
"Sa...Sa...Sagiri?"Ucap Roman yang sedikit tegang.
"Ehh itu pacarmu ya?maaf aja ya.Aku gak sengaja kok."Ucap Citra dengan rasa tidak bersalahnya.
"Aku gak percaya kamu begini dibelakangku."Ucap Sagiri sembari mengambil tasnya.
"Ini salah paham,kumohon mengertilah Sagiri."Ucap Roman yang berusaha mendekati Sagiri.
"Sudah cukup Roman,aku tidak mau bertemu denganmu lagi.Lanjutkan saja dengan kakak kelas itu."Ucap Sagiri yang berlari pergi meninggalkan Roman.
Tetapi Roman tetap mengejarnya dan tidak mempedulikan apa-apa.
"Sagiri kumohon dengarlah,tadi itu hanya kecelakaan."
"Kecelakaan katamu?kau jelas-jelas menikmati permainannya."Ucap Sagiri sembari menampar Roman dan masuk kedalam mobil.
"Ahh sial,Sagiri kumohon berhenti.Maafkan aku."
"Pak,kita pulang ayo."Ucap Sagiri yang memerintahkan supirnya.
"Baik non."
"Siall,kenapa harus begini."
Dan terlihat Rhafi,Ariel,Linda,dan Siska yang sudah melihat pertengkaran mereka dan sudah mengetahuinya karena Linda yang menyelinap sembari menghilang dengan kekuatannya.
"Gua gak percaya lu kaya gitu sama Sagiri.Kurang baik apa coba dia."Ucap Rhafi yang sedikit kesal.
"Dia sudah baik,dan kau membalaskan kebaikannya dengan begini?"Ucap Linda.
"Kau selingkuh dengannya karena kakak kelas itu lebih menang body?"Ucap Ariel.
"Dasar laki-laki mata keranjang!"Ucap Siska.
"Kenapa kalian tidak percaya kepadaku,itu hanya kecelakaan!"
"Kalau kau kecelakaan kenapa kau malah menikmatinya."Ucap Linda.
"Ahhh,berisik kalian tidak membantu,tidak ada yang percaya.Baiklah aku tidak akan mengganggu kalian lagi!!!"Ucap Roman yang sembari pergi meninggalkan gerbang sekolah.
Dalam perjalanan pulang,Roman hanya murung dan bersedih.Ketika dia sampai rumah,dia menghapus air matanya dan tersenyum.
"Aku pulang."
"Onii chan,selamat datang."Ucap Kaguya.
"Yahh,Ibu aku mau makan setelah itu mandi dan aku tidur.Aku lelah sekali."
"Baiklah,Ibu akan menyiapkan airnya."
"Ahh tidak usah,aku bisa sendiri kok Bu."
__ADS_1
Setelah makan dan mandi,Roman hanya bisa bersedih dan melamun dengan kesialan yang terjadi padanya.Pikirannya sangat kacau dan berencana akan pergi dari rumah saja.
"Anak muda?kau sedang sedih ya?"Ucap Axzel dalam tubuhnya.
"Yaa begitulah,sangat sial ya hari ini.Aku ingin pergi dari kesialan ini."
"Kalau begitu,kenapa tidak?kau bisa melakukannya kok."
"Ehh kenapa?apa kau tidak melarangku."
"Untuk apa aku melarangmu,sekarang aku adalah kau.Apapun yang kau lakukan akupun juga ikut melakukan."
"Benarkah,apa itu bisa menyelesaikan masalah?"
"Terkadang menikmati keindahan alam dan berkeliling bisa membuat pikiran tenang kok.Tenang saja aku dulu juga pernah sepertimu."
"Ehh benarkah?Roh sepertimu pernah melakukannya?"
"Haahaha...jangan salah bodoh,aku dulu juga seorang manusia yang sama sepertimu.Dulu pikiranku sangat kacau,karena aku memiliki kekuatan aku tak segan untuk melakukan itu."
"Hmm yaa baiklah aku mengerti."Ucap Roman yang tadinya sedikit sedih sekarang mukanya hanya datar tanpa ekspresi.
Setelah itu Roman mengambil semua uang tabungannya,mengambil jaket dan celana jeans untuk pergi menikmati hidup barunya.
"Untuk apa aku membawa handphone?aku tidak membutuhkan ini.Aku hanya ingin kedamaian.Aku hanya sampah masyarakat yang tidak dipercayai siapapun,aku hanya perlu kedamaian."Gumamnya sembari meleparkan handphone barunya kekasur.
