Impian Yang Tak Terduga

Impian Yang Tak Terduga
Penyakit Roman


__ADS_3

"Yaudah Roman dari pada kita penasaran,mending kedokter aja ya?aku anterin dah.Ibumu sama Kaguya juga ikut biar semuanya tau."Saran Sagiri.


"Ehh entahlah bagaimana ya?"Jawab Roman.


"Lebih baik kita kedokter saja Roman,dari pada kamu terjadi apa-apa."Tegur Sagiri.


"Hmm iya."


Setelah itu Sagiri,Roman,Kaguya,dan Ibunya Roman pergi kerumah sakit tempat Roman dirawat.Setelah menempuh jarak yang begitu jauh,akhirnya mereka sampai.


"Bagaimana Dok dengan kepala anak saya?"Tanya Ibu Roman.


"Kepalanya tidak apa-apa,mungkin dia terlalu banyak pikiran.Jadinya kejadian tersebut bisa saja terjadi."


"Jadi,kami harus ngapain Dok?"Tanya Sagiri dengan penasaran.


"Mudah saja dia hanya perlu beristirahat tanpa memikirkan apapun agar pikirannya semakin jernih.Sementara dia dikamar saja sendirian dua sampai tiga hari."jawab Dokter Braham.


"Baiklah kami mengerti Dok."jawab Sagiri.


"Baiklah saya hanya memberi obat sakit kepala sama vitamin ya,semua diminum sesudah makan.Dan dia harus disuapi.Ingat,tak melakukan apapun selama seharian."jelas Dokter Braham.


"Baiklah dokter terima kasih banyak.Kami pamit dulu,permisi."


Setelah pulang dari rumah sakit,Sagiri pun pulang kerumahnya dan langsung merebahkan dirinya kekasur sambil bersedih.


Kamu kenapa bisa kaya gitu Roman.kalau bukan karena aku,kamu pasti gak akan kaya gini.Tidak menyenangkan bersekolah tanpa Roman.Tapi aku sudah banyak absen,bagaimana ya huuuh??


Setelah berguman cukup lama,Sagiri pun tidur karena kelelahan.


Aku mengantuk sekali,akan kucoba untuk tidur.Mungkin besok aku akan berangkat saja ya.


***


Dipagi hari,Sagiri bersiap-siap untuk pergi sekolah dengan murung dan tidak begitu semangat karena Roman pasti tidak akan berangkat.


Sampailah Sagiri kekelas 10 B,dan bisikan teman-teman sekelasnya bagaikan pasar dipagi hari.


"Ehh itukan Sagiri,tumben gak sama Roman ya."


"Sagiri kok sendirian ya berangkatnya.Kan biasanya sama Roman."


"Eh Sagiri sendirian ya liat,mungkin mereka sudah pisah."


Tapi Sagiri tak menghiraukan ucapan teman-teman sekelasnya.Dia hanya berjalan sambil menunduk dan duduk ditempat duduknya Roman.

__ADS_1


Detektif cinta Roman dan Sagiri menghampiri Sagiri dengan merasa heran dan cemas.


"Sagiri,kamu kok berangkat sendirian.Kemana Roman."Tanya Linda.


"Iya benar Sagiri,kemana anak itu?Tanya Rhafi.


"Dia sedang dirumah untuk karantina sementara dikamarnya.Kemarin kami pergi kedokter,dan dokter menyuruh Roman untuk melakukan itu."jawab Sagiri sambil menunduk.


"Haah karantina?memangnya dia kenapa?"Tanya Ariel dengan penasaran.


"Iya Sagiri,kenapa sambil tidak melakukan apa-apa?"Tanya Siska.


"Kepalanya Roman masih sedikit parah,dia tak dapat berpikir jernih.Sebab itu dokter menyuruhnya untuk mengosongkan pikirannya dirumah tanpa melakukan apa-apa."Jawab Sagiri.


"Ehh begitu ya,yaudah kamu jangan sedih terus Sagiri.Semoga Roman bisa cepat sembuh."Kata Rhafi.


"Benar itu,kami sementara bisa menemanimu sampai Roman kembali berangkat sekolah iya kan Semuanya."Jawab Linda.


"Nyalur-nyalur aja mak lampir,sok alim lu."ledek Rhafi.


"Berisik lu anak mesum,mau gua tendang lagi apa masa depanlu pake sepatu pantofel?"Balas Linda.


"Enak aja,ya gak lah.Emang mak lampir ini gak punya otak ya hahahaha."


Mereka berempat pun tertawa lepas kepada Linda dan membuat Sagiri lumayan tenang dari sebelumnya.


