
Pagi hari saat sekolah,sudah pasti Roman dan Sagiri tidak berangkat hari ini.Karena mereka sedang sangat menderita sesama lain.
"Sudah kuduga mereka tidak akan berangkat sekolah."Keluh Rhafi sambil menggaruk kepalanya.
"Iya benar.pulang sekolah nanti kita harus kerumah Sagiri dlu.Semoga rencana kita berhasil."Usul Linda.
"Yah benar,kita harus menyelamatkan mereka."Ucap Ariel.
"Ya benar,untuk sekarang kita sekolah dulu.Pastikan pulang sekolah nanti kita berkumpul."Usul Siska.
***
Jam sekolah pun sudah selesai,mereka berempat bergegas kerumah Sagiri untuk menenangkannya.
"Permisi Tante,Sagirinya ada?"Tanya Linda.
"Ohh iya ada kok,dia gak berangkat sekolah dan terus menangis."Ucap Mamanya Sagiri.
"Kami boleh menjenguknya kan Tante?"Tanya Rhafi.
"Oh iya silahkan,ikut Tante."
Mereka pun sampai dikamarnya Sagiri yang terdengar suara tangisan yang terlihat lelah.
"Silahkan masuk,dia selalu menangis dari pagi.Aku tidak tau apa yang dia inginkan."Keluh Mamanya Sagiri.
"Baiklah Tante kami masuk."Jawab Linda.
"Permisi,Sagiri kami datang untuk menjengukmu."Ucap Linda.
"Ka...kalian?kenapa kalian kesini?aku hanya orang bodoh yang sudah membahayakan Roman,kumohon pergilah."Jawab Sagiri dengan sambil menangis.
"Ya ampun ini merepotkan juga ya,kalian laki-laki pergilah dari ruangan ini.Ini urusan perempuan."Keluh Linda.
"Ohh begitu ya,yasudah ayo Ril.Mungkin kita akan menemukan sesuatu yang menarik disekitar rumah sebesar ini."Ucap Rhafi.
"Yaudah,kalian berusahalah membujuk dia."Dukung Ariel.
Rhafi dan Ariel pun pergi meninggalkan kamar Sagiri.Linda dan Siska pun menenangkan Sagiri yang sedang bersedih.
"Sagiri,kau sudah makan belum?"Tanya Linda.
"Untuk apa aku makan?orang sepertiku tak pantas hidup.Jika dibiarkan aku hanya membuat orang menderita."Jawab Sagiri.
"Jangan bilang begitu Sagiri,kalau tau kau seperti ini,Roman pasti akan bersedih."Jawab Siska.
"Roman katamu?dia sudah melupakan kita,untuk apa dia bersedih untukku?"Ucap Sagiri.
"Dengarlah ini Sagiri,kalau kau terus seperti ini,kita tidak akan bisa menyembuhkan Roman!dia pasti sedang menunggumu.Percayalah itu."Ucap Linda sambil memegang pundak Sagiri.
"Itu tidak mungkin,kalian lihat kan kemari dia mendorongku?dia sudah melupakan kita semua!"Jawab Sagiri sambil menangis.
"Tidak itu tidak mungkin Sagiri,kau adalah kuncinya Roman kembali.Percayalah itu.Kami semua mempunya Rencana untuk menyadarkan Roman."Jawab Siska
__ADS_1
"Benarkah itu?kenapa aku?apa yang bisa aku lakukan?"Tanya Sagiri dengan penuh penasaran.
"Itu benar,sekarang kau hanya perlu ikut kami untuk bertemu Roman dirumah sakit jiwa.Kami yakin kamu bisa mengobatinya."Jawab Linda.
"Baiklah,aku akan berusaha menyadarkan Roman.Terima kasih Linda dan Siska,aku hampir saja kehilangan arah."
"Iya kami mengerti kok,sekarang kamu makanlah dan bersiap untuk pergi kerumah sakit jiwa."
Akhirnya Sagiri pun makan,dan segera bergegas untuk pergi.
"Sudah selesai?kukira akan rumit."Tanya Rhafi.
"Sudah,kita akan berangkat sekarang."Jawab Linda.
Mereka berlima pun sampai dirumah sakit jiwa yang ditinggali Roman dan menuju kekamarnya.
"Apa benar ini Kamarnya?"Tanya Sagiri.
"Tidak salah lagi,ayo kita masuk."Jawab Linda.
Mereka semua pun masuk kedalam kamarnya Roman.Roman berbeda dengan pasien lainnya,dia hanya bersandar dikasur tanpa berbicara dan melakukan apapun.
"Roman,kami datang untuk menjengukmu."Ucap Sagiri.
"Ka...ka...kau Sagiri?benarkah itu.Aku ada urusan dengannya.Kalian pergilah cepat!!"Bentak Roman dengan nada yang keras.
"Aku akan berusaha,kalian bisa menungggu diluar kan?"Tanya Sagiri.
"Tentu saja,kami sudah menduga hal ini.Semoga berhasil Sagiri."Jawab Rhafi.