Setelah itu Roman pun keluar rumah dan mengucapkan selamat tinggal.Dan beranjak pergi.Saat itu jam 10 malam,Roman berjalan dan menaiki Bis yang entak kemana bis itu membawanya.
setelah sampai di batas tujuan bis itu,dia memutuskan untuk beristirahat di apartemen kecil dengan biaya murah.
Didalam kamarnya,dia memesan makanan dan memakannya sembari menonton TV comedy tetapi dia tak tertawa ataupun tersenyum.Dia hanya terus mengunyah dan terus menerus makan tanpa ekspresi dan akhirnya dia pun tertidur.
Paginya dia berencana akan berjalan-jalan.Dia pun bersiap untuk berangkat.
"Gimana,udah enakan?"Tanya Axzel didalam tubuhnya.
"Jika kau bertanya seperti itu,kau bisa melihatku selanjutnya kan?"
"Yaa,lakukanlah sesukamu.Selagi tidak ada ancaman musuh untukmu."
Roman hanya menghabiskan kehidupan barunya dengan berjalan-jalan,makan makanan yang tidak sehat dan terus melakukan itu.
"Gilaa bosen banget,mau main game ditoko itu."Gumamnya.
"Kenapa kau tidak mencuri saja?"
"Aku tidak memiliki keahlian seperti itu.Dan kenapa kau menyruhku untuk melakukan itu."
"Sadarlah,kau sedang bebas sekarang.Kau bisa melakukan apapun.Aku ini Roh jahat yang perhatian kepadamu.Aku Roh pemberi kekuatan.Akan kuberikan kekuatan mencuri tanpa diketahui orang kepadamu."
Setelah itu terjadi reaksi,tangan kirinya Roman sedikit bedenyuk kencang.
__ADS_1
"Ya sudah,kau bisa menggunakannya."
"Bagaimana caraku melakukannya."
"Pertama kau mencari orang yang terlihat kaya dulu.Kau hanya harus menyebutkan benda apa yang akan kau ambil.Dan benda itu akan berpindah disakumu."
"Semudah itu?"
"Cobalah dengan bapak berjas itu."
"Baiklah."
Roman pun memejamkan matanya,dan membayangkan apa yang akan dia ambil.Dan dompetnya berpindah ke sakunya Roman.
"Lumayan juga,uang dia sangat banyak,aku tak tahu kalo kebebasan bisa seasik ini...haha...hahahaha."Ucapnya sambil tertawa.
Setelah itu dia membeli video game dan memesan apartemen yang lebih lengkap lagi.
Ternyata ini sangat seru,game,tempat tinggal,makanan enak,tidak ada yang mengganggu.Aku sangat bahagia.
Siang,malam,Roman hanya mencuri membeli permainan,makan-makanan sesukanya dan membayar apartemen yang aman dari siapapun.
Sagiri dan teman-temannya tidak mempedulikannya,seakan perbuatanya itu tidak bisa dimaafkan sama sekali.Berbeda dengan keluarganya,Ibunya dan adiknya selalu bersedih dan selalu meminta pertolongan polisi.Ternyata kekuatannya bisa membuat dirinya tidak dilacak oleh siapapun.
"Sudah banyak game yang aku beli,aku senang sekali sampai kulupakan semua yang aku punya haha...hahaha...hahahahaha."Ucap Roman yang mentalnya sudah terganggu.
***
Kebesokannya ketika Roman ingin hendak membeli video game yang baru saja Rilis.Tapi terlihat anak berandalan sedang menggeromboli tempat tersebut.
"Pergilah kalian semua ketempat lain,aku mau membelinya juga!!!"Ucap Roman yang membentak segerombolan anak berandalan tersebut.
"Ehh berani sekali kau,memangnya kau ini siapa hah?"Ucap ketua dari geng tersebut.
"Aku hanya masyarakat biasa yang mau membeli game."Ucap Roman dengan santai.
"Jujur sekali kau,hei bawa dia.Kita beri dia pelajaran.
Setelah dibawa ditempat yang lebih sepi,Roman pun hanya terdiam.
"Kau tidak takut bocah?lumayan juga ya kau.Aku ini Todo,ketua geng ini."
"Untuk apa aku takut,aku ini kuat lohh.Mau lihat?"
"Dasar sombong ayo hajar dia!!!"Ucap Todo kepada anak buahnya.
Roman pun hanya menghindar dengan santai dan menendang dengan santai.
"Sial bos anak ini katanya sekali."
"Kalian payah!!!"
__ADS_1
Todo mengeluarkan pistolnya dan menodongkannya pada Roman.