selesai pokoknya harus di kumpulkan!"


Semua anak pun bergegas mengumpulkan buku tugas mereka dan bergegas kekantin sekolah.Setelah itu Roman berterima kasih dan mengajak Sagiri istirahat ke kantin sekolah."


"Sagiri,terima kasih ya.Tadi itu sangat membantu aku."


"Iya sama-sama Roman.Memang sesama teman harus saling membantu kan?"


"Hehe iya.Ngomong-ngomong,kamu mau gak kekantin sekolah?lagian kan kamu murid baru disini.Jadi kamu belum terbiasa dengan sekolah ini.Gimana?"


Dalam hati Roman ia berkata"Aduuh sok asik banget sih gua,gara gara kebanyakan nonton anime yang genrenya romance sama school sih."


"Wah iya tuh,boleh juga.Lagian kan aku juga belum kenal sekolah ini juga sih.Yaudah ayoo!"


"Siapp sersan hehehe."


Dalam hati Roman"Gak nyangka langsung mau,oh iya dia kan baru akrab sama aku doang hehe."


Kedekatan Roman dan Sagiri semakin lama semakin erat.Walau baru kenal mereka seperti pasangan serasih saja.Mereka sama-sama bisa menerima sikap dan kekurangan masing-masing.Akankah selanjutnya mereka bisa lebih jauh hubungannya?

__ADS_1


__ADS_2