Akhirnya Roman dan Sagiri hanya berdua dikamar.Sagiri berusaha untuk lebih dekat dengan Roman yang ingatannya samar-samar.
"Roman,kamu sudah makan apa belum?"Tanya Sagiri.
"Aku gak tau."
"Sepertinya belum ya,ayo makan dulu ya."
Sagiri mengambil apel dan bubur yang sudah disediakan dikamarnya.Karena Roman tidak mau makan,sengaja ditaruh disitu.
"Makanlah Roman,kamu pasti lapar kan?Ayo,aaaa..."
"Aaaaa,mmm...mmm...hah?"
Tiba-tiba Roman sedikit mengingat Sagiri yang menyuapinya pada saat setelah dioperasi beberapa hari yang lalu itu sambil memegang kepalanya.
"Kenapa Roman?kenapa dengan kepalamu?"
"Aku i...ingat...Aaa...aaaa...arrrghhh..."jawab Roman yang tiba-tiba kembali dalam wujud murkannya.
Sagiri pun memeluk Roman sambil menyadarkannya.
"Roman kumohon jangan kembali seperti kemarin,aku mohon sadarlah Roman!!!aku akan berbagi Rasa sakit denganmu."Jawab Sagiri sambil menangis.
__ADS_1
Roman sudah tidak sadar,didalam alam bawah sadarnya Roman yang asli sedang pingsan.Saat dia pingsan,suara Sagiri masuk kedalam alam bawah sadarnya.
"Ro...Roman,ayo kembalilah."Teriak Sagiri dalam alam bawah sadarnya Roman.
"Hah?Suara itu seperti Sagiri,kenapa dia ada disini?"Jawab Roman.
"Roman ayo pulanglah,kami semua sudah menunggumu.Kemarilah."
"Ah...Hmm tentu saja aku akan kembali."
Tapi tubuh Roman yang jahat menariknya untuk menjauh dari Sagiri.
"Untuk apa kau kembali hah?aku adalah dirimu,dia sudah membuatmu luka yang parah.Apa kau tidak ingat itu.?"Tanya Roman yang jahat.
"Maafkan aku Roman,kumohon pulanglah dengarkan aku.Dia hanya orang jahat yang berusaha melenyapkanmu."Ucap Sagiri yang berusaha menyadarkan Roman yang asli.
Tapi Roman ditarik oleh Roman yang jahat,Sagiri tidak bisa berbuat apa-apa.
"Apa yang kau lakukan hah,aku akan kembali kepada pacarku!menjauhlah!"Jawab Roman yang asli.
"Untuk apa kau kembali dengan orang yang berniat membunuhmu?"jawab Roman yang jahat.
"Tidak,tidak mungkin Sagiri melakukan itu,Akulah yang telah melindunginya!jangan membuatku semakin marah!"
Tiba-tiba dengan menutup mata,Roman berubah!mata coklatnya berubah menjadi kuning dan bercahaya.Dia pun menendang Roman yang jahat dan sudah hampir hancur dengan tendangannya.
"Aaaa...apa kau gila aku ini dirimu!kau sudah salah memilih dia!"
"Aku tidak peduli itu,dia yang sudah menyadarkanku!Sekarang kau lenyaplah."
Romanpun kembali menendang Roman yang jahat dengan kekuatannya dan mengusir roman yang jahat dari tubuhnya.Sagiri berhasil mengembalikan Roman seperti semula.Tetapi dalam dunia nyata.
"Roman??Roman??kau sudah kembali??"Tanya Sagiri yang merasa terheran.
"Yah begitulah Sagiri,ini berkat dirimu."Jawab Roman sambil memeluk Sagiri.
Datanglah Roman yang jahat dengan perantara yang tidak jelas.
"Bagus Roman,tekadmu sangat kuat.Akulah yang selalu berada dalam dirimu selama ini.Kau memiliki kekuatan dan tekad yang kuat.Aku akan memberikan kekuatan yang bisa untuk mengendalikanmu dengan benar."
"Apa maksudmu?jadi selama ini aku yang selalu menang saat berkelahi karena kau?"
"Kurang lebih seperti itu,kau akan bertambah kuat dengan kekuatan dariku.Dan gadis itu juga mempunyai kekuatan yang bisa menyadarkanmu.Aku akan memberikan kekuatan untuk kalian yang berguna.Kedepannya kalian akan mempunyai banyak masalah,jadi berusahalah."
Tiba-tiba sinar putih yang begitu silau menerangi ruangan tersebut,Dan para detektif cinta itu melihat cahaya yang terang itu dan tentu saja yang melihat cahaya itu akan mendapatkan kekuatan.
"Aaa....aaaa...Silau sekali,hah kemana diriku yang satunya itu?"jawab Roman.
"Iya kemana dia?aku bahkan tidak mengerti perkataannya."
"Sa...Sagiri kau?"
"Ro...Roman kau?"
__ADS_1
"Hei ada apa?tadi seperti ada cahaya.Hah kalian kenapa berubah?"Jawab Rhafi yang begitu heran.