***


"Teman-teman terima kasih ya sudah menemaniku walaupun Roman tidak berangkat sekolah karena sakit,tapi aku melupakan kalian yang terus baik kepadaku ini.Aku salah selama ini,dalam sekolah ini aku hanya mementingkan Roman saja tanpa melihat teman yang lain.Jadi terima kasih banyak dan maaf atas segalanya."Ucap Sagiri sambil sedikit mengeluarkan air matanya.


Karena sesama perempuan,Linda dan Siska pun memeluk Sagiri sambil sama-sama menangis.


"Kamu jangan berbicara seperti itu Sagiri,kami akan selalu ada untukmu.Dan Roman pasti akan segera sembuh."Ucap Linda.


"Itu benar,sekarang kau jangan besedih lagi ya."Ucap Siska.


"Yah begitulah Sagiri,walaupun Roman anaknya lumayan ngeselin,tapi kami kasihan sama kamu yang selalu sedih.Dan kami akan selalu ada untuk kalian yakan Ril?"


"Bener tuh Sagiri,jadi jangan sedih lagi ya?Roman pasti akan baik-baik saja."Ucap Ariel yang meluruskan ucapan Rhafi.


"Terima kasih banyak semuanya,kalian baik sekali sampai aku tak tahu harus membalas apa."Ucap Sagiri yang terharu.


"Ah tidak perlu Repot-repot begitu Sagiri,cukup kamu bersama Roman saja kami sudah merasa senang kok,yakan Semuanya."


"Iya benar."Jawab para anggota detektif cinta.

__ADS_1


"Ahh...anuu...Roman kan."


"Iya kami tahu kok kalau kalian masih sedikit malu-malu kalo ditempat umum.Tapi kalian pasti berhasil.Yaudah pulang yuk udah sepi nih sekolah,jemputan mu juga sudah datang tuh."Ucap Linda.


"Iya terima kasih Linda,dan semuanya.Aku dluan ya."Ucap Sagiri sambil menghampiri mobil pribadinya.


"Yaaa...Hati-hati yaa."Jawab para anggota detektif cinta.


***


Karantina Roman berjalan dengan lancar dan sukses.Tiga hari sudah berlalu,Sagiri dan grup detektif cinta berencana akan menjenguk Roman dan membawakan sedikit hadiah.


"Permisi,Tante Romannya ada?."


"Ohh Nak Sagiri ya,teman-temannya juga ya?Rumah kami sedikit sempit.Jadi silakan masuk saja ya maaf."


"Ahh gak papa kok Tante,kami tidak lama kok."


"Yaudah masuk aja ya kekamar Roman disebelah sana,Tante mau buat minum dulu ya."


"Baiklah terima kasih Tante."


Dalam perjalanan yang pendek menuju kamar Roman,tiba-tiba terdengar teriakan didalam kamarnya Roman.


"Aaaaaaa....arrrghhhh....Aaaaaa."


"Mann,Roman lu kenapa."Tanya Rhafi sambil mengetuk pintu kamar Roman.


"Cepat masuk,pintunya tidak dikunci."Ucap Rhafi.


"Roman kamu kenapa teriak?kami datang untuk menjengukmu."Jawab Sagiri yang sudah begitu kangen dengan Roman.


"Kalian siapa?kenapa datang kesini.Dan kau siapa membawa kado itu?!"Jawab Roman dengan nada lemah.


"Aku pacarmu Sagiri,kami datang menjengukmu Roman.Kau tidak ingat?jawab Sagiri yang begitu khawatir dengan keadaan Roman.


"Pacar?Apaan itu?dan kalian berempat siapa?kenapa kalian bersama dia?"Jawab Roman yang ternyata hilang ingatan.


"Apa kau lupa?Aku Rhafi,ini Ariel,Linda,sama Siska.Kami temanmu."Jawab Rhafi yang berusaha menyadarkan Roman.


"Ahhhh...Lepaskan tanganmu!!Teman apaan hah??kenapa kalian mengotori kamar ku hah??! Pergi kalian sana pergi...pergi...pergiiiiii."Jawab Roman yang smakin kesal karena kamarnya sangat ramai.


"Roman Sadarlah,kami semua temanmu.Apa kau tidak ingat itu!?"Ucap Ariel yang sedikit kesal.


"Ro...Roman?Nama siapa itu?kau jangan berlaga sok jago.Pergilah kalian mengotori kamarku pergiiii."

__ADS_1


Sagiri hanya bisa menangis dengan keadaan Roman yang sekarang hilang ingatan.


HAI KAKAK-KAKAK SEMUANYA,TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA NOVEL INI YA.INGIN TAU KELANJUTAN ROMAN SEPERTI APA?JANGAN SEGAN LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU SEMANGAT NULISNYA...😁😁🙏🙏


__ADS_2